<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397</id><updated>2012-01-30T22:09:49.228-08:00</updated><category term='Paphiopedilum'/><title type='text'>~* My Memoirs *~</title><subtitle type='html'>God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>229</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7919029900836262012</id><published>2011-03-17T04:57:00.001-07:00</published><updated>2011-03-17T06:31:40.408-07:00</updated><title type='text'>Spring Holiday (2011)-Rabbit Year Experience</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesailah semester 2 ku di jenjang master yang telah aku tempuh di NTUST-Taipei,Taiwan. Januari tengah tanggal 16 pulanglah diriku ke kota kelahiranku Surabaya-Indonesia untuk menjalani liburan. 1th kemarin aku tidak pernah pulang karena memang sudah aku jadwalkan untuk pulang tiap 1th sekali. Kepulanganku kali ini memakan waktu 24jam++ (gila kan ya kedengarannya dari taipei-surabaya), aku memilih jalur yg panjang dengan tiket pesawat yg lumayan murah gy mana aku dan temanku memilih 4x penerbangan dengan maskapai yang berbeda. Kenapa beda, sekali lagi karena kami ingin mengeluarkan biaya penerbangan serendah2nya, dengan tujuan nantinya bulan februari setelah imlek aku dan temanku (felix-chemical engineering) akan merencanakan trip 1minggu ke singapore dan malaysia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nekat juga kami melakukan transit 3x (untuk aku sendirian 4x dari jakarta-surabaya)dinegara yang berbeda-beda, tapi hal itu kami nikmati karena kami berdua suka sekali dengan yang namanya traveling dan sekedar melihat negara lain. Rute pulang kami meliputi; Taipei-Manila (Filipina)-Singapore (pp Singapore-Malaysia untuk liburan telah kami beli sebelumnya juga)-Jakarta (Indonesia)-Surabaya (finally...........=,=).  24Jam kami tempuh, membawa tas yang sangat berat dan besar ditambah deritaku ya itu pegangan tas travel aku putus jadi untuk membawanya dibutuhkan tenaga lebih. Sedikit catatan, sewaktu memesan tiket online (sekitar bulan nov-dec 2010), kami sempat tersandung sedikit masalah dengan sistem pelayanan online, sebab baru pertama kali kami memsan tiket pesawat melalui online reservation (untunglah tidak terjadi hal2 yang tak diinginkan). Perjalanan kami dari taipei ke manila, dipesawat kami duduk bersebelahan dan kenal dengan "om-om" sekitar umur 70an dari norwegia. Kami bersendagurau dan saling bercerita mengenai pengalaman2 hidup kami masing2. Yang bikin kami kaget, dia sudah berkeliling sekitar 120 negara yang berbeda2 hanya untuk menikmati dunia ini (traveling). Aku rasa dia keturunan bangsawan ato apalah yang baginya "duit" seperti daun yang gugur hahahaha =,= . Transit di manila kami juga masih bersama dia sampai kami harus berpisah di penerbangan selanjutnya, aku menanyakan email dan segala macam hal utk sekedar bisa "keep in touch".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sesampainya kam di jakarta, berpisahlah aku dan temanku krn dia ke arah bandung sedangkan aku ke arah surabaya (harus naik 1 pesawat lagi). Setelah berpisah ini, banyak masalah berdatangan silih berganti seolah2 alam menentangku untuk balik ke kampung halaman sekedar menemui sanak saudara dan teman-temanku. Mulai dari shuttle bus di soekarno hatta yang terlambat dan tidak jelas, "tole2" yang meminta uang (tapi aku aku tolak), hingga yang terakhir (blm final sih) maskapai dari jakarta kesurabaya menanyakan nomor kartu kredit yg aku gunakan untuk memesan tiket. Mampus gw, gw ndak tahu nomor kreditnya karena memang sudah aku delete dari hp aku (tidak ada kepentingan lagi, ya aku delete aja). Solusinya????? Taraaaaaaa~!, aku memelas meminjam HP counter maskapai yang melayaniku (huahahahah), krn sampe indonesia aku blm ada nomor indonesia. Setelah lewat kounter itu, mampus lagi ternyata ada administrasi 40rb IDR, uangku tinggal 10rb (50rb ngutang felix dulu, bayar taxi untuk ke terminal 1 40rb), mampus gmn neh, aku minta tolong minjem duit "mbak" nya jg g dikasih wakakakak y udah aku bayar pake NT$ aku tanya kursnya dan dikasih kembalian dalam IDR. Aku tetep thx untuk mbak yg di kounter+mas yg mau NT$ aku wakakaka akhirnya pulang sampe sby dgn selamat. Ketemu orang tua, pulang bertemu lagi dengan kendaraan "panther biru" hahahah...............ya sampe surabaya ada bbrp kemajuan lah, mampir untuk makan malam sampe jam 2 pagi (krn sampe surabaya jam 12mlm). Sampe rumah, menginjakan kaki dan menghirup hawa rumah yg aku tinggalkan 1 tahun, melihat kembali kamar ku tercinta wakakakakakaka.........................home sweet home.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7919029900836262012?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7919029900836262012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7919029900836262012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7919029900836262012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7919029900836262012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2011/03/spring-holiday-2011-rabbit-year.html' title='Spring Holiday (2011)-Rabbit Year Experience'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-1598389492539326461</id><published>2011-03-16T11:11:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T11:30:11.533-07:00</updated><title type='text'>I had pass my 2nd semester</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Heheheh akhirnya nulis lagi, lama ndak nulis karena berbagai kegiatan. Ok saya kali ini akan sedikit menceritakan perjalanan saya didalam menempuh semester 2 jenjang master degree saya di NTUST-Taipei, Taiwan. Semester 2 ini saya tetap sama mengambil 12 credit core course + 3 credit mandarin. Ya kali ini rada berat karena ada 1 pelajaran harus menggunakan programing untuk project UAS nya (basical statistic learning). &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya "basical statistic learning" tapi temen2 jgn dibayangkan statistik SMA, ato S1 ya. Pelajaran ini sudah "mbredel" akar2 statistik termasuk otak dari pada "machine learning", kaya SVM, ANN dan lain2. Dari pelajaran ini aku sadar akan bagaimana orang memprediksi mengenai cuaca termasuk suhu. Selain itu aku mengambil mata kuliah 'artificial intelligence" yg mana ada jembatan hubungan dengan statistik yg tadi aku sebutkan juga, disini kita mempelajari prediksi menggunakan tools2 tentunya utk kepentingan didalam konstruksi saja. Untuk final project aku memilih prediksi tekan kuat beton dari 1030 data yang telah terkumpul. Kelompok-ku kali ini ada dari indonesia dan philippine (filipina), senang sekali bekerja dgn mereka ^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu aku mengambil risk management dengan final topik "jembatan selat sunda", krn keterbatasan data bbrp data kita (saya dan teman saya 1 kelompok-orang taiwan) asumsikan terlebih dahulu. Terakhir aku juga mengambil BPR (Bussiness Process Reengineering)-kita mempelajari bagaimana "boost" suatu kinerja dalam perusahaan yg mana outputnya adalah "meminimalisasikan segala sesuatu dengan pendapatan setinggi mungkin".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semester ini jujur target GPAku rata2 adalah 90++ (sem 1 aku 89.5), krn udah ada pemikiran utk S3 di lain negara jadi aku harus boost up my mind lagi~! Namun semester ini aku sangat lengah dengan bermain mini online game+aku meremehkan pelajaran semester 2 ini. GPA rata2 ku untuk semester 2 ini terjun bebas dan aku sangat menyesal. But there's nothing I can do. Just pray and try to take 1 more course in my 3rd sem. Hope I can get better result for this course, btw do you know what kind of course I choose? I take "advance foundation engineering "hahahah just take it, face the risk and survive by solving all the problem that m occur within might be occured within my 3rd sem^^&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi total sem 3 ini aku hanya ambil mandarin+foundation itu tadi, krn sebenarnya aku sudah menyelesaikan kewajiban 24creditku^^, ya moga2 aku bisa lulus cepat dan bisa diterima universitas lain negara untuk jenjang S3ku, aku sudah plan semuanya^^.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Best regards&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Citra Satria O&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NTUST-Taipei, Taiwan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-1598389492539326461?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/1598389492539326461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=1598389492539326461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1598389492539326461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1598389492539326461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2011/03/i-had-pass-my-2nd-semester.html' title='I had pass my 2nd semester'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-328529896668884244</id><published>2010-11-18T06:39:00.000-08:00</published><updated>2010-11-19T22:22:21.512-08:00</updated><title type='text'>I had pass my 1st semester (vol2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk semester satu lalu aku benar2 bekerja keras, tiap hari aku ke-lab "PIM" (Project Intelligence and Management)-Lab. Tiap hari aku melakukan research aku di lingkup decision making support tools yg aku kombinasikan dengan study case renewable energy, sekaligus mengerjakan tugas2 kuliah lainnya. Hampir semua teman2 bilang aku ini workhard dan excelent student (termasuk temen2 vietnam) tapi aku tidak merasa begitu karena memang tugas dan pressure research dari prof lumayan besar, dan karena international student di lab ini hanya aku (tidak ada international student lainnya) jadi ya mau tidak mau aku harus do the best, even I cannot speak english well hahahha. Jadwal efektif S2 ini sebenarnya cuman 4bulan dan 2 bulan lainnya terkena weekend dan hari2 libur, jadi waktu liburan semester yagn panjang (hampir 3bulan) aku tidak pulang Indonesia tapi fokus di lab utk research yg di berikan prof dan sekaligus explore taiwan seperti pergi ke fuloong beach, mall2 taipei, pasar malam taipei, hsinchu, dan lain2. benar-benar pengalaman yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oh ya 1 hal yang mungkin masih lengket di hati ini adalah team barongsay dan naga yg aku ikutin di surabaya, yang mana teman2 masih sibuk dgn show dan berbagai tugss dari team ini (www.ksatria-lddt.blogspot.com), terkadang ada sedikit rasa gmn gitu krn tidak dapat ikut merasakan suka duka di dalam team ini lagi, banyak show yg team ini dapat ke luar provinsi dan lain2 terkadang membuat ku iri krn tidak bisa ikut hahaha.........&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi melewati semester satu ini pemikiranku semakin berubah dan semakin ada keinginan untu k melanjutkan ke jenjang S3 (Ph.D) sebagai mana prof ku sudah menawariku full scholarship, fund dan lain2. Tapi pemikiranku aku akan S3 di lain negara lain, sehingga pengetahuanku akan hidup akan semakin luas dengan hidup di negara lain lagi, bbrp universitas sudah aku masukan dalam list otak aku seperti University of Reno-Las Vegas, Hongkong University, Tokyo University dan lain-lain. Namun perjalanan S2 aku masih panjang, so..........think about it latter....&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-328529896668884244?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/328529896668884244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=328529896668884244' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/328529896668884244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/328529896668884244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/11/i-had-pass-my-1st-semester-vol2.html' title='I had pass my 1st semester (vol2)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6481750788142458768</id><published>2010-07-19T11:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T11:11:25.708-07:00</updated><title type='text'>Next Path for our Team (wish)</title><content type='html'>Malam2 sewaktu mengutek-utek blog ini sambil melakukan ritual baca paper malam2, ya....sekitar jam 2 pagi, munculah kembali ide lama saya. Kalau sudah besar dan sukses (katakanlah begitu karena hal tersebut bersifat relativ), perlu adanya suatu evaluasi yang bersifat kontinyu, salah satunya dapat berbentuk pengimplementasian "corporate social responsibility". Saya bermimpi kedepan nanti Tim Ksatria akan dapat melakukan hal tersebut, bahkan (mungkin) dapat disebut "troupe social responsibility"/ apalah. Jadi tim ini tidak melupakan azas2 yang dulunya dibentuk sbg landasan sblm take off. Salah satu hal lain dari pada konsep ini antara lain, dapat berupa show di pantiasuhan, pantijompo, atau bahkan bakti sosial. Saya kira hal ini baru mengingat Tim Ksatria adalah tim independent dan saya kira hal tersebut merupakan "obligation" bagi kita untuk masyarakat luas. Menyeimbangkan pelestarian olahraga dan kebudayaan khas tiongkok dengan tetap melakukan kegiatan bersifat social kepada masyarakat luas menjadi salah satu hal terpenting dalam azas2 yang dulunya telah dibentuk. Comercial dan social harus seimbang dalam melakukannya, diiringi realisasi yg benar dalam tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Regards&lt;br /&gt;Citra Satria O, S.T.&lt;br /&gt;Blog Administrator and Member of Ksatria Lion &amp; Dragon Dance Troupe&lt;br /&gt;National Taiwan University of Science and Technology&lt;br /&gt;Taipei-Taiwan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6481750788142458768?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6481750788142458768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6481750788142458768' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6481750788142458768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6481750788142458768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/07/next-path-for-our-team-wish.html' title='Next Path for our Team (wish)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7409253449286863887</id><published>2010-07-02T03:40:00.000-07:00</published><updated>2012-01-02T19:37:21.284-08:00</updated><title type='text'>I had pass my 1st semester (vol1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hmph.....lama aku ndak nulis blog ini tapi tak terasa waktu begitu cepat, tanggal 17-11-2010 aku menulis blog ini sejak bulan februari 2010 diriku sampai di taipei-taiwan untuk melanjutkan jenjang pendidikan ku (S2-master degree). Kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman aku setelah melewati 1 semester di NTUST (National Taiwan Unversity of Science and Technology). Pada dasarnya untuk lulus dari S2 di NTUST jurusan construction eng (civil eng) diwajibkan menyelesaikan 24credit, maka dari itu aku sudah merencanakan dalam 1 tahun aku harus menyelesaikan 24 sks ini, jadi semester awal ini aku mengambil 12 sks yg terdiri dari 4 pelajaran (@3sks) yaitu:&lt;br /&gt;- Deterioration Engineering Material: Fokus pada proses dan impacr korosi pada material&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Cost management: Dasar2 cost management, tools dan berbagai macam hal experts, hingga random variable (ahahaha g nyambung tapi beneran ini bermanfaat) &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Computational Intelligence: Evolutonary metaheuristic dan algorithm&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Seismic Design: Pembelajaran perilaku gempa, design utk seismic area dan prevention tools&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hehehehe semester ini aku lewati lumayan baik (tapi menurutku juga kurang) dengan berbekal kerja keras, nekat, doa dan bantuan teman2 serta time and self management yg benar dan baik alhasil bisa aku lewati. Uhm ada 3sks lagi tapi ini tidak termasuk persyaratan kuliah yaitu kelas mandarin (pembelajaran bahasa mandarin sehari2). Total GPA yang aku dapat sekitar 3.58 masih kurang menurutku. Tapi seperti biasa semester awal-awal ini aku begitu gugup karena belum mampu berkomunkasi secara benad dan baik menggunakan bahasa inggris, tapi as time goes by aku tetap bljr "learn by doing". 1 Hal yang cukup membuat mataku terbelalak ternyata di sini S2 dan S3 itu sangat umum, dan aku melihat bagaimana pendidikan dan universitas memegang peranan penting dalam pembangunan suatu negara yang mana para penggerak bukanlah hanya orang2 senior dan tua saja tapi profesor disini muda-muda dan bervisi jernih. Setelah tinggal beberapa lama disini aku jadi tertantang untuk mengambil jenjang doctoral (S3) dikemudian hari, namun itu masih mimpi di siang bolong. Hal lain yg tertarik untuk aku ceritakan adalah S2 disini diwajibkan untuk memilih prof untuk menjadi thesis advisor mereka, jadi kita2 mesti mencari prof yang mau menerima kita dan akan disediakan "lab" untuk tempat kita bekerja research, entah research itu dari project negara, project lain (real case), thesis biasa atau untuk educational area (publish paper,conference) dan hal tersebut tergantung prof, namun kita bisa memajukan topik kita sendiri namun hal tersebut berat mengingat prof telah memiliki targetnya sendiri. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syukurlah aku diterima Prof.Jui-Sheng Chou, prof muda, antusias, berwibawa, mempunyai obsesi yang tinggi dan baru berkarir sekitar 3 tahun di NTUST jadi aku adalah generasai ke-2nya. Namun sungguh beruntung pada saat aku melamar pada prof ini, lab kerjanya tidak seberapa bagus alias aku kira butuh direnovasi, namun setelah aku diterima tak disangka prof mendapat project besar dari negara,segera pun lab disulap menjadi lab yang sangat cantik dan indah. Mungkin aku bisa bilang lab manajemen konstruksi ter-bagus di kelasnya. Kami sebut "Project Inteligence Management" Laboratory. Selain itu ternyata kita juga lumayan sering pergi dan jalan2 bareng lho entah itu makan-makan, keluar kota atau melakukan kegiatan spt conference. Ternyata disini bener2 luar biasa dan menyenangkan, disamping research pressure lumayan tinggi dari prof untuk aku, mengingat hanya aku seorang international student di lab ini (lainnya anak lokal). Selain itu ternyata tiap mingu kita akan rutin mengadakan "lab/group meeting" dimana masing2 kita harus mempresentasikan progress kita kepada prof dan teman2, mengingat lab kami merupakan lab "taipei disaster prevention" jadi lab meeting kami selalu memakan waktu yang tidak sebentar mengingat "researcher" tersebut juga akan mempresentasikan hasil kerjanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Melewati semester pertama aku tidak pulang ke indo melainkan keliling taipei dan sekitarnya bersama temen2 dekatku. Dan juga prof memberikan pressure kepadaku agar liburan ini aku mencoba untuk menulis manuscript untuk di publikasikan dan atau mengikuti conference. Jurusanku memang teknik sipil tapi entah manuscript dan research yg aku tulis membahas mengenai decision support tools combined by stochastic method alias mathematic applied science gitu, tapi aku jalani itu semua. Bermula dari ndak ngerti tapi kemudian menjadi ngerti hahahaha. Selain itu ternyata di lab aku di kaish fund perbulan atau kasarannya gaji gitu untuk penelitianku dan tiap semester aku jg apply beasiswa untuk menunjang hidupku disini, mengingat aku tidak mau orang tuaku mengirim duit untuk aku. Oh ya.............pny teman2 dari beberapa negara merupakan hal yang tak terlupakan, beda pandangan, beda bahasa, beda perilaku, beda culture, dll. Vietnam, taiwan, rusia, bolivia, paraguay, indonesia, dll. Hal penting lainnya yang aku lakukan adalah explorasi, mengingat aku di luar negeri kenapa tidak jalan2??hahah aku menghabiskan beberapa waktuku untuk jalan2 dan menikmati segalanya di taiwan, bersama teman, bersama prof, bersama teman lab dan lain2.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7409253449286863887?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7409253449286863887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7409253449286863887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7409253449286863887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7409253449286863887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/07/i-had-pass-my-1st-semester-vol1.html' title='I had pass my 1st semester (vol1)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-5768002554310791514</id><published>2010-03-19T06:07:00.000-07:00</published><updated>2010-03-20T09:30:05.497-07:00</updated><title type='text'>Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Five</title><content type='html'>Check Out dari guest house (2-3-10), aku kembali ke dormitory untuk menata lagi barang-barang aku di kabinet yang sudah ditentukan untuk aku, setelahnya aku dan ayahku berjalan-jalan di sekeliling kampus untuk lebih mengenal lagi beberapa lingkungan sekitar sekaligus melihat tatakelola kehidupan masyarakat taiwan, sekaligus untuk mencoba lagi beberapa makanan khas taiwan. Kami lakukan dengan cepat karena pk.15.00 aku dan ayahku harus ke Tao yuan International Airport karena hari ini ayahku akan kembali ke Indonesia (Dengan maskapai EVA air dengan jam keberangkatan pk.17.27 dan seperti biasa 1-2jam sebelumnya kita harus sudah di aiport)setelah mengantarkanku selama 3 hari dan 2 mlm di Taiwan. Bagi saya pribadi hal tersebut cukup membuat nyali sedikit ciut karena setelah dari airport kembali ke NTUST tidaklah dekat dan harus menggunakan bis dan MRT dengan keseluruhan jalur yang aku sendiri masih buta. Tapi untuk mengantarkan ayah tercinta kembali ke tanah air tercinta pula aku mengambil risiko tersebut. Kami kembali ke guest house dan memanggil taxi (Biaya dari guest house ke airport mahal sekitar Rp.270.000,- karena jarak jauh dengan waktu tempuh sekitar 1-1,8jam). Sesampainya di airport kami langsung mengurus bagasi ayahku di counter Eva Air (Ternyata banyak juga orang Indonesia disini dan juga orang luar yang ingin berkunjung ke Indonesia, saya berharap Indonesia tetap mempertahankan eksistensinya dibidang kepariwisataan). Setelah urusan bagasi selesai kami berjalan2 mengitari airport tersebut untuk sekedar mengetahuinya+ke toilet karena panggilan alam (^O^). Setelah itu kami duduk di tempat yang disediakan,aku mencoba aplikasi WIFI yang disediakan untuk HP aku (Ternyata tidak bisa connect................). Kira-kami menunggu sekitar 1-2 jam untuk jadwal keberangkatan pesawat, sambil menunggu ayahku menyuruhku pulang dahulu ke dorm, aku bilang nanti saja sekalian mau mengantar hingga tuntas (Naik pesawat). Menunggu dan menunggu serta kegiatan kami cuma duduk,melihat-lihat dan makan camilan akhirnya sampailah kami pada inti obrolan (Wejangan dari ayahanda tercinta............ho4)&lt;br /&gt;Sambil ngobrol seperti biasa aku bermain-main dengan HP-ku dan mencoba untuk Online (Tapi tetep g bisa..........). Akhirnya sekitar 1jam sebelum pesawat take off, percakapan inti dimulai, ayahanda memberikan wejangan-wejangan sakti mandraguna sampai menggoncangkan hati dan pikiran aku yang juga berdampak pada keadaan langit dan bumi wakakakakakakak......................Ayahanda cuman berpesan bahwasanya aku harus sukses karena sudah mengambil keputusan untuk S2 dan memilih di negara Taiwan (NTUST), dan di taiwan tidak kerja apa2 alias hanya sekolah, dan tidak usah menghawatirkan permasalahan ekonomi, keuangan naik dan turun (fluktuasi) itu wajar karena memang itulah dunia dagang, jangan berkumpul dengan teman yang aneh-aneh dan bener-bener harus jaga diri, lulus S2 harus sukses dan jadi orang yg berintegritas. Setelah percakapan itu aku sih seperti biasa cuek-cuek aja, namun beberapa detik setelah itu hatiku menggelegar, pintu perasaanku terbuka secara spontan, memberikan reaksi berantai yang tiba-tiba saja air mataku mulai menggenang di pelipis mata untuk volume yg mulai bertambah dan bertambah, namun aku seperti biasa berusaha kuat tidak menampilkan sisi lemah aku (Pada saat ini aku diambang-ambang menangis dan tidak karena aku paling benci hal-hal berbau melankolis, maklum lah saya kan koleris dan sanguin sejati wakakakakka, posisi mata udah merah dan mulai berair-air huh lebay...........). &lt;br /&gt;Setelahnya akhirnya orang tuaku masuk ke waiting room dimana kondisi itu sudah untuk terakhir kalinya aku melihat ayahanda di Taiwan bersamaku alias aku akan mulai sendirian Taiwan untuk waktu yg relatif lama. Akhirnya cuma salam perpisahan biasa dan sekedar salam-salam perpisahan serta melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sementara waktu bagi kita(Aku menahan gengsi dan menolak untuk melakukan, salam dan berpelukan seraya berkata salam-salam perpisahan-perlu anda ketahui bahwa saya dan keluarga saya jarang sekali, bisa dibilang hampir tidak pernah melakukan hal spt ini jadi bagi saya ini adalah hak yang membuat saya menjadi canggung dan tampak bodoh). Namun setelah ayahanda tak terlihat (Karena kaca di blur-jadi tidak dapat melihat masuk ke ruang tunggu seperti di juanda) akhirnye perlahan-lahan tapi pasti dan tidak pasti aku menitihkan air mata...............setelah sekian laam aku tak menangis karena sesuatu kali ini aku mulai merakan kembali menangis karena di tinggal oleh orang tua yang jarang bagi aku untuk melakukan kontak dengan mereka (Karena saya tipe orang yang tidak suka di ceramahi oleh mereka dan mereka tipe orang tua yg protektif dengan anaknya, bukan hyperprotektif lho wahahahaha). Akhirnya aku menyerah dengan gengsi dan kekuatan kelelakian aku akhirnya aku menitihkan airmata berulang-ulang dan mulai tersedak-sedak, dan aku sangat, sangat dan sangat menyesal karena tidak dapat (tepatnya tidak mau) berpelukan,bersalaman dan salam perpisahan dengan ayahhanda tercinta seperti yg telah kulakukan dengan semua anggota keluarga sebelum berangkat dari surabaya. Aku menangis sambil berjalan kesana-kemari, melihat jam dan menunggu pesawat take off dan memastikan semuanya OK, sendirian di Tao Yuan International Airport dan dilihat oleh byk orang karena aku menangis sambil berjalan kesana kemari. Dalam hati aku hanya berkata "Im so sory......." karena gengsi dan ego aku tidak melakukannya............dan dalam hati aku berkata "Seandainya tuhan kasih aku sekali lagi kesempatan lihat ayahhanda, aku pasti akan memeluknya dan berkata salam perpisahan". Namun aku tahu hal tersebut hanya keinginan pribadi semata. Akhirnya aku ke toilet pipis dan menunggu di daerah waiting room yang dijaga oleh security, aku hanya berdiri disana sambil mereka melihati aku karena aku cowo dengan tinggi lumayan tapi menitihkana air mata dan berusaha menutupinya tapi aku cuek..........Aku berlagak cuek dan kuat. &lt;br /&gt;Jalan dan berjalan kesana kemari sambil melihat-lihat serambi dalam keadaan yang amat sangat bersalah dan menyesal karena tidak mengucapkannya.........Tiba-tiba waktu aku kembali mengunjungi tempat baggage check in aku melihat ayahanda ku di sana lagi lagi kebingungan dengan stiker yang telah di tempetl ditas-nya, dia bingung dan setelah melihat aku dia memanggil aku (Waktu itu aku benar2 sudah dalam kondisi OK dan terlihat semua baik2 saja,jadi tidak ada yg harus aku permalukan di depan ayah aku, tapi perasaan masih bergoyang dan aku menahan-nahan air mata yg udah memberikan tekanan beribu-ribu Ton di pelipis mata aku wakakakaka), ayahku ternyata mempertanyakan stiker untuk mengambil bagasinya dan ternyata hanya terjadi miss kecil yang ternyata ayahku yang tidak tahu bahwa stiker sudah ada di tiketnya (Batin aku kali ini harus aku lakukan, karena mungkin ini hadiah tuhan supaya aku dapat melakukannya kali ini................).&lt;br /&gt;Setelah miss diselesaikan, pada akhirnya ayahanda akan memasuki waiting dan check room yang sebelumnya di cek dulu oleh petugas setempat (Tempat aku berdiri dan menunggu seraya menitihkan air mata sambil diliati petugas ini, mereka 2 orang), setelah ayah aku di cek surat-suratnya seperti biasa sebelum memasuki waiting room aku langsung memanggil ayahku, dia berbalik dan aku langsung memeluknya, sangat erat (Perlu kalian tahu sewaktu aku memanggil ayahku dan melewati garis  perbatasan antara penumpang dan pengantar, petugas sempat men-stop-aku dengan lampu merahnya, namun aku tidak mengindahkan dan langsung aku peluk ayahku di depan orang-orang), aku pelu erat selama beberapa detik, I said Thank You for everything, aku peluk dan tepuk bahunya, dari posisi kepala di kiri adan kanan akhirnya ayahanda membalas dengan perkataan "Hasilnya yang bagus yah"...............setelahnya aku melepa pelukan itu aku berbalik arah langsung dan seketika bendungan air mataku hancur berantakan alias aku menangis sejadi-jadinya dan tersedu-sedu tentunnya dengan aku tutup mukaku dan berjalan menjauh (Aku rasa ayahku hanya melihat 1/10 detik dan langsung memasuki waiting room), menangis dan menangis tersedu-sedu, aku melihat di pantulan cermin yang ada disana serasa aku kembali ke 10-20 tahun silam ketika aku masih bocah dan suka menangis tak disangka kali ini aku menangis lagi sungguh ironi dan lucu untuk diingat. Tapi airmata dan tersedu-sedu masih tersisa, aku tak dapat menolak yang aku lakukan hanya berdiri dan menangis sekitar 10menit dan akhirnya aku berhentikan secara paksa dan berkata "The journey begis.....", tetap dalam kondisi masih mata merah aku menunggu pesawat take off.&lt;br /&gt;Jam jadwal menunjukan bahwa pesawat take off dan akhirnya aku pulang menuju dorm (Bingung dan nekat karena sendirian), aku hanya mengginakan ingatanku sewaktu aku di jemput pertama kali, rute dan cara membeli tiket serta jalur-jalur dan sistem MRT yang begitu besarnya, namun dengan bekal nekat, ingin tahu dan pantang menyerah, sampailah daku ke NTUST dan langsung datang ke lounge room untuk rapat ICE 2010. Sekian cerita pengalaman 3hari bersama ayahhanda dan perkenalan NTUST serta taiwan kepada teman-teman sekalian. Pengalaman ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi anda semua. Apabila ada yg kurang berkenan saya mohon maaf. Sukses selalu untuk kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-5768002554310791514?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/5768002554310791514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=5768002554310791514' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/5768002554310791514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/5768002554310791514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/03/awal-perjalanan-ku-di-taiwan-master_19.html' title='Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Five'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-3018579681314386369</id><published>2010-03-08T02:51:00.000-08:00</published><updated>2010-03-08T03:06:02.271-08:00</updated><title type='text'>Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Four</title><content type='html'>Jalan-jalan dan akhirnya melihat damper, melihat dan melihat sampe luas serta foto-foto naiklah kami ke lantai paling atas yang boleh dikunjungi yaitu lantai 91 (Lantai 88 sampai lantai 91 hanya dapat dijangkau melalui tangga). Sampai di lantai 91 ternyata outdoor dan disinilah kita benar-benar di ketinggian 580m++ kita dapat melihat segala penjuru kota Taipei, udara dingin dan banyak sekali turis disini menbuat perasaan semakin menggelora untuk berputar-putar dan mengambil foto di sekitar situ. Sekitar 30 menit kami berputar-putar dan mengambil foto sekaligus mengamati dan mempelajari pula masyarakat sekitar dan perilaku turis kami kembali ke lantai 89 untuk jalan-jalan lagi, dalam perjalanan kembali ke lantai 89 kami ke ruangan teather untuk melihat sekilas film yang menceritakan sejarah pembangunan Taipei 101 (Penjelasan dari film di theater mininya kebanyakan bercerita mengenai berbagai hal dari segi konstruksi dari Taipei 101 itu sendiri-jadi pas lah dengan bagianku wakakakaa) dan berisitirahat serambi mengamati masyarakat sekitar yang bagi kami mungkin masih asing. Sambil istirahat aku melihat berbagai gambar-gambar yang menerangkan berbagai macam keterangan mengenai sejarah, metode konstruksi,ketinggian dan berbagai hal lainnya. Lupa waktu ternyata kami sudah 1,5 jam didalam tower ini, takut di usir aku menanyakan mengenai batas waktu kepada salah satu security (Security yg aku tanya adalah cewe-jadi cukup grogi juga she soalnya security begituan cakep lho wakakakakaka). Ternyata bagi visitor tidak ada ketentuan batasan lama waktu untuk berada di dalam tower, as long as you want, you can stay in here. Cukup lama dan sudah puas serta sudah membayar untuk membeli foto aku bersama ayahku, kamipun turun, sewaktu turunpun kami masih harus mengantri lagi karena sama dengan para turis yang ingin ke lantai puncak, kondisi masih ramai sedangkan lift tercepat didunia hanya ada 2 unit dengan kapasitas yang terbatas juga. (Note: security cewe untuk urusan mengatur turis yang ramai juga cantik-cantik ^O^ dan tidak gaptek, mereka dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang pelayanan kepada turis-turis asing, karena turis yang dating tidak 1-2 orang tapi terkadang dalam bentuk rombongan).&lt;br /&gt; Sepulang dari Taipei 101 kita kembali ke guest house, merebah badan sebentar, mandi, dan akhirnya makan malam kami kembali ke distrik Gong Guan untuk mencoba kembali berbagai macam model makanan (Yang pasti sudah berpengalaman dan tidak akan tersesat lagi). Kali ini kami makan di bagian makanan model celup-celup dengan memilih menu sendiri, porsi besar dengan harga lumayan pantas dan kenyanglah kami. Setelahnya kami tidak membuang waktu lagi, kami melanjutkan lagi dengan jalan-jalan di distrik makanan dan membeli berbagai macam model makanan ringan dan berat sekedar memuaskan nafsu keingintahuan dan pemenuhan nafsu makan porsi lelaki serta jaga-jaga untuk malam hari agar tidak kelaparan, jalan dan jalan akhirnya kami melambatkan alur jalan kami di pusat teramai distrik makanan ini sambil melihat-lihat berbagai macam makanan yang dijual ada satu penjual ibu-ibu menyiapkan adonan makanan untuk dimasak, anehnya ibu ini berbicara sendiri, ayahku melihatnya dan beropini bahwa sang ibu penjual ini ada kelainan jiwa namun setelahnya aku tertawa terbahak-bahak sangat keras yang ternyata ibu itu memakai head set yang disambungkan dengan perangkat komunikasi yang ada dibelakangnya (Ayahku mengira ibu itu gila). Sebelum balik ke guest house NTU kita coba tahu bau alias chou do fu cumin 40NT$ untuk 2 orang, (You know, we had already full~). Setelah puas kami kembali ke guset house NTU untuk mempersiapkan bebagai macam barang yang akan dibawa pulang oleh ayahku dan berbagai macam keperluan lainnya yang harus di tata mlm hari karena besok nya (Selasa 2-3-10) ayahku akan pulang ke Indonesia lagi. &lt;br /&gt; Pagi hari kami langsung balik ke kamar asrama aku untuk melakukan bersih-bersih kabinet sebelum aku gunakan selama 2 tahun, berbagai perlengkapan ini dan itu di tata sedemikian rupa agar rapi(Note: kami pagi sudah check out duluan sebelum ke NTUST dan tas kami titipkan front office).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-3018579681314386369?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/3018579681314386369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=3018579681314386369' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3018579681314386369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3018579681314386369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/03/awal-perjalanan-ku-di-taiwan-master_08.html' title='Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Four'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6581098195171002394</id><published>2010-03-07T04:56:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T04:57:12.679-08:00</updated><title type='text'>Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Three</title><content type='html'>Waktu terasa berjalan sangat cepat disini, minggu malamnya aku dan ayahku berjalan-jalan di distrik yang dinamakan Gong Guan. Wao pusat makanan yang berbasis entrepreneurship, banyak sekali stand-stand penjualan makanan dengan berbagai macam cirri khas tersendiri, juga ada yang berupa depot-depot kecil (Wilayah ini bersih lingkunganya dan orang-orangnya tidak grusa-grusu). Jalan-dan jalan aku dan ayahku mencoba makanan ini itu dan membungkus juga makanan ini itu untuk di hotel (Untuk di coba, padahal tidak lapar lho wakakakak). Makanan khas,enak-enak dan patut dicoba alias wisata kuliner neh wakakakkaka. Hari-hari pertama malam hari aku dan ayahku menghabiskan waktu di distrik Gong Guan hanya untuk window shopping dan mencoba makanan. (Malam pertama sempat nyasar dan g bias pulang, masyarakat di tanyai kampus juga bingung jadi sempat buta gitu, tapi akhirnya bias pulang kok)&lt;br /&gt; Hari ke-2 (Senin 1-3-1987), aku memulai hari ini dengan mengurus administrasi study aku ya itu di kantor graduate office bersama mas Munif (Anak mantan ITS). Urus punya urus ternyata suratku ada yg bermasalah di bagian Financial Statement jadinya bbrp surat aku kirim lagi lewat kantor pos kampus dan di urus lagi di Jakarta (Untuk dan gara-gara urusan ini jadi berabe neh soalnya kaga bias urus-urus lainnya). Selesai urusan ini (Pending dulu) aku ama ayahku jalan-jalan ke tempat yang telah aku rencanakan sebelumnya yaitu: TAIPEI 101~!, inilah impianku agar ke negeri orang dan ke Icon Negara tersebut, berangkat kesana cumin nekat doank Tanya naik bus apa dan tanya-tanya ama sopir busnya, perjalanan dengan bus kode: 650 selama 20 menit dan tibalah kita di sisi samping TAIPEI 101. Eh, Ngomong-ngomong naik kendaraan umum, kl MRT cumin bayar 15-50NT$, kalo bus cumin 15NT$. Jadi cukup murah dan fasilitas OK kqk, udah cepat, tepat waktu, bersih dan yang pasti aman kok. Sampe di TAIPEI 101 kita ke lanti 5F dulu untuk membeli tiket 400NT$ per orang dan harus antri, soalnya banyak orang juga mau lihat ke atas. Setelah antri kita naik ke lantai 89 menggunakan lift tercepat di dunia dengan kecepatan 1010m/minute. Ada petugas cewe yg nerangin ini itu bahwa lift ini tercepat didunia bla2 tapi aku sibuk ngerekam dan ngliatin dia aja soalnya lumayan she tuch cewe wakakakakaka, setelah nyampe (Bbrp detik aja di dalam lift) ternyata aku dah di ketinggian 580m++ alias lantai 89, yeaaaaah lgs aja aku keliling disana dan foto2 wakakakakakak (Soale ndeso) dan tidak lupa mampir ke lantai 88 utk melihat Super Wind Damper (Impianku melihatnya soalnya dari dulu diajarin ini itu di teknik sipil tapi g pernah yg namanya penahan angin di Taipei 101 yg beratnya 800 ton), eh tidak lupa yah aku foto-foto ama ayahku ahahahaha, wew ada bbrp tempat souvenir ini itu yg jaga juga lumayan-lumayan lah wakakakaka. Eh ketinggalan sbebelum kita naik lift tercepat itu kita akan difoto dahulu oleh petugasnya dgn setting-an background gedung Taipei 101 yang mana nantinya di lantai 89 kita bisa memilih untuk membelinya atau tidak seharga 250NT$.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6581098195171002394?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6581098195171002394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6581098195171002394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6581098195171002394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6581098195171002394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/03/awal-perjalanan-ku-di-taiwan-master_07.html' title='Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Three'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-3875851743310345916</id><published>2010-03-05T19:49:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T19:49:46.281-08:00</updated><title type='text'>Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Two</title><content type='html'>Eva Air-Waoo~ maskapai besar neh, aku naik dengan ayahku dan duduk di sampingnya (Seat number24G and 24F) lama perjalanan sebenarnya cumin 4,5 jam sampe 5 jam aja. Begitu duduk, ada cewe (Menurutku cantik dengan paras wajah cute, putih bersinar dan pendiam waktu di pesawat, wakakakak tapi aku tidak tahu dari mana ia berasal). Beruntung atau memang jodohnya ternyata dia kebagian duduk pas dikiriku (Wakakakakakak). 3 Jam perjalanan berlalu seperti biasa (Ada makan dan minuman yang ditawarkan pramugari) dan cewe dikiri aku diam saja. Sampai mendekati waktu pendaratan, cewe kiri aku mengajak aku ngobrol (WOW nice ternyata dia berangkat dengan temannya) ternyata dia orang Surabaya lho, mantan UK Petra juga angkatan 99-Jurusan Interior. Ngobrol dan ngobrol, ternyata dia sekolah di Taiwan mengambil jurusan bakery tapi cuman certificate aja 2th juga. Selesai mendarat kita berpisah dibandara Tao Yuan (Huhuhu sedih juga ditinggal cewe cantik wakakaka). Aku dan ayahku menunggu orang dari Indo yang udah janjian sama aku lewat internet untuk menjemput aku dan mengantarkan ke NTUST (National Taiwan University of Science and Technology), serta menguruskan segalanya hingga selesai. Lama aku dan ayahku menunggu (Sekitar 30menit, takut karena kita masih kurang paham dengan Taiwan), akhirnya aku melihat seseorang dengan paras wajah Indonesia, ternyata dia yang menjemput dan orang ini bernama Fajrin (Lain dengan orang yang janjian dengan aku sebelumnya untuk menjemput aku, karena ternyata dia harus kebagian menjemput di terminal 1 sedangkan aku dan ayahku di terminal 2-yeah not a big deal). Cuaca ternyata tidak sedingin yang di dengung-dengungkan karena ini waktu aku sampai ternyata udah transisi dari musim dingin ke musim rontok jadi cuman dingin seperti di Indonesia kurang lebih seperti di Bandung begitu. Naik bus ke pusat stasiun Taipei (Taipei Station, kurang lebih 1jam dari bandara) lalu naik MRT (WOW besar sekali neh Station, maklum krn inilah stasiun pusat Taipei, semua bus dan MRT disini “ngandok”-nya dan pertama kali pengalaman aku naik MRT neh jadi ya senang sekali wakakaka). Naik MRT sedikit bingung dan repot karene kita bawa tas besar-besar dan masih tidak familiar jadi ya sedikit kerja keras gitu. Akhirnya sampai juga di kampus NTU yang mana jika kita menyeberang udah NTUST (Asal tahu aja bahwa NTU adalah kampus terbesar, tertua dan nomor satu di Taiwan).&lt;br /&gt; Sampainya di NTUST langsung aja aku mengurus dormitory aku. Dapatnya di Dorm-1 kamar nomor 114. Bersama 3 orang Indonesia (2 dari Surabaya lho wakakaka) dan 1 orang Paraguay. Setelahnya lgs mengurus penginapan ayahku dan dapatnya di NTU Guest House ya itu di seberang NTUST (Thx to Henky and his brother). Setelah dapat kamar kami istirahat sebentar untuk merebah badan dan melihat tv atau sekedar memakai fasilitas internet gratis NTU Guest House (Koneksi sangat cepat di banding dgn Indonesia). Setelahnya kami jalan-jalan untuk lebih mengenal kampus NTUST sekaligus makan siang di kantin NTUST (Bingung juga neh jalannya ke kantin soalnya ada 3 kantin tapi 1-2hari jalan-jalan udah bias hafal kok tempatnya soalnya NTUST kl aku bilang jg g seberapa besar). Makan dan setelahnya aku memandang bahwa Negara dan pola kehidupan disini beda sekali dengan lingkungan Negara dari mana aku berasal, disini semua orang sedikit cuek, maunya cepet-cepet dan yang pasti mereka bersih, tingkat percaya diri dan sadar diri yang tinggi. Bagaimana tidak di MRT dan Bus umum (Dan di tempat lain), apabila ada orang tua/ disable people/ ibu dengan bayi, masuk secara otomatis penumpang yang lebih muda langsung berdiri dan menawarkan kursinya untuk diduduki orang-orang dengan kriteria tersebut (Sungguh kesadaran tinggi dan etika yang baik)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-3875851743310345916?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/3875851743310345916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=3875851743310345916' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3875851743310345916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3875851743310345916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/03/awal-perjalanan-ku-di-taiwan-master_05.html' title='Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Two'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-426261440891743984</id><published>2010-03-05T19:42:00.001-08:00</published><updated>2010-03-05T19:47:20.655-08:00</updated><title type='text'>Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part One</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CCITRAS%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CCITRAS%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CCITRAS%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:displayhorizontaldrawinggridevery&gt;0&lt;/w:DisplayHorizontalDrawingGridEvery&gt;   &lt;w:displayverticaldrawinggridevery&gt;2&lt;/w:DisplayVerticalDrawingGridEvery&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;ZH-TW&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:spaceforul/&gt;    &lt;w:balancesinglebytedoublebytewidth/&gt;    &lt;w:donotleavebackslashalone/&gt;    &lt;w:ultrailspace/&gt;    &lt;w:donotexpandshiftreturn/&gt;    &lt;w:adjustlineheightintable/&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:新細明體; 	panose-1:2 2 5 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:PMingLiU; 	mso-font-charset:136; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611969 684719354 22 0 1048577 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} @font-face 	{font-family:"\@新細明體"; 	panose-1:2 2 5 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:136; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611969 684719354 22 0 1048577 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:none; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:新細明體; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-font-kerning:1.0pt;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}  /* Page Definitions */  @page 	{mso-page-border-surround-header:no; 	mso-page-border-surround-footer:no;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-font-kerning:1.0pt;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Pada kali ini aku akan bercerita mengenai awal perjalananku di Taiwan dalam meraih gelar M.Sc.Eng (Master of Science in Engineering). Sungguh merupakan sesuatu yang takkan pernah aku lupakan pada perjalanan hidupku kali ini dimana ternyata mimpi di siang bolong tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi kenyataan, memang benar kata orang “If there’s a will, there’s must be a hope. If there’s a hope, there’s must be a way and If there’s a way, there’s must be a SUCCESS”. Begitulah moto yang sampai detik ini bergaung di dalam diriku. Pertanyaannya sekarang, “Mengapa aku mengambil jenjang S2 di Taiwan?”, saya tidak akan membahasnya di blog paper saya kali ini, karena ceritanya panjang dan tidak sinkron untuk saya ceritakan disini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Tanggal 27 Feb 2010 jam 23.30 aku berangkat dari Surabaya-IND menuju Tao Yuan International Airport-Taiwan dengan menggunakan maskapai penerbangan Eva Air (Flight Number BR-232). Sebelum pesawat Flight Off seperti biasa yang kita ketahui bahwa kita harus melakukan Check-In lalu mengurus Immigration &amp;amp; Boarding Pass (Saya tidak membayar biaya viskal seperti yang orang tua katakan bahwa kita harus bayar, ternyata tidak hahaha) dan lain-lain. Namun sungguh merupakan kenangan tersendiri yang takkan pernah aku lupakan bahwa setelah melakukan Check-In, banyak sekali yang datang ke Bandara Juanda hanya untuk mengantar aku (Selain keluarga), sekitar hampir 20 orang yaitu dari anggota Tim Leong &amp;amp; Samsi Ksatria-Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 24pt;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Gila tak kunjung reda, bahwa mereka ke bandara juanda setelah melakukan pementasan di Penthouse Central Point. Sungguh kabahagiaan tersendiri bahwa teman2 aku dari grup tarian singa dan naga masih saja meluangkan waktu dan pengorbanan lainnya demi mengantar aku ke Luar Negeri. Bersenda gurau, foto-foto dan konsumsi dari pementasan sebelumnya di bawa ke Bandara demi makan bersama dengan aku. Satu lagi yang kelewatan, waktu foto-foto masih saja job-desk saya sebagai pemain ekor barongsay harus digunakan, yaitu mengangkat pasangan saya (Kurang lebih 5 tahun bersama dengan pasangan saya, sebenarnya berat juga meninggalkannya terlebih meninggalkan “Tim Gila” ini) dan beberapa pasangan lain juga berpose sama untuk mendapatkan gambar foto yang aneh ditempat umum, sungguh sesuatu hal yang gila namun menajdi kenangan tersendiri buat aku. Tak lupa juga banyak sekali dukungan dari teman-temanku melalui SMS, Pemberian buku, Jaket, Mouse, Perlengkapan computer dan masih banyak lagi hal-hal yang tak dapat saya ucapkan (Thanks a lot for you all, thanks for accompanied me before and thank you for your trust, henceforth I can be your “International Independent Watch” for Ksatria Lion &amp;amp; Dragon Dance Troupe). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membuat aku berat meninggalkan Indonesia, selain Negara yang Elok dan Damai, disitulah jg aku dilahirkan dan dibesarkan, selain itu banyak sekali cita-cita dan pengharapan dari orang tua, keluarga dan teman-teman yg membuat beban di-pundakku semakin berat dan berat saja. Namun kita tahu bahwa hidup adalah sandirawa dan pilihan, dari awal aku telah memilih untuk sekolah di LN (Kalau Tuhan mengijinkanku waktu itu, namun sekarang Dia memberi aku jalan), dan akhirnya tetap aku akan jalani perjalanan di lautan hidup penuh ombak cobaan ini. Berpelukan dengan keluarga dan melakukan TOS KSATRIA dengan teman-teman di Bandara sebelum masuk ke waiting room (Bandara Juanda dibikin heboh oleh kehadiran Tim Ksatria wakakakak I’d like it), yang pada akhirnya naik elevator dan dengan perasaan berat aku melihat semua orang terutama mata tiap orang, seolah2 waktu berjalan sangat cepat dan cepat sekali. Selesai-Itulah kata pertama yang aku dengungkan dihatiku dan setelahnya perjalananku ke Taiwan dimulai (Tentunya dengan ayahku berangkatnya, ia menginap sampai tanggal 2 March 2010 doank, coz he just want to make sure that everything will be all right in Taiwan)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-426261440891743984?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/426261440891743984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=426261440891743984' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/426261440891743984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/426261440891743984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2010/03/awal-perjalanan-ku-di-taiwan-master.html' title='Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part One'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8785123146456756475</id><published>2009-07-25T09:47:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T11:04:00.936-07:00</updated><title type='text'>Renungan Ekspedisi Tanah Papua</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Renungan ini saya tulis sekitar 1-2bulan dikemudan waktu setelah saya selesai membaca "Ekspedisi Tanah Papua" terbitan Kompas, maklum saya rada disibukan dengan Thesis dan Intership saya ^O^. Renungan yang akan saya share kali ini berbeda dengan edisi ekspedisi yg seblumnya, karena pemaparan segala sesuatu kali ini (oleh kompas) juga berbeda adanya, namun pada dasarnya sama yaitu memaparkan mengenai aspek sosial, ekonomi, pendidikan, ekologi, politik dan budaya yang masih melekat sangat erat bagi masyarakat kita khususnya kali ini papua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Miris, "nelongso".......itulah  kata dari saya untuk pembukaan share cerita kali ini. Bagaimana tidak, berbagai masalah rumit saling bertautan dan menjadi mata rantai keterpurukan yang berhubungan satu dengan yang lain. Papua merupakan pulau sebagai penghasil SDA dgn komoditas emasnya dan termasuk dalam tambang emas terbesar di dunia. Dengan penghasil SDA emasnya, pulau tersebut merupakan pulau yang "sangat kaya" namun...........mengapa kemiskinan bertebaran dimana-mana, hampir seluruh rakyat masih bergumul dalam kemiskinan????&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Blog masalah ini saya tulis sampai sini dahulu, semoga pembaca dapat mencari bukunya (terbitan: kompas) dan mengambil intisarinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8785123146456756475?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8785123146456756475/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8785123146456756475' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8785123146456756475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8785123146456756475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/07/renungan-ekspedisi-tanah-papua.html' title='Renungan Ekspedisi Tanah Papua'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6554839889330270881</id><published>2009-05-22T08:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-31T09:03:08.273-07:00</updated><title type='text'>Renungan Ekspedisi Bengawan Solo-Kompas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;          Sekitar 1 minggu lalu (Dari waktu saya menulis blog ini), saya telah menyelesaikan membaca buku Ekspedisi Bengawan Solo terbitan Kompas. Dimana buku ini menceritakan mengenai ekspedisi Tim Kompas yang terdiri dari beberapa orang, ada personal yang dari angkatan laut, wartawan kompas, sampai para peminat dan pengamat lingkungan serta dosen dan para peneliti. Pada buku ini diceritakan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan sungai Bengawan Solo, dari sumber airnya pada bagian hulu yang mengalir ke hilir dengan jarak yang sangat jauh hingga membahas mengenai dampak politik, sosial, ekonomi dan ekologi kehidupan masyarakat yang dilalui oleh Sungai Bengawan Solo ini dari waktu ke waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Dengan berbagai hal yang disuguhkan dan dengan berbagai pandangan serta penilaian dari berbagai ahli, saya rasa rantai mata hati kita akan benar-benar terbuka dan yang pasti akan membuat kita mengerti mengenai kisah panjang Sungai Bengawan Solo sepanjang umur, jalan dan jalur yang dilewatinya yang menjadikan Sungai Bengawan Solo sebagai saksi bisu terhadap keganasan manusia dalam mengeksplorasi alam demi menunjang kehidupan mereka yang tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut maka akan menghancurkan diri mereka (Manusia) sendiri kelak dikemudian hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Mulai dari intrusi, rob, keadaan sosial dari jaman dulu, pertumbuhan manusia secara sporadis, cagar budaya, peninggalan bersejarah, pemanfaatan lahan sekitar Bengawan Solo yang menghasilkan sesuatu bagi petani namun seiring berjalannya waktu juga akan menyebabkan rusaknya ekologi sungai tersebut sampai pencemaran banyak limbah industri disekitarnya yang tanpa disadari sungai tercemar parah tersebut menjadi sumber air untuk digunakan manusia.............sungguh ironi sekali&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;          Akhir kata dari saya: Buku tersebut layak dan memang harus anda baca sebagai refrensi dari kehidupan kita yang terlihat indah namun ternyata tidak seindah yang kita bayangkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Citra Satria&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6554839889330270881?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6554839889330270881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6554839889330270881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6554839889330270881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6554839889330270881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/05/renungan-ekspedisi-bengawan-solo-kompas.html' title='Renungan Ekspedisi Bengawan Solo-Kompas'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7036861332307229424</id><published>2009-04-18T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-18T08:37:55.223-07:00</updated><title type='text'>Akomodasi risiko dalam proposal tender</title><content type='html'>Dalam pekerjaan sehari-hari, kita sering mendengar tentang tender. Perusahaan atau instansi yang membutuhkan jasa pihak lain, akan melakukan tender untuk mendapatkan penawaran yang kompetitif. Jenis pekerjaan yang ditenderkan bisa beragam, dari pengadaan barang, proyek bangunan, pekerjaan maintenance sampai pada penyediaan tenaga kerja. Bagi para engineer, tender yang paling sering ditemui tentunya tender pekerjaan engineering dan pekerjaan konstruksi. Tulisan ini akan membahas tentang pola kerja dan strategi kontraktor dalam menyusun proposal tender, terutama dalam mengantisipasi resiko pekerjaan.&lt;br /&gt;Menyusun penawaran tender adalah bagian pekerjaan yang penting dan juga kritis bagi kontraktor. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, mereka harus me-review banyak hal dan mengambil berbagai keputusan beresiko untuk menentukan besarnya penawaran tender. Penawaran ini, bila menang, akan mengikat kontraktor untuk menyelesaikan lingkup pekerjaan sebagaimana dijabarkan dalam kontrak.&lt;br /&gt;Sebagai gambaran, untuk menyusun proposal tender proyek konstruksi, kira – kira daftar pekerjaan kontraktor akan seperti ini :&lt;br /&gt;- memahami scope of work dan kondisi kontrak&lt;br /&gt;- membaca spesifikasi material / pekerjaan dari setiap bagian konstruksi&lt;br /&gt;- melakukan site visit untuk memahami kondisi lokasi&lt;br /&gt;- menghitung seluruh quantity pekerjaan dari gambar tender ( civil, steel structures, piping, mechanical, E/I, architectural, pipelines )&lt;br /&gt;- meminta penawaran harga dari supplier / subkontraktor&lt;br /&gt;- membuat review tentang metode konstruksi yang akan digunakan&lt;br /&gt;- membuat review tentang resources yang diperlukan&lt;br /&gt;- menganalisa harga satuan setiap pekerjaan&lt;br /&gt;- menyusun schedule pekerjaan, untuk dibandingkan dengan jangka waktu penyelesaian proyek yang diminta oleh Client.&lt;br /&gt;Dari kegiatan di atas akan didapat estimasi basic cost dan schedule dari proyek yang ditenderkan.&lt;br /&gt;Pada saat yang bersamaan, kontraktor juga melakukan risk analysis :&lt;br /&gt;- identifikasi resiko yang ada dalam draft terms &amp;amp; conditions of contract&lt;br /&gt;- identifikasi resiko yang akan dihadapi selama pelaksanaan kerja&lt;br /&gt;- menganalisa resiko yang bisa dihindari / ditransfer ke pihak lain.&lt;br /&gt;- menganalisa resiko yang harus dikendalikan oleh kontraktor, bagaimana pengaruhnya terhadap schedule dan biaya proyek. Berapa besar contingency biaya / waktu yang harus ditambahkan ke basic cost / schedule untuk mengantisipasi resiko tersebut.&lt;br /&gt;Bagi kontraktor yang telah menggunakan metode manajemen terkini, mereka menghitung contingency dengan bantuan program simulasi komputer - Monte Carlo. Menggunakan metode probabilitas yang ilmiah, simulasi ini akan mengolah berbagai variabel resiko&lt;br /&gt;yang diberikan oleh tim ahli dari kontraktor. Sebagai hasilnya akan didapat grafik kurva S antara “% probabilitas vs biaya proyek” atau “% probabilitas vs waktu proyek”. Biaya proyek sebagai hasil dari simulasi Monte Carlo adalah perkiraan biaya yang sudah memperhitungkan input resiko pekerjaan.&lt;br /&gt;Jika untuk penawaran tender, manajemen kontraktor ingin berpatokan pada biaya proyek dengan tingkat keyakinan / probabilitas sebesar 75% atau 80%, maka biaya yang dimaksud bisa di plot dari grafik. Perbedaan antara biaya proyek tersebut dengan basic cost, akan menjadi contingency biaya. Demikian juga untuk menghitung contingency waktu.&lt;br /&gt;Kontraktor yang tidak menggunakan simulasi Monte Carlo, akan menentukan besaran contingency berdasarkan pengalaman di proyek – proyek sejenis yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.&lt;br /&gt;Diluar analisa – analisa di atas, masih ada pertimbangan lain seperti : payment terms, perkiraan cash flow proyek, biaya bank / asuransi, fee kantor pusat di luar negeri, margin yang diharapkan, dst.&lt;br /&gt;Setelah menganalisa semua masukan di atas, akhirnya manajemen kontraktor sampai pada satu keputusan krusial : “ajukan penawaran tender dengan nilai USD xxx juta, dengan kondisi bla bla bla”.&lt;br /&gt;Dalam uraian dibawah ini, bahasan dibatasi pada langkah-langkah yang dilakukan oleh kontraktor untuk meng-antisipasi resiko pekerjaan.&lt;br /&gt;Risk Response Strategy&lt;br /&gt;Umumnya Kontraktor akan melakukan langkah berikut untuk mengantisipasi dan mengakomodasi resiko dalam proposal tender :&lt;br /&gt;1. Identifikasi barricade risk&lt;br /&gt;2. Identifikasi resiko yang dapat di-asuransi-kan&lt;br /&gt;3. Identifikasi resiko yang dapat dialihkan ke pihak lain ( non insurance )&lt;br /&gt;4. Identifikasi resiko yang akan ditanggung kontraktor&lt;br /&gt;1. Identifikasi Barricade Risk&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan barricade risk adalah resiko yang terlalu besar, bahkan bagi kontraktor berpengalaman sekalipun. Kontraktor perlu meneliti draft dokumen kontrak untuk melihat apakah ada contractual barricades di dalamnya.&lt;br /&gt;Tergantung situasinya, terdapat berbagai barricade risks. Beberapa diantaranya adalah :&lt;br /&gt;- unlimited liability&lt;br /&gt;- full risk for unforeseen ground condition&lt;br /&gt;- massive liquidated damages&lt;br /&gt;1.1 Unlimited liability&lt;br /&gt;Limit of Liability adalah klausul yang mengatur tentang besarnya tanggung jawab kontraktor terhadap hal-hal berikut :&lt;br /&gt;- Jika ditemui defect terhadap lingkup pekerjaannya ( design, konstruksi, plant performance )&lt;br /&gt;- Jika terjadi damage / loss terhadap existing plant ( bila ada )&lt;br /&gt;- Jika terjadi damage / loss / injury terhadap pihak ketiga&lt;br /&gt;Umumnya Client telah mengambil alih resiko tersebut di atas melalui mekanisme asuransi. Dengan adanya perlindungan asuransi ini, maka Kontraktor tidak akan dituntut untuk menanggung kerugian secara penuh.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dengan konsep pengalokasian resiko seperti diatas, salah satu kontrak EPC menetapkan batasan tanggung jawab ( limit of liability ) kontraktor sebagai berikut :&lt;br /&gt;- untuk pekerjaan design : tanggung jawab tidak terbatas / unlimited liability&lt;br /&gt;- untuk works and installations : maksimum liability adalah 10% dari nilai kontrak&lt;br /&gt;- overall limit of liability ditetapkan maksimum 15% dari nilai kontrak, batasan ini tidak berlaku untuk pekerjaan design.&lt;br /&gt;Tentunya, besaran limit of liability akan berbeda dari satu kontrak dengan kontrak yang lain.&lt;br /&gt;Seandainya klausul dalam draft kontrak menyatakan tanggung jawab kontraktor adalah tidak terbatas / unlimited liability, maka klausul ini tergolong barricade risk. Resikonya sangat besar, terutama bila proyek yang dikerjakan berupa perluasan dari fasilitas yang sudah beroperasi. Bayangkan bila terjadi accident fatal, yang merusak existing plant dan menyebabkan Client tidak bisa berproduksi. Bila tidak diberi batasan, nilai tuntutan ganti ruginya bisa lebih besar daripada nilai kontrak.&lt;br /&gt;Bila menemui klausul seperti ini, biasanya para kontraktor peserta tender akan membuat “paduan suara” agar liability ini dibatasi. Bila Client tidak bersedia merubah kondisi ini, umumnya para kontraktor akan menyatakan mundur. Tapi kadang ada saja kontraktor yang tetap mengajukan penawaran. Bila menang tender, kontraktor tersebut harus siap menanggung resikonya bila something goes wrong.&lt;br /&gt;1.2 Full Risk for Unforeseen Ground Condition&lt;br /&gt;Dalam dokumen tender, biasanya Client melampirkan hasil penyelidikan tanah sebagai referensi bagi para kontraktor. Kontraktor biasanya juga diminta melakukan site visit untuk memahami kesulitan lokasi.&lt;br /&gt;Jika draft kontrak mengatakan bahwa :&lt;br /&gt;- Client menyediakan data tanah ; dan&lt;br /&gt;- Kontraktor melakukan site survey&lt;br /&gt;kemudian seluruh resiko berkenaan dengan pekerjaan tanah ditanggung oleh kontraktor, maka klausul seperti ini juga tergolong barricade risk.&lt;br /&gt;Site survey mungkin hanya 3-4 hari, seberapa jauh investigasi yang bisa dilakukan oleh kontraktor dalam waktu sesingkat itu ?.&lt;br /&gt;Kontraktor perlu bernegosiasi dengan Client agar contractual barricade ini dirubah. Misalnya, mengusulkan perubahan kondisi klausul yang kira-kira seperti ini : “Untuk keperluan pelaksanaan proyek, Kontraktor akan :&lt;br /&gt;- memeriksa kondisi lokasi kerja dan lingkungannya&lt;br /&gt;- sepenuhnya bersandar kepada akurasi data yang disediakan Client&lt;br /&gt;- bertanggung jawab untuk meng-interpretasi dengan benar data yang diberikan oleh Client&lt;br /&gt;- seandainya data yang disediakan Client tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan berdampak terhadap biaya / waktu pelaksanaan kerja, maka Kontraktor akan berhak untuk mengajukan variation works.”&lt;br /&gt;Seberapa penting-kah proteksi terhadap unforeseen ground condition ini ?&lt;br /&gt;Di salah satu proyek yang saya tahu, konsorsium kontraktor men-subkontrak pekerjaan shallow offshore pipelines, yang kebetulan porsinya kecil, kepada kontraktor spesialis. Nilai subkontrak adalah USD ( 100% ). Subkontraktor membuat method statement pekerjaan berdasarkan soil report yang disediakan Client, diantisipasi bahwa galian akan dilakukan dengan cutter suction dredger.&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaan kerja terjadi delay, karena ternyata mereka menemui hard soil. Berbeda dengan data kontrak, soil investigation baru yang dilakukan oleh pihak ketiga menunjukkan bahwa sebagian besar offshore pipeline trench berada di hard soil. Akibatnya Subkontraktor harus merubah metode kerja / peralatannya, floating backhoe dredger yang sedang beroperasi di negara lain mereka tarik untuk mengejar target waktu penyelesaian.&lt;br /&gt;Sebagai akibat dari different site condition ini, biaya kerja subkontraktor berubah dari yang diantisipasi semula. Subkontraktor kemudian mengajukan claim sebesar USD (76%) dari nilai kontrak awal. Dalam usulan claim-nya, dijelaskan secara rinci mengenai kondisi kontrak, skenario awal, kondisi aktual yang ditemui, perubahan metode kerja, referensi klausul kontrak yang relevan, cost impact, dst.&lt;br /&gt;Seandainya subkontraktor tidak melindungi dirinya dengan klausul different site condition, perbedaan data tanah ini bisa menjadi bencana catastrophic.&lt;br /&gt;1.3 Massive Liquidated Damages&lt;br /&gt;Liquidated Damages ( LD ) adalah denda yang harus dibayar oleh kontraktor jika mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pada waktunya.&lt;br /&gt;Tergantung pada perjanjian kontraknya, umumnya besar LD dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai kontrak ( x % per week ) dan mempunyai batas maksimum ( y % dari nilai kontrak ). Besarnya denda keterlambatan ini sudah ditentukan sejak awal kontrak melalui klausul LD, sehingga nantinya Client tidak akan menuntut ganti rugi berdasar nilai aktual yang diderita. Dilihat dari sudut pandang ini, sebenarnya LD melindungi kontraktor dari resiko membayar ganti rugi yang terlalu besar.&lt;br /&gt;Jika suatu kontrak menentukan LD sebesar 0.5% per minggu dengan batas maksimum 5% dari nilai kontrak, maka LD akan mencapai nilai maksimum setelah terjadi delay selama 10 minggu ( ~ 2.5 bulan ) atau lebih.&lt;br /&gt;Batas LD maksimum 5% atau 10% dari nilai kontrak, sangat besar pengaruhnya bagi kontraktor. Biasanya kontraktor menambah persentase margin dalam penawaran tender sebagai proteksi terhadap resiko LD. Tapi seringkali dalam competitive bidding, kontraktor harus menekan rendah margin-nya agar tetap bisa bersaing.&lt;br /&gt;Bagaimana jika draft kontrak menyebutkan nilai liquidated damages yang sangat besar ? Misalnya Client menghitung LD berdasar kehilangan potensi keuntungan produksi, sebesar USD 5 juta per hari, tanpa batas maksimum. Jika nilai kontraknya USD 300 juta dengan harapan margin proyek sebesar 10%, maka :&lt;br /&gt;- dengan kelambatan 6 hari dari schedule, margin proyek akan habis untuk membayar LD ( kontraktor bekerja 2-3 tahun tanpa memperoleh laba ! ).&lt;br /&gt;- dengan kelambatan 60 hari ( ~ 2 bulan ) dari schedule, kontraktor akan rugi besar karena income-nya habis untuk bayar LD.&lt;br /&gt;Dalam pengaturan schedule, kadang ada kondisi dimana kontraktor akan tergantung pada pihak lain. Dalam proyek EPC misalnya, ada banyak equipment yang harus dipesan dari vendor . Kontraktor dapat mengendalikan sepenuhnya schedule dari pekerjaan Engineering - Procurement activities – Construction. Tapi untuk equipment delivery, kontraktor tidak mengendalikan secara langsung schedule kerja para vendor.&lt;br /&gt;Massive liquidated damages adalah resiko yang terlalu besar.&lt;br /&gt;2. Identifikasi Resiko yang Dapat Di-asuransi-kan&lt;br /&gt;Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko kerugian, yang ditanggung oleh perusahaan asuransi berdasarkan kondisi dan fee tertentu. Dalam dunia konstruksi, asuransi merupakan metode risk transfer yang paling sering digunakan. Banyak yang menganggap bahwa manajemen resiko identik dengan manajemen asuransi.&lt;br /&gt;Perusahaan asuransi sendiri bekerja dengan mengumpulkan resiko dari banyak pelanggan. Dari sekian banyak resiko yang ditanggung, berdasar teori probabilitas, diharapkan hanya sebagian kecil dari resiko yang menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Dalam kontrak, biasanya sudah diatur dengan jelas alokasi tanggung jawab asuransi antara Client dan Kontraktor. Umumnya Client akan mengasuransikan existing plant,&lt;br /&gt;mengasuransikan pekerjaan proyek dan resiko terhadap pihak ketiga. Sedangkan kontraktor bertanggung jawab untuk mengasuransikan pekerja, kendaraan / penumpang serta equipment-nya.&lt;br /&gt;3. Identifikasi Resiko yang Dapat Dialihkan ke Pihak Lain ( Non Insurance )&lt;br /&gt;3.1 Transfer resiko ke Subkontraktor&lt;br /&gt;Jika kontraktor tidak punya inhouse capability untuk melaksanakan pekerjaan tertentu, misalnya kontraktor M&amp;amp;E/I harus melaksanakan pekerjaan sipil, maka kondisi ini akan mengarah kepada&lt;br /&gt;- resiko produktivitas tenaga kerja&lt;br /&gt;- resiko kualitas pekerjaan&lt;br /&gt;- resiko waktu penyelesaian, dst.&lt;br /&gt;yang akhirnya akan berpengaruh pada biaya proyek.&lt;br /&gt;Jalan keluar yang banyak ditempuh adalah dengan mentransfer pekerjaan beresiko tersebut kepada ahlinya, para kontraktor sipil, melalui mekanisme subkontrak.&lt;br /&gt;3.2 Klausul antisipasi dalam kontrak&lt;br /&gt;Dalam kontrak, ada klausul yang dicantumkan sebagai antisipasi jika resiko-resiko tertentu menjadi kenyataan. Resiko ini, walaupun telah teridentifikasi pada saat melakukan risk analysis, tidak diperhitungkan dalam penawaran tender karena uncertainty-nya sangat besar atau karena dampaknya tidak dapat diperkirakan.&lt;br /&gt;Sebagai perlindungan, dalam kontrak dicantumkan klausul-klausul antisipasi, seperti :&lt;br /&gt;- Klausul unforeseen ground condition / different site condition, untuk mengantisipasi jika kondisi tanah tidak sesuai data kontrak&lt;br /&gt;- Klausul changes in the works, untuk mengantisipasi resiko perubahan scope kerja&lt;br /&gt;- Klausul change in law, untuk mengantisipasi resiko perubahan kebijaksanaan pemerintah setelah penandatanganan kontrak.&lt;br /&gt;Kontraktor disarankan untuk memastikan bahwa klausul-klausul antisipasi ini dicantumkan secara tertulis dalam kontrak. Kelak klausul-klausul ini akan menjadi dasar bagi Kontraktor untuk mengajukan proposal variation atau claim, jika resiko tersebut menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Klausul Change in law&lt;br /&gt;Pekerjaan proyek mengenal 2 peraturan / hukum :&lt;br /&gt;�� perjanjian kontrak itu sendiri, dan&lt;br /&gt;�� hukum negara ( law of the land ).&lt;br /&gt;Hukum negara akan mengintervensi proyek dalam keadaan berikut :&lt;br /&gt;1. Bila terjadi pelanggaran terhadap kontrak&lt;br /&gt;dalam hal ini hukum negara akan mengenali perjanjian kontrak sebagai suatu hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua pihak.&lt;br /&gt;2. Dalam kasus tort / civil wrong doing&lt;br /&gt;misalnya dalam kasus kecelakaan kerja atau kasus tuntutan dari pihak ketiga terhadap pelaksana proyek.&lt;br /&gt;3. Jika negara atau badan negara yang berwenang, membuat keputusan / peraturan yang harus diterapkan ( dan mempengaruhi pelaksanaan proyek ).&lt;br /&gt;Klausul kontrak mengenai perubahan kebijaksanaan pemerintah ( change in law ) mengacu pada kondisi item no. 3 di atas. Misalnya, setelah penandatanganan kontrak :&lt;br /&gt;- Dept. PU mengeluarkan peraturan baru tentang tatacara perhitungan design konstruksi, dimana safety factor yang digunakan lebih tinggi dari yang berlaku sebelumnya. Sebagai akibatnya, profil konstruksi jadi lebih besar, biaya material, biaya fabrikasi dan biaya konstruksi bertambah, dsb.&lt;br /&gt;- Pemerintah mencabut subsidi BBM, sehingga harga BBM naik drastis diluar estimasi kenaikan harga berdasar angka inflasi.&lt;br /&gt;Berikut contoh typical klausul kontrak tentang perubahan kebijakan pemerintah :&lt;br /&gt;“Any changes in the laws, rules and regulations introduced by the Goverment of xxx after the effective date of this contract shall, where applicable, be implemented by Contractor.&lt;br /&gt;Should these changes affect the execution and / or cost of the works in any way, the affected party shall be entitled to initiate a Variation Order in accordance with provisions of article xxx ( Changes in the Works )”&lt;br /&gt;4. Identifikasi Resiko yang Akan Ditanggung oleh Kontraktor&lt;br /&gt;Setelah meng-identifikasi dan meng-alokasikan berbagai resiko ( risk avoidance &amp;amp; risk transfer ), maka kontraktor akan sampai pada resiko-resiko yang harus mereka tanggung selama pelaksanaan proyek.&lt;br /&gt;Berdasarkan tingkat pengendaliannya, dikenal dua kategori resiko :&lt;br /&gt;a. Resiko yang sepenuhnya dibawah kendali Kontraktor, contoh :&lt;br /&gt;- estimasi quantity pekerjaan dan harga penawaran tender&lt;br /&gt;- pekerjaan design&lt;br /&gt;- produktivitas tenaga kerja&lt;br /&gt;- pekerjaan konstruksi&lt;br /&gt;- planning dan pelaksanaan kerja&lt;br /&gt;- dst.&lt;br /&gt;b. Resiko yang tidak sepenuhnya dibawah kendali Kontraktor, contoh :&lt;br /&gt;- keterlambatan pengiriman equipment dari vendor&lt;br /&gt;- kegagalan alat / sistem&lt;br /&gt;- kelangkaan sumber daya ( material, tenaga kerja )&lt;br /&gt;- masalah ekonomi ( inflasi, perubahan kurs mata uang asing, kenaikan harga )&lt;br /&gt;- dst.&lt;br /&gt;Berdasar keahlian dan pengalamannya, Kontraktor akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi &amp;amp; pengendalian agar dampak dari resiko-resiko tersebut dapat ditekan serendah mungkin. Penerapan dari rencana pengendalian ini akan menjadi tanggung jawab dari project management team selama pelaksanaan proyek.&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Dalam menyusun proposal tender, Kontraktor akan :&lt;br /&gt;- membuat estimasi biaya / waktu pekerjaan berdasarkan pada scope of work, time schedule dan contract conditions sebagaimana diatur dalam dokumen tender.&lt;br /&gt;- melakukan analisa resiko yang berkaitan dengan kondisi kontrak dan kegiatan proyek.&lt;br /&gt;- memasukkan contingency biaya / waktu dalam penawaran tender, sebagai perlindungan terhadap resiko-resiko pekerjaan&lt;br /&gt;- mempersiapkan rencana penanggulangan, monitoring dan kontrol untuk meminimalkan dampak dari resiko pekerjaan.&lt;br /&gt;Uraian diatas memberi gambaran tentang pola kerja dan kehati-hatian kontraktor dalam menyusun proposal tender. Dengan pengaturan yang baik mengenai pembagian tanggung jawab, alokasi resiko dan alokasi asuransi antara Client - Kontraktor, diharapkan akan didapat kondisi kontrak yang fair bagi kedua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reference :&lt;br /&gt;- Project Management Institute : “Project Management Body of Knowledge - 2004 ; Chapter 11 - Project Risk Management”&lt;br /&gt;- Mark Tiggeman : “Tender Preparation Strategies, The Contractor’s Perspective”&lt;br /&gt;- Jamal F. Bahar : “EPC Contract Administration“&lt;br /&gt;- Parsons E&amp;amp;C Group, “Presentation : Management of Thermoelectric Project, EPC-LSTK Risks”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7036861332307229424?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7036861332307229424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7036861332307229424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7036861332307229424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7036861332307229424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/04/akomodasi-risiko-dalam-proposal-tender.html' title='Akomodasi risiko dalam proposal tender'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6013623797397610844</id><published>2009-04-09T19:37:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:56:09.644-07:00</updated><title type='text'>Refleksi (9-4-2009)</title><content type='html'>Pagi2 bangun dah langsung siap2 untuk nyontreng neh......seperti biasa stl nyontreng jari kelingking di kasih tinta sebagai penanda bahwa saya adalah warga yang telah mengikuti proses pemilihan calon legislatif. Pulang rumah leha-leha sebentar sambi membaca buku (Agar pikiran tidak kosong/menganggur......saya males kl menganggur). Siangnya saya beribadah dengan orang tua saya, mengucap syukur, berterima kasih dan mohon ampunan dosa-dosa saya seraya mengucapkan "wish".&lt;br /&gt;Malamnya saya ke toko buku toga mas sekedar melihat-lihat buku dan mengantar adik saya yang memang ada keperluan mau membeli buku. Melihat-lihat akhirnya saya jadi membeli buku John C.Maxwell mengenai pengembangan diri. Nah pulang rumah saya melanjutkan membaca buku yang tadi siang (Buku berjudul pikiran yang terkorupsi by Kwik Kian Gie.........nilai 100 utk dia!!!Benar-benar membuka mata). Waktu saya membacanya saya melihat adik saya membuka bungkusan plastik buku baru tersebut, tiba-tiba pikiran saya nyeletuk begini "Nah kalau 1 orang membuang plastik tersebut sebagai pembungkus, bagaimana dengan ribuan pembungkus yang ada di toko buku tersebut setelah tidak digunakan?Dimana berakhirnya pembuangan tersebut?Apakah bisa didaur ulang? Seraya pikiran saya juga bergejolak "Y ampun hidup saya ini sudah enak!!!!, masih bisa makan dengan lauk yg lebih dari cukup, masih bisa jalan-jalan dan beli buku dan lain-lain, sedangkan masih banyak masyarakat yang tidak bisa seperti saya entah karena berbagai masalah yang ada............." Saya kira permasalahannya sangat rumit sekali dengan penyelesaian yang tidak mudah mengenai kemiskinan dan kurangnya pendidikan (Hal yang paling penting sebagai pondasi awal) di negara kita ini, padahal persentase APBN untuk pendidikan dinegara kita telah paling besar diantara yang lain yaitu 20% dari nominal total. Semoga perbaikan di berbagai sektor akan terwujud melalui pemilihan legislatif kali ini yang tentunya tidak akan mengecewakan rakyat yang mana telah banyak yang golput sebagai bentuk ketidakpercayaannya pada badan pemerintahan dan kekecewaannya...................................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6013623797397610844?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6013623797397610844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6013623797397610844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6013623797397610844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6013623797397610844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/04/refleksi-9-4-2009.html' title='Refleksi (9-4-2009)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-569234147376034674</id><published>2009-04-05T06:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T23:02:24.315-07:00</updated><title type='text'>John Pantau Edisi tanggal 5-4-2009</title><content type='html'>Ha3 lucu sekali perilaku masyarakat kita ini emangnya......sewatu sore saya tayangan di Trans TV john pantau yang sedang membahas mengenai penyimpangan-penyimpangan perilaku masyarakat kita dalam menggunakan hak politiknya. Seperti yang telah diketahui bahwa masyarakat yang diperbolehkan ikut memilih dalam PEMILU (Legislatif maupun Presiden) adalah masyarakat yang telah berumur sekurang-kurangnya 17th. Namun edisi John Pantau kali ini menunjukan bahwa kurangnya pendidikan pada masyarakat kita mengenai etika berpolitik maupun kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak politik dari dalam masing-masing pribadi. Dalam tulisan Blog saya kali ini saya akan menuangkan sedikit pandangan saya mengenai isi dari tayangan tersebut bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Dalam edisi tersebut ditayangkan segerombolan pemuda yang berumur sekitar 16th (Masih SMA) lebih memilih membolos sekolah dengan mengikuti kampanye salah satu partai dengan menggunakan atribut partai (Kaos, Bendera, Topi, Dll)tersebut.&lt;br /&gt;Kedua: Para ibu-ibu mengikuti kampanye salah satu partai dengan menggunakan atribut-atribut partai tersebut serta membawa anak kecil.&lt;br /&gt;Ketiga: Para simpatisan mengikuti kampanye karena dibayar dengan sejumlah uang, yang pada dasarnya mereka tidak mengerti/memahami alih-alih partai yang mereka elu-elukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok mari kita berbicara mengenai yang pertama. Segerombolan pemuda tersebut saya kira masihlah amat muda dengan rata-rata umur 15 tahun dimana mereka sedang mengikuti kampanye dengan menggunakan atribut yang ada pada diri mereka. Ketika di tanya mereka secara malu-malu dan mengaku bahwa mereka membolos sekolah untuk mengikuti kampanye partai tersebut, lucunya tiba-tiba salah satu anak yang di wawancara secara spontan nyletuk "kaosnya bagus mas warnanya ngejreng"...................&lt;br /&gt;Yang kedua banyak ibu-ibu dengan dalih tidak ada yang merawat anaknya dirumah jadi dibawa mengikuti kampanye juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://sam11.moe.gov.sg/tass/menu/sopg.htm" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;Saya kira dari ke3 cuplikan permasalah yang terjadi dapat bersama-sama kita simpulkan bahwa masih adanya partai poltik yg masih menggunakan kampanye dengan sistem money politic, kurangnya pendidikan pada warga negara kita, kurangnya kesadaran dalam berdemokrasi dalam ajang perpolitikan,kurangnya kesadaran bertaat hukum perpolitikan dari masing-masing partai, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://sam11.moe.gov.sg/tass/menu/sopg.htm" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;Perlu diketahui bahwa dimasa depan partai politiklah yang akan berpengaruh besar terhadap negara kita ini yang mana seharusnya partai-partai tersebut menjadi "public figure" terhadap masyarakat luas. Yang mana sebagai "public figure" mereka dapat mentaati hukum, menjadi teladan dan contoh yang baik, dapat mendengar aspirasi dari masyarakat, dan merealisasikan janji-janji mereka bukan malah menggunakan segala tipu daya sebagai ajang komersial terhadap rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, bagaimana mau memimpin bangsa jikalau tidak dapat mempimpin sebagai pribadi yang unggul dan sebagai public figure yang mentaati hukum yang ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-569234147376034674?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/569234147376034674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=569234147376034674' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/569234147376034674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/569234147376034674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/04/john-pantau-edisi-tanggal-5-4-2009.html' title='John Pantau Edisi tanggal 5-4-2009'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8698850762271887463</id><published>2009-03-26T06:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T06:56:36.360-07:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Pemanasan global&lt;/b&gt; adalah adanya proses peningkatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suhu" title="Suhu"&gt;suhu&lt;/a&gt; rata-rata &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer" title="Atmosfer"&gt;atmosfer&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laut" title="Laut"&gt;laut&lt;/a&gt;, dan daratan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Celsius" title="Celsius"&gt;C&lt;/a&gt; (1.33 ± 0.32 °&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fahrenheit" title="Fahrenheit"&gt;F&lt;/a&gt;) selama seratus tahun terakhir. &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Intergovernmental_Panel_on_Climate_Change" title="Intergovernmental Panel on Climate Change" class="mw-redirect"&gt;Intergovernmental Panel on Climate Change&lt;/a&gt;&lt;/i&gt; (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_rumah_kaca" title="Gas rumah kaca"&gt;gas-gas rumah kaca&lt;/a&gt; akibat aktivitas manusia"&lt;sup id="cite_ref-grida7_0-0" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Efek_rumah_kaca" title="Efek rumah kaca"&gt;efek rumah kaca&lt;/a&gt;. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/G8" title="G8"&gt;G8&lt;/a&gt;. Akan tetapi, masih terdapat beberapa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan" title="Ilmuwan"&gt;ilmuwan&lt;/a&gt; yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat &lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;1.1 hingga 6.4 °C&lt;/span&gt; &lt;span style="white-space: nowrap;"&gt;(2.0 hingga 11.5 °F)&lt;/span&gt; antara tahun 1990 dan 2100.&lt;sup id="cite_ref-grida7_0-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.&lt;sup id="cite_ref-grida7_0-2" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-grida7-0" title=""&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; Ini mencerminkan besarnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kapasitas_panas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kapasitas panas (halaman belum tersedia)"&gt;kapasitas panas&lt;/a&gt; dari lautan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,&lt;sup id="cite_ref-1" class="reference"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global#cite_note-1" title=""&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt; serta perubahan jumlah dan pola &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Presipitasi" title="Presipitasi"&gt;presipitasi&lt;/a&gt;. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gletser" title="Gletser"&gt;gletser&lt;/a&gt;, dan punahnya berbagai jenis hewan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protokol_Kyoto" title="Protokol Kyoto"&gt;Protokol Kyoto&lt;/a&gt;, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lengkap buka: http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8698850762271887463?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8698850762271887463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8698850762271887463' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8698850762271887463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8698850762271887463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/pemanasan-global.html' title='Pemanasan Global'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-2926439617335752580</id><published>2009-03-25T23:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T06:12:59.767-07:00</updated><title type='text'>Penerapan Struktur Shell dalam bangunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScskZfIXcoI/AAAAAAAAAMA/kXFuJ7V28O0/s1600-h/Sydney_Opera_House_construction_1968.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 178px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScskZfIXcoI/AAAAAAAAAMA/kXFuJ7V28O0/s400/Sydney_Opera_House_construction_1968.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317383805312922242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;3&lt;strong&gt;.1 SYDNEY OPERA HOUSE&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;Definisi struktur dalam konteks hubungannya dengan bangunan adalah sebagai sarana untuk menyalurkan beban dan akibat penggunaannya dan atau kehadiran bangunan ke dalam tanah (Scodek,1998). Terdapat lima golongan bentuk struktur (Sutrisno, 1983), yaitu struktur massa, struktur rangka, struktur permukaan bidang ( struktur lipatan dan cangkang), struktur kabel dan boimorfik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk struktur permukaan bidang yang merupakan struktur cangkang atau shell, di alam dapat ditemukan pada bentuk perisai dari tumbuh-tumbuthan maupun binatang, meskipun bentuknya tipis, tapi kuat dan kokoh. Seperti kulit labu yang kering, kulit telur, kulit kerang dan tempurung kepala kita. Ciri-ciri dari perisai yang kokoh adalah bentuknya yang lengkung dan berbahan keras dan padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian ini oleh manusia diwujudkan sebagai struktur cangkang. Pernyataan dari pengertian alam tersebut menjadi suatu struktur buatan manusia. Meskipun terdapat ikatan-ikatan yang membatasinya, abad demi abad manusia akhirnya mampu melonggarkan batasan tersebut seiring dengan kemajuan teknologi. Karenanya pada masa kini bentuk yang dihasilkan dalam struktur cangkang masih harus berbentuk geometrik yang dapat dimengerti dan diterjemahkan dalam kemampuan matematis untuk dapat dilaksanakan. Pada dasarnya bentuk-bentuk struktur adalah persamaan antara fungsi, material, dan hukum-hukum statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cangkang pada umumnya menerima beban merata yang dan dapat menutup ruangan besar dibandingkan denga tipisnya pelat cangkang tadi. Oleh karena itu struktur cangkang paling baik digunakan pada bangunan dengan bentang besar tanpa pembagian pada interior seperti stadion, stasiun, pasar, masjid exibition hall, dang bangunan bentang besar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan dengan struktur cangkang yang akan dibahas adalah sydney Opera House, dibangun pada tahun 1957 di Benellong point. Dibuka pertama kali oleh Ratu Elizabeth II pada tahun 1973. Bangunan ini digunakan untuk pertunjukan teater , musik, opera, tarian modern , ballet, pameran dan film. Sydney Opera House merupakan bangunan dengan struktur cangkang berbentuk spherical geometry dengan bentang kurang lebih 185 m dan 120 m yang terdiri dari ruang-ruang sebagai berikut:&lt;br /&gt; Concert Hall&lt;br /&gt; Opera Theatre&lt;br /&gt; Drama Theatre&lt;br /&gt; Playhouse, studio, reception hall, foyer&lt;br /&gt; Studio latihan&lt;br /&gt; Restoran&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Ruang ganti&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScskovS2XWI/AAAAAAAAAMI/MvDRvL2SO28/s1600-h/fig_1_800.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 306px; height: 238px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScskovS2XWI/AAAAAAAAAMI/MvDRvL2SO28/s400/fig_1_800.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317384067349896546" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar. Potongan Royan Market Hall – menunjukkan penebalan pada beberapa sisi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Sydney Opera House &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibangun di kawasan Benellong Point diatas teluk Sydney yang dulunya difungsikan sebagai gudang penyimpanan kereta trem. oleh Jorn Utzon diubah menjadi suatu mahakarya yang indah dan dikenang sepanjang masa pada tahun 1957 untuk memenuhi ambisi pemerintah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada waktu itu Sydney tidak memiliki gedung pertunjukan yang memadai. Sydney Opera House berdiri di atas tanah seluas 2,2 Ha dan luas bangunan 1,8 Ha dengan bentang bangunan 185 m x 120 m dan ketinggian atap mencapai 67 meter di atas permukaan laut. Atap terbuat dari 2194 bagian beton precast yang masing-masing seberat 15,5 ton. Kesemuanya disatukan dengan kabel baja sepanjang 350 km. Berat atap keseluruhan mencapai 27.230 ton yang dilapisi 1. 656. 056 keramik Swedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berat bangunan 161.000 ton ditopang oleh 580 kostruksi baja yang ditanam pada kedalaman 25 m di bawah permukaan laut. Penyangga atap terdiri dari 32 kolom beton yang masing-masing 2,5 meter persegi dengan struktur dinding curtain wall. Sydney Opera House memiliki lebih dari 1000 ruang yang diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Concert Hall, merupakan ruang utama terbesar denga kapasitas 2679 orang.&lt;br /&gt;2. Opera Theatre, terdiri dari 1547 kursi.&lt;br /&gt;3. Drama Theatre, dengan kapasitas 544 orang.&lt;br /&gt;4. Playhouse, Studio, Reception Hall, Foyer, digunakan untuk seminar, kuliah, denga kapasitas 398 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Lima Auditorium, lima studio, empat restaurant, enam bar theatre, 60 ruang ganti,perpustakaan, kantor administrasi dan ruang utilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sydney Opera House Ditinjau Dari Struktur Shell&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Atap pada merupakan bentuk metafora dengan menerapkan system shell free form. Dimana bentuk shell yang ada tidak mengikuti pola geometri tetapi terikat secara structural yang dalam hal ini bentuk geometri tetap ada tetapi bukan merupakan factor utama..&lt;br /&gt;Shell pada Sydney opera house terbentuk dari proses rotasional kearah vertical dengan lengkung dua arah (vertical dan horizontal)/ double curved shell dengan permukaan lengkung sinklastik.&lt;br /&gt;Gaya- gaya yang bekerja pada pada tap shell Sydney opera house antara lain adalah:&lt;br /&gt;1. Gaya meredional,&lt;br /&gt;Gaya meredional pada atap Sydney opera house berasal dari berat itu sendiri yang kemudian gaya itu disalurkan melalui tulangan baja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kekolom penyangga atap. Gaya meredional yang bekerja pada atap diatasi dengan mempertebal permukaan dan membentuk permukaannya menyerupai sirip- sirip dengan tujuan agar permukaan lebih kaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gaya rotasional,&lt;br /&gt;Gaya rotasional bekerja kearah vertical mengikuti lengkung atap kemudian beban disalurkan ketanah melaui tiga kolom yang ada. Beban tekan dan tarik disalurkan melalui tulangan atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beban lentur&lt;br /&gt;Pertemuan atap dan dinding dibuat lebih tebal agar dapat menyokong gaya yang bekerja pada arah vertical dan horizontal dari gaya meredional, yang&lt;br /&gt;juga agar dapat menahan gaya dorong keluar yang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kondisi tumpuan&lt;br /&gt;Kondisi tumpuan pada atap Sydney opera house sudah memenuhi syarat tumpuan layak yang diizinkan untuk shell struktur, yaitu :&lt;br /&gt; tumpuan yang disalurkan kekolom mampu mengerahkan reaksi dari membrane baik itu reaksi tekan maupun tarik. Perpindahan gaya tekan tarik yang bekerja pada permukaan cangkang.&lt;br /&gt; Perpindahan- perpindahan membrane pada perbatasan kulit kerang yang timbul akibat tegangan dan regangan membrane diatasai dengan memperkaku sudut- sudut pertemuan permukaan shell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tegangan- tegangan membrane adalah sedemikian kecil sehingga dalam kasus Sydney Opera House, ketebalan kulit kerang ditentukan oleh gangguan- gangguan lentur perbatasan, meskipun demikian tegangan- tegangan yang ada harus tetap dievaluasi dalam usaha untuk:&lt;br /&gt;1. tegangan- tegangan  tarik yang mungkin terjadi dan menyediakan tulangan tarik yang cukup kuat disepanjang lengkungan atap&lt;br /&gt;2. tegangan tekan tertinggi terjadi pada puncak atap yang diselesaikan dengan membuat perkuatan. Sedangkan untuk tekanan tekuk terjadi pada sudut pertemuan atap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.&lt;strong&gt;2 Market Hall Royan, Prancis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan ini dibangun pada tahun 1955 sampai tahun 1956 dan dirancang oleh Louis Simon, Andre Morisseau dan Rene Sarger, sebagai sebuah sarana umum di Royan, Charante – Maritime, Poitou – charente, Perancis. Sebagai sarana umum yang banyak dikunjungi orang dan menjadi perhatian, maka market hall ini dirancang dengan bentuk yang unik dan bisa menampung banyak orang dengan kegiatannya di dalam dan barang, tanpa terganggu oleh kolom kolom di dalam bangunan. Oleh karena itu perancangnya memilih struktur shell, karena dapat menghasilkan bentang yang luas, dan juga bentuk yang fleksibel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dari market hall ini unik, karena bentuk bangunannya tidak sederhana. Bidang dasar dari bangunannya sendiri adalah lingkaran, dengan diameter 52.40 meter dan penutup shell yang seolah olah bergelombang. Bentuk shell yang bergelombang ini dihasilkan dari penggabungan segmen segmen shell menjadi satu.&lt;br /&gt;Bangunan ini tidak sepenuhnya tertutup, tetapi pada bagian atap bangunan ini terdapat beberapa lubang yang memungkinkan masuknya cahaya sebagai usaha untuk mendapatkan pencahayaan alami.&lt;br /&gt;Bagian tengah dari gedung ini, yang merupakan titik tertinggi (crown) merupakan tempat bertemunya segmen segmen shell.&lt;br /&gt;Ketebalan dari shellnya sendiri adalah kurang lebih 3 inchi, yang ditopang oleh 13 titik struktur yang saling berhubungan oleh tie member, sehingga masing masing segmen shell terhubung dengan kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ANALISA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan permukaan atap&lt;br /&gt;Pada Royan Market Hall, Perancis pembentukan permukaan atapnya dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Jika titik perpotongan dari parabola “P” dengan garis kosinus “C” digeserkan sepanjang garis C, dengan parabola “P” yang diatur dalam bentuk yang sedemikian rupa sehingga selalu melewati secara horisontal melalui titik asal o, bagian dari parabola diantara o dan M tertutup sempurna dan oleh karena itu menghasilkan permukaan atap dari Royan Market Hall. Parabola “P” disebut sebagai generator permukaan dan garis kosinus “C” sebagai direktrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atap dari Royan Market Hall secara keseluruhan dibentuk dari 13 bagian lengkung yang sama. Ketigabelas bagian tersebut disusun secara melingkar sehinggga membentuk suatu struktur atap yang menyerupai ombak-ombak. Ketigabelas bagian tersebut disatukan oleh adanya penebalan pada masing-masing tepi lengkung atap tersebut (pada bagian cekung atap/valley). Penebalan tersebut dteruskan ke bawah membentuk titik-titik dukung yang menyokong struktur atap. Titik dukung tersebut berjumlah 13 buah yang dihubungkan satu sama lain dengan sebuah tie member.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Alur pembebanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beban atap disalurkan melalui bagian tepi tiap-tiap lengkung yang mengalami penebalan (bagian cekung atap/valley) yang kemudian disalurkan ke tiap-tiap titik dukung. Bagian yang mengalami penebalan ini menyalurkan beban dari setengah bagian lengkung atap yang ada di kiri dan kanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua beban yang menimpa bangunan ini akan disalurkan ke tanah melalui penebalan penebalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban yang terbesar adalah pada bagian tengah, yaitu diantara crown dan perbatasan tiap segmen, untuk itulah pada bagian ini mengalami penebalan. Beban tersebut semakin berkurang ke arah titik dukung. Hal ini berarti bahwa gaya-gaya yang diakibatkan oleh tiap-tiap segmen disalurkan ke pondasai tanpa mengalami momen lentur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan analisa dari Jodicke dalam bukunya Shell Architecture, tentang kurva dasar pembentuk. Menganalisa kurva dasar pembentuk permukaan shell Royan Market Hall ini, mendapati bahwa kurva dasarnya bukanlah sebuah parabola dan mengisinya dengan ukuran ukuran dasar yang didapati dalam rancangan Royan market hall ini. Dari hasil analisa ini dapat dijelaskan bahwa dalam merancnag Royan market hall ini, sang arsitek tidak menggunakan bentuk bentuk geometris tertentu yang menganut rumus rumus paten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dapat menegaskan pendapat Siegel yang mengkalrifikasikan shell jenis ini, adalah shell jenis “free form” shell. Free form sendiri tidak berarti mengabaikan begitu saja disiplin bentuk geometris. Bentukan geometris ini dapat dijumpai dimanapun, bahkan bentuk bentuk alami di alam, misalnya bentuk kerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atap Royan market hall ini berbentuk seperti kerang laut dengan tepinya yang beromabk, diklarifikasikan ke dalam “free form”, karena penggambaran umumnya merupakan penemuan atau penciptaan yang bebas, yang hanya dipandu oleh dalil dalil mekanik. Disini bentuk geometris memiliki sebuah panduan, lebih daripada sebuah penonjolan fungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cara pembentukan permukaan atap shellnya Royan Market Hall dapat dikategorikan dalam anticlastic shell. Bentuk permukaan shell tidak hanya mengacu pada desain geometris memiliki sebuah meninggalkan aturan aturan geometris tersebut. Sehingga dengan shell memungkinken untuk mendesain bentuk apapun. Bentuk permukaan shell tidak hanya mengacu pada prinsip prinsip desain geometris yang kaku, tapi dapat lebih fleksibel tanpa harus meninggalkan aturan aturan geometris tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: http://strukons6.blogspot.com/2008/04/penerapan-struktur-shell-dalam-bangunan.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-2926439617335752580?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/2926439617335752580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=2926439617335752580' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2926439617335752580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2926439617335752580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/penerapan-struktur-shell-dalam-bangunan.html' title='Penerapan Struktur Shell dalam bangunan'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScskZfIXcoI/AAAAAAAAAMA/kXFuJ7V28O0/s72-c/Sydney_Opera_House_construction_1968.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6508126010506918923</id><published>2009-03-25T23:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T23:41:52.707-07:00</updated><title type='text'>Struktur Kabel (Bagi-1)</title><content type='html'>Pengertian Struktur Kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Adalah sebuah sistem struktur yang bekerja berdasarkan prinsip gaya tarik, terdiri atas kabel baja, sendi, batang, dsb yang menyanggah sebuah penutup yang menjamin tertutupnya sebuah bangunan. (Makowski, 1988)&lt;br /&gt;• Struktur kabel dan jaringan dapat juga dinamakan struktur tarik dan tekan, karena pada kabel-kabel hanya dilimpahkan gaya-gaya tarik, sedangkan kepada tiang-tiang pendukungnya hanya dilimpahkan gaya tekan. (Sutrisno, 1983)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip konstruksi kabel sudah dikenal sejak zaman dahulu pada jembatan gantung, di mana gaya-gaya tarik digunakan tali. Contoh lainnya adalah tenda-tenda yang dipakai para musafir yang menempuh perjalanan jarak jauh lewat padang pasir.&lt;br /&gt;Setelah orang mengenal baja, maka baja digunakan sebagai gantungan pada jembatan. Pada taraf permulaan baja itu dapat berkarat. Pada zaman setengah abad sebelum sekarang, ditemukanlah baja dengan tegangan tinggi yang tahan terhadap karat.&lt;br /&gt;Pada jembatan gantung, kabel-kabel letak dalam bidang datar (dua dimensi), sedangkan pada struktur kabel dan jaringan rangkaian kabel yang berjumlah banyak, disusun ortogonal dalam bidang lengkung, masing-masing kearah yang berkebalikan untuk kepentingan bersama, sehingga menghasilkan sistem yang stabil dalam tiga dimensi.&lt;br /&gt;Pemakaian struktur tersebut berkembang menjadi struktur atap gantung ruang, memakai bahan yang ringan, kuat dan tahan cuaca, di antaranya adalah fiberglass dan acrylic yang dipasang di antara jala-jala dari kabel baja mutu tinggi. Jaringan laba-laba adalah suatu contoh di alam yang merupakan jaringan dalam bidang (dua dimensi) dan mempunyai perubahan bentuk (deformasi) yang elastis.&lt;br /&gt;Pada zaman sekarang sesuai dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan, struktur kabel juga berkembang. Pemakaian struktur tersebut tidak terbatas pada bangunan untuk pameran atau pertunjukan, tetapi telah digunakan untuk stadion dengan bentangan ruang yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Struktur Kabel&lt;br /&gt;A. Sejarah Perkembangan Struktur Kabel&lt;br /&gt;Asal mula struktur kabel&lt;br /&gt;Struktur kabel merupakan salah satu struktur tradisional yang awalnya berupa jembatan dan tenda. Jembatan dengan sistem kabel tarik awalnya diterapkan pada daerah pegunungan seperti Himalaya atau di daerah hutan hujan seperti Peru. Kemudian berkembang hingga Eropa&lt;br /&gt;yang diprakarsai oleh Faustus Verantinus pada tahun 1616 yang menggunakan rantai sebagai pengganti kabel yang dingkurkan pada menara. Pada saat itu hingga menjelang abad ke-20, kabel hanya menjadi sistem yang membantu perkuatan karena belum dapat mengatasi factor beban angin.&lt;br /&gt;Bentuk tenda sering digunakan oleh suku nomaden di Eropa Utara, Asia dan Timur Tengah. Tenda-tenda tersebut dapat dikelompokkan atas tiga jenis, yaitu :&lt;br /&gt;1. Bentuk kerucut dengan penutup dari kulit&lt;br /&gt;Merupakan bentuk yang paling sederhana dengan satu atau lebih tiang utama di dalam dan beberapa tiang pembentuk yang menyatu di puncak tiang utama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  Bentuk silinder dengan atap perpaduan bentuk kubah dan kerucut&lt;br /&gt;Dinding silinder dibentuk dengan batang-batang yang saling menyilang dengan batang pembentuk atap menyatu ditengah dan diperkuat dengan cincin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Bentuk black tent&lt;br /&gt;Bentuk ini hanya menggunakan kabel tarik yang ditutupi terpal tanpa batang pengaku. Fungsi utamanya adalah sebagai perlindungan terhadap matahari dan temperature yang rendah pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Struktur kabel pada abad ke 19&lt;br /&gt;Prinsip struktur kabel mengadaptasi bentuk tenda dan jembatan, hanya saja diterapkan pada bentang yang lebih luas. Dipicu oleh revolusi industri dimana terjadi pertambahan penduduk yang cepat dan pertumbuhan di bidang industri, mengakibatkan munculnya kebutuhan akan bangunan dengan bentang lebar untuk pabrik, stasiun kereta api dan fasilitas umum lainnya. Sistem struktur yang sering digunakan adalah struktur rangka sedangkan struktur kabel jarang digunakan. Namun terdapat beberapa contoh yang dapat diklasifikasikan menjadi :&lt;br /&gt;• Perpaduan struktur kabel dengan elemen jembatan&lt;br /&gt;Bangunan pertama adalah sebuah pabrik di pelabuhan Perancis yang dibangun tahun 1839. Terdiri atas dua gedung memanjang dengan ruang diantaranya sepanjang 40 m yang tertutup atap tanpa dinding. Atap didikat oleh sistem kabel catenary yang diangkurkan pada tower bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Atap dengan rantai dan kabel tarik&lt;br /&gt;Jaringan rantai besi atau kabel digunakan sebagai penutup atap, sebagai alternatif atap yang tahan api.&lt;br /&gt;• Jaringan kabel dua arah pada lantai&lt;br /&gt;Jaringan kabel dan batang besi digabung membentuk suatu plat lantai yang pre-tension&lt;br /&gt;• Masted Structure&lt;br /&gt;Diilhami oleh tuntutan bangunan berbentang lebar yang ringan, biaya rendah dan konstruksi yang tahan api, maka digunakan prinsip jembatan dengan mengikat rantai atau kabel (sebagai rangka atap) pada kolom yang diteruska ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar-Dasar Struktur Kabel&lt;br /&gt;Daya Tarik yang tinggi dari baja dengan efisiensi tarik murni memungkinkan kabel baja sebagai elemen struktur yang dapat membentangi jarak besar. Kabel adalah fleksibel karena ukurannya dari sisi kecil dibandingkan dengan panjangnya. Fleksibel menunjukan daya lengkung yang terbatas.&lt;br /&gt;Karena tegangan-tegangan lengkung tidak sama, dapat diatasi oleh fleksibelnya kabel. Beban-beban yang dipikul oleh batang-batang tarik terbagi di antara kabel-kabel. Masing-masing kabel memikul beban dengan tegangan yang sama dan di bawah tegangan yang diperkenankan.&lt;br /&gt;Untuk mendapat gambaran mengenai mekanisme kabel yang memikul beban vertikal, dapat dilihat pada gambar dibawah ini, terlihat suatu kabel yang ujung-ujungnya dipegang kuat oleh angkur pada tembok dan dibebani beban P ditengahnya. Karena beban P, kedua bagian kabel tertarik dan membentuk segitiga, tiap bagian kabel memikul ½ p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk segitiga yang terbentuk oleh kabel memilki ciri khas lenturan,&lt;br /&gt;yaitu jarak vertikal antara landasan gantung sampai dengan titik terendah pada kabel. Kabel tanpa lenturan tak dapat memikul beban karena gaya tarik yang terdapat dalam kabel yang mendatar tidak dapat mengadakan keseimbangan dengan gaya atau beban vertikal. Gaya tarik arah kedalam pada kedua landasan akibat melenturnya kabel dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama karena pembebanan simetri. Bilamana landasan perletakan tidak cukup kuat, maka kedua bagian kabel akan berimpit menjadi satu. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dipasang batang penunjang mendatar antara kedua landasan. Mekanisme kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Makin panjang kabel&lt;br /&gt;- lenturan makin besar&lt;br /&gt;- tetapi tegangan menjadi lebih rendah&lt;br /&gt;- dapat dipakai kabel dengan potongan lintang yang kecil.&lt;br /&gt;• Makin pendek kabel,&lt;br /&gt;- lenturan pun makin kecil&lt;br /&gt;- tegangan menjadi lebih tinggi&lt;br /&gt;- diperlukan kabel dengan potongan lintang yang lebih besar.&lt;br /&gt;Yang paling ekonomis adalah dengan mengambil lenturan dengan sudut 45 º. Apabila beban diperbanyak, maka kabel-kabel dengan garis lurus yang disebabkan karena tegang, membentuk segi banyak. Bentuk segi banyak itu disebut juga Funicular Polygon dari bahasa Latin : Funis = tali dan dari bahasa Greek : Poly = banyak, dan Gonia = sudut. Lenturan maksimal pada Funicular Polygon yaitu 3/10 dari bentangan.&lt;br /&gt;Terdapat pula Polygon Catenari, dari bahasa Latin : Catena = lengkungan yang teratur, dimana beban-beban yang sama besarnya disusun dengan jarak-jarak yang sama di atas kabel utama dan lebih baik, maka batang-batang segi banyak gaya membentuk lengkungan yang agak lain dari bentuk parabola tatepi tidak banyak selisih. Lenturan maksimal pada Katenari yaitu 3/10 dari bentangan dan dengan lenturan itu lengkungan katenari hampir berimpit dengan parabola. Kabel yang memikul berat sendiri dan beban terbagi rata yang didistribusikan mendatar mendapat bentuk pertengahan antara katenari dan parabola.&lt;br /&gt;Perbedaan antara bentuk lengkung Katenari dengan bentuk lengkung Parabola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Klasifikasi  Struktur Kabel&lt;br /&gt;Secara Garis Besar, Struktur kabel dapat dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;1. Struktur Kabel Tunggal Sistem Roda Sepeda ( Single Layer Sistem)&lt;br /&gt;Pada sistem ini dipakai satu susunan kabel yang menghubungkan cincin dinding luar dari beton sebagai penahan tiang yang silindris ke cincin dalam di titik pusat lingkaran dari baja. Dinding tepi melingkar dibuat dari beton tulang yang tipis.&lt;br /&gt;Penutup atap terdiri dari pelat beton prefabrikasi berbentuk baja yang didukung oleh kabel-kabel radial. Ujungnya ditekuk ke atas pada tulangan pelat. Agar stabil, pelat-pelat dibebani bata atau kantong-kantong berisi pasir sementara untuk memberi tarik tambahan pada kabel.&lt;br /&gt;Lubang-lubang diantara dua pelat sebagai cetakan diisi adukan beron. Bilamana beton mongering, atap menjadi pelat yang monolit dan merupakan bundaran. Kabel akan memendek tetapi ditahan oleh beton tepi yang merupakan silinder yang telah membantu.&lt;br /&gt;Jadi atap beton yang melengkung ke bawah itu mendapat prategang dari kabel-kabel, sehingga cukup kaku untuk menahan flutter effect (mengepak seperti sayap). Drainase air hujan dilakukan dengan memompa air yang ada di atas atap melalui pipa-pipa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Struktur Kabel Ganda Sistem Roda Sepeda (Double Layer Sistem)&lt;br /&gt;Sistem kabel ganda terdiri atas dua susunan kabel yang letaknya tidak sebidang, tidak berpotongan tetapi bersilang. Kedua susunan kabel ini merupakan struktur utama dari atap, susunan yang satu melengkung ke atas dan susunan yang lainnya melendut ke bawah. Kedua susunan kabel dijaga supaya tetap pada tempatnya oleh penunjang-penunjang tekan dengan berbagai panjang yang masing-masing dapat disetel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan atap terdiri dari pelat metal prefabrikasi. Atap bebas dari bahaya flutter effect karena gaya tarik dalam kabel yang cukup besar membuat susunan keseluruhan lebih kaku daripada kabel-kabel yang digantungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.5 Penerapan Struktur Kabel dalam Arsitektur&lt;br /&gt;Struktur kabel merupakan suatu generalisasi terhadap beberapa struktur yang menggunakan elemen tarik berupa kabel sebagai ciri khasnya. Struktur ini bekerja terhadap gaya tarik sehingga lebih mudah berubah bentuk jika terjadi perubahan besar atau arah gaya. Struktur kabel merupakan struktur funicular dimana beban pada struktur diteruskan dalam bentuk gaya tarik searah dengan material konstruksinya, sehingga memungkinkan peniadaan momen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Deformasi Struktur Kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban merata pada struktur kabel menyebabkan terbentuknya 2 macam kurva, yaitu :&lt;br /&gt;• Kurva parabola, terjadi akibat beban horizontal yang merata&lt;br /&gt;• Kurva katenari, terjadi akibat beban merata searah kabel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.  Sistem Stabilisasi&lt;br /&gt;Beberapa sistem stabilisasi yang dapat digunakan untuk mengantisipasi deformasi pada struktur kabel antara lain :&lt;br /&gt;1. Peningkatan beban mati&lt;br /&gt;Stabilisasi ini dilakukan dengan penerapan material dengan berat yang memadai dan merupakan material yang homogen sehingga diperoleh beban yang terdistribusi merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengaku busur dengan arah berlawanan (inverted arch)&lt;br /&gt;Stabilisasi dengan pengaku bususr atau kabel ini berusaha mencapai bentuk yang kaku dengan menambah jumlah kabel sehingga kemudian menghasilkan suatu jaring-jaring (cable net structure).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penggunaan batang-batang pembentang (spreader)&lt;br /&gt;Stabilisasi ini menggunakan batang-batang tekan sebagai pemisah antara dua kabel sehingga menambah tarikan internal didalam kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penambatan/pengangkuran ke pondasi (ground anchorage)&lt;br /&gt;Sistem ini hanya berlaku bagi kabel karena adanya gaya-gaya taik yang dinetralisir oleh pondasi sehingga menghasilkan stabilisasi.Pada pondasi terjadi tumpuan tarik akibat perlawanan gaya tarik kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Metoda prategang searah kabel (masted structure)&lt;br /&gt;Ciri utamanya adalah tiang-tiang dan kabel yang secara keseluruhan membentuk suatu struktur kaku. Kabel ditempatkan pada keadaan tertegang dengan jalan memberikan beban yang dialirkan searah kabel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.6 Gaya-Gaya Pada Kabel&lt;br /&gt;Untuk menghitung gaya-gaya kabel, dapat ditempuh dengan memanfaatkan keseimbangan titik-titik hubung struktur.&lt;br /&gt;Kabel adalah struktur, dimana besar gaya-gaya pada kabel tersebut tidak konstan, ini berarti setiap segmen pada konstruksi kabel akan menerima gaya yang berbeda.&lt;br /&gt;Tiupan angin diatas permukaan atap yang melendut menyebabkan terjadinya gaya isapan. Gaya isapan menyebabkan atap fleksibel mengarah cembung ke atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat atap berubah bentuk sebagai akibat gaya isapan, pengaruh angin terhadap bentuk yang berubah tadi menyebabkan gaya tekan. Gaya tekan menyebabkan atap bergerak ke bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bergerak ke bawah dan ke atas, efek angin secara bergantian tekan-isap yang mengakibatkan atap mengalami getar secara konstan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3.7 Keuntungan dan Kelemahan Struktur Kabel&lt;br /&gt;• Keuntungan struktur kabel :&lt;br /&gt;1. Elemen kabel merupakan elemen konstruksi paling ekonomis untuk menutup permukaan yang luas&lt;br /&gt;2. Ringan, meminimalisasi beban sendiri sebuah konstruksi&lt;br /&gt;3. Memiliki daya tahan yang besar terhadap gaya tarik, untuk bentangan ratusan meter mengungguli semua sistem lain&lt;br /&gt;4. Memberikan efisiensi ruang lebih besar&lt;br /&gt;5. Memiliki faktor keamanan terhadap api lebih baik dibandingkan struktur tradisonal yang sering runtuh oleh pembengkokan elemen tekan di bawah temperatur tinggi. Kabel baja lebih dapat menjaga konstruksi dari temperatur tinggi dalam jangka waktu lebih panjang, sehingga mengurangi resiko kehancuran&lt;br /&gt;6. Dari segi teknik, pada saat terjadi penurunan penopang, kabel segera menyesuaikan diri pada kondisi keseimbangan yang baru, tanpa adanya perubahan yang berarti dari tegangan&lt;br /&gt;7. Cocok untuk bangunan bersifat permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelemahan struktur kabel :&lt;br /&gt;Pembebanan yang berbahaya untuk struktur kabel adalah getaran. Struktur ini dapat bertahan dengan sempuna terhadap gaya tarik dan tidak mempunyai kemantapan yang disebabkan oleh pembengkokan, tetapi struktur dapat bergetar. Dalam hal gejala resonansi yang umum dikenal dapat timbul dan mengakibatkan robohnya bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip: http://strukons6.blogspot.com/2008/04/struktur-kabel-bag-1.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6508126010506918923?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6508126010506918923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6508126010506918923' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6508126010506918923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6508126010506918923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/struktur-kabel-bagi-1.html' title='Struktur Kabel (Bagi-1)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7195141777073785988</id><published>2009-03-23T07:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T07:32:34.477-07:00</updated><title type='text'>Rig pengeboran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScedOho0JPI/AAAAAAAAAL4/0d1DKH42ejc/s1600-h/Berkas+Rig2Apexindo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScedOho0JPI/AAAAAAAAAL4/0d1DKH42ejc/s320/Berkas+Rig2Apexindo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316390758007448818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Rig pengeboran&lt;/b&gt; adalah suatu bangunan dengan peralatan untuk melakukan pengeboran ke dalam reservoir bawah tanah untuk memperoleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Air" title="Air"&gt;air&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi" title="Minyak bumi"&gt;minyak&lt;/a&gt;, atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_alam" title="Gas alam"&gt;gas bumi&lt;/a&gt;, atau deposit &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mineral" title="Mineral"&gt;mineral&lt;/a&gt; bawah tanah. Rig pengeboran bisa berada di atas tanah (&lt;i&gt;on shore&lt;/i&gt;) atau di atas laut/lepas pantai (&lt;i&gt;off shore&lt;/i&gt;) tergantung kebutuhan pemakaianya. Walaupun rig lepas pantai dapat melakukan pengeboran hingga ke dasar laut untuk mencari mineral-mineral, teknologi dan keekonomian tambang bawah laut belum dapat dilakukan secara komersial. Oleh karena itu, istilah "rig" mengacu pada kumpulan peralatan yang digunakan untuk melakukan pengeboran pada permukaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kerak_Bumi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Kerak Bumi (halaman belum tersedia)"&gt;kerak Bumi&lt;/a&gt; untuk mengambil contoh minyak, air, atau mineral.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rig pengeboran minyak dan gas bumi dapat digunakan tidak hanya untuk mengidentifikasi sifat geologis dari reservoir tetapi juga untuk membuat lubang yang memungkinkan pengambilan kandungan minyak atau gas bumi dari reservoir tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rig pengeboran dapat berukuran:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kecil dan mudah dipindahkan, seperti yang digunakan dalam pengeboran eksplorasi mineral&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Besar, mampu melakukan pengeboran hingga ribuan meter ke dalam kerak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi" title="Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;. Pompa &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lumpur" title="Lumpur"&gt;lumpur&lt;/a&gt; yang besar digunakan untuk melakukan sirkulasi &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lumpur_pengeboran&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Lumpur pengeboran (halaman belum tersedia)"&gt;lumpur pengeboran&lt;/a&gt; melalui &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mata_bor&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mata bor (halaman belum tersedia)"&gt;mata bor&lt;/a&gt; dan &lt;i&gt;casing&lt;/i&gt; (selubung), untuk mendinginkan sekaligus mengambil "bagian tanah yang terpotong" selama sumur dibor.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katrol" title="Katrol"&gt;Katrol&lt;/a&gt; di rig dapat mengangkat ratusan ton &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pipa" title="Pipa"&gt;pipa&lt;/a&gt;. Peralatan lain dapat mendorong &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam" title="Asam"&gt;asam&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasir" title="Pasir"&gt;pasir&lt;/a&gt; ke dalam reservoir untuk mengambil contoh minyak dan mineral; akomodasi untuk kru yang bisa berjumlah ratusan. Rig lepas pantai dapat beroperasi ratusan hingga ribuan kilometer dari pinggir &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai" title="Pantai"&gt;pantai&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=2840569797020536397&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7195141777073785988?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7195141777073785988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7195141777073785988' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7195141777073785988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7195141777073785988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/rig-pengeboran.html' title='Rig pengeboran'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScedOho0JPI/AAAAAAAAAL4/0d1DKH42ejc/s72-c/Berkas+Rig2Apexindo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6396429763822905341</id><published>2009-03-21T04:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:36:27.551-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Konstruksi Asuransi</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Konstruksi asuransi&lt;/strong&gt; adalah penting jika ada kebijakan untuk Anda sendiri, menjalankan atau mengelola sebuah situs konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; &lt;em&gt;Konstruksi&lt;/em&gt; memberikan perlindungan &lt;em&gt;asuransi&lt;/em&gt; bagi anda sebagai majikan Anda terhadap pekerja konstruksi yang terluka di lokasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Konstruksi asuransi tidak membebaskan anda dari menjaga kerja yang aman.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Biasanya, konstruksi kebijakan asuransi hanya membayar jika sebuah ketat set pedoman keselamatan dan kesehatan yang diikuti.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; Konstruksi asuransi juga mencakup bahan dan mesin konstruksi pada situs dalam hal terjadi kecelakaan, kebakaran atau pencurian.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Karena tingginya biaya bahan bangunan di iklim ekonomi saat ini, maka pencurian bahan bangunan yang semakin biasa dan memberikan alasan mengapa harus memilih untuk konstruksi asuransi.&lt;/span&gt; &lt;span id="more-128"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Konstruksi yang memerlukan asuransi?&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; Konstruksi asuransi adalah penting untuk setiap pembelian pembina, kontraktor, dan perusahaan konstruksi konstruksi atau manajer.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Plin-plan mengingat sifat dari industri konstruksi, asuransi dapat komprehensif dan mencakup banyak kemungkinan masalah.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Biaya untuk memecahkan masalah ini biasanya banyak kali biaya premi asuransi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini sebabnya asuransi konstruksi merupakan bagian penting dari suatu konstruksi anggaran.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Apa yang biasanya tidak menutup polis asuransi konstruksi?&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; Bahkan pada tingkat yang sangat dasar, konstruksi asuransi semua peralatan konstruksi dan properti dalam kasus kebetulan kerusakan, pencurian dan cuaca.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Untuk pekerja konstruksi pada situs, penuh tanggung jawab meliputi biaya medis dan hukum dan kemudian kompensasi pekerja juga dibahas.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Apapun ukuran proyek Anda dan jumlah orang di tim Anda, Anda dapat memiliki bagian dari pikiran oleh memiliki konstruksi asuransi paket lengkap.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Apa yang biasanya tidak konstruksi tidak menutup polis asuransi?&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; Transportasi dari bahan bangunan dari gudang ke situs bangunan biasanya tidak tercakup tetapi sebagian lebih insurers sekarang ini meliputi sebagai standar.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Konstruksi asuransi tidak menutupi tambahan biaya apapun yang timbul akibat keterlambatan penyelesaian proyek berapapun alasan penundaan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Tambahan produk asuransi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; Konstruksi insures asuransi properti sampai dibangun tetapi tidak menutup setelah masalah bangunan mungkin mengalami akibat kesalahan dalam pembuatan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika anda ingin total keamanan sekitar setiap konstruksi Anda bertanggung jawab atas, maka Anda harus mengambil jaminan asuransi profesional dalam acara yang Anda butuhkan untuk memperbaiki properti atau masalah dengan properti telah menyebabkan cedera apapun.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Cakupan tambahan untuk konstruksi polis asuransi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; Dalam konstruksi, ada sejumlah kontraktor yang akan Anda masukkan situs konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bagaimana Anda tahu berapa banyak yang di situs ini kapan saja dan mereka yang bekerja sama kontraktor dari hari ke hari?&lt;/span&gt; &lt;span&gt; J standar kebijakan hanya dapat menutupi segera tenaga kerja dan kontraktor tertentu.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Memastikan kebijakan mencakup semua orang-orang yang potensial masukkan situs konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Berapa banyak biaya konstruksi biasanya asuransi?&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;span&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Konstruksi asuransi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; biasanya persentase dari total anggaran pembangunan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Besarnya persentase adalah sepenuhnya tergantung kepada ruang lingkup dari proyek ini.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Anda mungkin menemukan bahwa rumah kecil mungkin sekitar 1% dari total yang tinggi sedangkan penutup blok Mei naik di atas 5%.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Persentase yang tepat kemudian ditentukan oleh tingkat cakupan diperlukan asuransi dan Anda memilih untuk pergi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;http://constructionenglish.net/id/construction-insurance-products/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6396429763822905341?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6396429763822905341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6396429763822905341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6396429763822905341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6396429763822905341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/pentingnya-konstruksi-asuransi.html' title='Pentingnya Konstruksi Asuransi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-2113797966577073434</id><published>2009-03-21T04:13:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:54:41.181-07:00</updated><title type='text'>My Diary (21/03/09)</title><content type='html'>Mau nulisa aja neh di luar topik saya hi3 hari ini biasa aja g ada yg spesial ho3 cuman bangun rada siang gt soalnya kecapekan dikit tadi mlm abis acara LPJ besar+rayakin ultah ke-4 Tim Barongsay saya ama anak2 juga gt, stl presentasi dll lanjutin makan2 abis gt ringkes, jadi rada capek tapi gmn lagi masih ada kuliah di hari sabtu2 gini deh y udah bangun siap2 dan berangkat deh. Sampe kampus rada telat neh udah dimulai pelajaran, selesai jadwal ikutan Volunteer ngajarin anak SD gt tapi g tau yah serasa kompakan dgn kemalasanku (hari ini malas soro) ternyata ditiadakan lho acara ajar mengajar wakakak senangnya trs lanjut kuliah MAT2 gilaaaa bosen pol boooooqq!!!!!&lt;br /&gt;Tapi sebelum kuliah itu akhire aku jalan2 dan iseng mampir ke toko persewaan komik buku2 gt deh akhire kulihat BRISINGR!!!!WAAAA lgs tak comot wae tak pinjem cuman byr 8000 utk satu minggu!!!wakakak seri ke 3 dari Tetralogy Eragon neh akhirnya yg terakhir muncul y udah baca di kelas g merhatik ne pelajaran wakakak. sep lah!!!!!weekend mlm2 g tau mau kemana boring jg di rumah ajdi y udah ketik padangan saya thd hari ini saja wakakak!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-2113797966577073434?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/2113797966577073434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=2113797966577073434' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2113797966577073434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2113797966577073434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/my-diary-210309.html' title='My Diary (21/03/09)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-2000629589948196360</id><published>2009-03-21T04:04:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:12:51.045-07:00</updated><title type='text'>Konstruksi Manajemen Risiko</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScTKfOT0DcI/AAAAAAAAALw/X7NZ7aDVQ5U/s1600-h/RiskManagementCapabilityModel.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 319px; height: 319px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScTKfOT0DcI/AAAAAAAAALw/X7NZ7aDVQ5U/s320/RiskManagementCapabilityModel.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315596097969982914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Manajemen Risiko&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Konstruksi profesional harus mengetahui bagaimana menyeimbangkan Kontinjensi risiko spesifik dengan kontrak, keuangan, operasional dan persyaratan organisasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Untuk mencapai keseimbangan ini, benar risiko identifikasi dan analisis risiko yang diperlukan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://civilengineerblog.com/risk-management" title="manajemen risiko" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/civilengineerblog.com');"&gt;Risiko manajemen&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; proses konstruksi entails mengidentifikasi risiko dan eksposur, dan merumuskan suatu strategi manajemen risiko yang efektif untuk mengurangi potensi kerugian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span id="more-53"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Banyak konstruksi profesional melihat risiko individual dengan lensa lamur dan tidak menyadari potensi dampak yang lain mungkin memiliki risiko yang terkait dengan operasi bisnis.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Menggunakan pendekatan holistik manajemen risiko yang akan memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi semua organisasi bisnis risiko.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini akan meningkatkan kemungkinan mitigasi risiko, dengan tujuan akhir dari total risiko penghapusan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Transfer Risiko &amp;amp; Kerugian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Dua daerah yang paling bermasalah untuk konstruksi profesional untuk secara efektif mengelola risiko yang kontrak dan insurability proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kontrak asuransi dan ulasan fasilitasi adalah komponen penting pada mitigasi risiko yang efektif dan manajemen program.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Asuransi fasilitasi menganggap kemungkinan yang akan terjadi kecelakaan dan mencari jalan yang efisien mendistribusikan dan / atau mentransfer risiko.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Dalam kasus yang paling banyak kerugian yang sudah ditransfer ke asuransi, menggunakan asuransi konvensional sebagai metode transfer risiko.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dalam kasus lainnya, penggunaan metode transfer risiko kontrak, memanfaatkan rugi ketentuan, yang akan digunakan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Namun, dalam banyak kasus, kombinasi asuransi, risiko pembiayaan, dan ketentuan kontrak rugi digunakan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Rugi dapat dilihat dari perspektif pekerja keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan, dengan penekanan pada aspek membuktikan kebenarannya rugi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Namun, kadang-kadang keluar dan kewajiban yang dapat membuat konsekuensi yang terkait dengan masalah penyalahgunaan ketentuan rugi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Khususnya, dengan berbagai bentuk atau intermediate formulir, yang dapat membuktikan kebenaran yang indemnitee dari sendiri kesalahan atau kelalaian.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Masalah dengan rugi yang dapat terjadi, misalnya, jika kontraktor utama menghapus rugi dari semua ketentuan dari perjanjian kontrak tambahan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini minimizes utama tanggung jawab kontraktor, dan dapat mengurangi insentif bagi kontraktor utama untuk proyek benar kontrol operasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Hal ini bisa juga meningkatkan potensi kecelakaan bagi pekerja di proyek jobsite.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-2000629589948196360?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/2000629589948196360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=2000629589948196360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2000629589948196360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2000629589948196360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/konstruksi-manajemen-risiko.html' title='Konstruksi Manajemen Risiko'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/ScTKfOT0DcI/AAAAAAAAALw/X7NZ7aDVQ5U/s72-c/RiskManagementCapabilityModel.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4828095812928975761</id><published>2009-03-21T04:02:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T04:03:14.420-07:00</updated><title type='text'>Konstruksi dan Obligasi Asuransi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Ketika berencana untuk membangun, banyak konsumen yang bingung untuk perlindungan apa yang tersedia bagi mereka, apa yang dibutuhkan atau apa yang dianjurkan dan obligasi dan asuransi yang benar-benar melindungi Anda terhadap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Dengan memperhatikan hal, kami telah mengumpulkan beberapa yang paling umum perlindungan dengan penjelasan singkat:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Asuransi All Risk&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Sebagai pembeli, Anda harus memastikan bahwa Anda akan membawa keluar seorang kontraktor Semua Resiko-Resiko atau Builder's-kebijakan di mana dia nama Anda sebagai salah satu penerima bantuan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jenis polis asuransi adalah proyek tertentu - yang berarti bahwa kebijakan ini untuk konstruksi bangunan saja.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kebijakan ini akan selain kontraktor dari bisnis asuransi umum dan tanggung jawab kebijakan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; (Anda dapat - dan harus - meminta bukti dua kebijakan terakhir ini.) All-Risk asuransi biaya didasarkan pada biaya proyek, panjang konstruksi, kontraktor dll dari pengalaman yang biasanya meliputi kebijakan di tempat kerja, bahan dan peralatan pada situs ini, dalam perjalanan, bahkan dalam beberapa kasus yang disimpan di luar situs.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Biaya asuransi ini kebijakan sering download ke konsumen baik secara langsung atau di-langsung.&lt;/span&gt; &lt;span id="more-390"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Tawaran Obligasi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pada saat pembujukan tawaran proyek konstruksi fro Anda, Anda dapat meminta bidders memberikan tawaran obligasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini adalah bentuk prequalification bagi pembeli.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Untuk mendapatkan bonding, kontraktor yang sangat hati-hati scrutinized bonding oleh perusahaan asuransi atau broker.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tawaran obligasi menjamin bahwa siapapun mengajukan kutip untuk proyek sebenarnya akan menandatangani kontrak - meskipun tawaran mereka sangat rendah.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika mereka tidak menandatangani kontrak, maka perusahaan akan membayar bonding perbedaan agar penawar terendah berikutnya menyelesaikan proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dalam hal ini, kontraktor yang tidak menandatangani kontrak mungkin tidak akan pernah bisa mendapatkan obligasi lain.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Performance Bond&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Bila tawaran obligasi atau jenis lainnya tawaran deposito yang digunakan, dan Tenaga Kinerja &amp;amp; Bahan obligasi seringkali diperlukan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kinerja obligasi melindungi pembeli dari kontraktor tidak menyelesaikan proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika kontraktor mundur dari proyek yang mondar-mandir dia disimpan dlm gudang dengan kinerja obligasi, perusahaan yang bonding langkah dan menyediakan dana yang diperlukan untuk menyelesaikan kontrak asli.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sekali lagi, kontraktor yang tidak akan mungkin mendapatkan bonding di masa mendatang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Perburuhan &amp;amp; Bahan Obligasi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Perburuhan &amp;amp; Bahan obligasi yang paling sering digunakan secara erat dengan kinerja obligasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mereka juga melindungi pembeli dari amoral kontraktor.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika kontraktor tidak membayar kepada pemasok atau subtrades, banyak yang dapat mengikuti proses pengadilan, termasuk terhadap properti liens ditempatkan oleh hukum-sesuai.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika hal ini terjadi dengan bahan &amp;amp; tenaga kerja di tempat obligasi, perusahaan yang bonding mengambil beban dari pembeli dan bekerja untuk membereskan masalah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Tentu saja setelah konstruksi selesai, Anda akan mendapatkan asuransi bangunan selesai di tempat dan menambahkan isi asuransi seperti yang diperlukan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4828095812928975761?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4828095812928975761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4828095812928975761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4828095812928975761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4828095812928975761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/konstruksi-dan-obligasi-asuransi.html' title='Konstruksi dan Obligasi Asuransi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-1990656096459702140</id><published>2009-03-21T03:59:00.001-07:00</published><updated>2009-03-21T04:01:57.597-07:00</updated><title type='text'>Shotcrete</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pengenalan shotcrete atau beton kecipratan&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Shotcrete atau gunite telah invented oleh Bapak Carl Ethan Akeley (1864-1926) pada 1910.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Untuk sebuah taman wisata, Arsitek Amerika ini telah diamanatkan dalam mewujudkan reproduksi yang nyata dari dinosaur.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mengingat ukuran struktur, ia mempunyai ide untuk mengembangkan "semen gun" mesin memungkinkan penyemprotan dari cementitious mortir. &lt;a href="http://civilengineerblog.com/shotcrete" title="shotcrete" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/civilengineerblog.com');"&gt;Shotcrete&lt;/a&gt; telah dibuat!&lt;/span&gt; &lt;span id="more-372"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Simbolis mungkin kebetulan, tapi tahun yang sama, Bapak Kaspar Winkler didirikan sika.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sejak saat itu sangat sika telah memberikan kontribusi kepada pembangunan shotcrete teknologi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Shotcrete oleh teknologi, berarti kita yang berkesinambungan dari kimia tambahan dan admixtures untuk shotcrete dan juga pengembangan penyemprotan peralatan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Bidang shotcrete aplikasi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Shotcrete terutama digunakan dalam proyek konstruksi bawah tanah sebagai awal atau permanen dukungan struktural.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Oleh konstruksi bawah tanah, kami berarti pembangunan struktur seperti jalan-terowongan kereta api, hydropower pabrik, tambang, parkir, kereta bawah tanah, metro, dll tempat penyimpanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Namun shotcrete adalah juga sebagai alat untuk mewujudkan ekonomi stabilisasi kerja (lereng), kolam renang, waterways, perbaikan beton, inner lining arsitektur dan struktur.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kira-kira 90% dari shotcrete akan diterapkan ke dalam proyek-proyek konstruksi bawah tanah.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Total volume shotcrete tahunan diterapkan di seluruh dunia adalah lebih dari 12 juta meter kubik&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Apakah shotcrete?&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; As per the American Concrete Institute (ACI), shotcrete dapat didefinisikan sebagai mortir atau beton, pneumatically diproyeksikan pada kecepatan tinggi melalui tekanan tahan menyampaikan sebuah baris ke permukaan, di mana pada dampak yang kompak.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Semen, pasir, agregat, air, dan tambahan admixtures komponen yang masuk dalam produksi dari shotcrete campuran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Dibandingkan dengan beton normal, terutama shotcrete berbeda dari tiga poin:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Yang maksimal ukuran agregat yang digunakan.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Jalan ke tempat itu.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Campuran dari shotcrete bisa kering atau basah.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Mengenai terminologi kita dapat menjelaskan Gunite sebagai kecipratan mortir sementara Shotcrete sebagai kecipratan beton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Oleh gunite kami adalah cementitious campuran partikel ukuran yang dibatasi sampai 8 mm.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Shotcrete kita untuk mempertimbangkan penggunaan aggregates dari mana ukuran maksimal adalah 16 mm.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Namun, dalam 10 tahun terakhir ada kecenderungan untuk membatasi maksimal ukuran agregat sampai 12 mm.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span&gt; Shotcrete pembangunan dapat diringkas dari mulai saat ini sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Kering proses -&gt; proses kering dengan bedak penderas -&gt; dengan proses basah Alkali cair penderas -&gt; dengan proses basah Alkali penderas gratis.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-1990656096459702140?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/1990656096459702140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=1990656096459702140' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1990656096459702140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1990656096459702140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/shotcrete.html' title='Shotcrete'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-3912009176496517430</id><published>2009-03-21T03:57:00.001-07:00</published><updated>2009-03-21T03:57:55.697-07:00</updated><title type='text'>Construction Planning</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;The development of a construction plan is very much analogous to the development of a good facility design. The planner must weigh the costs and reliability of different options while at the same time insuring technical feasibility. Construction planning is more difficult in some ways since the building process is dynamic as the site and the physical facility change over time as construction proceeds. On the other hand, construction operations tend to be fairly standard from one project to another, whereas structural or foundation details might differ considerably from one facility to another.&lt;span id="more-360"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Forming a good construction plan is an exceptionally challenging problem. There are numerous possible plans available for any given project. While past experience is a good guide to construction planning, each project is likely to have special problems or opportunities that may require considerable ingenuity and creativity to overcome or exploit. Unfortunately, it is quite difficult to provide direct guidance concerning general procedures or strategies to form good plans in all circumstances. There are some recommendations or issues that can be addressed to describe the &lt;em&gt;characteristics&lt;/em&gt; of good plans, but this does not necessarily tell a planner how to discover a good plan. However, as in the design process, strategies of &lt;em&gt;decomposition&lt;/em&gt; in which planning is divided  into subproblems and &lt;em&gt;hierarchical planning&lt;/em&gt; in which general activities  are repeatably subdivided into more specific tasks can be readily adopted in  many cases.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;From the standpoint of &lt;em&gt;construction contractors&lt;/em&gt; or the construction divisions of large firms, the planning process for construction projects consists of three stages that take place between the moment in which a planner starts the plan for the construction of a facility to the moment in which the evaluation of the final output of the construction process is finished.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The &lt;em&gt;estimate&lt;/em&gt; stage involves the development of a cost and duration estimate for the construction of a facility as part of the proposal of a contractor to an owner. It is the stage in which assumptions of resource commitment to the necessary activities to build the facility are made by a planner. A careful and thorough analysis of different conditions imposed by the construction project design and by site characteristics are taken into consideration to determine the best estimate. The success of a contractor depends upon this estimate, not only to obtain a job but also to construct the facility with the highest profit. The planner has to look for the time-cost combination that will allow the contractor to be successful in his commitment. The result of a high estimate would be to lose the job, and the result of a low estimate could be to win the job, but to lose money in the construction process. When changes are done, they should improve the estimate, taking into account not only present effects, but also future outcomes of succeeding activities. It is very seldom the case in which the output of the construction process exactly echoes the estimate offered to the owner.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;In the &lt;em&gt;monitoring and control stage&lt;/em&gt; of the construction process, the construction manager has to keep constant track of both activities’ durations and ongoing costs. It is misleading to think that if the construction of the facility is on schedule or ahead of schedule, the cost will also be on the estimate or below the estimate, especially if several changes are made. Constant evaluation is necessary until the construction of the facility is complete. When work is finished in the construction process, and information about it is provided to the planner, the third stage of the planning process can begin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The &lt;em&gt;evaluation&lt;/em&gt; stage is the one in which results of the construction process are matched against the estimate. A planner deals with this uncertainty during the estimate stage. Only when the outcome of the construction process is known is he/she able to evaluate the validity of the estimate. It is in this last stage of the planning process that he or she determines if the assumptions were correct. If they were not or if new constraints emerge, he/she should introduce corresponding adjustments in future planning.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;http://civilengineerblog.com/construction-planning/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-3912009176496517430?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/3912009176496517430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=3912009176496517430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3912009176496517430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3912009176496517430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/construction-planning.html' title='Construction Planning'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4470714341007837619</id><published>2009-03-21T03:55:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:56:33.958-07:00</updated><title type='text'>Konstruksi rumah Pinjaman</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Sebuah &lt;strong&gt;rumah konstruksi pinjaman&lt;/strong&gt; adalah pinjaman dimana pemberi pinjaman telah mengetahui cerita di balik pembangunan rumah sebelum sanctioning pinjaman.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dengan kata lain, pinjaman rumah konstruksi dapat disebut cerita pinjaman, yang harus dipahami sebelum keputusan dibuat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; J &lt;a href="http://makedreamhome.com/category/home-loan/" title="Home Loan" target="_blank" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/makedreamhome.com');"&gt;konstruksi rumah pinjaman&lt;/a&gt; adalah salah satu yang memerlukan pinjaman hanya pembayaran bunga selama konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pembayaran pokok dilakukan hanya setelah selesai.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sebuah rumah dianggap selesai ketika menerima sertifikat occupancy-nya.&lt;/span&gt; &lt;span id="more-382"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bunga pinjaman ini biasanya variabel.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kontraktor dan pinjaman membuat jadwal berdasarkan tahapan pembangunan rumah, dan bunga yang dikenakan juga.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Point lain yang harus diperhatikan dalam pembangunan rumah adalah pinjaman berapa biaya proyek yang bersedia memberi pinjaman untuk meminjamkan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tanah yang Anda miliki untuk pembangunan rumah dapat dianggap sebagai keadilan pada konstruksi pinjaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Dengan konstruksi rumah pinjaman, Anda punya pilihan untuk konstruksi opting-ke-permanen di mana pembiayaan program pinjaman yang dikonversi menjadi pinjaman hipotek setelah sertifikat yang dikeluarkan occupancy.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dengan cara ini, tidak perlu membuat dua pinjaman, hanya ada satu aplikasi dengan satu penutup.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika suara ini layak, yang terbaik adalah menilai kunci dari pinjaman.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Penting untuk dicatat bahwa konstruksi rumah pinjaman tidak dimaksudkan menjadi sekitar untuk waktu yang lama.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mengambil pinjaman sampai selesai di rumah dan melakukan pembayaran yang diperlukan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Bila memilih di &lt;em&gt;&lt;strong&gt;rumah pinjaman konstruksi,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; yang terbaik adalah membandingkan harga dari berbagai lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman ini.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Biasanya, semakin rendah harga, semakin baik menangani ini, namun penting untuk membaca baik cetak dan mengetahui rincian yang berbeda menawarkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;http://constructionenglish.net/id/home-construction-loan/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4470714341007837619?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4470714341007837619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4470714341007837619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4470714341007837619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4470714341007837619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/konstruksi-rumah-pinjaman.html' title='Konstruksi rumah Pinjaman'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-9067884514390798197</id><published>2009-03-21T03:52:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:55:46.457-07:00</updated><title type='text'>Shotcrete vs Gunite</title><content type='html'>&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Gunite-kering pemburuan bersenjata&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt; &lt;span&gt; "Gunite" adalah nama dagang untuk "kering gunned" beton, dan paten invented North Carolina oleh seorang manusia.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Istilah "gunite" telah digunakan begitu banyak itu, untuk kebanyakan orang, itu berarti diterapkan spray beton.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Orang sering berbicara tentang renang gunite - artinya kongkrit renang dimana beton adalah pneumatically diterapkan di tempat kecipratan atau menggunakan tekanan udara.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Banyak dari kita dalam usaha beton penyemprotan sudah mulai menggunakan istilah "kering gun" untuk menggambarkan proses ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; "Dry gun" adalah semen dan pasir yang disuntikkan ke dalam aliran udara menyampaikan ke mulut.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Corat operator yang kemudian menambahkan air di mulut dan memiliki kontrol total air-semen rasio.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Penyampaian ularan dari campuran umumnya cukup ringan, karena banyak menyirami diisi dengan udara yang berisi campuran semen dan pasir.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pemburuan bersenjata beton kering memungkinkan untuk ditempatkan kering dari paling "basah pemburuan bersenjata," tetapi yang tidak selalu plus untuk sebuah kubah bangunan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Seringkali beton yang ditumpuk di ketebalan yang sangat berat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini bisa menjadi bencana untuk Airformed struktur.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Operator pelatihan sangat penting dan dapat berarti perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan aplikasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bahaya pemburuan bersenjata yang kering beton pada monolithic Dome meningkat karena besarnya kubah meningkat.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; &lt;a href="http://civilengineerblog.com/shotcrete" title="shotcrete" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/civilengineerblog.com');"&gt;Shotcrete&lt;/a&gt; - Basah pemburuan bersenjata&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; "Basah gun" berarti basah (sudah dicampur) beton yang dipompa ke mulut.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Air yang ditambahkan pada mulut untuk membawa campuran beton untuk target - pneumatically lagi diterapkan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kami menyebutnya sistem "pemburuan bersenjata basah." Disini operator pelatihan terlalu penting, namun tidak cukup sebagai teknis untuk basah artileri.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kesalahan dalam aplikasi biasanya jauh kurang penting dibandingkan dengan kering pemburuan bersenjata di monolithic Dome konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Melambung, atau sampah yang dibuat oleh kecipratan beton jatuh ke lantai, biasanya untuk setengah sebanyak shotcrete dibandingkan dengan gunite.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3&gt; &lt;span&gt; Peralatan&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Kering gun peralatan yang berbeda dari senapan basah.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Udara yang diperlukan untuk transportasi beton adalah sekurang-kurangnya empat sampai enam kali lebih besar dari yang diperlukan untuk sistem basah gun.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Basah untuk pemburuan bersenjata, yang pea batu atau grout pump biasanya dimanfaatkan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Monolithic telah diperbaharui dan meningkatkan peristaltik pompa kecil dalam upaya menyediakan lebih terjangkau peralatan untuk pemburuan bersenjata basah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Untuk ukuran rumah domes baik sistem akan bekerja.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tetapi, untuk bibit, yang basah gun saya rekomendasi.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Kering gun tidak memiliki kapasitas besar domes - 50 feet in diameter dan lebih besar.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Teknologi kubah sekali memiliki lima orang awak shotcrete 238 kubik pekarangan yang konkret dalam satu hari!&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mereka dapat diterapkan secara rutin plus 100 kubik pekarangan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Hal ini juga melebihi kapasitas yang kering gun sistem.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/shotcrete-gunite/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-9067884514390798197?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/9067884514390798197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=9067884514390798197' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/9067884514390798197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/9067884514390798197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/shotcrete-vs-gunite.html' title='Shotcrete vs Gunite'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8465217485479995555</id><published>2009-03-21T03:41:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:51:53.528-07:00</updated><title type='text'>Asuransi Kredit Konstruksi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Anda telah memutuskan untuk membangun rumah impian Anda sendiri.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Anda telah memilih satu petak tanah, ditemukan sebuah rumah desain yang Anda inginkan, dan mendapat kredit bank Anda.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tahukah Anda bahwa Anda juga memerlukan tiga jenis asuransi untuk memulainya?&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Jangan takut, bank Anda memerlukan dua jenis orang-orang sebelum proses pembangunan dimulai!&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ketiga jenis asuransi yang akan anda butuhkan adalah:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; • Kursus Konstruksi&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; • Kewajiban Lain-lain&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; • Pekerja 'Kompensasi&lt;/span&gt; &lt;span id="more-402"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Dua jenis asuransi yang diperlukan oleh bank, sementara tiga jenis, pekerja kompensasi, diperlukan hanya jika pembina telah karyawan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mari kita pergi melalui dua jenis asuransi di sedikit lebih detail, sehingga Anda akan benar-benar memahami bagaimana Anda dilindungi.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Konstruksi saja.&lt;/strong&gt; Course Konstruksi merupakan semua risiko yang meliputi kebijakan api, perluasan cakupan, pembina risiko, penggantian biaya, vandalisme, kerusakan dan berbahaya.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika Anda bertanya-tanya apa builder risiko mencakup, ketentuan ini semua bangunan dan struktur serta semua peralatan yang digunakan dalam pembangunan rumah, apakah itu pekerjaan di situs ini, pada rute, atau dalam penyimpanan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Kewajiban umum.&lt;/strong&gt; Jenis asuransi dapat diberikan baik oleh Anda atau pembina.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Adalah suatu kebijakan umum atau bentuk tanggung jawab dukungan luas.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika Anda memberikan kebijakan ada minimal $ 300.000 untuk setiap kejadian diperlukan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jika ia memberikan builder, kebijakan umum sebesar $ 1000000 atau bentuk tanggung jawab luas dukungan yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Anda biasanya dapat roll biaya untuk asuransi ke dalam konstruksi pinjaman.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Asuransi lunak dianggap sebagai biaya, yang berarti ia adalah sesuatu yang non-fisik di alam.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Keras biaya, dengan perbandingan, akan mencakup hal-hal seperti bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jenis asuransi ini dapat diberikan baik oleh Anda atau pembina.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Berbagai risiko konstruksi berarti memilih kebijakan yang tepat merupakan hal yang paling penting.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mencari seorang agen asuransi yang terkenal dengan industri konstruksi akan membantu memastikan bahwa Anda benar dibahas.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Anda biasanya dapat roll biaya untuk asuransi ke dalam konstruksi pinjaman.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Asuransi lunak dianggap sebagai biaya, yang berarti ia adalah sesuatu yang non-fisik di alam.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Keras biaya, dengan perbandingan, akan mencakup hal-hal seperti bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangun rumah.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8465217485479995555?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8465217485479995555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8465217485479995555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8465217485479995555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8465217485479995555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/asuransi-kredit-konstruksi.html' title='Asuransi Kredit Konstruksi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-361923869473543800</id><published>2009-03-21T03:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:38:50.837-07:00</updated><title type='text'>Mutu dan Keamanan Kekhawatiran dalam Konstruksi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Kualitas&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Konstruksi Safety&lt;/strong&gt; mewakili kekhawatiran semakin penting bagi manajer proyek.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Lemahnya kontrol kualitas mengarah ke cacat atau kegagalan dalam membangun fasilitas, sehingga menghasilkan biaya yang sangat besar.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bahkan dengan cacat kecil, pembangunan kembali mungkin diperlukan dan fasilitas operasi impaired.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Peningkatan biaya dan penundaan yang hasilnya.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pada kasus terburuk, kegagalan dapat menyebabkan cedera pribadi atau fatalities.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kecelakaan selama proses konstruksi dapat juga menyebabkan cedera pribadi dan biaya besar.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Langsung biaya asuransi, inspeksi dan peraturan yang meningkat pesat ini disebabkan oleh peningkatan biaya langsung.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bagus manajer proyek mencoba untuk memastikan bahwa pekerjaan dilakukan tepat waktu dan yang pertama bahwa tidak ada kecelakaan besar terjadi pada proyek.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-56"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Seperti biaya, yang paling penting keputusan yang berkaitan dengan kualitas yang dilengkapi fasilitas yang dibuat selama tahap desain dan perencanaan daripada selama konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Hal ini selama ini tahap awal yang konfigurasi komponen, spesifikasi bahan fungsional dan kinerja yang memutuskan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pengawasan mutu selama konstruksi terdiri dari sebagian besar insuring conformance ini asli desain dan perencanaan keputusan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Conformance untuk sementara yang ada desain keputusan adalah fokus utama dari kualitas kontrol, ada pengecualian untuk aturan ini.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pertama, keadaan tdk terduga, salah desain keputusan atau perubahan yang diinginkan oleh pemilik di fasilitas fungsi mungkin memerlukan re-evaluasi desain keputusan selama pelaksanaan konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Meskipun perubahan mungkin didorong oleh keprihatinan yang berkualitas, merupakan kesempatan mereka untuk kembali desain hadir dengan semua tujuan dan kendala.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sebagai kedua kasus ini, beberapa desain bergantung pada informasi dan sesuai keputusan selama proses pembangunan itu sendiri.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Misalnya, beberapa metode tunneling membuat keputusan tentang jumlah shoring diperlukan di lokasi yang berbeda berdasarkan pengamatan kondisi tanah selama proses tunneling.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sejak seperti keputusan berdasarkan informasi yang lebih baik mengenai kondisi sebenarnya situs, fasilitas desain mungkin lebih hemat biaya sebagai hasil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Dengan memperhatikan conformance sebagai mengukur mutu selama proses konstruksi, spesifikasi persyaratan mutu dalam perancangan dan kontrak dokumentasi menjadi sangat penting.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kualitas persyaratan harus jelas dan dpt, sehingga semua pihak dalam proyek dapat memahami persyaratan untuk conformance.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sebagian besar diskusi di bab ini berkaitan dengan pengembangan dan implikasi dari berbagai persyaratan untuk kualitas konstruksi serta isu-isu yang terkait dengan insuring conformance.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Keselamatan selama proyek konstruksi&lt;/strong&gt; juga dipengaruhi oleh bagian besar dalam keputusan yang dibuat selama proses perencanaan dan desain.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Beberapa desain atau rencana pembangunan yang inherently sulit dan berbahaya untuk melaksanakan, sedangkan lainnya, dibandingkan rencana Mei sangat mengurangi kemungkinan kecelakaan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Misalnya, jelas pemisahan lalu lintas dari jalan raya selama konstruksi zona rehabilitasi dapat sangat mengurangi kemungkinan kebetulan collisions.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Melebihi desain keputusan ini, keamanan sangat tergantung pada pendidikan, kewaspadaan dan kerjasama selama proses konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pekerja harus selalu waspada terhadap kemungkinan kecelakaan dan menghindari resiko yang tidak perlu diambil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/quality-control-safety-concerns-construction/&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-361923869473543800?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/361923869473543800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=361923869473543800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/361923869473543800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/361923869473543800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/mutu-dan-keamanan-kekhawatiran-dalam.html' title='Mutu dan Keamanan Kekhawatiran dalam Konstruksi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8932178470609827385</id><published>2009-03-21T03:22:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T03:36:23.421-07:00</updated><title type='text'>Kontrak konstruksi</title><content type='html'>&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Definisi tentang kontrak konstruksi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Istilah yang digunakan dalam &lt;strong&gt;Kontrak&lt;/strong&gt; Konstruksi manajemen dapat didefinisikan sebagai: "Sebuah perjanjian yang dimasukkan ke dalam dua pihak menurut ketentuan yang satu pihak setuju untuk melakukan pekerjaan tertentu yang akan digunakan pihak lain setuju untuk membayar.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kontrak dokumen yang dilampirkan dan / atau dinyatakan dalam bentuk perjanjian bagian integral dari kontrak.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-115"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Penting Bagi yang berlaku Kontrak&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; * &lt;em&gt;&lt;strong&gt;The pihak kontrak&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; harus kompeten, dan hukum mampu bermain mereka ditujukan bagian.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Hukum tidak dapat melaksanakan perjanjian seseorang yang tidak memiliki kapasitas hukum untuk masuk dalam kesepakatan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Hal ini dapat disebabkan masa kanak-kanak, kegilaan, kemabukan, atau dibatasi seperti itu masuk ke dalam perjanjian oleh sebelum tanggal perjanjian atau dalam lingkup kewenangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Subjek soal kontrak&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; harus halal dan pasti mengenai persyaratan dan kewajiban masing-masing pihak.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Misalnya kontrak kota melanggar peraturan yang tidak mengikat dan tidak berlaku di pengadilan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Juga dalam ketidakpastian sehubungan dengan apa yang ingin dapat menyebabkan kontrak tidak dilaksanakan oleh undang-undang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Proposal dan penerimaan:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Harus ada proposal yang baik oleh salah satu pihak dan absolut dan lengkap penerimaan oleh pihak lain.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Proposal tidak mengikat tanpa persetujuan yang jelas dan tidak mengikat melebihi tanggal yang berlaku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Gratis persetujuan dari pihak-pihak dalam kontrak:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Consent dikatakan bebas jika tidak disebabkan oleh kekerasan, atau tdk pantas mempengaruhi atau penipuan atau yg keliru.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pelanggaran Kontrak&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pelanggaran Kontrak adalah kegagalan untuk melakukan itu.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Namun, tidak setiap kegagalan untuk melakukan kewajiban untuk jumlah pelanggaran yang benar, karena ada beberapa alasan untuk tidak kinerja.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bila kontrak telah rusak tanpa alasan yang memadai atau justifikasi, pihak yang menderita oleh pelanggaran seperti itu berhak untuk menerima dari pihak dalam standar, kompensasi untuk kerugian atau kerusakan yang disebabkan oleh pelanggaran seperti itu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Mempersiapkan data yang disyaratkan untuk sebuah Perkiraan:&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; J Kontrak dapat dihentikan atau dibawa ke diakhiri dengan salah satu cara berikut:&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; * Penuh kinerja dan memuaskan oleh kedua belah pihak dengan kewajiban di bawah kontrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Breach dari kontrak, ketika salah satu pihak default rilis pihak lain dari kewajiban kontrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Reksa kesepakatan dari pihak-pihak untuk mengakhiri kontrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Tak keadaan di luar kontrol yang menyebabkan salah satu pihak tidak mungkin untuk melakukan tugas atau kewajiban yang dinyatakan dalam kontrak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Operasi hukum untuk sebuah void kontrak.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Jenis kontrak yang umum digunakan dalam konstruksi&lt;/span&gt; &lt;/h3&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; * Kontrak Lump sum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Jenis menilai atau unit harga kontrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Persentase nilai kontrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Biaya plus persentase menilai kontrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Biaya tetap ditambah biaya kontrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Biaya berfluktuasi plus biaya kontrak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; * Target contrac biaya.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/construction-contract/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8932178470609827385?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8932178470609827385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8932178470609827385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8932178470609827385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8932178470609827385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/kontrak-konstruksi.html' title='Kontrak konstruksi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4312990360068773823</id><published>2009-03-20T10:28:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T10:32:47.500-07:00</updated><title type='text'>Peranan Pendidikan dalam Peningkatan SDM</title><content type='html'>&lt;div id="newsBody"&gt;        &lt;span id="ctl00_ContentPlaceHolder1_lblNews"&gt;&lt;p&gt;Persoalan ketenagakerjaan selalu mendapat perhatian yang serius dari berbagai kalangan,  baik  pemerintah, swasta maupun dari masyarakat. Kompleksitas permasalahan ketenagakerjaan ini dapat dipandang sebagai suatu upaya masing-masing individu untuk memperoleh dan mempertahankan hak-hak kehidupan yang melekat pada manusia agar memenuhi kebutuhan demi kelangsungan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tujuan pembangunan nasional, yaitu terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan dan berdaya saing maju dan sejahtera dalam wadah negara kesatuan republik indonesia yang didukung oleh manusia yang sehat, mandiri dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari tujuan tersebut tercermin bahwa sebagai titik sentral pembangunan adalah pemberdayaan sumber daya manusia termasuk tenaga kerja, baik sebagai sasaran pembangunan maupun sebagai pelaku pembangunan. Dengan demikian, pembangunan ketenagakerjaan merupakan salah satu aspek pendukung keberhasilan pembangunan nasional. Di sisi lain, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan nasional tersebut, khususnya dibidang dibidang ketenagakerjaan, sehingga diperlukan kebijakan dan upaya dalam mengatasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sehubungan hal tersebut di atas pengembangan SDM di Indonesia dilakukan melalui tiga jalur utama, yaitu pendidikan, pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalur pendidikan merupakan tulang punggung pengembangan SDM yang dimulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Sementara itu, jalur pelatihan dan pengembangan karir di tempat kerja merupakan jalur suplemen dan komplemen terhadap pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arah pembangunan SDM di indonesia ditujukan pada pengembangan kualitas SDM secara komprehensif meliputi aspek kepribadian dan sikap mental, penguasaan ilmu dan teknologi, serta profesionalisme dan kompetensi yang ke semuanya dijiwai oleh nilai-nilai religius sesuai dengan agamanya. Dengan kata lain, pengembangan SDM di Indonesia meliputi pengembangan kecerdasan akal (IQ), kecerdasan sosial (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rangka pengembangan SDM di indonesia, banyak tantangan yang harus dihadapi. Tantangan pertama adalah jumlah penduduk yang besar, yaitu sekitar 216 juta jiwa. Tantangan kedua adalah luasnya wilayah indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau dengan penyebaran penduduk yang tidak merata. Tantangan ketiga adalah mobilitas penduduk yang arus besarnya justru lebih banyak ke pulau Jawa dan ke kota-kota besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai tantangan seperti itu, memerlukan konsep, strategi dan kebijakan yang tepat agar pengembangan SDM di Indonesia dapat mencapai sasaran yang tepat secara efektif dan efisien. Hal ini penting dilakukan karena peningkatan kualitas SDM Indonesia tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di dalam maupun diluar negeri, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan penghasilan bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikutip dari: http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=13054&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4312990360068773823?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4312990360068773823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4312990360068773823' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4312990360068773823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4312990360068773823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/peranan-pendidikan-dalam-peningkatan.html' title='Peranan Pendidikan dalam Peningkatan SDM'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4068653020133849719</id><published>2009-03-20T10:24:00.001-07:00</published><updated>2009-03-20T10:28:20.693-07:00</updated><title type='text'>Paradigma Pendidikan Masa Depan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Selama tiga dasawarsa terakhir, dunia pendidikan Indonesia secara kuantitatif telah berkembang sangat cepat. Pada tahun 1965 jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 53.233 dengan jumlah murid dan guru sebesar 11.577.943 dan 274.545 telah meningkat pesat menjadi 150.921 SD dan &lt;/span&gt;25.667.578 murid serta 1.158.004 guru (Pusat Informatika, Balitbang Depdikbud, 1999). Jadi dalam waktu sekitar 30 tahun jumlah SD naik sekitar 300%. Sudah barang tentu perkembangan pendidikan tersebut patut disyukuri. Namun sayangnya, perkembangan pendidikan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan yang sepadan. Akibatnya, muncul berbagai ketimpangan pendidikan di tengah-tengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat, termasuk yang sangat menonjol adalah: a) ketimpangan antara kualitas &lt;i&gt;output&lt;/i&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, b) ketimpangan kualitas pendidikan antar desa dan kota, antar Jawa dan luar Jawa, antar pendudukkaya dan penduduk miskin. Di samping itu, di dunia pendidikan juga muncul dua problem yang lain yang tidak dapat dipisah dari problem pendidikan yang telah disebutkan di atas.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pertama, pendidikan cenderung menjadi sarana stratifikasi sosial. Kedua, pendidikan sistem persekolahan hanya mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut &lt;i&gt;the&lt;/i&gt; &lt;i&gt;dead knowledge,&lt;/i&gt; yakni pengetahuan yang terlalu bersifat &lt;i&gt;text-bookish&lt;/i&gt; sehingga bagaikan sudah diceraikan baik dari akar sumbernya maupun aplikasinya.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi sejauh ini belum menampakkan hasilnya. Mengapa kebijakan pembaharuan pendidikan di tanah air kita dapat dikatakan senantiasa gagal menjawab problem masyarakat? Sesungguhnya kegagalan berbagai bentuk pembaharuan pendidikan di tanah air kita bukan semata-mata terletak pada bentuk pembaharuan pendidikannya sendiri yang bersifat &lt;i&gt;erratic, &lt;/i&gt;tambal sulam, melainkan lebih mendasar lagi kegagalan tersebut dikarenakan ketergantungan penentu kebijakan pendidikan pada penjelasan paradigma peranan pendidikan dalam perubahan sosial yang sudah usang. Ketergantungan ini menyebabkan adanya harapan-harapan yang tidak realistis dan tidak tepat terhadap efikasi pendidikan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;b&gt;Pendidikan:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Mitos&lt;/b&gt; &lt;b&gt;atau&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Realitas?&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan tersebut peranan pendidikan amatlah strategis.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;John C. Bock, dalam &lt;i&gt;Education&lt;/i&gt; &lt;i&gt;and&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Development:&lt;/i&gt; &lt;i&gt;A Conflict&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Meaning&lt;/i&gt; (1992), mengidentifikasi peran pendidikan tersebut sebagai : a) memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa, b) mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial, dan c) untuk meratakan kesempatan dan pendapatan. Peran yang pertama merupakan fungsi politik pendidikan dan dua peran yang lain merupakan fungsi ekonomi.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berkaitan dengan peranan pendidikan dalam pembangunan nasional muncul dua paradigma yang menjadi kiblat bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan kebijakan pendidikan: Paradigma Fungsional dan paradigma Sosialisasi. Paradigma fungsional melihat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan dikarenakan masyarakat tidak mempunyai cukup penduduk yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap modern. Menurut pengalaman masyarakat di Barat, lembaga pendidikan formal sistem persekolahan merupakan lembaga utama mengembangkan pengetahuan, melatih kemampuan dan keahlian, dan menanamkan sikap modern para individu yang diperlukan dalam proses pembangunan. Bukti-bukti menunjukkan adanya kaitan yang erat antara pendidikan formal seseorang dan partisipasinya dalam pembangunan. Perkembangan lebih lanjut muncul, tesis &lt;i&gt;Human&lt;/i&gt; &lt;i&gt;lnvestmen,&lt;/i&gt; yang menyatakan bahwa investasi dalam diri manusia lebih menguntungkan, memiliki &lt;i&gt;economic rate&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of&lt;/i&gt; &lt;i&gt;return &lt;/i&gt;yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi dalam bidang fisik.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sejalan dengan paradigma Fungsional, paradigma Sosialisasi melihat peranan pendidikan dalam pembangunan adalah: a) mengembangkan kompetensi individu, b) kompetensi yang lebih tinggi tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, dan c) secara urnum, meningkatkan kemampuan warga masyarakat dan semakin banyaknya warga masyarakat yang memiliki kemampuan akan meningkatkan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, berdasarkan paradigma sosialisasi ini, pendidikan harus diperluas secara besar-besaran dan menyeluruh, kalau suatu bangsa menginginkan kemajuan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma Fungsional dan paradigma Sosialisasi telah melahirkan pengaruh besar dalam dunia pendidikan paling tidak dalam dua hal. Pertama, telah melahirkan paradigma pendidikan yang bersifat analis-mekanistis dengan mendasarkan pada doktrin reduksionisme dan mekanistik. Reduksionisme melihat pendidikan sebagai barang yang dapat dipecah-pecah dan dipisah-pisah satu dengan yang lain. Meka Fns melihat bahwa pecahan-pecahan atau bagian-bagian tersebut memiliki keterkaitan linier fungsional, satu bagian menentukan bagian yang lain secara langsung. Akibatnya, pendidikan telah direduksi sedemikian rupa ke dalam serpihan-serpihan kecil yang satu dengan yang lain menjadi terpisah tiada hubungan, seperti, kurikulum, kredit SKS, pokok bahasan, program pengayaan, seragam, pekerjaan rumah dan latihan-latihan. Suatu sistem penilaian telah dikembangkan untuk menyesuaikan dengan serpihan-serpihan tersebut: nilai, indeks prestasi, ranking, rata-rata nilai, kepatuhan, ijazah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma pendidikan &lt;i&gt;lnput-Proses-Output,&lt;/i&gt; telah menjadikan sekolah bagaikan proses produksi. Murid diperlakukan bagaikan &lt;i&gt;raw-input&lt;/i&gt; dalam suatu pabrik. Guru, kurikulum, dan fasilitas diperlakukan sebagai &lt;i&gt;instrumental&lt;/i&gt; &lt;i&gt;input.&lt;/i&gt; Jika &lt;i&gt;raw-input&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;instrumental input&lt;/i&gt; baik, maka akan menghasilkan proses yang baik dan akhirnya baik pula produkyang dihasilkan. Kelemahan paradigma pendidikan tersebut nampak jelas, yakni dunia pendidikan diperlakukan sebagai sistem yang bersifat mekanik yang perbaikannya bisa bersifat partial, bagian mana yang dianggap tidak baik. Sudah barang tentu asumsi tersebut jauh dari realitas dan salah. Implikasinya, sistem dan praktek pendidikan yang mendasarkan pada paradigma pendidikan yang keliru cenderung tidak akan sesuai dengan realitas. Paradigma pendidikan tersebut di atas tidak pernah melihat pendidikan sebagai suatu proses yang utuh dan bersifat organik yang merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat secara totalitas.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kedua, para pengambil kebijakan pemerintah menjadikan pendidikan sebagai engine of growth, penggerak dan loko pembangunan. Sebagai penggerak pembangunan maka pendidikan harus mampu menghasilkan invention dan &lt;i&gt;inno&lt;span style=""&gt;vation,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; yang merupakan inti kekuatan pembangunan. Agar berhasil melaksanakan fungsinya, maka pendidikan harus diorganisir dalam suatu lembaga pendidikan formal sistem persekolahan, yang bersifat terpisah dan berada di atas dunia yang lain, khususnya dunia ekonomi. Bahkan pendidikan harus menjadi panutan dan penentu perkembangan dunia yang lain, khususnya, dan bukan sebaliknya perkembangan ekonomi menentukan perkembangan pendidikan. Dalam lembaga pendidikan formal inilah berbagai ide dan gagasan akan dikaji, berbagai teori akan dluji, berbagai teknik dan metode akan dikembangkan, dan tenaga kerja dengan berbagai jenis kemampuan akan dilatih.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sesuai dengan peran pendidikan sebagai &lt;i&gt;engine&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of growth,&lt;/i&gt; dan penentu bagi perkembangan masyarakat, maka bentuk sistem pendidikan yang paling tepat adalah &lt;i&gt;single track&lt;/i&gt; dan diorganisir secara terpusat sehingga mudah diarahkan untuk kepentingan pembangunan nasional. Lewat jalur tunggal inilah lembaga pendidikan akan mampu menghasilkan berbagai tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Agar proses pendidikan efisien dan etektif, pendidikan harus disusun dalam struktur yang bersifat rigid, manajemen (bersifat sentralistis, kurikulum penuh dengan pengetahuan dan teori-teori &lt;i&gt;(text&lt;/i&gt; &lt;i&gt;bookish).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Namun, pengalaman selama ini menunjukkan, pendidikan nasional sistem persekolahan tidak bisa berperan sebagai penggerak dan loko pembangunan, bahkan Gass (1984) lewat tulisannya berjudul &lt;i&gt;Education&lt;/i&gt; &lt;i&gt;versus&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Qualifications&lt;/i&gt; menyatakan pendidikan telah menjadi penghambat pembangunan ekonomi dan teknologi, dengan munculnya berbagai kesenjangan: kultural, sosial, dan khususnya kesenjangan vokasional dalam bentuk melimpahnya pengangguran terdidik.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Berbagai problem pendidikan yang muncul tersebut di atas bersumber pada kelemahan pendidikan nasional sistem persekolahan yang sangat mendasar, sehingga tidak mungkin disempurnakan hanya lewat pembaharuan yang bersifat tambal sulam &lt;i&gt;(Erratic).&lt;/i&gt; Pembaharuan pendidikan nasional sistem persekolahan yang mendasar dan menyeluruh harus dimulai dari mencari penjelasan baru atas paradigma peran pendidikan dalam pembangunan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Penjelasan paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan yang diikuti oleh para penentu kebijakan kita dewasa ini memiliki kelemahan, baik teoritis maupun metodologis. Pertama, tidak dapat diketemukan secara tepat dan pasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana proses pendidikan menyumbang pada peningkatan kemampuan individu. Memang secara mudah dapat dikatakan bahwa pendidikan formal akan mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki sistem teknologi produksi yang semakin kompleks. Tetapi, dalam kenyataannya, kemampuan teknologis yang diterima dari lembaga pendidikan formal tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Di samping itu, adanya perubahan di bidang teknologi yang cepat, justru melahirkan apa yang disebut dengan &lt;i&gt;de-skilled&lt;/i&gt; &lt;i&gt;process&lt;/i&gt;, yakni dunia industri memerlukan tenaga kerja dengan keahlian yang lebih sederhana dengan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kedua, paradigma fungsional dan sosialisasi memiliki asumsi bahwa pendidikan sebagai penyebab dan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat. Investasi di bidang pendidikan formal sistem persekolahan akan menentukan pembangunan ekonomi di masa mendatang. Tetapi realitas menunjukkan sebaliknya. Bukannya pendidikan muncul terlebih dahulu, kemudian akan muncul pembangunan ekonomi, melainkan bisa sebaliknya, tuntutan perluasan pendidikan terjadi sebagai akibat adanya pembangunan ekonomi dan politik. Dengan kata lain, pendidikan sistem persekolahan bukannya &lt;i&gt;engine of growth&lt;/i&gt;, melainkan gerbong dalam pembangunan. Perkemkembangan pendidikan tergantung pada pembangunan ekonomi. Sebagai bukti, karena hasil pembangunan ekonomi tidak bisa dibagi secara merata, maka konsekuensinya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tidak juga bisa sama di antara berbagai kelompok masyarakat, sebagaimana terjadi dewasa ini.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Ketiga, paradigma fungsional dan sosialisasi juga memiliki asumsi bahwa pendapatan individu mencerminkan produktivitas yang bersangkutan. Secara makro upah tenaga kerja erat kaitannya dengan produktivitas. Dalam realitas asumsi ini tidak pernah terbukti. Upah dan produktivitas tidak selalu sering.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Implikasinya adalah bahwa kesimpulan kajian selama ini yang selalu menunjukkan bahwa economic &lt;i&gt;rate&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of return&lt;/i&gt; &lt;i&gt;dan&lt;/i&gt; pendidikan di negara kita adalah sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di bidang lain, adalah tidak tepat, sehingga perlu dikaji kembali.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Keempat, paradigma sosialisasi hanya berhasil menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran mengembangkan kompetensi individual, tetapi gagal menjelaskan bagaimana pendidikan dapat meningkatkan kompetensi yang lebih tinggi untuk meningkatkan produktivitas. Secara riil pendidikan formal berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan individual yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi modern. Semakin lama waktu bersekolah semakin tinggi pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Namun, Randal Collins, lewat karyanya &lt;i&gt;The&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Credential&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Society:&lt;/i&gt; &lt;i&gt;An&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Historicaf&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Sosiology&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Education&lt;/i&gt; &lt;i&gt;and&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Stratification &lt;/i&gt;(1979) menentang tesis ini. Berbagai bukti tidak mendukung tesis atas tuntutan pendidikan untuk memegang suatu pekerjaan-pekerjaan tersebut. Pekerja dengan pendidikan formal yang lebih tinggi tidak harus diartikan memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja .yang memiliki pendidikan lebih rendah. Banyak keterampilan dan keahlian yang justru dapat banyak diperoleh sambil menjalankan pekerjaan di dunia kerja formal. Dengan kata lain, tempat bekerja bisa berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang lebih canggih.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;b&gt;Baru:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Sistemik-Organik&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pembaharuan pendidikan nasional persekolahan harus didasarkan pada paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan nasional yang tepat, sesuai dengan realitas masyarakat dan kultur bangsa sendiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan tidak bersifat linier dan unidimensional, sebagaimana dijelaskan oleh paradigma Fungsional dan Sosialisasi di atas. Melainkan, peranan pendidikan dalam pembangunan sangat kompleks dan bersifat interaksional dengan kekuatan-kekuatan pembangunan yang lain. Dalam konstelasi semacam ini, pendidikan tidak bisa lagi disebut sebagai &lt;i&gt;engine&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of&lt;/i&gt; &lt;i&gt;growth, &lt;/i&gt;sebab kemampuan dan keberhasilan lembaga pendidikan formal sangat terkait dan banyak ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang lain, terutama kekuatan ekonomi umumnya dan dunia kerja pada khususnya. Hal ini membawa konsekuensi bahwa lembaga pendidikan sendiri tidak bisa meramalkan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan oleh dunia kerja, sebab kebutuhan tenaga kerja baik jumlah dan kualifikasi yang diperlukan berubah dengan cepat sejalan kecepatan perubahan ekonomi dan masyarakat.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma peran pendidikan dalam pembangunan yang bersifat kompleks dan interaktif, melahirkan paradigma pendidikan Sistemik-Organik dengan mendasarkan pada dokrin ekspansionisme dan teleologi. Ekspansionisme merupakan doktrin yang menekankan bahwa segala obyek, peristiwa dan pengalaman merupakan bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari suatu keseluruhan yang utuh. Suatu bagian hanya akan memiliki makna kalau dilihat dan dikaitkan dengan keutuhan totalitas, sebab keutuhan bukan sekedar kumpulan dari bagian-bagian. Keutuhan satu dengan yang lain berinteraksi dalam sistem terbuka, karena jawaban suatu problem muncul dalam suatu kesempatan berikutnya.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Paradigma pendidikan Sistemik-Organik menekankan bahwa proses pendidikan formal sistem persekolahan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran &lt;i&gt;(learning)&lt;/i&gt; dari pada mengajar &lt;i&gt;(teaching),&lt;/i&gt; 2) Pendidikan diorganisir dalam suatu struktur yang fleksibel; 3) Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri, dan, 4) Pendidikan merupakan proses yang berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Paradigma pendidikan Sistemik-Organik menuntut pendidikan bersifat &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; &lt;i&gt;tracks.&lt;/i&gt; Artinya, pendidikan sebagai suatu proses tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan dinamika masyarakatnya. Dunia pendidikan senantiasa mengkaitkan proses pendidikan dengan masyarakatnya pada umumnya, dan dunia kerja pada khususnya. Keterkaitan ini memiliki arti bahwa prestasi peserta didik tidak hanya ditentukan oleh apa yang mereka lakukan di lingkungan sekolah, melainkan prestasi perserta didik juga ditentukan oleh apa yang mereka kerjakan di dunia kerja dan di masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain, pendidikan yang bersifat &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; &lt;i&gt;tracks&lt;/i&gt; menekankan bahwa untuk mengembangkan pengetahuan umum dan spesifik harus melalui kombinasi yang strukturnya terpadu antara tempat kerja, pelatihan dan pendidikan formal sistem persekolahan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dengan &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; &lt;i&gt;tracks&lt;/i&gt; ini sistem pendidikan akan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan fleksibilitas yang tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk menyesuaikan dengan tuntutan pembangunan yang senantiasa berubah dengan cepat.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berbagai problem yang muncul di masyarakat, khususnya ketimpangan antara kualitas pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia kerja merupakan refleksi adanya kelemahan yang mendasar dalam dunia pendidikan kita. Setiap upaya untuk memperbaharui pendidikan akan sia-sia, kecuali menyentuh akar filosofis dan &lt;/span&gt;teori pendidikan. Yakni, pendidikan tidak bisa dilihat sebagai suatu dunia tersendiri, melainkan pendidikan harus dipandang dan diberlakukan sebagai bagian dari masyarakatnya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus memiliki keterkaitan dan kesepadanan secara mendasar serta berkesinambungan dengan proses yang berlangsung di dunia kerja.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Buku ini terdiri atas tiga bab. Bab I membahas pendidikan dari perspektif teori, dimulai dari pembahasan sistem pendidikan di dua negara: Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun pendidikan Jepang pada awalnya merupakan "pinjaman" dari Amerika Serikat, tetapi pada bentuk akhir yang dipakai sampai saat ini ternyata berbeda. Perbandingan dua sistem pendidikan ini mewakili dua kutub: Pendidikan modern yang diwakili oleh pendidikan Amerika Serikat dan pendidikan yang konservatif yang diwakili oleh sistem pendidikan Jepang.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Tulisan kedua, membahas bagaimana kualitas pendidikan berkaitan erat dengan motivasi orang yang bekerja di dunia pendidikan. Motivasi, dari kacamata ekonomi hanya akan muncul apabila ada persaingan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus merangsang munculnya kompetisi di dunia pendidikan. Langkah strategis dalam mewujudkan kompetisi adalah kebijakan desentralisasi pendidikan. Desentralisasi, diduga akan erat berkaitan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keberhasilan peningkatan mutu sekolah. Sebab, desentralisasi akan menimbulkan dorongan dari sekolah sendiri untuk maju sebagai dampak dari kepercayaan yang mereka peroleh.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sudah barang tentu, desentralisasi yang memberikan otonomi lebih luas bagi sekolah diharapkan akan merubah pula aktivitas pada level kelas. Artinya, proses belajar mengajar juga harus berubah; paradigma baru mengajar harus dilahirkan, sebagaimana di bahas pada sub bab 4. Perubahan pada level kelas bisa saja merupakan konsekuensi dari perubahan yang terjadi pada level sekolah. Sub bab 5, memmembahas bagaimana perubahan yang harus dikembangkan pada level sekolah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pada Bab 2 dibahas bagaimana pentingnya peran guru. Peran guru tidak bisa lepas dari karakteristik pekerja profesional. Artinya, pekerjaan guru akan dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila seseorang telah melewati suatu proses pendidikan yang dirancang untuk itu. Sebagai suatu pekerjaan profesional, sudah barang tentu kemampuan guru harus secara terus-menerus ditingkatkan. Meski andai kata tidakpun guru tetap akan dapat melaksanakan tugas memenuhi standar minimal. Pada bab ini antara lain dibahas upaya peningkatan mutu guru dengan mendasarkan pada kemauan dan usaha para guru sendiri. Artinya, guru tidak harus didikte dan diberi berbagai arahan dan instruksi. Yang penting adalah perlu disusun standar profesional guru 'yang akan dijadikan acuan pengembangan mutu guru dan pembinaan guru diarahkan pada sosok guru pada era globalisasi ini. Sosok guru ini penting karena guru merupakan salah satu bentuk &lt;i&gt;soft&lt;/i&gt; &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt; bukannya &lt;i&gt;hard&lt;/i&gt; &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt; seperti dokter atau insinyur. Sudah barang tentu pendidikan dan pembinaan guru akan berbeda dengan dokter atau insinyur. Karena hakekat kerja dua bentuk profesi tersebut berbeda. Bab 2 diakhiri dengan bahasan tentang tantangan guru pada era globalisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang kita jelang. Berbagai perubahan akan terjadi baik teknologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Guru tidak mungkin menisbikan adanya berbagai perubahan tersebut. Guru harus mengembangkan langkah-langkah proaktif untuk menghadapi berbagai perubahan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bab 3 menyajikan bahasan untuk mencari pendidikan yang berwajah Indonesia. Dimulai dari pembahasan tentang suatu pernyataan hipotetis bahwa berbagai persoalan di masyarakat seperti pengangguran, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan sistem pendidikan yang tidak "pas" dengan budaya Indonesia. Untuk menemukan pendidikan yang berakar budaya bangsa perlu dilaksanakan penajaman penelitian pendidikan. Namun dalam mencari pendidikan yang berakar pada budaya bangsa tidak berarti bahwa pendidikan harus bersifat ekslusif. Hal ini bertentangan dengan realitas globalisasi. Oleh karena itu, pencarian pendidikan yang berakar pada budaya bangsa harus pula memahami globalisasi yang dapat dikaji berdasarakan perspektif kurikuler dan perspektif reformasi. Bagaimana tantangan pendidikan yang harus dihadapi dimasa depan dibahas pula pada bab ini. Tantangan yang mendasar adalah bagaimana dapat melakukan reformasi pendidikan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi level kelas. Sejalan dengan upaya menemukan pendidikan yang berwajah Indonesia yang bermutu, kemampuan guru, kemauan guru dan kesejahteraan guru mutlak harus ditingkatkan. Upaya ini, jelas, bukan hal yang mudah tetapi sekaligus menantang. Sebab, guru di masa depan akan menghadapi persoalan-persoalan yang berbeda dengan di masa sekarang. Sosok guru di masa depan harus mulai dipikirkan. Pada prinsipnya tugas guru adalah mengimplementasikan kurikulum dalam level kelas. Kurikulum bagaikan paru-paru pendidikan, kalau baik paru-parunya baik pulalah tubuhnya. Dibahas pula tentang bagaimana seharusnya kurikulum dikembangkan. Dua landasan kurikulum adalah apa kata hasil-hasil penelitian tentang otak dan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selanjutnya, dibahas permasalahan ketimpangan dalam ruang-ruang kelas yang berujud prestasi siswa. Memang, ketimpangan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ketimpangan sosial ekonomi keluarga. Secara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;konkret pada level kelas harus dikembangkan kebijakan untuk mengurangi ketimpangan tersebut. &lt;i&gt;Cooperative&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Learning&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Model&lt;/i&gt; diharapkan akan dapat mempersempit ketimpangan prestasi siswa. Prestasi siswa memang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar guru semata. Kultur sekolah oleh berbagai penelitian dipastikan ikut memegang peran penting. Oleh karena itu, dalam bab ini secara khusus dibahas masalah kultur sekolah dan bagaimana pembentukan serta peran kepala sekolah. Dan sudah barang tentu, kualitas pendidikan tidak hanya dapat diartikan pencapaian prestasi akademik semata, untuk itu perlu dibahas tentang prestasi atau hasil pendidikan yang utuh. Buku ini diakhiri dengan bahasan tentang bagaimana reformasi pendidikan harus dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4068653020133849719?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4068653020133849719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4068653020133849719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4068653020133849719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4068653020133849719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/paradigma-pendidikan-masa-depan.html' title='Paradigma Pendidikan Masa Depan'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4385281091617377949</id><published>2009-03-20T03:15:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T03:18:25.455-07:00</updated><title type='text'>Pencemaran Lingkungan (2)</title><content type='html'>Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Sumber Pencemar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Pencemaran&lt;br /&gt;Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah Penyelesaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.      &lt;!-- / message --&gt;                  &lt;!-- sig --&gt;    &lt;div&gt;     __________________&lt;br /&gt;    &lt;span style="font-family:Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="color:Red;"&gt;&lt;i&gt;"Banyak orang mendorongku agar berada di'tengah' perhatian, namun aku lebih suka berada di'tepi' perhatian, karena disitulah kita merasa lebih baik...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dikutip dari: http://www.acehforum.or.id/pencemaran-lingkungan-t6989.html?s=85a1d81c5dfb384337fe5dee8dc59a96&amp;amp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4385281091617377949?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4385281091617377949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4385281091617377949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4385281091617377949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4385281091617377949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/pencemaran-lingkungan-2.html' title='Pencemaran Lingkungan (2)'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-3450307623736224535</id><published>2009-03-20T03:12:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T03:14:08.158-07:00</updated><title type='text'>Pencemaran lingkungan picu penyakit degeneratif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana,arial,helvetica;font-size:85%;"&gt;Pencemaran lingkungan menjadi salah satu pemicu munculnya penyakit degeneratif yang belakangan makin meningkat prevalensinya. Oleh sebab itu, pengendalian lingkungan harus dilakukan secara terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Deputi Pengendalian Dampak Lingkungan dan Sumber Institusi Kementerian Lingkungan Hidup Isa Karmisa, dari hasil penelitian JICA, badan peneliti dari Jepang yang bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup 1991-1998, menunjukkan adanya peningkatan jumlah penderita hipertensi akibat pencemaran timbal (Pb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Meningkatnya penderita hipertensi ini disebabkan keracunan Pb yang ditemukan di dalam darah si penderita. Penyakit hipertensi ini bisa berkomplikasi dengan jantung, ginjal maupun gula darah sehingga menyebabkan penderita mengalami diabetes hipertensi,'' kata Isa di sela-sela seminar ilmiah penelitian dan pengembangan isotop dan radiasi, di Jakarta, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, polisi, penjaga pintu tol, penjaja asongan maupun sopir merupakan orang yang berpotensi terkena hipertensi karena timbal ini, sebab mereka sering berada di jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, angka harapan hidup pun rata-rata mencapai 50 tahun dari usia harapan hidup untuk orang sehat selama ini, yakni 70 tahun. ''Selain hipertensi, impotensi juga meningkat akibat pencemaran lingkungan. Sebetulnya tidak hanya timbal saja. Pencemaran lingkungan di sekitar lokasi pabrik ataupun tambang emas telah terbukti menyebabkan penyakit kanker dalam jangka waktu tertentu,'' kata Isa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Endang Sri Heruwato dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, pesisir merupakan pertemuan daratan dan laut yang rentan pencemaran. ''Karena banyak industri yang membuang limbah di pesisir baik limbah kimia, fisika atau biologi. Dampaknya sudah pasti selain gangguan terhadap kelestarian lingkungan, juga keselamatan dan jaminan kesehatan konsumen tidak ada.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan), kata Endang, pencemaran merkuri dan arsen di Teluk Buyat menyebabkan ikan tercemar merkuri. ''Dari hasil penelitian kadar merkuri di hati ikan 9,1 mg/g. Merkuri dari tambang terbuang setiap kali proses 14,5%, sedangkan gas sebesar 2,5%. Kadar pada sedimen dan ikan mencapai 0,116-13,87 ppm.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, yang paling lebih berbahaya lagi jika limbah dalam bentuk senyawa organik (metal merkuri) larut dalam air, lemak dan dapat terakumulasi pada biota air termasuk ikan. ''Metil merkuri sangat berbahaya karena mampu diserap tubuh hingga 95%. Metil merkuri ini bisa tertimbun dalam ginjal, otak, janin, otot, dan hati manusia,'' jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pencemaran sungai&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh ia mengungkapkan, berdasarkan penelitian di Sungai Kapuas Kalimantan Barat ditemukan 3.000 mesin pencuci emas dengan kadar merkuri 200 kali ambang batas. Sedangkan di Kalimantan Tengah, terdapat 2.300 tromol emas membuang 10 ton merkuri per tahun dan mencemari 11 sungai di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Endang, dari jumlah tersebut, 1.500 tromol membuang 1,5 ton merkuri dalam tiga bulan terakhir ini ke Sungai Kahayan. ''Akibatnya kadar merkuri pada air dan ikan melebihi ambang batas,'' ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadar merkuri di Sungai Barito mencapai 0,79-9,79 ppb di air dan 1,76-24-67 ppb di sedimen. ''Sedangkan penelitian kami lainnya di Pasuruan dan Pantai Utara Bali ditemukan adanya pencemaran logam berat dan E.coli. Selain itu, sungai-sungai di dekat industri seperti Bekasi dan Cisadane Banten juga ditemukan pencemaran. Di Cisadane misalnya, ditemukan senyawa kimia krum, seng, besi, nikel dan sebagainya,'' kata Endang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isa menambahkan, untuk menangkap pelaku pencemaran lingkungan memang perlu bukti akurat. ''Makanya pemberian izin industri saat ini sangat ketat. Banyak masukan tidak hanya dari Pemda setempat melainkan juga dari LSM, masyarakat, dan para pakar. Kita tampung pro dan kontra itu untuk menjadi bahan masukan perizinan,'' tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai kasus-kasus pencemaran saat ini telah ditempuh dengan upaya tindakan hukum namun hasilnya belum memuaskan banyak pihak termasuk korban pencemaran. ''Sebab lingkungan yang tercemar sulit dikembalikan seperti semula. Demikian juga dengan korban yang memerlukan biaya tidak sedikit dalam pengobatan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: http://www.gizi.net/cgi-bin/berita/fullnews.cgi?newsid1113461370,97901,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-3450307623736224535?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/3450307623736224535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=3450307623736224535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3450307623736224535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3450307623736224535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/pencemaran-lingkungan-picu-penyakit.html' title='Pencemaran lingkungan picu penyakit degeneratif'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-5703999756490607747</id><published>2009-03-20T02:58:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T03:11:40.959-07:00</updated><title type='text'>Pencemaran Lingkungan</title><content type='html'>&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="814" width="802"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan="5" class="asep" height="174" valign="top" width="647"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;Motivasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting            untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan            kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah            pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang            terkecil, diri kita sendiri, sampai ke lingkungan yang lebih luas.           &lt;p&gt;Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama            diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan,            kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global,            penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan sebagainya. &lt;/p&gt;           &lt;p&gt;Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita            harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi,            dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;Sumber            Pencemar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah            dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan            bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula            berasal dari aktivitas gunung berapi.           &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pencemaran sungai dan air tanah terutama dari kegiatan domestik,        industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD,        dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik,        dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian        terutama berupa nitrat dan fosfat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;Proses Pencemaran&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung.          Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni          sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu          keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung,          yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga          menyebabkan pencemaran. &lt;/p&gt;          &lt;p&gt;Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan          kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka          waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan          sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki          keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di          alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia,          material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.&lt;/p&gt;          &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;Langkah Penyelesaian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan         pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari         sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan         yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan,         menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle). &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai,         mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT         (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur         menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala         produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya. &lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat         rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih         ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan         konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi         alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).&lt;/p&gt;         &lt;p&gt;Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap        bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu        lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi        masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim,        penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua        pihak antara satu negara dengan negara lain.&lt;/p&gt;           &lt;/td&gt;     &lt;td height="174" width="14"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-5703999756490607747?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/5703999756490607747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=5703999756490607747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/5703999756490607747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/5703999756490607747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/pencemaran-lingkungan.html' title='Pencemaran Lingkungan'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-2624835328110183313</id><published>2009-03-20T02:57:00.001-07:00</published><updated>2009-03-20T02:58:02.731-07:00</updated><title type='text'>Kontrak Karya Pertambangan</title><content type='html'>Kontrak karya adalah suatu perjanjian pengusahaan pertambangan antara pemerintah republik Indonesia dengan perusahaan swasta asing, patungan perusahaan asing dengan indonesia dan perusahaan swasta nasional untuk melaksanakan usaha pertambangan di luar minyak gas dan bumi. Istilah kontrak karya merupakan terjemahan dari kata work of contract. Ismail Sunny mengartikan kontrak karya adalah&lt;br /&gt;¨ kerja sama modal asing dalam bentuk kontrak karya terjadi apabila penanaman modal asing membentuk satu badan hukum Indonesia dan badan hukum ini mengadakan kerjasama dengan satu badan hukum yang menggunakan modal nasional,¨&lt;br /&gt;kontrak karya diatur dalam UU No 11 Tahun 1967 tentang pertambangan dimana sebelumnya dimulai oleh UU No1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing yang menjadi pintu masuk inverstor asing untuk menanamkan modalnya dalam bisnis pertambangan.Dalam pasal 8 uu no1 tahun 1967 disebutkan bahwa penanaman modal asing di bidang pertambangan didasarkan pada suatu kerjasama dengan pemerintah atas dasar kontrak karya atau bentuk lain sesuai ketentuan perundangan yang berlaku &lt;p&gt;&lt;b&gt;Kontrak Karya Sebagai Bagian Kerjasama Pertambangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kontrak karya adalah salah satu dari jenis-jenis kerjasama dalam usaha pertambangan selain kontrak karya ada juga Kuasa Pertambangan (KP) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B). Objek dari kontrak karya adalah perjanjian-perjanjian pertambangan di luar minyak bumi dan gas bumi seperti emas, tembaga, batu bara &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengusahaan pertambangan umum mencakup kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan serta penjualan bahan galian. Khusus untuk Kontrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) mencakup pula kegiatan studi kelayakan dan konstruksi. Bahan-bahan galian dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan: (i) bahan galian strategis disebut golongan A; (ii) bahan galian vital disebut golongan B; dan (iii) bahan galian bukan strategis dan bukan vital disebut golongan C. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Sifat Perjanjian Kontrak Karya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kontrak karya merupakan perjanjian innomirat yaitu perjanjian yang pengaturannya tidak diatur dalam KUHPeR. Karena kontrak karya adalah perjanjian khusus yang ketentuaanya merujuk pada pasal 1338 KUHPeR, yang terkenal dengan asas kebebasan berkontrak. Dimana dalam pasal 1338 para pihak yang sepakat untuk mengikatkan dirinya dalam perjanjian, maka perjanjian tersebut menjadi hukum dan mengikat bagi para pihak yang menandatanganiny, Tetapi dibatasi oleh pasal 1320 KUHPeR. Kontrak karya adalah perjanjian yang bersifat dinamis dimana terdapat butir-butir yang dapat direnegosiasi antara lain: luas wilayah, tenaga kerja, royalti, masa kontrak, pajak, pengembangan wilayah usaha setempat, domestic market obligation, dan kepemilikan saham &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Bentuk dan Substansi Kontrak Karya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kontrak karya yang dibuat antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan penanaman modal asing atau patungan antara perusahaan asing dengan perusahaan domestik adalah bersifat tertulis. Substansi kontrak disiapakan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen ESDM ( Energi dan sumber Daya Mineral ) dengan calon penanam modal.Substansi dari kontrak karya tersebut meliputi :&lt;br /&gt;1.tanggal persetujuan dan tempat dibuatnya kontrak karya&lt;br /&gt;2.Subjek hukum yaitu : Pemerintah dan penanam modal&lt;br /&gt;3.Definisi, yaitu : Pengertian perusahaan affiliasi, perusahaan subsidair, pengusahaan, , individu asing, mata uang asing, mineral-mineral, penyelidikan umum , eksplorasi, wilayah pertambangan, pemerintah, menteri, rupiah, mineral ikutan, penambangan, pemanfaatan lingkungan hidup, pencemaran, kotoran, dan wilayah proyek.&lt;br /&gt;4.Penunjukan dan tanggung jawab perusahaan&lt;br /&gt;5.modus operandi, yaitu : memuat tentang kedudukan perusahaan, yurisdiksi pengadilan, kewajiban perusahaan untuk menyusun program,mengkontrakkan pekerjaan jasa-jasa teknis, manejemen dan administrasi yang dinggap perlu.&lt;br /&gt;6.Wilayah kontrak&lt;br /&gt;7.periode penyelidikan umum&lt;br /&gt;8.periode eksplorasi&lt;br /&gt;9.laporan dan deposito jaminan&lt;br /&gt;10.periode studi kelayakan&lt;br /&gt;11.periode konstruksi&lt;br /&gt;12.periode operasi&lt;br /&gt;13.pemasaran&lt;br /&gt;14.fasilitas umum dan re-ekspor&lt;br /&gt;15.pajak-pajak dan lain-lainkewajiban keuangan perusahaan&lt;br /&gt;16.pelaporan,inspeksi dan rencana kerja&lt;br /&gt;17.hak-hak khusus pemerintah&lt;br /&gt;18.ketentuan-ketentuan kemudahan&lt;br /&gt;19.keadaan memaksa (force majure)&lt;br /&gt;20.kelalaian&lt;br /&gt;21.penyelesaian sengketa&lt;br /&gt;22.pengakhiran kontrak&lt;br /&gt;23.kerja sama para pihak&lt;br /&gt;24.promosi kepentingan nasional&lt;br /&gt;25.kerja sama daerah dalam pengadan prasarana tambahan&lt;br /&gt;26.pengelolaan dan perlindungan lingkungan&lt;br /&gt;27.pengembangan kegiatan usaha setempat&lt;br /&gt;28.ketentuan lain-lain&lt;br /&gt;29.pengalihan hak&lt;br /&gt;30.pembiayaan&lt;br /&gt;31.jangka waktu&lt;br /&gt;32.pilihan hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persyaratan wilayah kontrak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan Pasal 21 ayat (1) Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 2001 dan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 134.K/201/M.PE/1996.Persyaratan wilayah yang diperbolehkan bagi pengusahaan pertambangan :&lt;br /&gt;1.Kontrak Karya(KK), luas wilayah tidak boleh melebihi 250.000 Ha.&lt;br /&gt;2.Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), luas wilayah tidak boleh melebihi 100.000 Ha.&lt;br /&gt;3.Kuasa Pertambangan (KP) Penyelidikan Umum, luas wilayah tidak boleh melebihi 25.000 Ha.&lt;br /&gt;4.Kuasa Pertambangan (KP) Eksplorasi, luas wilayah tidak boleh melebihi 10.000 Ha.&lt;br /&gt;5.Kuasa Pertambangan (KP) Eksploitasi, luas wilayah tidak boleh melebihi 5.000 Ha.&lt;br /&gt;Intisari Kontrak Karya dan Perjanjian Karya adalah Pengusahaan Pertambangan Batubara merupakan suatu ketentuan khusus yang berlaku. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kritik terhadap Kontrak Karya di Indonesia&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam definisi yang disebutkan Ismail sunny antara lain disebutkan badan hukum asing yang melaukan penambangan harus bekerjasama dengan badan hukum indonesia. Tetapi dalam kontrak antara pemerintah Indonesia dengan PT Freeport diketahui bahwa 100% modalnya dimiliki oleh pihak asing. Maka menurut Salim HS defenisinya disempurnakan menjadi :&lt;br /&gt;¨suatu kontrak yang dibuat antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan asing semata-mata atau merupakan patungan badan hukum asing dan badan hukum domestik dalam bidang pertambangan di luar minyak dan gas bumi sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan oleh kedua belah pihak¨. Dalam peraturan yang menjadi dasar hukum kontrak karya tidak disebutkan adanya keharusan modal patungan antara badan hukum asing dengan badan hukum domestik &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjanjian kontrak karya di Indonesia dimulai setelah pemerintahan Orde Baru berkuasa di bawah Presiden Soeharto, dengan mengesahkan UU No 1 Tahun 1967 tentang penanaman modal asing dan UU no 11 Tahun 1967 tentang pertambangan. Kontrak karya pertama diadakan pemerintah Indonesia dengan PT Freeport untuk melakukan penambangan di Papua. Hal tersebut sempat menjadi konflik di papua karena lokasi penambangan tersebut berada di atas tanah ulayat dan perjanjian tersebut tidak melibatkan unsur-unsur masyarakat adat di Papua. Hal ini jelas bertentangan UU no. 5 Tahun 1960 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Agraria (UUPA), dimana negara mengakui dan menjamin hak-hak ulayat. Bahkan dalam salah satu klausul kontraknya Disebutkan bahwa PT Freepot berhak untuk memindahkan penduduk yang berada dalam area kontrak karya mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perkembangan ekonomi Indonesia bergerak menuju ekonomi liberal hal itu tercermin dari diundangkannya UU no 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal yang baru. Dimana UU ini lebih buruk dari UU sebelumnya dalam hal melindungi masyarakat lokal/ komunitas. Dalam UU penanaman modal yang baru pemerintah dinilai memberi privelege kepada investor asing hal ini bisa dilihat dari ketentuan pasal Pasal 22 yang memberikan kemudahan bagi investor asing dengan menabrak UU No 5 tahun 1960 seperti Kemudahan pelayanan dan/atau perizinan hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf a dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus dan dapat diperbarui kembali atas permohonan penanam modal, berupa:&lt;br /&gt;a. Hak Guna Usaha dapat diberikan dengan jumlah 95 (sembilan puluh lima) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 60 (enam puluh) tahun dan dapat diperbarui selama 35 (tiga puluh lima) tahun;&lt;br /&gt;b. Hak Guna Bangunan dapat diberikan dengan jumlah 80 (delapan puluh) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 50 (lima puluh) tahun dan dapat diperbarui selama 30 (tiga puluh) tahun; dan&lt;br /&gt;c. Hak Pakai dapat diberikan dengan jumlah 70 (tujuh puluh) tahun dengan cara dapat diberikan dan diperpanjang di muka sekaligus selama 45 (empat puluh lima) tahun dan dapat diperbarui selama 25 (dua puluh lima) tahun. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut ahli dari Universitas Gadjah Mada, Revrisond Baswir dalam sidang judicial review UU No 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal terhadap Pasal 27 dan 33 UUD 1945 di Mahkamah Konstitusi menarik kesimpulan paradigma warisan kolonial masih membayang-bayangi para pengambil kebijakan hingga kini. Menurutnya, kebijakan ekonomi dalam UUPM tidak sejalan dengan landasan ideologis dan latar belakang historis pembentukan Pasal 33 UUD 1945. Pasal 33 UUD 1945 yang menjadi bagian dari konsiderans UUPM justru bersemangat anti kolonialisme, untuk bangkit sendiri secara ekonomi. Menurutnya, ketentuan mengenai “dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat” dalam ketentuan itu berarti negara wajib membuat regulasi yang memihak kepada kemakmuran rakyat dan melindungi kepentingan pemodal dalam negeri&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikutip dari: http://hukumpedia.com/index.php?title=Pembicaraan:Halaman_Utama&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-2624835328110183313?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/2624835328110183313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=2624835328110183313' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2624835328110183313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2624835328110183313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/kontrak-karya-pertambangan.html' title='Kontrak Karya Pertambangan'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4912092537864390567</id><published>2009-03-19T00:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T00:23:38.659-07:00</updated><title type='text'>Menyusur Jejak Budaya Geografi Kelautan Nusantara</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Buana Katulistiwa&lt;/strong&gt;- Budaya kelautan Nusantara mengalami era gelombang revolusi pelayaran dunia. Nusantara sebagai archipelagic state secara geografis sangat terbuka dari segala penjuru arah untuk menerima atau mengirimkan kebudayaan melalui laut, inilah yang merupakan latar budaya keterbukaan bangsa-bangsa di Nusantara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;     Melalui budaya pelayaran terjalinlah awal komunikasi dan informasi antar dan interwilayah geografis Nusantara atau tumbuhnya benih integrasi bangsa Indonesia. Pelayaran juga sebagai dinamisator budaya pembangunan kota-kota pesisir. Revolusi pelayaran dunia lima abad yang lalu tetapi di Indonesia masih dapat ditemukan komunitas adat terpencil yang bertahan di laut Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jatuhnya Konstantinopel&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Era baru hubungan Barat-Timur melalui Laut semakin semarak semenjak berhasilnya bangsa Turki Usmani di bawah pemerintahan Sultan Muhammad II merebut Konstantinopel 1453. Nusantara menjadi pilihan pelayaran bangsa Barat untuk mencari the new land. Misi yang mendorong hingga sampai di lautan Nusantara selain dorongan pemenuhan kebutuhan akan rempah-rempah yang sebelumnya lebih banyak melalui jalur yang saat itu sudah dikuasai Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pelayaran bangsa Barat melalui jalur pelayaran lain hingga sampai Nusantara pada abad 16 disertai misi mencari langsung asal komoditas rempah-rempah, menggerakkan kembali roda perekonomian negara masing-masing dan juga mengemban misi penyebaran Agama. Meskipun pada akhirnya yang terjadi adalah praktek-praktek monopoli perdagangan, penguasaan atau pendudukan dalam bentuk penjajahan. Bahkan pada akhirnya menimbulkan perlawanan di setiap wilayah yang disinggahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bangsa-bangsa di Nusantara waktu itu sudah memiliki tatanan kehidupannya sendiri-sendiri. Dan pada prinsipnya sangat terbuka dan kooperatif kepada pendatang baru. Hal ini banyak dibuktikan dengan keberadaan fakta bahwa terjadinya akulturasi dan asimilasi antara budaya lokal dengan budaya pendatang. Mulai dari pesisir terbarat - pesisir di Malaka - pesisir Banten - pesisir Jawa - pesisir Kalimantan - pesisir Sulawesi - pesisir Maluku, Nusa Tenggara hingga pesisir Papua (Irian Jaya) dan berbagai pesisir di ribuan pulau-pulau yang tersebar di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bentuk-bentuk bukti tersebut dapat dikenali dalam berbagai ciri. Ada yang bercirikan sebagai bangunan pendukung pelayaran (menara-menara suar, triangulasi-triangulasi, pelabuhan-pelabuhan pendaratan, perbengkelan perahu dan kapal dll). Ada yang mencirikan bangunan peribadatan ; Candi (Hindu Budha, India), Masjid (Islam, Timur Tengah), Klenteng (Khonghucu, China), Gereja (Nasrani, Eropa). Ada yang mencirikan bangunan sarana perdagangan rempahrempah (pergudangan, pertokoan, kongsikongsi, penginapan dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Budaya komunikasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sepanjang perjalanan pertautan sejarah budaya bangsabangsa melalui budaya pelayaran kelautan Nusantara sudah banyak mempengaruhi budaya Nusantara sendiri. Budaya bangsa luar memasuki gerbanggerbang pelayaran nusantara baik secara sengaja maupun tidak sengaja merubah prilaku pelayar-pelayar lokal dalam bentuk tukar menukar keahlian pelayaran, teknologi pelayaran, pertukaran informasi geografis yang lebih luas (mendunia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemampuan perkembangan teknologi pelayaran yang berkembang pada awalnya sangat mengandalkan kondisi penguasaan astronomis sederhana, kondisi geografis perairan dan kondisi angin/iklim serta karena negeri asalnya berjarak ribuan kilometer berkonsekuensi dengan kapasitas penyediaan bahan makanan perjalanan serta komoditas perdagangan yang dibawa sangat terbatas selain daya tahan pelayarpelayarnya dan bahan bangunan kapalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hal ini mengakibatkan perubahanperubahan baru di lokasilokasi yang mengharuskan pelayaran melakukan persinggahanpersinggahan untuk kepentingan keselamatan, pengisian bekal makanan maupun obatobatan, perbaikan kapal dll. Sekalian dengan proses persinggahan tersebut mereka memperdagangkan komoditas yang terbawa dari persinggahan sebelumnya dan membawa komoditas yang dapat dibawa dari persinggahan terakhir untuk diperdagangkan ke persinggahan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Oleh karena itu pada saat-saat persinggahan cukup memakan waktu yang lama, disinilah terjadi akulturasi budaya yang lebih dalam. Baik antar pelaut nusantara maupun pelaut nusantara dengan pelaut asing. Dapat dikatakan juga proses terjalinnya komunikasi informasi melalui media pelayaran tersebut. Dimana saat ini komunikasi informasi sudah melalui media teknologi satelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan kota pesisir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bukti-bukti yang tidak dapat dielakkan adalah pertumbuhan lokasi-lokasi persinggahan secara geografis tumbuh menjadi perkotaan lebih cepat dibandingkan dengan lokasi-lokasi yang jarang disinggahi atau hanya sebagai lokasi lintasan pelayaran saja. Inilah proses pertumbuhan baik kota-kota di pantai Selat Malaka, pantai utara Jawa dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selain itu dari struktur kotanyapun menunjukkan ciri dari tingkat fluktuasi pelayaran dari bangsabangsa tertentu, bagi persinggahan yang sering oleh budaya pelayar dari India bisa tumbuh ditandai dengan struktur yang mencirikan Hindu Budha, bagi persinggahan yang sering dikunjungi oleh pelayarpelayar muslim pada akhirnya elemen struktur kotanyapun mencirikan keberadaan ciri dunia Muslim dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Secara hipotetis jika kita mengambil analogi perkembangan perkotaan di pesisir Jawa pada masa klasik dimana yang lebih berkembang adalah lokasi-lokasi persinggahan para penunggang kuda saat itu atau menunjukkan kapasitas kekuatan kuda menempuh jarak optimal untuk istirahat kembali, maka dapat juga disimpulkan bahwa kapasitas atau kemampuan pelayaran pada saat setelah tumbangnya Konstantinopel dapat disimpulkan secara geografis jarak masingmasing kotakota besar yang tumbuh sekarang berawal dari peradaban budaya pelayaran kelautan saat itu. Meskipun hal ini perlu penelitian lebih lanjut sebagai studi kawasan global pelayaran Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan pada saat ini beberapa komunitas sosial tersebut masih masuk dalam kategori komunitas adat terpencil, yang menurut departemen sosial merupakan target komunitas yang akan mendapatkan pemberdayaan melalui pola operasional pembangunan pembukaan akses ke masyarakat pada umumnya di wilayah Indonesia ini. Sebagai alasan, departemen sosial RI menjalankan deklarasi PBB tahun 2000 yang salah satu pointnya yaitu penyetaraan keadilan untuk mendapatkan akses pembangunan bagi umat manusia di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dari sisi geografis lain bahwa luasnya wilayah lautan Nusantara, banyaknya pulau-pulau kecil yang dihuni saat itu, beragamnya komunitas sosial pesisir di sepanjang pulaupulau besar menunjukkan sebagian hanya tersentuh sedikit budaya pelayaran perdagangan dunia atau tidak sedikit yang masih menunjukkan budaya pelayaran lokal yang memiliki ciri spesifik sebagai budaya pelayaran bangsabangsa laut asli Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Budaya pelayar lokal tersebut eksis dengan budayanya hingga saat ini, komunitas tersebut memiliki budaya perilaku ketergantungan terhadap sumber daya laut di sekitar pesisir dengan teknologi perahu yang spesifik yang kemampuan jarak tempuhnya dekat dalam waktu tempuh harian untuk menangkap ikan-ikan palagis kecil. Dengan alat penangkapan yang memiliki kekhususan dari alat penagkapan wilayah pesisir lain. Dan tidak jarang mereka beradaptasi melalui alat tangkapnya (pancing, jaring dan lainnya) untuk mendapatkan jenis fauna pesisir yang secara geografis juga berbeda dengan wilayah laut lain. (&lt;strong&gt;tq&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: http://www.geografiana.com/nasional/budaya/budaya-geografi-kelautan-nusantara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4912092537864390567?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4912092537864390567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4912092537864390567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4912092537864390567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4912092537864390567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/menyusur-jejak-budaya-geografi-kelautan.html' title='Menyusur Jejak Budaya Geografi Kelautan Nusantara'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-426311432446485171</id><published>2009-03-18T00:10:00.000-07:00</published><updated>2009-03-18T00:38:01.776-07:00</updated><title type='text'>10 ways to help your child deal with adversity</title><content type='html'>Parents want to protect their children from experiencing  painful times, but also know that periods of adversity are bound to occur in life. Although you can’t prevent them, there are ways you can equip your child to cope with life’s inevitable difficulties.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;1. Let him exercise his problem-solving muscles&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;As your child grows, it’s important to give him space to solve everyday problems on his own, rather than stepping in too quickly. Encourage him to practice his problem-solving skills when difficulties are small in order to prepare him to handle life’s bigger problems. &lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;2. Be aware of what you model&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;The life you live is the most important tool you have for teaching your child. During difficult times or crises, it is especially helpful to model appropriate expression of emotions and flexible problem-solving. &lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;3. Share your story&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;When appropriate, it can be very helpful to share your personal story, including the difficult times, with your child. Talk about what you experienced, what you did to cope, and even some of the mistakes you made along the way. Your child will benefit from your life experience.&lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;4. Encourage and model self-forgiveness&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;Sometimes the adversities we face are ones we’ve created as a result of poor choices or even sinful behavior. When your child experiences this type of adversity it is especially important for her to know how to forgive herself and then focus her energy on fixing her mistakes so she can move forward to a new beginning.&lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;5. Help her to find her voice&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;Talking about problems helps us to understand the complexity of a situation, find solutions, and ask for the help we need. Practice being a patient and non-judgmental listener for your child. You will build her confidence to talk about her experiences, and she will learn that you are a supportive listener when life is difficult. &lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;6. Express your confidence in his strength and resourcefulness&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;During times of adversity, your child may feel fragile and doubt his ability to navigate the road ahead. When you let your child know you have confidence in him, it reminds him that he is a capable and competent person, and helps restore his confidence in himself.&lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;7. Affirm that it’s normal to experience spiritual doubts when life is difficult&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;Tough times can shake even the strongest faith, and it’s important to let your child know she can be honest with you about the spiritual uncertainty and confusion she may experience. Adversity makes us face life’s most important and complex issues, and can deepen our belief in God’s mercy and faithfulness.&lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;8. Encourage patience and self-care&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;Some problems are brief and intense but others can stretch out over weeks and months, testing our endurance and exhausting our resources. Runners learn to pace themselves for the length of the race before them.  When your child faces trials of long duration, encourage him to pace himself accordingly so he doesn’t burn out.  &lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;9. Encourage her to connect to other sources of support&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;Let your child know it’s normal to seek the support of others and that doing so is a sign of wisdom, not weakness.  Tell her about times in your own life when you needed others to help you through a difficult time.  &lt;/p&gt; &lt;p class="SecondaryHeader" style="margin-bottom: 0pt; font-weight: bold;"&gt;10. Get help for yourself if needed&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0pt;"&gt;A child needs parents to be calm and reassuring during times of adversity. If he sees you falling apart, he may feel guilty about the distress his problem is causing and may feel the need to take care of you, rather than focusing on his own needs. Getting help to manage your own anxiety will enable you to be the calm parent your child very much needs you to be.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-426311432446485171?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/426311432446485171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=426311432446485171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/426311432446485171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/426311432446485171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/10-ways-to-help-your-child-deal-with.html' title='10 ways to help your child deal with adversity'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7543582795786619547</id><published>2009-03-17T23:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T23:38:31.271-07:00</updated><title type='text'>Peranan Manajemen Konstruksi</title><content type='html'>Peranan MK pada tahapn proyek konstruksi dapat dibagi menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Agency Construction Management (ACM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada sistim ini konsultan manajemen konstruksi mendapat tugas dari pihak pemilik dan berfungsi sebagai koordinator "penghubung" (interface) antara perancangan dan pelaksanaan serta antar para kontraktor. Konsultan MK dapat mulai dilibatkan mulai dari fase perencanaan tetapi tidak menjamin waktu penyelesaian proyek, biaya total serta mutu bangunan. Pihak pemilik mengadakan ikatan kontrak langsung dengan beberapa kontraktor sesuai dengan paket-paket pekerjaan yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Extended Service Construction Management&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jasa konsultan MK dapat diberikan oleh pihak perencana atau pihak kontraktor. Apabila perencana melakukan jasa Manajemen Konstruksi, akan terjadi "konflik-kepentingan" karena peninjauan terhadap proses perancangan tersebut dilakukan oleh konsultan perencana itu sendiri, sehingga hal ini akan menjadi suatu kelemahan pada sistim ini Pada type yang lain kemungkinan melakukan jasa Manajemen Konstruksi berdasarkan permintaan Pemilik ESCM/ KONTRAKTOR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Owner Construction Management&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pemilik mengembangkan bagian manajemen konstruksi profesional yang bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsultan ini bertindak lebih kearah kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Jadi dalam Surat Perjanjian Kerja/ Kontrak konsultan GMPCM tipe ini bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor (sub kontraktor).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari: http://azwaruddin.blogspot.com/2008/06/peranan-manajemen-konstruksi.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7543582795786619547?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7543582795786619547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7543582795786619547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7543582795786619547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7543582795786619547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/peranan-manajemen-konstruksi.html' title='Peranan Manajemen Konstruksi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6399703430837559964</id><published>2009-03-17T07:04:00.001-07:00</published><updated>2009-03-17T07:21:04.484-07:00</updated><title type='text'>Jenis Utama Konstruksi</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt;Dalam perencanaan untuk berbagai jenis konstruksi, maka metode mengadakan layanan profesional, pemberian kontrak konstruksi, pembiayaan dan fasilitas yang dibangun dapat sedikit berbeda.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:times new roman;font-size:100%;"  &gt; Untuk tujuan diskusi, dengan berbagai fasilitas yang dibangun dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori utama, masing-masing memiliki karakteristik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Konstruksi Perumahan Hunian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Perumahan konstruksi perumahan termasuk satu rumah keluarga, multi-rumah keluarga, dan apartemen bertingkat tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Selama pengembangan dan pembangunan proyek-proyek seperti itu, para pengembang atau sponsor yang akrab dengan konstruksi industri biasanya digunakan sebagai pengganti pemilik dan menguasai, sehingga perlu kontrak perjanjian untuk desain dan konstruksi, dan mengatur pembiayaan dan penjualan yang lengkap struktur. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Hunian perumahan desain biasanya dilakukan oleh arsitek dan insinyur, dan dijalankan oleh konstruksi bangunan yang upah sub-kontraktor untuk struktural, mekanik, listrik dan lainnya khusus bekerja.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sebuah pengecualian untuk pola ini adalah satu-rumah keluarga yang dapat dirancang oleh pembangun juga.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Perumahan perumahan di pasar sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi umum, undang-undang pajak, dan kebijakan fiskal dan moneter pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Seringkali, sedikit meningkat dari total permintaan akan menyebabkan investasi besar dalam konstruksi, karena banyak proyek-proyek perumahan bisa dimulai di lokasi yang berbeda oleh berbagai individu dan pengembang pada saat yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Karena yang relatif mudah masuk, setidaknya di bagian bawah akhir pasar, banyak bangunan baru yang tertarik ke perumahan konstruksi perumahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Oleh karena itu, pasar ini sangat kompetitif, dengan potensi resiko yang tinggi serta tinggi imbalan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelembagaan dan Konstruksi Bangunan Komersial&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Lembaga komersial dan konstruksi bangunan yang besar meliputi berbagai jenis dan ukuran proyek, seperti sekolah dan universitas, klinik medis dan rumah sakit, rekreasi dan fasilitas olahraga Stadion, toko ritel besar dan pusat perbelanjaan, gudang dan tanaman cahaya manufaktur, dan skyscrapers untuk kantor dan hotel. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pemilik bangunan seperti itu mungkin atau mungkin tidak terbiasa dengan praktek-praktek industri konstruksi, namun biasanya mereka mampu untuk memilih profesi konsultan kompeten dan mengatur pembiayaan fasilitas yang dibangun sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Khusus arsitek dan insinyur sering terlibat untuk merancang suatu jenis bangunan, sementara bangunan atau kontraktor umum melakukan proyek-proyek seperti itu juga mungkin khusus yang hanya jenis bangunan.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Karena biaya yang lebih tinggi dan lebih besar dari kecanggihan institusional dan bangunan komersial dibandingkan dengan perumahan perumahan, segmen pasar ini digunakan bersama-sama oleh kompetitor yang lebih sedikit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sejak pembangunan beberapa bangunan ini adalah sebuah proses yang panjang sekali dimulai akan memakan waktu lama untuk melanjutkan sampai selesai, permintaan kurang peka terhadap kondisi ekonomi umum yang lebih spekulatif untuk perumahan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Akibatnya, para pemilik Mei menghadapi sebuah &lt;em&gt;oligopoly&lt;/em&gt; dari kontraktor umum yang bersaing dalam pasar yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dalam sebuah situasi oligopoly, hanya beberapa kompetitor ada, dan sebuah perusahaan dari harga untuk layanan mungkin berdasarkan strategi yang kompetitif di pasar lokal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Khusus Industri Konstruksi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-weight: normal;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Khusus industri konstruksi biasanya melibatkan proyek-proyek berskala besar dengan teknologi tinggi tingkat kompleksitas, seperti minyak refineries, pabrik baja, kimia tanaman dan pengolahan batu bara atau nuklir-fired power plants.  Pemilik biasanya sangat terlibat dalam pengembangan proyek, dan lebih memilih untuk bekerja dengan desainer-bangunan seperti itu total waktu untuk menyelesaikan proyek dapat singkat.  Mereka juga ingin memilih tim yang terdiri dari perancang dan pembangun dengan pemilik yang telah mengembangkan hubungan kerja yang baik selama bertahun-tahun.&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Meskipun inisiasi dari proyek ini juga dipengaruhi oleh keadaan ekonomi, panjang rentang peramalan permintaan adalah faktor yang paling penting sejak seperti proyek modal intensif dan memerlukan banyak jumlah waktu perencanaan dan konstruksi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Peraturan pemerintah seperti rulings dari Badan Perlindungan Lingkungan dan Nuklir Regulatory Commission di Amerika Serikat juga dapat mempengaruhi keputusan profoundly pada proyek ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Konstruksi Infrastruktur dan Hujan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Berat konstruksi dan infrastruktur termasuk proyek-proyek seperti jalan raya, sistem transit massa, terowongan, jembatan, Pipelines, sistem drainase dan kotoran perawatan tanaman. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Sebagian besar dari proyek ini adalah milik publik dan karena itu dibiayai baik melalui obligasi atau pajak. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kategori ini adalah konstruksi yang ditandai dengan tingginya tingkat mekanisasi, yang telah diganti secara bertahap beberapa tenaga operasi intensif.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Pembangun dan insinyur yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur biasanya sangat khusus sejak setiap segmen pasar yang membutuhkan berbagai jenis keterampilan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Namun, tuntutan untuk berbagai segmen infrastruktur dan berat konstruksi Mei regu dengan kejenuhan di beberapa segmen. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Misalnya, seperti yang tersedia raya proyek konstruksi menurun, beberapa berat konstruksi kontraktor segera memindahkan mereka angkatan kerja dan peralatan di bidang pertambangan di mana pekerjaan yang tersedia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/major-types-construction/&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6399703430837559964?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6399703430837559964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6399703430837559964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6399703430837559964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6399703430837559964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/jenis-utama-konstruksi_17.html' title='Jenis Utama Konstruksi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4833002613895262300</id><published>2009-03-17T07:01:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T07:03:16.085-07:00</updated><title type='text'>Mengelolah Lingkup Proyek</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;span&gt;Ok, you're about to kick-off proyek Anda mengelola.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Lingkup dan anggaran yang ditetapkan, tim tahu apa yang mereka memberikan, dan semua orang sudah siap untuk mulai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Anda yakin bahwa hari telah dialokasikan dengan tepat, tapi Anda juga tahu bagaimana mudahnya untuk bepergian ke lingkup dari Anda - Anda harus tetap menangani baik pada proyek ini untuk memastikan tim mereka tidak sia-sia jam dan mendorong atas anggaran proyek. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Pada artikel ini, saya akan meninjau beberapa solid taktik Anda dapat mempekerjakan untuk semakin mengelola anggaran proyek dan memelihara total visibilitas dari awal hingga akhir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Granular Scooping.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;Alat pertama arsenal dalam pengelolaan anggaran harus terguling sebelum proyek ini bahkan telah disetujui untuk permulaan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ada apa yang saya lihat sebagai granular scoping, dan itu berarti bahwa anggaran harus dialokasikan ke setiap sumber daya di tingkat tugas.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dengan kata lain, tidak diperlukan jam dalam memperkirakan besar benjol sums - ketika anda akan melalui awal scoping latihan, pastikan hari yang dirobohkan menjadi sebanyak detail sebanyak mungkin.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini akan mengijinkan anda untuk selanjutnya menetapkan dan mengatur proyek jam dalam langkah-langkah kecil, yang akan inherently memberikan Anda kontrol lebih besar dan transparansi sebagai tim dipakai mereka dialokasikan jam.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; The ultimate visibilitas keuntungan yang lebih besar tentang berapa lama sebenarnya tugas masing-masing proyek berlangsung.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Informasi ini akan berharga bagi Anda sebagai masa depan Anda memperkirakan proyek dengan tugas serupa.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman; font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;Akurat Waktu Tangkap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;It amazes me interaktif untuk belajar dari agen-agen yang masih tidak menangkap proyek melalui beberapa bulan jenis kain seperai waktu sistem.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tidak ada kesempatan yang akan ada proyek dalam mengukur keberhasilan proyek profitabilitas dengan memahami jika setiap sumber daya yang tidak merekam dikeluarkan pada hari tertentu proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Idealnya, sumber daya akan log berapa waktu yang digunakan pada setiap proyek tugas (kembali ke diberi), sehingga Anda akan memahami apa yang bidang proyek yang paling memakan waktu.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Informasi ini akan memungkinkan Anda untuk membandingkan perkiraan terhadap actuals, memperbaiki Anda scoping metodologi dengan membuat koreksi bergerak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tonggak Rekonsiliasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;Jika Anda telah dijalankan dua rekomendasi, Anda juga akan dapat menyelesaikan satu - memberikan Anda mutlak kejelasan dan kesempatan untuk sembuh dari potensi pitfalls Anda sebagai proyek bergerak melalui siklus hidup. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Rekonsiliasi merupakan latihan selama yang anda menganalisa proyek selesai (berapa banyak pekerjaan dilakukan) dibandingkan upaya untuk bekerja (berapa bulan Mei telah digunakan). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Jika Anda telah dirobohkan lingkup alokasi jam dan dalam cara yang lebih detail, dan jam didata oleh masing-masing proyek tersebut, Anda akan dapat mendamaikan di poin kunci dalam proyek untuk mengidentifikasi jika Anda atas atau di bawah anggaran sebelum proyek selesai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Jika Anda tahu Anda lebih dari anggaran awal, Anda mungkin dapat untuk mengambil tindakan yang tepat dan kecenderungan ini sebelum terlalu terlambat untuk membuat perbedaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Proyek reconciliations juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk berbagi informasi yang akurat terkait dengan lingkup dan anggaran dengan klien Anda. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt; Klien yang mengerti berapa banyak usaha pergi ke proyek, dan bagaimana tim bekerja untuk tetap dalam anggaran, akan lebih setuju untuk membayar overages sah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; Sebagai manajer proyek, Anda yang paling penting tanggung jawab kepada organisasi anda akan bekerja untuk lingkup manajemen - secara langsung akan mempengaruhi bottom line, kontribusi perusahaan sukses, kepuasan klien, profesional dan prestasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sementara ini tugas Mei tampaknya banyak, maka dalam mencapai kemogokan jika Anda dapat bekerja dan berusaha mengukur profitabilitas yang Anda bergerak melalui proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Akhirnya, agility akan memberikan pilihan - dan pengertian di mana anggaran Anda pada setiap tahap dari proyek ini akan memungkinkan Anda untuk bereaksi dan mengatur proyek lingkup berhasil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/managing-project-scope/&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4833002613895262300?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4833002613895262300/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4833002613895262300' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4833002613895262300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4833002613895262300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/mengelolah-lingkup-proyek.html' title='Mengelolah Lingkup Proyek'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8908100451278778364</id><published>2009-03-16T08:46:00.001-07:00</published><updated>2009-03-16T08:46:34.685-07:00</updated><title type='text'>Submittal Tinjau Proses Manajemen Konstruksi</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pasti waktu pemrosesan diperlukan oleh sebagian besar proyek-proyek untuk persetujuan dari semua &lt;strong&gt;submittals,&lt;/strong&gt; toko gambar, dan contoh.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tinjauan prosedur yang dapat Submittal tampaknya sangat rumit dan memakan waktu, namun terdapat cukup alasan untuk meninjau langkah-langkah oleh semua pihak.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Perancang yang pada akhirnya bertanggung jawab untuk desain fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dan tindakan yang harus memastikan produk yang sesuai yang terpasang untuk memenuhi kebutuhan ini.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Perubahan dalam bahan pembuatan atau perlu ditinjau kembali untuk dpt diterima dengan desain aslinya.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Keduanya arsitek dan kontraktor harus dapat berkoordinasi instalasi produk dengan sistem lain.&lt;/span&gt; &lt;span id="more-199"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Setiap tingkat harus ditinjau, menambahkan informasi yang diperlukan, dan cap atau meterai bahwa submittal telah diperiksa dan disetujui oleh pihak.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Setelah mencapai submittal utama resensi buku, ia kembali melalui langkah-langkah yang sama, yang memberikan kesempatan untuk komentar lebih lanjut dan memastikan bahwa setiap pihak yang menyadari persetujuan, sebagian persetujuan, catatan, atau penolakan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jelas sekali ini adalah persetujuan proses rumit dan waktu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Biasanya, arsitek submittal akan memeriksa apakah sesuai dengan kebutuhan pembangunan dalam dokumen.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Revisi Mei tercatat pada submittal.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pilihan warna dan item lainnya akan dilakukan oleh para arsitek selama ini diperiksa.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kadang-kadang arsitek akan menolak seluruh submittal dan lainnya resubmittal kali akan meminta beberapa item.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Arsitek juga akan melakukan koreksi, yang biasanya tidak perlu kembali, namun yang perlu diterapkan pada produk.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sementara arsitek dan insinyur untuk meninjau kinerja produk dan desain niat, kontraktor harus meninjau produk untuk persiapan dan instalasi.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Kontraktor harus mengatur proses submittal seperti yang lain dalam proses pembangunan siklus.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Submittal proses yang membutuhkan waktu yang baik untuk menghasilkan submittal, toko menggambar (engineering), meninjau dan merevisi dan toko pembikinan periode.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Perencanaan yang hati-hati diperlukan untuk memastikan bahwa produk-produk yang dipesan dan dikirimkan dalam jadwal konstruksi, sehingga tidak untuk menunda semua kegiatan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kontraktor harus memprioritaskan pada &lt;strong&gt;proses submittal, menyampaikan dan memperoleh persetujuan&lt;/strong&gt; untuk bahan-bahan yang diperlukan untuk bagian pertama proyek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/submittal-review-process-construction-management/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8908100451278778364?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8908100451278778364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8908100451278778364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8908100451278778364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8908100451278778364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/submittal-tinjau-proses-manajemen.html' title='Submittal Tinjau Proses Manajemen Konstruksi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-2963912288065456267</id><published>2009-03-16T08:44:00.001-07:00</published><updated>2009-03-16T08:45:55.215-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Konstruksi Profesional</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Manajemen konstruksi profesional&lt;/strong&gt; merujuk ke proyek manajemen tim yang terdiri dari profesional dan manajer konstruksi peserta lainnya yang akan melaksanakan tugas perencanaan proyek, desain dan konstruksi dalam suatu cara.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kontrak hubungan di antara anggota tim dimaksudkan untuk meminimalkan adversarial hubungan dan berkontribusi untuk lebih tanggap dalam pengelolaan grup.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; J profesional manajer konstruksi adalah perusahaan khusus dalam praktik profesional manajemen konstruksi yang meliputi:&lt;/span&gt; &lt;span id="more-263"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Bekerja dengan pemilik dan A / E perusahaan dari awal dan membuat rekomendasi perbaikan desain, teknologi konstruksi, jadwal konstruksi dan ekonomi.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Desain dan konstruksi mengusulkan alternatif jika sesuai, dan menganalisa dampak dari alternatif pada jadwal dan biaya proyek.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Setelah memantau perkembangan proyek ini agar tidak melebihi target tanpa pengetahuan pemiliknya.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Mengkoordinasikan pengadaan bahan dan peralatan dan pekerjaan konstruksi semua kontraktor, bulanan dan pembayaran kepada kontraktor, perubahan, tuntutan dan inspeksi untuk conforming persyaratan desain.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Melaksanakan proyek layanan terkait lainnya seperti yang diminta oleh pemilik.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Profesional manajemen konstruksi biasanya digunakan ketika sebuah proyek besar atau sangat kompleks.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Organisasi yang memiliki karakteristik yang mega-proyek yang dapat diringkas sebagai berikut:&lt;/span&gt; &lt;a href="http://www.ce.cmu.edu/pmbook/02_Organizing_For_Project_Management.html#Managing%20the%20Alaska%20Pipeline%20Project," name="tofn6" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.ce.cmu.edu');"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Keseluruhan organisasi pendekatan untuk proyek ini akan berubah sebagai proyek kemajuan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; The "fungsional" organisasi dapat berubah ke "matrix" yang dapat berubah ke "proyek" organisasi (tidak harus dalam urutan ini).&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Dalam keseluruhan organisasi, tidak akan mungkin berfungsi, proyek, dan matriks suborganizations semua pada saat yang sama.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Fitur ini sangat complicates teori dan praktik manajemen, namun sangat penting untuk keseluruhan efektivitas biaya.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Berhasil raksasa, kompleks biasanya memiliki organisasi yang kuat-jenis matriks suborganization di tingkat dasar di mana biaya dan jadwal kontrol diberikan tanggung jawab.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Suborganization ini disebut sebagai "biaya pusat" atau sebagai "proyek" dan dipimpin oleh seorang manajer proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Biaya pusat matriks Mei ada peserta yang ditugaskan dari berbagai kelompok fungsional.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sebaliknya, kelompok fungsional ini mungkin memiliki tanggung jawab teknis pelaporan ke berbagai tingkatan yang lebih tinggi dan di organisasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tombol untuk biaya efektif adalah upaya pengembangan proyek ini suborganization dalam satu tim di bawah kepemimpinan yang kuat proyek.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;span&gt; Sejauh mana keputusan akan sentralisasi atau desentralisasi sangat penting untuk organisasi yang mega-proyek.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Akibatnya, penting untuk mengenali sifat dari perubahan struktur organisasi sebagai proyek dilaksanakan dalam berbagai tahap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/professional-construction-management/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-2963912288065456267?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/2963912288065456267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=2963912288065456267' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2963912288065456267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/2963912288065456267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/manajemen-konstruksi-profesional.html' title='Manajemen Konstruksi Profesional'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7387204434152626620</id><published>2009-03-16T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T06:46:05.820-07:00</updated><title type='text'>Apakah Software Konstruksi?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;strong&gt;Konstruksi software&lt;/strong&gt; tertentu jenis komputer bisnis perangkat lunak yang digunakan dalam industri konstruksi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Seperti halnya dengan berbagai jenis perangkat lunak, perangkat lunak program konstruksi berbeda dalam kompleksitas dan konten. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Kebanyakan didirikan kontraktor program khusus yang mereka gunakan, tapi banyak kontraktor kecil dan baru percobaan dengan perangkat lunak konstruksi karena program belajar dan usaha mereka berkembang.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Walaupun ada banyak bisnis paket perangkat lunak yang paling melacak kebutuhan bisnis ada, konstruksi perangkat lunak tetap khusus untuk industri konstruksi dengan menggabungkan bisnis dasar tugas yang terkait dengan konstruksi. &lt;em&gt;Konstruksi perangkat lunak&lt;/em&gt; dapat membantu kontraktor banyak lagu mereka dasar dari memperkirakan kebutuhan bisnis dan akuntansi untuk gaji serta tugas-tugas yang lebih khusus untuk industri konstruksi seperti mengubah pesanan, blueprints, bangunan, dan manajemen proyek konstruksi.Konstruksi beberapa paket perangkat lunak sudah termasuk semua yang berarti bahwa mereka dapat memproduksi dan melacak semua informasi yang diperlukan kontraktor yang ingin atau perlu ada. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Paket lainnya hanya dapat mencakup tugas-tugas khusus dan dengan itu harus digabungkan dengan jenis usaha lain perangkat lunak yang akan selesai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Penggunaan salah satu jenis perangkat lunak konstruksi kontraktor tergantung pada kebutuhan bisnis individual.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-5523441861629907"; google_alternate_color = "FFFFFF"; google_ad_width = 336; google_ad_height = 280; google_ad_format = "336x280_as"; google_ad_type = "text"; google_ad_channel =""; google_color_border = "ffffff"; google_color_link = "db5800"; google_color_bg = "ffffff"; google_color_text = "191919"; google_color_url = "191919"; google_ui_features = "rc:0"; //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script&gt;window.google_render_ad()&lt;/script&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fitur dasar dari sebagian besar konstruksi program perangkat lunak termasuk kemampuan untuk memasukkan dan lagu pilihan dan memperkirakan, biaya pekerjaan, gaji, peralatan pemeliharaan, dan dasar akuntansi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dokumen imaging dan penciptaan, termasuk faktur dan mengubah pesanan, juga dianggap sebagai fitur dasar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dimasukkannya atau kelalaian dari tugas-tugas khusus dalam berbagai program yang mungkin atau mungkin tidak penting untuk sebuah perusahaan tergantung pada operasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt; Orang-orang dengan keahlian dan pengalaman menggunakan konstruksi perangkat lunak, yang sering disebut perangkat lunak manajemen konstruksi, yang biasanya bekerja di memperkirakan, manajemen proyek, atau peran pengawasan yang lebih besar bagi kontraktor. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Dalam banyak kasus, gaji ditangani melalui sumber daya manusia dan sementara itu mungkin akan diintegrasikan ke dalam sistem, departemen sumber daya manusia dari perusahaan-perusahaan besar biasanya tidak perlu pengalaman dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;konstruksi softwares paket.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/construction-software/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7387204434152626620?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7387204434152626620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7387204434152626620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7387204434152626620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7387204434152626620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/apakah-software-konstruksi.html' title='Apakah Software Konstruksi?'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-1534530186058963436</id><published>2009-03-16T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T08:39:04.143-07:00</updated><title type='text'>Sejarah ASTM</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;ASTM&lt;/strong&gt; International, awalnya dikenal sebagai American Society for Testing dan Material (ASTM), dibentuk lebih dari satu abad lalu, ketika forward-pemikiran kelompok insinyur dan ilmuwan got sama untuk alamat rel sering istirahat di jalan kereta api burgeoning industri.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pekerjaan mereka menyebabkan standarisasi pada baja yang digunakan dalam pembangunan jalur kereta api, jalan kereta api akhirnya meningkatkan keselamatan bagi masyarakat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sebagai abad baru progressed dan industri, pemerintah dan lingkungan perkembangan baru dibuat standarisasi persyaratan, &lt;a href="http://civilengineerblog.com/astm" title="ASTM" onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/civilengineerblog.com');"&gt;&lt;strong&gt;ASTM&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; menjawab panggilan konsensus dengan standar yang telah membuat produk-produk dan layanan yang lebih aman, lebih baik dan lebih hemat biaya.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Bangga dengan visi dan meneruskan tradisi yang dimulai pada 1898 masih merupakan tanda dari ASTM International.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Hari ini, ASTM terus memainkan peran kepemimpinan dalam mengatasi standarisasi kebutuhan pasar global.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dikenal yang terbaik di kelas praktik standar untuk pengembangan dan pengiriman, ASTM adalah di garis terdepan dalam penggunaan teknologi inovatif untuk membantu anggotanya melakukan standar pembangunan, sementara juga meningkatkan aksesibilitas dari ASTM International standar ke seluruh dunia.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; ASTM terus menjadi standar forum pilihan yang beragam dari berbagai industri yang berkumpul di bawah payung ASTM standarisasi untuk memecahkan tantangan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dalam beberapa tahun terakhir ini, pihak yang terlibat dalam masalah-masalah mulai dari keselamatan penerbangan di rekreasi, untuk kabel fiber optic instalasi utilitas di bawah tanah, ke tanah air keamanan, telah berkumpul di bawah konsensus ASTM untuk menetapkan standar bagi industri.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Standar ASTM yang dikembangkan di pekerjaan lebih dari 30.000 anggota ASTM.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ahli teknis ini merupakan produsen, pengguna, konsumen, pemerintah dan akademisi dari lebih dari 120 negara.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Partisipasi dalam ASTM International adalah terbuka untuk semua bahan dengan bunga, di mana saja di dunia.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; ASTM International adalah salah satu yang terbesar sukarela standar pengembangan organisasi di seluruh dunia-sumber yang terpercaya untuk standar teknis untuk materi, produk, sistem, dan jasa.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dikenal dengan kualitas teknis tinggi dan pasar relevansi, standar ASTM International memiliki peran penting dalam informasi infrastruktur yang panduan desain, manufaktur dan perdagangan dalam ekonomi global.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/astm/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-1534530186058963436?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/1534530186058963436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=1534530186058963436' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1534530186058963436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1534530186058963436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/sejarah-astm.html' title='Sejarah ASTM'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7783317414722270173</id><published>2009-03-16T08:34:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T07:25:35.485-07:00</updated><title type='text'>10 Aturan untuk Konstruksi Project Manager</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Apakah anda seorang manajer proyek atau akan mengelola proyek-proyek?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; Sepuluh aturan tersebut akan membantu meningkatkan proyek-proyek konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Apakah ini sepuluh aturan yang sepuluh?&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Hal ini hingga Anda memutuskan, tetapi tidak akan terlalu panjang.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Share pada peraturan dengan tim Anda.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Anggota tim Anda yakin untuk membantu Anda membawa mereka keluar.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Mengadopsi praktik untuk menjelajahi berbagai sudut pandang.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Kami pikir kita lihat apa yang kami lihat, tetapi kami tidak.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kami benar-benar melihat apa yang kita bayangkan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ingat orang-orang buta dan gajah.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Menjadikannya kebiasaan Anda untuk menanyakan apa yang orang lain lihat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Anda akan melihat lebih sama.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Tetap dekat dengan pelanggan Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Klien berkembang keprihatinan atas kehidupan proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mengambil keuntungan dari yang di atas ke-deliver.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tetap dalam percakapan dengan klien Anda untuk menyesuaikan apa yang anda lakukan.&lt;/span&gt; &lt;span id="more-47"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Take care of your tim.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Kami datang untuk menerima pelanggan yang datang pertama adalah pelanggan yang selalu tepat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kami tidak dapat mengambil hati dari para pelanggan pertama jika kita tidak mengambil perhatian dari tim kami.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Ini merupakan tantangan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Walaupun ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk seluruh tim, ia turun untuk mengambil perhatian dari anggota tim masing-masing sebagai individu yang dia.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dan untuk membuat lebih sulit, maka kita harus membawa mereka ke dalam berbagai kepentingan koherensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Anda tetap mata pada keseluruhan proyek menjanjikan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Pekerjaan proyek bisa sulit.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mudah longgar melihat apa yang kita lakukan dan mengapa kami melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;span&gt; Mengingatkan Anda sendiri dan tim dari keseluruhan menjanjikan dan bagaimana Anda lakukan &lt;/span&gt;&lt;span&gt;memenuhi janji mereka.&lt;/span&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!-- google_ad_client = "pub-5523441861629907"; google_alternate_color = "FFFFFF"; google_ad_width = 336; google_ad_height = 280; google_ad_format = "336x280_as"; google_ad_type = "text"; google_ad_channel =""; google_color_border = "ffffff"; google_color_link = "db5800"; google_color_bg = "ffffff"; google_color_text = "191919"; google_color_url = "191919"; google_ui_features = "rc:0"; //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt; &lt;/script&gt;&lt;script&gt;window.google_render&lt;/script&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Membangun hubungan sengaja.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;Proyek tim berkumpul sebagai orang asing.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Untuk melakukan pekerjaan besar, inovasi, pembelajaran, dan kolaborasi mengambil semua orang yang suka dan perawatan untuk satu sama lain.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jangan biarkan kesempatan yang ke.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Memulai proyek-proyek dengan membangun hubungan di antara anggota tim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Ketat beberapa belajar dengan tindakan.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Proyek-proyek yang indah kesempatan untuk belajar.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jangan meletakkan yang mati setelah proyek untuk pelajaran.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Menjadikannya kebiasaan Anda untuk memasukkan pembelajaran loops dalam semua kegiatan proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tim Anda akan menghargai.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pelanggan Anda akan mendapatkan keuntungan dari itu.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dan terbaik dari semua, ia akan membuat pekerjaan Anda lebih mudah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Berkoordinasi meticulously.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Sebuah proyek yang pernah-berkembang jaringan komitmen.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Menjaga jaringan yang diaktifkan oleh tending ke percakapan kritis.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Melihat bahwa orang yang membuat permintaan jelas, janji-janji yang telah selesai tanggal, dan berbagi pendapat yang memajukan tujuan proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tanpa perhatian untuk orang-orang kritis percakapan proyek ini akan singgah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Berkolaborasi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Benar-benar bekerja sama.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Make it your aturan untuk merencanakan dengan orang-orang yang akan menjadi penyanyi dari rencana.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Jangan tunggu sampai proyek telah selatan untuk mendapatkan bantuan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dimulai dengan cara itu.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Terus bekerjasama dengan cara yang biasa Anda bekerja melalui proyek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Mendengarkan generously.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Orang dapat mengatakan apa yang mereka dapat di saat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sebagian besar, orang yang bermaksud baik.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Memberi mereka yang ada.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Meluangkan waktu untuk mendengarkan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mengajukan pertanyaan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mencari lain pendapat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dan saat Anda sedang di itu, jangan jadi keras pada diri sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt; &lt;strong&gt;Merangkul ketidakpastian.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt; Mengharapkan yang tak terduga.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tidak jauh lebih yang kita tidak tahu dan tidak dapat mengetahui dari apa yang kami dapat diantisipasi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Memegas apa throws di kehidupan Anda.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Mengantisipasi bahwa tim Anda akan belajar sesuatu di sepanjang jalan yang dapat dan harus mengubah apa yang telah dijanjikan dan bagaimana Anda dapat memberikan janji-janji Anda.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dan saat mengambil set-back - kita semua kadang-kadang melakukan atau lain - lain memeriksa sembilan aturan untuk cara kerja Anda jalan keluar dari itu.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt; &lt;span&gt; Kecil peraturan ini bisa membuat Anda seorang atasan proyek, cepat atau lambat pasti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/10-rules-construction-project-managers/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: left; font-family: times new roman;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7783317414722270173?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7783317414722270173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7783317414722270173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7783317414722270173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7783317414722270173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/10-aturan-untuk-konstruksi-project.html' title='10 Aturan untuk Konstruksi Project Manager'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-3083798645229667975</id><published>2009-03-16T08:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-16T08:33:12.761-07:00</updated><title type='text'>The History of Project Management</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Sebagai disiplin, Manajemen Proyek yang dikembangkan dari berbagai bidang termasuk aplikasi konstruksi, teknik dan pertahanan.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Di Amerika Serikat, yang nenek moyang dari manajemen proyek adalah Henry Gantt, disebut ayah dari perencanaan dan pengawasan teknik yang dikenal baik sekali untuk menggunakan Gantt chart sebagai alat manajemen proyek, untuk menjadi seorang sekutu dari Frederick Winslow Taylor's teori manajemen ilmiah [1], dan untuk belajar dari pekerjaan dan pengelolaan Navy bangunan kapal.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Karyanya adalah pelopor ke beberapa proyek perangkat manajemen modern termasuk rincian struktur kerja (WBS), dan alokasi sumber daya.&lt;/span&gt; &lt;span id="more-206"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; 1950-an yang ditandai awal era modern Manajemen Proyek.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Sekali lagi, di Amerika Serikat, sebelum tahun 1950-an, proyek-proyek yang dikelola pada ad hoc dasar umumnya menggunakan Gantt Charts, dan informal teknik dan alat-alat.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pada saat itu, dua matematis model penjadwalan proyek tersebut dikembangkan: (1) "Program Evaluasi dan Teknik Tinjauan" atau bebas, dikembangkan oleh Booz-Allen &amp;amp; Hamilton sebagai bagian dari Amerika Serikat Navy's (bersama dengan Lockheed Corporation) Polaris peluru pemburu Program [2]; dan (2) "Metode Critical Path" (BPS) yang dikembangkan dalam kerjasama baik oleh DuPont Corporation dan Remington Rand Corporation untuk mengelola proyek pemeliharaan tanaman.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Matematika teknik ini dengan cepat menyebar ke berbagai perusahaan swasta.&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pada saat yang sama, teknologi untuk memperkirakan biaya proyek, biaya manajemen, teknik dan ekonomi yang berkembang, dengan merintis karya Hans Lang dan lain-lain.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Pada tahun 1956, American Association of Engineers Biaya (sekarang AACE International; Asosiasi untuk kemajuan dari Biaya Rekayasa) dibentuk oleh praktisi awal proyek dan manajemen yang terkait istimewa dari perencanaan dan penjadwalan, memperkirakan biaya, dan biaya / jadwal kontrol (proyek kontrol).&lt;/span&gt; &lt;span&gt; AACE para perintis terus bekerja dan pada tahun 2006 yang dirilis pertama kalinya terpadu proses untuk portofolio, program dan manajemen proyek (Total Biaya Manajemen Framework).&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span&gt; Pada 1969, Lembaga Manajemen Proyek (PMI) dibentuk untuk melayani kepentingan proyek manajemen industri.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Dengan alasan dari PMI adalah bahwa alat dan teknik manajemen proyek yang umum di kalangan bahkan meluas aplikasi proyek perangkat lunak dari industri ke industri konstruksi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Tahun 1981, maka PMI Direksi berwenang pengembangan dari apa yang telah menjadi ke J Panduan Manajemen Proyek dari Badan Knowledge (PMBOK Guide), yang berisi standar dan pedoman dari praktek yang banyak digunakan di seluruh profesi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; International Project Management Association (IPMA), yang didirikan di Eropa pada tahun 1967, telah mengalami perkembangan yang sama dan instituted yang Baseline IPMA Kompetensi (ICB).&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Fokus dari ICB juga dimulai dengan pengetahuan sebagai sebuah yayasan, dan menambah pertimbangan tentang pengalaman yang relevan, keterampilan interpersonal, dan kompetensi.&lt;/span&gt; &lt;span&gt; Kedua organisasi telah berpartisipasi dalam pengembangan sebuah proyek manajemen standar ISO&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Dikutip dari: http://constructionenglish.net/id/history-project-management-2/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-3083798645229667975?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/3083798645229667975/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=3083798645229667975' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3083798645229667975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3083798645229667975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/history-of-project-management.html' title='The History of Project Management'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6481879025851199568</id><published>2009-03-15T03:39:00.000-07:00</published><updated>2009-03-20T01:05:07.949-07:00</updated><title type='text'>Opsi dan tujuan Paket Infrastruktur 2006</title><content type='html'>Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 67 Tahun 2005 Presiden menginstruksikan agar departement keuangan bertanggung jawab dalam memberi persetujuan atau menolak dukungan pemerintah terhadap proyek-proyek infrastruktur, berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh menteri. Uraian berikut ini adalah berkaitan dengan kriteria-kriteria yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan menerima atau menolak usulan proyek Infrastruktur dan implikasinya terhadap pekerjaan menteri keuangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Opsi dan Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengadaan Infrastruktur, pemerintah mempunyai banyak pilihan (Opsi) dengan asumsi sudah disetujui oleh DPR. Sebaian dari opsi tersebut dapat dilihatpada daftar dibawah ini. Tetapi harap diperhatikan  bahwa dengan dimasukkannya opsi kedalam daftar tidak berarti ada pilihan lain. Opsi lain masih tetap terbuka selain yang tercantum dalam daftar berikut ini:&lt;br /&gt;- Mencari pendanaan dari sektor swasta tanpa dukungan pemerintah&lt;br /&gt;- Pemerintah sendiri yang investasi pada Infrastruktur&lt;br /&gt;- Pembiayaan konstruksi petungan dengan pihak swasta (Sebagai contoh, membayar setengah dari biaya konstruksi jalan tol)&lt;br /&gt;- Investasi atai beri pinjaman kepada Badan Usaha Milik Negara (Sebagai contoh pinjam dari bank pembangunan multilateral dan pinjamkan kepada Perusahaan Listrik Negara)&lt;br /&gt;- Menjamin pinjaman Badan Usaha Milik Negara (Sebagai contoh pemerintah menjamin penerbitan obligasi)&lt;br /&gt;- Menjamin pembayaran utang BUMN kepada perusahaan swasta (Sebagai contoh pemerintah menjamin utang PLN kepada pembangkit listrik independen)&lt;br /&gt;- Melindungi perusahaan swasta atau si pemberi pinjaman dari risiko-risiko lain dengan janji (komitmen) dapat dibeli kembali atau tidak dapat dibeli kembali (Sebagai contoh menjamin pendapatan tertentu kepada pengusaha&lt;span style="font-style: italic;"&gt; toll-road&lt;/span&gt; atau janji menaikkan tarif tol atau member ganti rugi terhadap pendapatan yang tidak tercapai sebagaimana diperkirakan)&lt;br /&gt;- Memberi subsidi kepada harga penjualan kepada pelanggan (Misalnya membayar satu rupiah untuk setiap rupiah yang ditagih dari pengemudi)&lt;br /&gt;- Menandatangani kontrak jangka panjang dengan perusahaan swasta (Sebagai contoh setuju membayar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shadow-toll &lt;/span&gt;untuk jalan bukan tol yang didanai oleh swasta)&lt;br /&gt;- Berikan perusahaan swasta membangun Infrastruktur menggunakan tanah dan aktiva lain.&lt;br /&gt;- Berikan tax holiday atau pembebasan pajak lainnya kepada perusahaan swasta pembangun Infrastruktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strategi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi perangkat strategi pemerintah dalam pengadaan infrastruktur adalah bahwa pemerintah harus memilihopsi yang  memaksimumkan manfaat bersih (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Net benefits&lt;/span&gt;) bagi Indonesia, dengan mempertimbangkan  manfaat pelayanan infrastruktur baru dan biaya fiskal serta risiko yang timbul dariopsi (Pilihan).&lt;br /&gt;Dukungan pemerintah untuk membiayai infrastruktur harus jelas pada saat keputusan memastikan dukungan yang dibuat, sebab pemerintah membayar kembali secara kas pada tahun anggaran berikut (Sebagai contoh, opsi b,c dan d). Keputusan memberikan dukungan dapat dilakukan melalui proses penganggaran biasa.&lt;br /&gt;Mungkin juga dukungan pemerintah untuk membiayai infrastruktur tidak jelas pada saat keputusan dilakukan,karena pembayaran kembali dilakukan setelah satu tahun anggaran berikutnya dan hanya mungkin jika sesuatu terhadi atau tidak terjadi. Untuk tujuan pembukuan (Tujuan akuntansi), dukungan pembiayaan semacam diatas mungkin menimbulkan contingent lialibilities. Dukungan semacam itu disebut juga sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deffered goverment support.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Deffered goverment support&lt;/span&gt; dapat menarik perhatian para politisi dan menginginkan agar selaras dengan target fiskal, anggaran defisit dan sesuai dengan keinginan dunia usaha pemberian subsidi yang transparan. Jadi pemerintah mungkin tergoda menawarkan dukungan yang melebihi sepatutnya. Lagi pula &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deffered goverment support&lt;/span&gt; dapat membantu pengadaan jasa infrastruktur dan menolak semua &lt;span style="font-style: italic;"&gt;deffered support&lt;/span&gt; yang mungkin bukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;policy&lt;/span&gt; yang terbaik.  Beberapa bentuk deffered support dapat membantu pemerintah didalam pengadaan infrastruktur dengan biaya serendah mungkin bagi Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6481879025851199568?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6481879025851199568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6481879025851199568' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6481879025851199568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6481879025851199568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/opsi-dan-tujuan-paket-infrastruktur.html' title='Opsi dan tujuan Paket Infrastruktur 2006'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6607627261896758862</id><published>2009-03-15T03:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T03:37:36.423-07:00</updated><title type='text'>Tren Manajemen Media</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pada dasarnya, manajemen erat kaitannya dengan organisasi. Organisasi menurut Griffin (2002) adalah “a group of people working together in a structured and coordinated fasion to achieve a set of goals”. Orgnisasi adalah sekelompok orang yang berkerja sama dalam struktu dan kordinasi tertentu dalam mencapai serangkaian tujuan tertentu. Sekumpulan oang atau kelompok yang memiliki tujuan tertentu dan berupaya untuk mewujudkan tujuannya melalui kerjasama. Organisasi menurut Griffin memiliki sumber daya, yaitu : sumber daya manusia (human resources), sumber daya alam (natural resources), sumber daya dana (financial resources) atau keuntungan (funds) dan sumber daya informasi (informational resources). Bagaimana keseluruhan sumberdaya dikelola melalui kerjasama orang-orang yang berbeda sehingga tujuan organisasi tercapai. Disinilah pentingnya manajemen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Lantas, apa yang dimaksud dengan manajemen ? Manajemen, seperti diungkapkan oleh Mary Parker Foller (1997) adalah seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain. Management is the art of getting things done trough people. Nickels,McHugh and McHugh (1997) mendefinisikan manajemen sebagai : sebuah proses yang dilakukan untuk mweujudkan tujuan organisasi melalui rangakian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya. “The process used to accomplish organizational goals thorugh planning , organizing, diricting, and controlling people and other organizational resources”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Salah satu definisi manajemen seba-gaimana dicatat Encyclopedia Americana berbunyi ” the art of coordinating the ele-ments of factors of production towards the achievement of the purposes of an organization”. Pencapaian sasaran organisasi terjadi melalui peng-gunaan manusia (men), bahan produksi (materials), dan mesin (machines).&lt;br /&gt;Namun demikian, benang merah pengertian manajemen adalah bahwa ma-najemen merupakan proses koordinasi berbagai sumberdaya organisasi (men, ma-terials, machines) dalam upaya mencapai sasaran organisasi.&lt;br /&gt;Manajemen juga diyakini berasal dari &lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Prancis/oBahasa%20Prancis"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;bahasa Prancis&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; kuna ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.&lt;br /&gt;Berbagai pengertian tentang manajemen disebut berbeda dalam definisi tetapi mengandung esensi yang sama. Dapat disimpulkan manajemen merupakan seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan, dalam penyelesaian sesuatu tersebut terdapat 3 faktor yang terlibat, yaitu :&lt;br /&gt;1. Adanya penggunaaan sumber daya organisasi.&lt;br /&gt;2. Adanya proses yang bertahap mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengendalian dan pengawasan.&lt;br /&gt;3. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.&lt;br /&gt;Manajemen dibutuhkan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Efektif menurut Peter F Drucker adalah “mengerjakan pekerjaan yang benar” (doing the right things), sedangkan efisien adalah “mengerjakan pekerjaan dengan benar” (doing things right)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Disanding dari: http://omby.wordpress.com/2007/11/05/tren-manajemen-media/&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6607627261896758862?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6607627261896758862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6607627261896758862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6607627261896758862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6607627261896758862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/tren-manajemen-media.html' title='Tren Manajemen Media'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-5660969343262952595</id><published>2009-03-15T03:34:00.001-07:00</published><updated>2009-03-15T03:36:42.010-07:00</updated><title type='text'>Konsep Manajemen Proyek</title><content type='html'>Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,&lt;br /&gt;masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan&lt;br /&gt;penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan&lt;br /&gt;dalam model kematangan kemampuan manajement manusia (&lt;br /&gt;a people management&lt;br /&gt;capability maturity model&lt;br /&gt;/ PM-CMM) yang berfungsi untuk meningkatkan kesiapan&lt;br /&gt;organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam menyelesaikan masalah dengan&lt;br /&gt;melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja manajemen, pelatihan, kompensasi,&lt;br /&gt;pengembangan karier, organisasi dan rancangan kerja serta pengembangan tim.&lt;br /&gt;3.1.1. Dasar-Dasar Organisasional&lt;br /&gt;Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi dan salaing bekerja sama&lt;br /&gt;antara orang yang satu dengan orang yang lain dalam suatu kelompok untuk mencapai&lt;br /&gt;suatu tujuan tertentu yang telah disepakati bersama. Organisasi merupakan sistem&lt;br /&gt;maka terdiri dari beberapa elemen yaitu :&lt;br /&gt;1. orang, dalam organisasi harus ada sekelompok orang yang bekerja dan salah&lt;br /&gt;satunya ada yang memimpin organisasi tersebut.&lt;br /&gt;2. tujuan, dalam organisasi harus ada tujuan yang harus dicapai, baik dalam jangka&lt;br /&gt;pendek maupun jangka panjang.&lt;br /&gt;3. posisi, setiap orang yang ada dalam suatu organisasi akan menempati posisi atau&lt;br /&gt;kedudukannya masing-masing.&lt;br /&gt;4. pekerjaan, setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut mempunyai pekerjaan&lt;br /&gt;(job) masing-masing sesuai dengan posisinya.&lt;br /&gt;5. teknologi, untuk mencapai tujuan organisasi membutuhkan teknologi untuk&lt;br /&gt;membantu dalam pengolahan data menjadi suatu informasi.&lt;br /&gt;6. struktur, struktur organisasi merupakan pola yang mengatur pelaksanaan pekerjaan&lt;br /&gt;dan hubungan kerja sama antar setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut.&lt;br /&gt;7. lingkungan luar, merupakan elemen yang sangat penting dan akan mempengaruhi&lt;br /&gt;keberhasilan suatu organisasi, misalnya adanya kebijakan pemerintah tentang&lt;br /&gt;organisasi.&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip organisasi adalah nilai-nilai yang digunakan sebagai landasan kerja&lt;br /&gt;bagi setiap orang yang ada dalam organisasi tersebut untuk mencapai keberhasilan&lt;br /&gt;tujuan yang telah disepakati. Prinsip-prinsip yang ada dalam organisasi meliputi :&lt;br /&gt;1. tujuan organisasi yang jelas&lt;br /&gt;2. tugas yang dilakukan harus jelas&lt;br /&gt;3. pembagian tugas yang adil&lt;br /&gt;4. penempatan posisi yang tepat&lt;br /&gt;5. adanya koordinasi dan integrasi&lt;br /&gt;Manajemen dalam organisasi terdiri dari tiga tingkatan pembuat keputusan&lt;br /&gt;manajemen yaitu : manajemen tingkat bawah (operasional), manajemen tingkat&lt;br /&gt;menengah (perencanaan dan kontrol manajerial) dan manajemen tingkat atas&lt;br /&gt;(strategik). Setiap level memiliki tanggung jawabnya sendiri-sendiri dan semuanya&lt;br /&gt;bekerja sama dalam mencapai tujuan dan sasaran.&lt;br /&gt;1. Manajemen tingkat bawah (operasional)&lt;br /&gt;- Manajer operasional membuat keputusan berdasarkan aturan-aturan yang telah&lt;br /&gt;ditetapkan sebelumnya dan menghasilkan hal-hal yang dapat diprediksikan bila&lt;br /&gt;diterapkan dengan benar.&lt;br /&gt;- Manajer operasi adalah pembuat keputusan yang pekerjaannya lebih jelas&lt;br /&gt;sehingga dapat mempengaruhi implementasi dalam jadwal kerja, kontrol&lt;br /&gt;inventaris, penerimaan, dan pengontrolan proses-proses seperti produksi.&lt;br /&gt;- Manajer operasi membutuhkan informasi internal yang repetitif, dan sangat&lt;br /&gt;tergantung pada informasi yang memuat tentang kinerja terbaru dan merupakan&lt;br /&gt;pengguna&lt;br /&gt;on-line&lt;br /&gt;terbesar, sumberdaya-sumberdaya informasi&lt;br /&gt;real-time&lt;br /&gt;2. Manajemen tingkat menengah (perencanaan dan kontrol manajerial)&lt;br /&gt;- Manajer tingkat menengah membuat perencanaan jangka pendek dan&lt;br /&gt;mengontrol keputusan-keputusan tentang bagaimana sumberdaya bisa&lt;br /&gt;dialokasikan dengan baik untuk memenuhi tujuan-tujuan organisasional, dan&lt;br /&gt;meramalkan kebutuhan-kebutuhan sumberdaya dimasa datang untuk&lt;br /&gt;meminimalkan problem-problem pegawai yang dapat membahayakan&lt;br /&gt;produktivitas.&lt;br /&gt;- Manajer tingkat menengah sangat tergantung pada informasi internal dan&lt;br /&gt;membutuhkan sangat besar informasi&lt;br /&gt;real- time&lt;br /&gt;agar dapat melakukan&lt;br /&gt;pengontrolan dengan tepat dan informasi terbaru atas kinerja yang diukur sesuai&lt;br /&gt;standar.&lt;br /&gt;3. Manajemen tingkat atas (strategik)&lt;br /&gt;- Manajer strategik membuat keputusan-keputusan yang akan membimbing&lt;br /&gt;manajer operasional dan manajer tingkat menengah.&lt;br /&gt;- Manajer strategik bekerja di lingkungan pembuat keputusan yang sangat tidak&lt;br /&gt;pasti. Membutuhkan informasi yang bersifat strategis, karena tugas kesehariannya&lt;br /&gt;adalah pengarahan dan perencanaan.&lt;br /&gt;- Informasi yang strategis diperlukan untuk menilai tingkat keberhasilan organisasi&lt;br /&gt;menjalankan tugas dan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;- Membutuhkan informasi internal (agar bisa beradaptasi dengan perubahan-&lt;br /&gt;perubahan yang terjadi dengan cepat) dan informasi eksternal (untuk mengetahui&lt;br /&gt;peraturan pemerintah,kebijakan perekonomian, kondisi pasar dan strategi&lt;br /&gt;perusahaan-perusahaan pesaing)&lt;br /&gt;Disandung dari: http://jauari88.wordpress.com/2007/11/21/konsep-manajemen-proyek/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-5660969343262952595?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/5660969343262952595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=5660969343262952595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/5660969343262952595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/5660969343262952595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/konsep-manajemen-proyek.html' title='Konsep Manajemen Proyek'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4830030032032938855</id><published>2009-03-15T03:18:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T03:19:08.478-07:00</updated><title type='text'>Manajemen risiko</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Manajemen risiko&lt;/b&gt; adalah suatu pendekatan terstruktur/&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi" title="Metodologi"&gt;metodologi&lt;/a&gt; dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penilaian_risiko&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Penilaian risiko (halaman belum tersedia)"&gt;Penilaian risiko&lt;/a&gt;, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mitigasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mitigasi (halaman belum tersedia)"&gt;mitigasi&lt;/a&gt; risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam" title="Bencana alam"&gt;bencana alam&lt;/a&gt; atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sasaran&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sasaran (halaman belum tersedia)"&gt;Sasaran&lt;/a&gt; dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Risiko Operasional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko Hazard&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko Finansial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko Strategik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Enterprise_Risk_Management&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Enterprise Risk Management (halaman belum tersedia)"&gt;Enterprise Risk Management&lt;/a&gt;). Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Disandung dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4830030032032938855?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4830030032032938855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4830030032032938855' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4830030032032938855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4830030032032938855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/manajemen-risiko.html' title='Manajemen risiko'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-7631071237043006244</id><published>2009-03-15T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T03:14:08.856-07:00</updated><title type='text'>Manajemen procurement</title><content type='html'>Manajemen Procurement adalah manajemen pengadaan barang dan jasa. Artinya proses manajemen (pengelolaan) dalam usaha memperoleh barang atau jasa yang merupakan bagian dari mata rantai suatu sistem produksi tertentu.Misalnya dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah Indonesia memiliki regulasi yang disebut Keputusan Presiden (Keppres) nomor 80 tahun 2003. Dalam Keppres tersebut belanja pemerintah yang bertujuan mengadakan fasilitas barang dan jasa kebutuhan pemerintah dalam menyelenggarakan negara tunduk pada pengaturan tersebut. Misalnya belanja kebutuhan infrastruktur pemerintah yang tergolong dalam kebutuhan prasarana fisik konstruksi diselenggarakan oleh departemen Pekerjaan Umum dan departemen terkait lainnya berdasarkan tatacara yang diatur dalam Keppres 80/2003 tersebut. Sejalan dengan hal tersebut pemerintah Amerika Serikat pun dalam mengatur kebutuhan pengadaan belanja barang dan jasa konstruksi memiliki semacam Procurement Regulation sendiri, demikian pula dengan Australia dan negara-negara Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disandung dari: http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_procurement&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-7631071237043006244?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/7631071237043006244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=7631071237043006244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7631071237043006244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/7631071237043006244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/03/manajemen-procurement.html' title='Manajemen procurement'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-1662587925081775264</id><published>2009-02-22T08:29:00.001-08:00</published><updated>2009-02-22T08:30:08.451-08:00</updated><title type='text'>Peran Pendidikan Dalam Demokratisasi</title><content type='html'>Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional melalui Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan menyelenggarakan Simposium Tahunan Penelitian Pendidikan, 12-14 Agustus 2008, di Jakarta dengan tema: “ mendayagunakan hasil-hasil penelitian, pengembangan dan pemikiran inovatif di bidang pendidikan untuk mendukung pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu dan daya saring, relevansi serta tata kelola dan akuntabilitas pendidikan.” Kepala Badan meminta saya sebagai pemakalah utama untuk membahas judul “Peran Pendidikan dalam Demokratisasi.”&lt;br /&gt;Membaca judul di atas mengingatkan kita kembali pada tujuan pendidikan yang ditetapkan dalam U.U. No. 4 Tahun 1950 Dari Republik Indonesia Dahulu Tentang Dasar-Daras Pendidikan dan Pengajaran Di Sekolah untuk seluruh Indonesia, dan disahkan oleh DPRS.R.I., berlaku untuk seluruh tanah air, tanggal 17-1-1954. Tujuan itu berbunyi:&lt;br /&gt;“Tujuan pendidikan dan pengajaran ialah memebentuk manusia susila yang cakap dan warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab tentang kesejahteraan masyarakat dan tanah air” (Bab II, Pasal 3)&lt;br /&gt;Sejarah Pendidikan Indonesia mencatat bahwa rumusan tujuan itu merupakan pengejawantahan dari keseluruhan isi, jiwa, dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu nilai-nilai dasar sekaligus prinsip dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran, ialah “memberi pembinaan kepada peserta didik agar menjadi manusia susila yang cakap, serta warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan tanah air. ‘Maka nilai-nilai dasar dan prinsip itu kemudian dikukuhkan&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt;sebagai “dasar, fungsi, dan tujuan dalam” sistem pendidikan nasional, “ sebagaimana tertuang dalam U.U.R.I No. 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional,&lt;br /&gt;Bab II:&lt;br /&gt;“Pendidikan nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.” (Pasal 2)&lt;br /&gt;“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.” (Pasal 3)&lt;br /&gt;Selain itu UUD. RI. 1945 juga menetapkan bahwa “setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” (Pasal31). Oleh karena itu pendidikan juga merupakan salah satu bagian tak terpisahkan dari “hak asasi manusia,” sebagaimana ditegaskan dalam UUD. 1945, pasal 28C, ayat (1) “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.” Maka salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan secara tegas dinyatakan pula dalam UU. Sisdiknas No.0 Th.2003, bahwa: “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajemukan bangsa.”&lt;br /&gt;Peran pendidikan&lt;br /&gt;Merujuk pada keseluruhn isi, jiwa, dan semangat yang terangkum dalam sejarah pendidikan Indonesia tersebut diatas menunjukkan bahwa “peran pendidikan dalam demokratisasi,” merupakan bagian tak terpisahkan dari visi dan misi pendidikan nasional. Artinya, bahwa pendidikan nasional harus besifat demokrasi dan menjunjung tinggi hak asasi manusia. Maka bisa dipahami jika dalam sejarah pergerakan nasional 2&lt;br /&gt;Indonesia, pendidikan dalam arti proses maupun kelembagaannya dicatat sebagai “motor penggerak sekaligus “sumber inspirasi” dari pergerakannya. Dalam hal ini tokoh-tokoh pergerakan nasional berkeyakinan, bahwa untuk menuju Indonesia merdeka dan mewujudkan cita-cita kemerdekaannya sebagaimana yang diabadikan dalam Pembukaan UUD. 1945, haruslah didukung oleh warga negaranya yang berpendidikan. Bahkan sejarah pergerakan nasional pun telah mencatat bahwa gerakan kebangkitan nasional bukanlah digerakkan oleh gegap gempitanya massa, melainkan oleh sekelompok pemuda, pelajar dan mahasiswa.&lt;br /&gt;Adalah menarik untuk disimak dan direnungkan apa yang dikemukakan Yudi Latif, bahwa “Gambaran yang paling nyata dari demokrasi modern di Barat terletak pada derajat literasinya (baca: pendidikannya) yang tinggi. Secara umum dipecaya bahwa naiknya tingkat literasi (pendidikan) mengarah pada kemunculan institusi-institusi sosial yang rasional dan demokratis; juga pada perkembangan industrial serta pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya kemunduran dalam tingkat literasi (pendidikan) menimbulkan ancaman terhadap kemajuan dan demokrasi” (Horison,Th. XL III, No. 8/2008, Agustus 2008, h. 2). Ini secara tidak langsung mempertegas peran pendidikan dalam demokratisasi (memberi pembinaan kepada peserta didiknya menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat dan tanah air). Oleh karena itu pula prinsip penyelenggaraan pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam UU Sisdiknas No. 20 Th. 2003, Pasal 4, bahwa: (1) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajemukan bangsa; (2) Pendidikan diselenggarakn sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan multi makna; (3) Pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat; (4) Pendidikan diselenggarakan dengan member keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran; (5) Pendidikan diselenggarakan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, dan berhitung bagi segenap warga masyarakat; dan (6) Pendidikan diselengarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan; merupakan dasar acuan yang kuat dalam mewujudkan peran pendidikan dalam demokratisasi.&lt;br /&gt;Selain itu perlu diperhatikan bahwa pendidikan telah menjadi satu bentuk investasi sumber daya manusia (human investment). Bahkan telah dibuktikan bahwa negara-negara yang sumber daya alamnya terbatas, tetapi mampu memajukan dan mengembangkan sistem pendidikannya, maka negara itu menjadi negara yang terpandang serta diperhitungkan. Dengan demikian gerakan mengembangkan pendidikan anak usia dini (PAUD), dan pembelajaran sepanjang hayat merupakan salah satu langkah strategis peran pendidikan dalam demokratisasi.&lt;br /&gt;Pendidikan Multikultural&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini berkembang wacana seputar pedidikan multicultural. Berbagai kajian dan pubikasi yang terkait dengan pendidikan multicultural semakin berkembang. Dan dasar penyelenggaraannya pun telah ditetapkan dalam UU. Sisdiknas No. 20 Th. 2003, Pasal4, ayat1, tersebut diatas. Hanya saja pelaksanaannya perlu proses sosialisasi dan contoh yang jelas serta nyata sehingga tidak menjadi kontra produktif. Walaupun sesunguhnya secara implisit telah berlangsung, seperti diungkapkan oleh Melani Budianta: “ Dalam pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, anak-anak sekolah dasar di Indonesia menghapalkan lima tempat beribadah, nama pemimpin upacara agama, dan kitab-kitab suci kelima agama yang diakui pemerintah Orde Baru. Di buku Ilmu Pengetahuan Sosial, mereka menghapalkan nama-nama tarian dan musik, rumah adat, dan baju tradisionil berbagai daerah di Indonesia. Itulah secuil gambaran pengajaran tentang keragaman di kebanyakan sekolah-sekolah dasar di Indonesia sampai tahun 2003.” (Tsaqafah, vol. I, No 2, 2003,h.8)&lt;br /&gt;Mengingat kemajemukan bangsa Indonesia dan sekaligus untuk mengukuhkan kembali pilar-pilar yang telah dibangun oleh para pendiri bangsa serta menuju terwujudnya NKRI yang kuat sekaligus punya daya tahan, maka pendidikan multikultural pada tingkat diskriptif dan normatif yang menggambarkan isu-isu dan masalah pendidikan yang brkaitan dengan masyarakat mutikultural sangat penting (Azyumrdi Azra, 2007).&lt;br /&gt;4&lt;br /&gt;Lebih jauh dalam rangka proses pelaksanaan otonomi daerah yang sehat, maka peran pendidikan dalam demokratisasi melalui pendidikan multicultural menjadi semakin mendesak. Karena terwujudnya otonomi daerah yang sehat hanya mungkin terwujud apabila ada “empati dan partisipasi” dari seluruh warga yang terbingkai dalam keberagaman.&lt;br /&gt;Sumber-sumber Rujukan&lt;br /&gt;1. Sutedjo Bradjanegara, Sejarah Pendidikan Indonesia, Taman Siswa Yogyakarta, 1956&lt;br /&gt;2. Manusia Dan Masyarakat Baru Indonesia, Departemen P.P. dan K, Jakarta, 1960&lt;br /&gt;3. UU. Sisdiknas No. 20 th. 2003, Depdiknas&lt;br /&gt;4. Perubahan Keempat UUD. RI. 1945, Sekjen MK, 2005&lt;br /&gt;5. Horison Th. XL III, No. 8/2008, Agustus 2008&lt;br /&gt;6. Tsaqafah, Vol. I. No. 2, 2003&lt;br /&gt;7. Azyumari Azra, merawat Kemajemukan Merawat Indonesia, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: A Malik Fadjar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-1662587925081775264?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/1662587925081775264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=1662587925081775264' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1662587925081775264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/1662587925081775264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/02/peran-pendidikan-dalam-demokratisasi.html' title='Peran Pendidikan Dalam Demokratisasi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8872461060064474304</id><published>2009-02-22T08:14:00.001-08:00</published><updated>2009-02-22T08:15:44.577-08:00</updated><title type='text'>Peran Pendidikan Di Era Globalisasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sebagai suatu entitas yang terkait dalam budaya dan peradaban manusia, pendidikan di berbagai belahan dunia mengalami perubahan sangat mendasar dalam era globalisasi. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dinikmati umat manusia. Namun sebaliknya,kemajuan tersebut juga beriringan dengan kesengsaraan banyak anak manusia, apalagi dalam era globalisasi sekarang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Pendidikan sudah menjadi komoditas yang makin menarik. Suatu fenomena menarik dalam hal pembiayaan pendidikan menunjukkan gejala industrialisasi sekolah. Bahkan beberapa sekolah mahal didirikan dan dikaitkan dengan pengembangan suatu kompleks perumahan elite. Sekolah-sekolah nasional plus di kota-kota besar di Indonesia dimiliki oleh pebisnis tingkat nasional dan didirikan dengan mengandalkan jaringan multinasional berupa adopsi kurikulum dan staf pengajar asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Otonomi pendidikan tinggi membawa implikasi hak dan kewajiban perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mengatur pengelolaannya sendiri termasuk mencari sumber-sumber pendapatan untuk menghidupi diri. Konsekuensi logis dari otonomi kampus, saat ini perguruan tinggi seakan berlomba membuka program baru atau menjalankan strategi penjaringan mahasiswa baru untuk mendatangkan dana. Perdebatan antara anti-otonomi dan pro-otonomi perguruan tinggi tidak akan berkesudahan dan mencapai titik temu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Berkurangnya tanggung jawab pemerintah dalam pembiayaan pendidikan mengarah pada gejala privatisasi pendidikan. Dikotomi sekolah negeri dan swasta menjadi kabur dan persaingan antarsekolah akan makin seru. Akibat langsung dari privatisasi pendidikan adalah segregasi siswa berdasarkan status sosio-ekonomi. Atau, kalaupun fenomena itu sudah terjadi di beberapa kota, pemisahan antara siswa dari keluarga miskin dan kaya akan makin jelas dan kukuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Siswa-siswa dari keluarga miskin tidak akan mampu menanggung biaya yang makin mencekik sehingga mereka akan terpaksa mencari dan terkonsentrasi di sekolah-sekolah yang minimalis (baca: miskin) Sementara itu, siswa-siswa dari kelas menengah dan atas bebas memilih sekolah dengan sarana dan prasarana yang memadai. Selanjutnya, karena sekolah-sekolah ini mendapatkan iuran pendidikan yang memadai dari siswa, sekolah-sekolah ini juga akan mempunyai lebih banyak keleluasaan untuk makin membenahi diri dan meningkatkan mutu pendidikan. Jadi, sekolah yang sudah baik akan menjadi (atau mempunyai kesempatan) untuk menjadi lebih baik. Sebaliknya, sekolah yang miskin akan makin terperosok dalam kebangkrutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Dalam dinamika globalisasi, anak-anak bangsa tercecer dalam berbagai sekolah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;yang beragam menurut latar belakang sosioekonomi yang berbeda. Negara belum mampu memberikan kesempatan yang adil bagi semua anak bangsa untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sampai saat ini, belum tampak adanya pembenahan yang signifikan dan terpadu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, dari tingkat pendidikan dasar sampai dengan tingkat pendidikan tinggi. Muncul pertanyaan besar: Ke mana arah pendidikan di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Pendidikan dimaksudkan sebagai mempersiapkan anak-anak bangsa untuk menghadapi masa depan dan menjadikan bangsa ini bermartabat di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Masa depan yang selalu berkembang menuntut pendidikan untuk selalu menyesuaikan diri dan menjadi lokomotif dari proses demokratisasi dan pembangunan bangsa. Pendidikan membentuk masa depan bangsa. Akan tetapi, pendidikan yang masih menjadi budak sistem politik masa kini telah kehilangan jiwa dan kekuatan untuk memastikan reformasi bangsa sudah berjalan sesuai dengan tujuan dan berada pada rel yang tepat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt; Dalam konteks globalisasi, pendidikan di Indonesia perlu membiasakan anak-anak untuk memahami eksistensi bangsa dalam kaitan dengan eksistensi bangsa-bangsa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;lain dan segala persoalan dunia.&lt;br /&gt;Pendidikan nasional perlu mempertimbangkan bukan hanya {state building] dan {nation building] melainkan juga {capacity building.] Birokrasi pendidikan di tingkat nasional perlu fokus pada kebijakan yang strategis dan visioner serta tidak terjebak untuk melakukan tindakan instrumental dan teknis seperti UAN/UNAS. Dengan kebijakan otonomi daerah, setiap kabupaten perlu difasilitasi untuk mengembangkan pendidikan berbasis masyarakat namun bermutu tinggi. Pendidikan berbasis masyarakat ini diharapkan bisa menjadi lahan persemaian bagi anak-anak dari berbagai latar belakang untuk mengenali berbagai persoalan dan sumber daya dalam masyarakat serta terus mencari upaya-upaya untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Globalisasi ekonomi dan era informasi mendorong industri menggunakan sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi yang kompeten dan memiliki jiwa kewirausahaan. Akan tetapi tidak setiap lulusan perguruan tinggi memiliki jiwa kewirausahaan seperti yang diinginkan oleh lapangan kerja tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kenyataan menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan perguruan tinggi yang memiliki jiwa kewirausahaan. Di sisi lain, krisis ekonomi menyebabkan jumlah lapangan kerja tidak tumbuh, dan bahkan berkurang karena bangkrut. Dalam kondisi seperti ini, maka lulusan perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mampu berperan sebagai pencari kerja tetapi juga harus mampu berperan sebagai pencipta kerja. Keduanya memerlukan jiwa kewirausahaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Oleh karena itu, agar supaya perguruan tinggi mampu memenuhi tuntutan tersebut, berbagai inovasi diperlukan diantaranya adalah inovasi pembelajaran dalam membangun generasi technopreneurship di era informasi sekarang ini. Ada suatu pendapat bahwa, saat ini sebagian besar lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih lemah jiwa kewirausahaannya. Sedangkan sebagian kecil yang telah memiliki jiwa kewirausahaan, umumnya karena berasal dari keluarga pengusaha atau dagang. Dalam kenyataan menunjukkan bahwa kewirausahaan adalah merupakan jiwa yang bisa dipelajari dan diajarkan. Seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan umumnya memiliki potensi menjadi pengusaha tetapi bukan jaminan menjadi pengusaha, dan pengusaha umumnya memiliki jiwa kewirausahaan. Proses pembelajaran yang merupakan inkubator bisnis berbasis teknologi ini dirancang sebagai usaha untuk mensinergikan teori (20%) dan Praktek (80%) dari berbagai kompetensi bidang ilmu yang diperoleh dalam bidang teknologi &amp;amp; industri. Inkubator bisnis ini dijadikan sebagai pusat kegiatan pembelajaran dengan atmosfir bisnis yang kondusif serta didukung oleh fasilitas laboratorium yang memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tujuan implementasi inovasi dari kegiatan inkubator bisnis berbasis teknologi ini adalah menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa sebagai peserta didik. Sedangkan manfaat yang diperoleh bagi institusi adalah tercapainya misi institusi dalam membangun generasi technopreneurship dan meningkatnya relevansi antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Sedangkan manfaat bagi mitra kerja adalah terjalinnya kerja sama bisnis dan edukasi. Kerjasama ini dikembangkan dalam bentuk bisnis riil produk sejenis yang memiliki potensi ekonomi pasar yang cukup tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Proses globalisasi yang sedang terjadi saat ini, menuntut perubahan perekonomian Indonesia dari resourced based ke knowledge based. Resource based yang mengandalkan kekayaan dan keragaman sumber daya alam umumnya menghasilkan komoditi dasar dengan nilai tambah yang kecil. Salah satu kunci penciptaan knowledge based economy adalah adanya technology entrepreneurs atau disingkat techno-preneur yang merintis bisnis baru dengan mengandalkan pada inovasi. Hightech business merupakan contoh klasik bisnis yang dirintis oleh technopreneurs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bisnis teknologi dunia saat ini didominasi oleh sektor teknologi informasi, bioteknologi dan material baru serta berbagai pengembangan usaha yang berbasiskan inovasi teknologi. Bisnis teknologi dikembangkan dengan adanya sinergi antara teknopreneur sebagai pengagas bisnis, Perguruan Tinggi dan lembaga penelitian sebagai pusat inovasi teknologi baru, serta perusahaan modal ventura yang memiliki kompetensi dalam pendanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Jumlah usaha kecil menengah berbasis teknologi (UKMT) di Indonesia berkembang dengan pesat. Kecenderungan peningkatan ini lebih didorong oleh terbatasnya peluang kerja di industri-industri besar karena pengaruh krisis ekonomi dan mulai munculnya technopreneurship di kalangan lulusan pendidikan tinggi teknik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam menghadapi era globalisasi, persaingan akan semakin ketat, sehingga sangat dibutuhkan kebijakan-kebijakan dan aktivitas-aktivitas secara langsung yang dapat meningkatkan daya saing UKMT di kemudian hari. Kesulitan dan hambatan pada UKMT di Indonesia dalam mengembangkan usahanya adalah lemahnya jalur pemasaran, dukungan teknologi dan terbatasnya permodalan. Terlebih lagi, bagi pengusaha pemula, masalah ini akan terlihat lebih besar dan menjadi kendala cukup besar dalam mengembangkan usahanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Sampai saat ini belum banyak institusi pemerintah maupun swasta yang dapat memberikan dukungan secara langsung untuk pengembangan UKMT khususnya bagi pengusaha pemula. Sehingga sangat dibutuhkan suatu wadah yang dapat memberikan dukungan langsung berupa fasilitas-fasilitas yang dapat membantu UKMT khususnya membantu pengusaha pemula dalam melaksanakan dan mengembangkan usahanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dalam rangka turut serta membantu dan mendukung secara langsung kegiatan UKMT khususnya kegiatan pengusaha pemula, maka dipandang sangat perlu untuk dapat membangun suatu wadah yang memiliki fasilitas yang dapat mendukung secara langsung kegiatan operasional, promosi, pemasaran, konsultasi teknologi produksi, investasi dan permodalan. Dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut, diharapkan UKMT khususnya pengusaha pemula di Indonesia dapat mengembangkan usahanya lebih cepat dan terarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menatap masa depan berarti mempersiapkan generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap pembelajaran dan merupakan terapi kesehatan jiwa bagi anak bangsa, semoga munculnya generasi technopreneurship dapat memberikan solusi atas permasalahan jumlah pengangguran intelektual yang ada saat ini. Selain itu juga bisa menjadi arena untuk meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan IPTEK, sehingga kita bisa mempersiapkan tenaga handal ditengah kompetisi global. mulailah dari diri sendiri untuk berbuat sesuatu guna menciptakan pendidikan kita bisa lebih baik dan berkualitas, karena ini akan menyangkut masa depan anak-anak kita dan juga Bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ii Dian Nurhajayanti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8872461060064474304?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8872461060064474304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8872461060064474304' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8872461060064474304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8872461060064474304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/02/peran-pendidikan-di-era-globalisasi.html' title='Peran Pendidikan Di Era Globalisasi'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4903245533096405385</id><published>2009-02-22T08:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-22T08:09:56.335-08:00</updated><title type='text'>Paradigma Pendidikan Masa Depan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;b&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Selama tiga dasawarsa terakhir, dunia pendidikan Indonesia secara kuantitatif telah berkembang sangat cepat. Pada tahun 1965 jumlah sekolah dasar (SD) sebanyak 53.233 dengan jumlah murid dan guru sebesar 11.577.943 dan 274.545 telah meningkat pesat menjadi 150.921 SD dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;25.667.578 murid serta 1.158.004 guru (Pusat Informatika, Balitbang Depdikbud, 1999). Jadi dalam waktu sekitar 30 tahun jumlah SD naik sekitar 300%. Sudah barang tentu perkembangan pendidikan tersebut patut disyukuri. Namun sayangnya, perkembangan pendidikan tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan yang sepadan. Akibatnya, muncul berbagai ketimpangan pendidikan di tengah-tengah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat, termasuk yang sangat menonjol adalah: a) ketimpangan antara kualitas &lt;i&gt;output&lt;/i&gt; pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan, b) ketimpangan kualitas pendidikan antar desa dan kota, antar Jawa dan luar Jawa, antar pendudukkaya dan penduduk miskin. Di samping itu, di dunia pendidikan juga muncul dua problem yang lain yang tidak dapat dipisah dari problem pendidikan yang telah disebutkan di atas.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pertama, pendidikan cenderung menjadi sarana stratifikasi sosial. Kedua, pendidikan sistem persekolahan hanya mentransfer kepada peserta didik apa yang disebut &lt;i&gt;the&lt;/i&gt; &lt;i&gt;dead knowledge,&lt;/i&gt; yakni pengetahuan yang terlalu bersifat &lt;i&gt;text-bookish&lt;/i&gt; sehingga bagaikan sudah diceraikan baik dari akar sumbernya maupun aplikasinya.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi sejauh ini belum menampakkan hasilnya. Mengapa kebijakan pembaharuan pendidikan di tanah air kita dapat dikatakan senantiasa gagal menjawab problem masyarakat? Sesungguhnya kegagalan berbagai bentuk pembaharuan pendidikan di tanah air kita bukan semata-mata terletak pada bentuk pembaharuan pendidikannya sendiri yang bersifat &lt;i&gt;erratic, &lt;/i&gt;tambal sulam, melainkan lebih mendasar lagi kegagalan tersebut dikarenakan ketergantungan penentu kebijakan pendidikan pada penjelasan paradigma peranan pendidikan dalam perubahan sosial yang sudah usang. Ketergantungan ini menyebabkan adanya harapan-harapan yang tidak realistis dan tidak tepat terhadap efikasi pendidikan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Peranan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;b&gt;Pendidikan:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Mitos&lt;/b&gt; &lt;b&gt;atau&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Realitas?&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultural, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan tersebut peranan pendidikan amatlah strategis.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;John C. Bock, dalam &lt;i&gt;Education&lt;/i&gt; &lt;i&gt;and&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Development:&lt;/i&gt; &lt;i&gt;A Conflict&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Meaning&lt;/i&gt; (1992), mengidentifikasi peran pendidikan tersebut sebagai : a) memasyarakatkan ideologi dan nilai-nilai sosio-kultural bangsa, b) mempersiapkan tenaga kerja untuk memerangi kemiskinan, kebodohan, dan mendorong perubahan sosial, dan c) untuk meratakan kesempatan dan pendapatan. Peran yang pertama merupakan fungsi politik pendidikan dan dua peran yang lain merupakan fungsi ekonomi.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berkaitan dengan peranan pendidikan dalam pembangunan nasional muncul dua paradigma yang menjadi kiblat bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan kebijakan pendidikan: Paradigma Fungsional dan paradigma Sosialisasi. Paradigma fungsional melihat bahwa keterbelakangan dan kemiskinan dikarenakan masyarakat tidak mempunyai cukup penduduk yang memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap modern. Menurut pengalaman masyarakat di Barat, lembaga pendidikan formal sistem persekolahan merupakan lembaga utama mengembangkan pengetahuan, melatih kemampuan dan keahlian, dan menanamkan sikap modern para individu yang diperlukan dalam proses pembangunan. Bukti-bukti menunjukkan adanya kaitan yang erat antara pendidikan formal seseorang dan partisipasinya dalam pembangunan. Perkembangan lebih lanjut muncul, tesis &lt;i&gt;Human&lt;/i&gt; &lt;i&gt;lnvestmen,&lt;/i&gt; yang menyatakan bahwa investasi dalam diri manusia lebih menguntungkan, memiliki &lt;i&gt;economic rate&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of&lt;/i&gt; &lt;i&gt;return &lt;/i&gt;yang lebih tinggi dibandingkan dengan investasi dalam bidang fisik.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sejalan dengan paradigma Fungsional, paradigma Sosialisasi melihat peranan pendidikan dalam pembangunan adalah: a) mengembangkan kompetensi individu, b) kompetensi yang lebih tinggi tersebut diperlukan untuk meningkatkan produktivitas, dan c) secara urnum, meningkatkan kemampuan warga masyarakat dan semakin banyaknya warga masyarakat yang memiliki kemampuan akan meningkatkan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, berdasarkan paradigma sosialisasi ini, pendidikan harus diperluas secara besar-besaran dan menyeluruh, kalau suatu bangsa menginginkan kemajuan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma Fungsional dan paradigma Sosialisasi telah melahirkan pengaruh besar dalam dunia pendidikan paling tidak dalam dua hal. Pertama, telah melahirkan paradigma pendidikan yang bersifat analis-mekanistis dengan mendasarkan pada doktrin reduksionisme dan mekanistik. Reduksionisme melihat pendidikan sebagai barang yang dapat dipecah-pecah dan dipisah-pisah satu dengan yang lain. Meka Fns melihat bahwa pecahan-pecahan atau bagian-bagian tersebut memiliki keterkaitan linier fungsional, satu bagian menentukan bagian yang lain secara langsung. Akibatnya, pendidikan telah direduksi sedemikian rupa ke dalam serpihan-serpihan kecil yang satu dengan yang lain menjadi terpisah tiada hubungan, seperti, kurikulum, kredit SKS, pokok bahasan, program pengayaan, seragam, pekerjaan rumah dan latihan-latihan. Suatu sistem penilaian telah dikembangkan untuk menyesuaikan dengan serpihan-serpihan tersebut: nilai, indeks prestasi, ranking, rata-rata nilai, kepatuhan, ijazah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma pendidikan &lt;i&gt;lnput-Proses-Output,&lt;/i&gt; telah menjadikan sekolah bagaikan proses produksi. Murid diperlakukan bagaikan &lt;i&gt;raw-input&lt;/i&gt; dalam suatu pabrik. Guru, kurikulum, dan fasilitas diperlakukan sebagai &lt;i&gt;instrumental&lt;/i&gt; &lt;i&gt;input.&lt;/i&gt; Jika &lt;i&gt;raw-input&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;instrumental input&lt;/i&gt; baik, maka akan menghasilkan proses yang baik dan akhirnya baik pula produkyang dihasilkan. Kelemahan paradigma pendidikan tersebut nampak jelas, yakni dunia pendidikan diperlakukan sebagai sistem yang bersifat mekanik yang perbaikannya bisa bersifat partial, bagian mana yang dianggap tidak baik. Sudah barang tentu asumsi tersebut jauh dari realitas dan salah. Implikasinya, sistem dan praktek pendidikan yang mendasarkan pada paradigma pendidikan yang keliru cenderung tidak akan sesuai dengan realitas. Paradigma pendidikan tersebut di atas tidak pernah melihat pendidikan sebagai suatu proses yang utuh dan bersifat organik yang merupakan bagian dari proses kehidupan masyarakat secara totalitas.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kedua, para pengambil kebijakan pemerintah menjadikan pendidikan sebagai engine of growth, penggerak dan loko pembangunan. Sebagai penggerak pembangunan maka pendidikan harus mampu menghasilkan invention dan &lt;i&gt;inno&lt;span style=""&gt;vation,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; yang merupakan inti kekuatan pembangunan. Agar berhasil melaksanakan fungsinya, maka pendidikan harus diorganisir dalam suatu lembaga pendidikan formal sistem persekolahan, yang bersifat terpisah dan berada di atas dunia yang lain, khususnya dunia ekonomi. Bahkan pendidikan harus menjadi panutan dan penentu perkembangan dunia yang lain, khususnya, dan bukan sebaliknya perkembangan ekonomi menentukan perkembangan pendidikan. Dalam lembaga pendidikan formal inilah berbagai ide dan gagasan akan dikaji, berbagai teori akan dluji, berbagai teknik dan metode akan dikembangkan, dan tenaga kerja dengan berbagai jenis kemampuan akan dilatih.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sesuai dengan peran pendidikan sebagai &lt;i&gt;engine&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of growth,&lt;/i&gt; dan penentu bagi perkembangan masyarakat, maka bentuk sistem pendidikan yang paling tepat adalah &lt;i&gt;single track&lt;/i&gt; dan diorganisir secara terpusat sehingga mudah diarahkan untuk kepentingan pembangunan nasional. Lewat jalur tunggal inilah lembaga pendidikan akan mampu menghasilkan berbagai tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Agar proses pendidikan efisien dan etektif, pendidikan harus disusun dalam struktur yang bersifat rigid, manajemen (bersifat sentralistis, kurikulum penuh dengan pengetahuan dan teori-teori &lt;i&gt;(text&lt;/i&gt; &lt;i&gt;bookish).&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Namun, pengalaman selama ini menunjukkan, pendidikan nasional sistem persekolahan tidak bisa berperan sebagai penggerak dan loko pembangunan, bahkan Gass (1984) lewat tulisannya berjudul &lt;i&gt;Education&lt;/i&gt; &lt;i&gt;versus&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Qualifications&lt;/i&gt; menyatakan pendidikan telah menjadi penghambat pembangunan ekonomi dan teknologi, dengan munculnya berbagai kesenjangan: kultural, sosial, dan khususnya kesenjangan vokasional dalam bentuk melimpahnya pengangguran terdidik.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Berbagai problem pendidikan yang muncul tersebut di atas bersumber pada kelemahan pendidikan nasional sistem persekolahan yang sangat mendasar, sehingga tidak mungkin disempurnakan hanya lewat pembaharuan yang bersifat tambal sulam &lt;i&gt;(Erratic).&lt;/i&gt; Pembaharuan pendidikan nasional sistem persekolahan yang mendasar dan menyeluruh harus dimulai dari mencari penjelasan baru atas paradigma peran pendidikan dalam pembangunan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Penjelasan paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan yang diikuti oleh para penentu kebijakan kita dewasa ini memiliki kelemahan, baik teoritis maupun metodologis. Pertama, tidak dapat diketemukan secara tepat dan pasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagaimana proses pendidikan menyumbang pada peningkatan kemampuan individu. Memang secara mudah dapat dikatakan bahwa pendidikan formal akan mengembangkan kemampuan yang diperlukan untuk memasuki sistem teknologi produksi yang semakin kompleks. Tetapi, dalam kenyataannya, kemampuan teknologis yang diterima dari lembaga pendidikan formal tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Di samping itu, adanya perubahan di bidang teknologi yang cepat, justru melahirkan apa yang disebut dengan &lt;i&gt;de-skilled&lt;/i&gt; &lt;i&gt;process&lt;/i&gt;, yakni dunia industri memerlukan tenaga kerja dengan keahlian yang lebih sederhana dengan jumlah tenaga kerja yang lebih sedikit.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kedua, paradigma fungsional dan sosialisasi memiliki asumsi bahwa pendidikan sebagai penyebab dan pertumbuhan ekonomi sebagai akibat. Investasi di bidang pendidikan formal sistem persekolahan akan menentukan pembangunan ekonomi di masa mendatang. Tetapi realitas menunjukkan sebaliknya. Bukannya pendidikan muncul terlebih dahulu, kemudian akan muncul pembangunan ekonomi, melainkan bisa sebaliknya, tuntutan perluasan pendidikan terjadi sebagai akibat adanya pembangunan ekonomi dan politik. Dengan kata lain, pendidikan sistem persekolahan bukannya &lt;i&gt;engine of growth&lt;/i&gt;, melainkan gerbong dalam pembangunan. Perkemkembangan pendidikan tergantung pada pembangunan ekonomi. Sebagai bukti, karena hasil pembangunan ekonomi tidak bisa dibagi secara merata, maka konsekuensinya kesempatan untuk mendapatkan pendidikan tidak juga bisa sama di antara berbagai kelompok masyarakat, sebagaimana terjadi dewasa ini.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Ketiga, paradigma fungsional dan sosialisasi juga memiliki asumsi bahwa pendapatan individu mencerminkan produktivitas yang bersangkutan. Secara makro upah tenaga kerja erat kaitannya dengan produktivitas. Dalam realitas asumsi ini tidak pernah terbukti. Upah dan produktivitas tidak selalu sering.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Implikasinya adalah bahwa kesimpulan kajian selama ini yang selalu menunjukkan bahwa economic &lt;i&gt;rate&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of return&lt;/i&gt; &lt;i&gt;dan&lt;/i&gt; pendidikan di negara kita adalah sangat tinggi, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan investasi di bidang lain, adalah tidak tepat, sehingga perlu dikaji kembali.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Keempat, paradigma sosialisasi hanya berhasil menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran mengembangkan kompetensi individual, tetapi gagal menjelaskan bagaimana pendidikan dapat meningkatkan kompetensi yang lebih tinggi untuk meningkatkan produktivitas. Secara riil pendidikan formal berhasil meningkatkan pengetahuan dan kemampuan individual yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi modern. Semakin lama waktu bersekolah semakin tinggi pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Namun, Randal Collins, lewat karyanya &lt;i&gt;The&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Credential&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Society:&lt;/i&gt; &lt;i&gt;An&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Historicaf&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Sosiology&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Education&lt;/i&gt; &lt;i&gt;and&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Stratification &lt;/i&gt;(1979) menentang tesis ini. Berbagai bukti tidak mendukung tesis atas tuntutan pendidikan untuk memegang suatu pekerjaan-pekerjaan tersebut. Pekerja dengan pendidikan formal yang lebih tinggi tidak harus diartikan memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja .yang memiliki pendidikan lebih rendah. Banyak keterampilan dan keahlian yang justru dapat banyak diperoleh sambil menjalankan pekerjaan di dunia kerja formal. Dengan kata lain, tempat bekerja bisa berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang lebih canggih.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;b&gt;Baru:&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Pendidikan&lt;/b&gt; &lt;b&gt;Sistemik-Organik&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pembaharuan pendidikan nasional persekolahan harus didasarkan pada paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan nasional yang tepat, sesuai dengan realitas masyarakat dan kultur bangsa sendiri.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma peranan pendidikan dalam pembangunan tidak bersifat linier dan unidimensional, sebagaimana dijelaskan oleh paradigma Fungsional dan Sosialisasi di atas. Melainkan, peranan pendidikan dalam pembangunan sangat kompleks dan bersifat interaksional dengan kekuatan-kekuatan pembangunan yang lain. Dalam konstelasi semacam ini, pendidikan tidak bisa lagi disebut sebagai &lt;i&gt;engine&lt;/i&gt; &lt;i&gt;of&lt;/i&gt; &lt;i&gt;growth, &lt;/i&gt;sebab kemampuan dan keberhasilan lembaga pendidikan formal sangat terkait dan banyak ditentukan oleh kekuatan-kekuatan yang lain, terutama kekuatan ekonomi umumnya dan dunia kerja pada khususnya. Hal ini membawa konsekuensi bahwa lembaga pendidikan sendiri tidak bisa meramalkan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan oleh dunia kerja, sebab kebutuhan tenaga kerja baik jumlah dan kualifikasi yang diperlukan berubah dengan cepat sejalan kecepatan perubahan ekonomi dan masyarakat.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Paradigma peran pendidikan dalam pembangunan yang bersifat kompleks dan interaktif, melahirkan paradigma pendidikan Sistemik-Organik dengan mendasarkan pada dokrin ekspansionisme dan teleologi. Ekspansionisme merupakan doktrin yang menekankan bahwa segala obyek, peristiwa dan pengalaman merupakan bagian-bagian yang tidak terpisahkan dari suatu keseluruhan yang utuh. Suatu bagian hanya akan memiliki makna kalau dilihat dan dikaitkan dengan keutuhan totalitas, sebab keutuhan bukan sekedar kumpulan dari bagian-bagian. Keutuhan satu dengan yang lain berinteraksi dalam sistem terbuka, karena jawaban suatu problem muncul dalam suatu kesempatan berikutnya.&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Paradigma pendidikan Sistemik-Organik menekankan bahwa proses pendidikan formal sistem persekolahan harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Pendidikan lebih menekankan pada proses pembelajaran &lt;i&gt;(learning)&lt;/i&gt; dari pada mengajar &lt;i&gt;(teaching),&lt;/i&gt; 2) Pendidikan diorganisir dalam suatu struktur yang fleksibel; 3) Pendidikan memperlakukan peserta didik sebagai individu yang memiliki karakteristik khusus dan mandiri, dan, 4) Pendidikan merupakan proses yang berkesinambungan dan senantiasa berinteraksi dengan lingkungan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Paradigma pendidikan Sistemik-Organik menuntut pendidikan bersifat &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; &lt;i&gt;tracks.&lt;/i&gt; Artinya, pendidikan sebagai suatu proses tidak bisa dilepaskan dari perkembangan dan dinamika masyarakatnya. Dunia pendidikan senantiasa mengkaitkan proses pendidikan dengan masyarakatnya pada umumnya, dan dunia kerja pada khususnya. Keterkaitan ini memiliki arti bahwa prestasi peserta didik tidak hanya ditentukan oleh apa yang mereka lakukan di lingkungan sekolah, melainkan prestasi perserta didik juga ditentukan oleh apa yang mereka kerjakan di dunia kerja dan di masyarakat pada umumnya. Dengan kata lain, pendidikan yang bersifat &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; &lt;i&gt;tracks&lt;/i&gt; menekankan bahwa untuk mengembangkan pengetahuan umum dan spesifik harus melalui kombinasi yang strukturnya terpadu antara tempat kerja, pelatihan dan pendidikan formal sistem persekolahan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Dengan &lt;i&gt;double&lt;/i&gt; &lt;i&gt;tracks&lt;/i&gt; ini sistem pendidikan akan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan fleksibilitas yang tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk menyesuaikan dengan tuntutan pembangunan yang senantiasa berubah dengan cepat.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berbagai problem yang muncul di masyarakat, khususnya ketimpangan antara kualitas pendidikan dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh dunia kerja merupakan refleksi adanya kelemahan yang mendasar dalam dunia pendidikan kita. Setiap upaya untuk memperbaharui pendidikan akan sia-sia, kecuali menyentuh akar filosofis dan &lt;/span&gt;teori pendidikan. Yakni, pendidikan tidak bisa dilihat sebagai suatu dunia tersendiri, melainkan pendidikan harus dipandang dan diberlakukan sebagai bagian dari masyarakatnya. Oleh karena itu, proses pendidikan harus memiliki keterkaitan dan kesepadanan secara mendasar serta berkesinambungan dengan proses yang berlangsung di dunia kerja.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Buku ini terdiri atas tiga bab. Bab I membahas pendidikan dari perspektif teori, dimulai dari pembahasan sistem pendidikan di dua negara: Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun pendidikan Jepang pada awalnya merupakan "pinjaman" dari Amerika Serikat, tetapi pada bentuk akhir yang dipakai sampai saat ini ternyata berbeda. Perbandingan dua sistem pendidikan ini mewakili dua kutub: Pendidikan modern yang diwakili oleh pendidikan Amerika Serikat dan pendidikan yang konservatif yang diwakili oleh sistem pendidikan Jepang.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Tulisan kedua, membahas bagaimana kualitas pendidikan berkaitan erat dengan motivasi orang yang bekerja di dunia pendidikan. Motivasi, dari kacamata ekonomi hanya akan muncul apabila ada persaingan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus merangsang munculnya kompetisi di dunia pendidikan. Langkah strategis dalam mewujudkan kompetisi adalah kebijakan desentralisasi pendidikan. Desentralisasi, diduga akan erat berkaitan dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keberhasilan peningkatan mutu sekolah. Sebab, desentralisasi akan menimbulkan dorongan dari sekolah sendiri untuk maju sebagai dampak dari kepercayaan yang mereka peroleh.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Sudah barang tentu, desentralisasi yang memberikan otonomi lebih luas bagi sekolah diharapkan akan merubah pula aktivitas pada level kelas. Artinya, proses belajar mengajar juga harus berubah; paradigma baru mengajar harus dilahirkan, sebagaimana di bahas pada sub bab 4. Perubahan pada level kelas bisa saja merupakan konsekuensi dari perubahan yang terjadi pada level sekolah. Sub bab 5, memmembahas bagaimana perubahan yang harus dikembangkan pada level sekolah.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Pada Bab 2 dibahas bagaimana pentingnya peran guru. Peran guru tidak bisa lepas dari karakteristik pekerja profesional. Artinya, pekerjaan guru akan dapat dilakukan dengan baik dan benar apabila seseorang telah melewati suatu proses pendidikan yang dirancang untuk itu. Sebagai suatu pekerjaan profesional, sudah barang tentu kemampuan guru harus secara terus-menerus ditingkatkan. Meski andai kata tidakpun guru tetap akan dapat melaksanakan tugas memenuhi standar minimal. Pada bab ini antara lain dibahas upaya peningkatan mutu guru dengan mendasarkan pada kemauan dan usaha para guru sendiri. Artinya, guru tidak harus didikte dan diberi berbagai arahan dan instruksi. Yang penting adalah perlu disusun standar profesional guru 'yang akan dijadikan acuan pengembangan mutu guru dan pembinaan guru diarahkan pada sosok guru pada era globalisasi ini. Sosok guru ini penting karena guru merupakan salah satu bentuk &lt;i&gt;soft&lt;/i&gt; &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt; bukannya &lt;i&gt;hard&lt;/i&gt; &lt;i&gt;profession&lt;/i&gt; seperti dokter atau insinyur. Sudah barang tentu pendidikan dan pembinaan guru akan berbeda dengan dokter atau insinyur. Karena hakekat kerja dua bentuk profesi tersebut berbeda. Bab 2 diakhiri dengan bahasan tentang tantangan guru pada era globalisasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang kita jelang. Berbagai perubahan akan terjadi baik teknologi, ekonomi, sosial, dan budaya. Guru tidak mungkin menisbikan adanya berbagai perubahan tersebut. Guru harus mengembangkan langkah-langkah proaktif untuk menghadapi berbagai perubahan.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top: 0pt; margin-bottom: 0pt;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Bab 3 menyajikan bahasan untuk mencari pendidikan yang berwajah Indonesia. Dimulai dari pembahasan tentang suatu pernyataan hipotetis bahwa berbagai persoalan di masyarakat seperti pengangguran, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan sistem pendidikan yang tidak "pas" dengan budaya Indonesia. Untuk menemukan pendidikan yang berakar budaya bangsa perlu dilaksanakan penajaman penelitian pendidikan. Namun dalam mencari pendidikan yang berakar pada budaya bangsa tidak berarti bahwa pendidikan harus bersifat ekslusif. Hal ini bertentangan dengan realitas globalisasi. Oleh karena itu, pencarian pendidikan yang berakar pada budaya bangsa harus pula memahami globalisasi yang dapat dikaji berdasarakan perspektif kurikuler dan perspektif reformasi. Bagaimana tantangan pendidikan yang harus dihadapi dimasa depan dibahas pula pada bab ini. Tantangan yang mendasar adalah bagaimana dapat melakukan reformasi pendidikan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi level kelas. Sejalan dengan upaya menemukan pendidikan yang berwajah Indonesia yang bermutu, kemampuan guru, kemauan guru dan kesejahteraan guru mutlak harus ditingkatkan. Upaya ini, jelas, bukan hal yang mudah tetapi sekaligus menantang. Sebab, guru di masa depan akan menghadapi persoalan-persoalan yang berbeda dengan di masa sekarang. Sosok guru di masa depan harus mulai dipikirkan. Pada prinsipnya tugas guru adalah mengimplementasikan kurikulum dalam level kelas. Kurikulum bagaikan paru-paru pendidikan, kalau baik paru-parunya baik pulalah tubuhnya. Dibahas pula tentang bagaimana seharusnya kurikulum dikembangkan. Dua landasan kurikulum adalah apa kata hasil-hasil penelitian tentang otak dan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja khususnya dan masyarakat pada umumnya. Selanjutnya, dibahas permasalahan ketimpangan dalam ruang-ruang kelas yang berujud prestasi siswa. Memang, ketimpangan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari ketimpangan sosial ekonomi keluarga. Secara &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style=""&gt;konkret pada level kelas harus dikembangkan kebijakan untuk mengurangi ketimpangan tersebut. &lt;i&gt;Cooperative&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Learning&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Model&lt;/i&gt; diharapkan akan dapat mempersempit ketimpangan prestasi siswa. Prestasi siswa memang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengajar guru semata. Kultur sekolah oleh berbagai penelitian dipastikan ikut memegang peran penting. Oleh karena itu, dalam bab ini secara khusus dibahas masalah kultur sekolah dan bagaimana pembentukan serta peran kepala sekolah. Dan sudah barang tentu, kualitas pendidikan tidak hanya dapat diartikan pencapaian prestasi akademik semata, untuk itu perlu dibahas tentang prestasi atau hasil pendidikan yang utuh. Buku ini diakhiri dengan bahasan tentang bagaimana reformasi pendidikan harus dilaksanakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4903245533096405385?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4903245533096405385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4903245533096405385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4903245533096405385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4903245533096405385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/02/paradigma-pendidikan-masa-depan.html' title='Paradigma Pendidikan Masa Depan'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-6766928284860478231</id><published>2009-02-22T08:03:00.001-08:00</published><updated>2009-02-22T08:03:45.803-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Risiko</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;Manajemen risiko&lt;/b&gt; adalah suatu pendekatan terstruktur/&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metodologi" title="Metodologi"&gt;metodologi&lt;/a&gt; dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Penilaian_risiko&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Penilaian risiko (halaman belum tersedia)"&gt;Penilaian risiko&lt;/a&gt;, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mitigasi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Mitigasi (halaman belum tersedia)"&gt;mitigasi&lt;/a&gt; risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bencana_alam" title="Bencana alam"&gt;bencana alam&lt;/a&gt; atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sasaran&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Sasaran (halaman belum tersedia)"&gt;Sasaran&lt;/a&gt; dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan risk manajemen melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Risiko Operasional&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko Hazard&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko Finansial&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Risiko Strategik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Enterprise_Risk_Management&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Enterprise Risk Management (halaman belum tersedia)"&gt;Enterprise Risk Management&lt;/a&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-6766928284860478231?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/6766928284860478231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=6766928284860478231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6766928284860478231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/6766928284860478231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/02/manajemen-risiko.html' title='Manajemen Risiko'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-3180535235990520262</id><published>2009-02-21T18:52:00.001-08:00</published><updated>2009-02-21T18:55:10.710-08:00</updated><title type='text'>Paradigma Baru Internal Auditor</title><content type='html'>Perkembangan profesi &lt;em&gt;internal auditing&lt;/em&gt; dalam era globalisasi saat ini sangat pesat, bahkan Internal auditor telah diakui keberadaannya sebagai bagian dari organisasi perusahaan (&lt;em&gt;corporate governance&lt;/em&gt;) yang dapat membantu manajemen dalam meningkatkan kinerja perusahaan, terutama dari aspek pengendalian. Dimana dalam perkembangannya, telah terjadi perubahan pandangan terhadap profesi internal auditor dari paradigma lama yang masih berorientasi pada mencari kesalahan (&lt;em&gt;watchdog&lt;/em&gt;) menuju paradigma baru yang lebih mengedepankan peran sebagai konsultan dan katalis. Selain itu juga telah terjadi pendekatan baru dalam internal audit yaitu &lt;em&gt;risk based audit approach&lt;/em&gt;.&lt;span id="more-45"&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;The Institute of Internal Auditor&lt;/em&gt; pada tahun lalu (2001)  telah melakukan redifinisi terhadap &lt;em&gt;internal auditing&lt;/em&gt;. Disebutkan bahwa &lt;em&gt;internal auditing&lt;/em&gt; adalah suatu aktivitas independen dalam menetapkan tujuan dan merancang aktivitas konsultasi  (&lt;em&gt;consulting activity&lt;/em&gt;) yang bernilai tambah (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;value added&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) dan meningkatkan operasi perusahaan. Dengan demikian &lt;em&gt;internal auditing&lt;/em&gt; membantu organisasi dalam mencapai tujuan dengan cara pendekatan yang terarah dan sistematis untuk menilai dan mengevaluasi keefektifan manajemen resiko (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;risk management&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) melalui pengendalian (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;control&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) dan proses tata kelola yang baik (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;governance processes&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;). Pengertian &lt;em&gt;risk management&lt;/em&gt; secara umum merupakan pengelolaan risiko-risiko yang terkait dengan aktivitas, fungsi dan proses, sehingga suatu organisasi dapat meminimalkan kerugian (&lt;em&gt;loss&lt;/em&gt;) dan memaksimalkan kesempatan (&lt;em&gt;opportunity&lt;/em&gt;). Pengelolaan risiko meliputi identifikasi, analisis, &lt;em&gt;assesment&lt;/em&gt;, penanganan, &lt;em&gt;monitoring&lt;/em&gt; dan komunikasi risiko.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Paradigma Baru VS Paradigma Lama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Peran internal auditor sebagai &lt;em&gt;watchdog&lt;/em&gt; telah berlangsung lama sekitar tahun 1940-an, sedangkan peran sebagai konsultan baru muncul sekitar tahun 1970-an. Adapun peran internal auditor sebagai katalist baru berkembang sekitar tahun 1990-an. Perbedaan pokok ketiga peran internal auditor tersebut adalah sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="109"&gt;&lt;strong&gt;URAIAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="186"&gt;&lt;strong&gt;WATCHDOG&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="151"&gt;&lt;strong&gt;CONSULTANT&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="147"&gt;&lt;strong&gt;CATALIST&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="109"&gt;Proses&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="186"&gt;Audit kepatuhan (Compliance Audit)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="151"&gt;Audit operasional&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="147"&gt;Quality Assurance&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="109"&gt;Fokus&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="186"&gt;Adanya Variasi (penyimpangan, kesalahan   atau kecurangan dll)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="151"&gt;Penggunaan sumber daya (resources)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="147"&gt;Nilai (Values)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="109"&gt;Impact&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="186"&gt;Jangka pendek&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="151"&gt;Jangka menengah&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="147"&gt;Jangka panjang&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan tabel tersebut dapat dijelaskan, sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;W&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;ATCHDOG&lt;em&gt;. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Peran &lt;em&gt;watchdog&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;meliputi aktivitas inspeksi, observasi, perhitungan, cek &amp;amp; ricek yang bertujuan untuk memastikan ketaatan / kepatuhan terhadap ketentuan, peraturan atau kebijakan yang telah ditetapkan. Audit yang dilakukan adalah &lt;em&gt;compliance audit&lt;/em&gt; dan apabila terdapat penyimpangan dapat dilakukan koreksi terhadap sistem pengendalian manajemen. Peran &lt;em&gt;watchdog&lt;/em&gt; biasanya menghasilkan saran / rekomendasi yang mempunyai &lt;em&gt;impact&lt;/em&gt; jangka pendek, misalnya perbaikan sistem &amp;amp; prosedur atau &lt;em&gt;internal control&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CONSULTANT&lt;/strong&gt;. Peran internal auditor sebagai konsultan diharapkan dapat memberikan manfaat berupa nasehat (&lt;em&gt;advice&lt;/em&gt;) dalam pengelolaan sumber daya (&lt;em&gt;resources&lt;/em&gt;) organisasi sehingga dapat membantu tugas para manajer operasional. Audit yang dilakukan adalah &lt;em&gt;operational audit / performance audit&lt;/em&gt;, yaitu meyakinkan bahwa organisasi telah memanfaatkan sumber daya organisasi secara ekonomis, efisien dan efektif (3E) sehingga dapat dinilai apakah manajemen telah menjalankan aktivitas organisasi yang mengarah pada tujuannya. Rekomendasi yang dibuat oleh auditor biasanya bersifat jangka menengah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;CATALIST&lt;/strong&gt;. Peran internal auditor sebagai katalis berkaitan dengan &lt;em&gt;quality assurance&lt;/em&gt;, sehingga internal auditor diharapkan dapat membimbing manajemen dalam mengenali risiko-risiko yang mengancam pencapaian tujuan organisasi. &lt;em&gt;Quality assurance&lt;/em&gt; bertujuan untuk meyakinkan bahwa proses bisnis yang dijalankan telah menghasilkan produk / jasa yang dapat memenuhi kebutuhan &lt;em&gt;customer&lt;/em&gt;. Dalam peran katalis, internal auditor bertindak sebagai fasilitator dan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;agent of change&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Impact &lt;/em&gt;dari peran katalis bersifat jangka panjang, karena &lt;em&gt;focus &lt;/em&gt;katalis adalah nilai jangka panjang (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;longterm values&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) dari organisasi, terutama berkaitan dengan tujuan organisasi yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;customer satisfaction&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) dan pemegang saham (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;stake holder&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terdapat pergeseran filosofi &lt;em&gt;internal auditing&lt;/em&gt; dari paradigma lama menuju paradigma baru, yang ditandai dengan perubahan orientasi dan peran profesi internal auditor. Pada abad 21 ini, internal auditor lebih berorientasi untuk memberikan kepuasan kepada jajaran manajemen sebagai pelanggan (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;customer satisfaction&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;). Internal auditor tidak dapat lagi hanya berperan sebagai &lt;em&gt;watchdog&lt;/em&gt;, namun harus dapat berperan sebagai mitra bisnis bagi manajemen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perbedaan antara paradigma lama (pendekatan tradisional) dengan paradigma baru (pendekatan baru) sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;table border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="208"&gt;&lt;strong&gt;URAIAN&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="208"&gt;&lt;strong&gt;PARADIGMA LAMA&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;td align="center" valign="top" width="208"&gt;&lt;strong&gt;PARADIGMA BARU&lt;/strong&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Peran&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Watchdog&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Konsultan &amp;amp; Katalis&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Pendekatan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Detektif (mendeteksi masalah)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Prefentif (mencegah masalah)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Sikap&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Seperti Polisi&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Sebagai mitra bisnis / customer&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Ketaatan / kepatuhan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Semua policy / kebijakan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Hanya policy yang relevan&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Fokus&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Kelemahan / penyimpangan&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Penyelesaian yang konstruktif&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Komunikasi dengan manajemen&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;terbatas&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Reguler&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Audit&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Financial / compliance audit&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Financial, compliance, operasional audit.&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Jenjang karir&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Sempit (hanya auditor)&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="208"&gt;Berkembang luas (dapat berkarir di bagian   / fungsi lain)&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Risk Based Audit Approach&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pendekatan &lt;em&gt;risk based audit&lt;/em&gt; memerlukan keterlibatan internal auditor dalam &lt;em&gt;&lt;strong&gt;risk assessment.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Risk assessment &lt;/em&gt;menyoroti peran internal auditor dalam identifikasi dan analisis risiko-risiko bisnis yang dihadapi perusahaan. Oleh karena itu diperlukan sikap proaktif dari internal auditor dalam mengenali resiko-resiko yang dihadapi manajemen dalam mencapai tujuan organisasinya. Internal auditor dapat menjadi mitra manajemen dalam meminimalkan resiko kerugian (&lt;em&gt;loss&lt;/em&gt;) serta memaksimalkan peluang (&lt;em&gt;opportunity&lt;/em&gt;) yang dimiliki perusahaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penentuan tujuan dan ruang lingkup audit serta alokasi sumber daya internal auditor sepenuhnya didasarkan pada prioritas tingkat resiko bisnis yang dihadapi organisasi. Dalam &lt;em&gt;risk assessment&lt;/em&gt; terdapat 3 (tiga) konsep penting yaitu tujuan (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;goal&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;), resiko (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;risk&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) dan kontrol (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;control&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;). Tujuan merupakan &lt;em&gt;outcome &lt;/em&gt;yang diharapkan dapat dihasilkan oleh suatu proses atau bisnis. Risiko adalah kemungkinan suatu kejadian / tindakan akan menggagalkan atau berpengaruh negatif terhadap kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan bisnisnya, sedangkan kontrol merupakan elemen-elemen organisasi yang mendukung manajemen dan karyawan dalam mencapai tujuan organisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Agar &lt;em&gt;risk based audit&lt;/em&gt; dapat berhasil dengan baik diperlukan kerjasama antara internal auditor dengan manajemen  dalam melakukan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;control self assessment. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Control self assessment&lt;/em&gt; merupakan proses dimana manajemen melakukan &lt;em&gt;self assessment&lt;/em&gt; terhadap pengendalian atas aktivitas pada unit operasional masing-masing dengan bimbingan internal auditor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam hal ini, manajemen melakukan identifikasi resiko bisnis serta mengevaluasi apakah telah ada pengendalian yang dapat mengurangi resiko tersebut serta mengembangkan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;action plan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; untuk meningkatkan pengendalian yang ada. Manfaat utama dari &lt;em&gt;control self assessment&lt;/em&gt; oleh manajemen adalah adanya kesadaran bahwa tanggungjawab untuk menilai risiko dan pengendalian aktivitas suatu organisasi berada ditangan manajemen sendiri sehingga dapat meningkatkan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;ownership of control&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan paradigma baru profesi internal auditor tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut:  &lt;strong&gt;&lt;em&gt;pertama&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, pada era abad ke-21 ini peran internal auditor tidak dapat lagi hanya sebagai &lt;em&gt;watchdog&lt;/em&gt; saja, namun perlu ditingkatkan perannya menjadi konsultan dan katalis bagai manajemen, sehingga internal auditor dapat menjadi mitra bisnis bagi manajemen. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, internal auditor perlu merubah pendekatan dalam melakukan audit, yaitu dari pendekatan tradisional menuju &lt;em&gt;risk based audit approach.*&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Daftar Pustaka&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;1. Sofwan, Irwan : “&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Peran Internal Auditor dalam Perkembangan Organisasi menjelang abad 21&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“, bahan pelatihan internal audit tingkat manajerial, Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA), Jakarta, desember 1997.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;2. Samid, Suripto : &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Peran Audit Internal sebagai Alat Manajemen untuk mengurangi Risiko&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“, makalah Seminar FKSPI BUMN/BUMD, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Bandung&lt;/em&gt;&lt;em&gt;, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;5 September 2002&lt;/em&gt;&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;http://swamandiri.org/2008/05/22/paradigma-baru-internal-auditor/&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-3180535235990520262?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/3180535235990520262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=3180535235990520262' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3180535235990520262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/3180535235990520262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/02/paradigma-baru-internal-auditor.html' title='Paradigma Baru Internal Auditor'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-791147461439944188</id><published>2009-02-21T18:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T18:49:03.146-08:00</updated><title type='text'>Kerangka Kerja Risk Management</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;KERANGKA KERJA &lt;span style="font-style: italic;"&gt;RISK MANAGEMENT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Risk Management pada dasarnya adalah proses menyeluruh yang dilengkapi dengan alat, teknik,&lt;br /&gt;dan sains yang diperlukan untuk mengenali, mengukur, dan mengelola risiko secara lebih&lt;br /&gt;transparan. Sebagai sebuah proses menyeluruh Risk Management menyentuh hampir setiap&lt;br /&gt;aspek aktivitas sebuah entitas bisnis, mulai dari proses pengambilan keputusan untuk&lt;br /&gt;menginvestasikan sejumlah uang, sampai pada keputusan untuk menerima seorang karyawan&lt;br /&gt;baru.&lt;br /&gt;Berdasarkan konsep dasar di atas salah satu paradigma penting yang ditawarkan oleh Risk&lt;br /&gt;Management di dalam mengelola risiko adalah bahwa risiko dapat didekati dengan menggunakan&lt;br /&gt;suatu kerangka pikir yang sangat rasional. Hal ini dimungkinkan berkat berkembangnya teori&lt;br /&gt;probabilitas dan statistik yang memungkinkan kita memiliki alat untuk memilah, meng-quantify&lt;br /&gt;dan mengukur risiko. Asumsi yang mendasari hal ini adalah bahwa statistik mengandung&lt;br /&gt;didalamnya “ingatan numerik” (numerical memory) yang bertitik tolak dari hal itu kita dapat&lt;br /&gt;membaca suatu alur tertentu yang memungkinkan kita memproyeksikan kemungkinankemungkinan&lt;br /&gt;yang akan kita hadapi di masa mendatang.&lt;br /&gt;Bagaimanapun, Risk Management tetaplah hanya alat bantu bagi manajemen dalam proses&lt;br /&gt;pengambilan keputusan. Risk Management bukanlah sekedar angka statistik, teknik ataupun&lt;br /&gt;teknologi. Wujud penerapan terbaik Risk Management merupakan suatu proses membangun&lt;br /&gt;kesadaran tentang risiko di seluruh komponen organisasi, suatu proses pendidikan bagaimana&lt;br /&gt;menggunakan alat dan teknik yang disediakan oleh Risk Management tanpa harus dikendalikan&lt;br /&gt;olehnya, dan mengembangkan naluri pengambilan keputusan yang kuat (khususnya terhadap&lt;br /&gt;risiko).&lt;br /&gt;Kerangka Kerja Risk Management&lt;br /&gt;Sebagai sebuah proses, kerangka kerja Risk Management pada dasarnya terbagi dalam tiga&lt;br /&gt;tahapan kerja :&lt;br /&gt;1. Identifikasi Risiko&lt;br /&gt;Identifikasi Risiko adalah rangkaian proses pengenalan yang seksama atas risiko dan&lt;br /&gt;komponen risiko yang melekat pada suatu aktivitas atau transaksi yang diarahkan kepada&lt;br /&gt;proses pengukuran serta pengelolaan risiko yang tepat. Identifikasi Risiko adalah pondasi&lt;br /&gt;dimana tahapan lainnya dalam proses Risk Management , dibangun.&lt;br /&gt;2. Pengukuran Risiko&lt;br /&gt;Pengukuran Risiko adalah rangkaian proses yang dilakukan dengan tujuan untuk memahami&lt;br /&gt;signifikansi dari akibat yang akan ditimbulkan suatu risiko, baik secara individual maupun&lt;br /&gt;portofolio, terhadap tingkat kesehatan dan kelangsungan usaha. Pemahaman yang akurat&lt;br /&gt;tentang signifikansi tersebut akan menjadi dasar bagi pengelolaan risiko yang terarah dan&lt;br /&gt;berhasil guna.&lt;br /&gt;3. Pengelolaan Risiko&lt;br /&gt;Pengelolaan risiko pada dasarnya adalah rangkaian proses yang dilakukan untuk&lt;br /&gt;meminimalisasi tingkat risiko yang dihadapi sampai pada batas yang dapat diterima. Secara&lt;br /&gt;kuantitatif upaya untuk meminimalisasi risiko ini dilakukan dengan menerapkan langkahlangkah&lt;br /&gt;yang diarahkan pada turunnya (angka) hasil ukur yang diperoleh dari proses&lt;br /&gt;pengukuran risiko.&lt;br /&gt;Identifikasi Risiko&lt;br /&gt;Sebagai suatu rangkaian proses, identifikasi risiko dimulai dengan pemahaman tentang apa&lt;br /&gt;sebenarnya yang disebut sebagai risiko. Sebagaimana telah didefiniskan di atas, maka risiko&lt;br /&gt;adalah : tingkat ketidakpastian akan terjadinya sesuatu/tidak terwujudnya sesuatu tujuan, pada&lt;br /&gt;suatu kurun/periode tertentu (time horizon).&lt;br /&gt;Bertitik tolak dari definisi tersebut maka terdapat dua tolok ukur penting di dalam pengertian&lt;br /&gt;risiko, yaitu :&lt;br /&gt;1. Tujuan (yang ingin dicapai)/Objectives&lt;br /&gt;Untuk dapat menetapkan batas-batas risiko yang dapat diterima, maka suatu perusahaan harus&lt;br /&gt;terlebih dahulu menetapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai secara jelas. Seringkali&lt;br /&gt;ketidakjelasan mengenai tujuan-tujuan yang ingin dicapai mengakibatkan munculnya risikorisiko&lt;br /&gt;yang tidak diharapkan.&lt;br /&gt;2. Periode Waktu (Time Horizon)&lt;br /&gt;Periode waktu yang digunakan di dalam mengukur tingkat risiko yang dihadapi, sangatlah&lt;br /&gt;tergantung pada jenis bisnis yang dikerjakan oleh suatu perusahaan. Semakin dinamis&lt;br /&gt;pergerakan faktor-faktor pasar untuk suatu jenis bisnis tertentu, semakin singkat periode waktu&lt;br /&gt;yang digunakan di dalam mengukur tingkat risiko yang dihadapi. Contoh, seorang manajer&lt;br /&gt;pasar uang di suatu bank mestinya akan melakukan pemantauan atas tingkat risiko yang&lt;br /&gt;dihadapi secara harian. Di lain pihak seorang manajer portofolio kredit/capital market,&lt;br /&gt;mungkin akan menerapkan periode waktu 1 bulan untuk melakukan pemantauan atas tingkat&lt;br /&gt;risiko yang dihadapi.&lt;br /&gt;Pemahaman yang benar atas kedua tolok ukur tersebut akan sangat menentukan validitas dan&lt;br /&gt;efektifitas dari konsep Risk Management yang akan dibangun.&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya dari proses identifikasi risiko adalah mengenali jenis-jenis risiko yang&lt;br /&gt;mungkin (dan umumnya) dihadapi oleh setiap pelaku bisnis. Khusus untuk industri perbankan,&lt;br /&gt;salah satu rujukan yang digunakan dalam merumuskan jenis-jenis risiko yang dihadapi oleh&lt;br /&gt;kalangan perbankan adalah apa yang tercantum di dalam Core Principle for Effective Banking&lt;br /&gt;Supervision (Basel Core principles) September 1997, yang tergabung di dalam Compendium of&lt;br /&gt;documents produced by the Basel Committee on Banking Supervision, February 2000. Jenis-jenis&lt;br /&gt;risiko menurut dokumen tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Risiko Kredit (Credit Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh kegagalan counterparty (debitur)&lt;br /&gt;dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya sesuai yang disyaratkan oleh kontrak/&lt;br /&gt;perjanjian.&lt;br /&gt;Risiko ini tidak hanya muncul dari kredit/pinjaman (loan) melainkan juga meliputi&lt;br /&gt;komponen-komponen lain, baik on maupun off balance sheet seperti Garansi, Akseptasi,&lt;br /&gt;Securities Investment, dll.&lt;br /&gt;2. Risiko Negara dan Pengalihan (Country and Transfer Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh kondisi lingkungan ekonomi,&lt;br /&gt;sosial, politik dari negara asal counterparty (debitur). Risiko ini muncul dalam transaksi&lt;br /&gt;pinjaman lintas negara.&lt;br /&gt;3. Risiko Pasar (Market Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh pergerakan harga di pasar. Risiko&lt;br /&gt;ini harus dilihat dalam konteks prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku saat ini. Risiko ini&lt;br /&gt;tampak jelas pada aktivitas trading seperti debt/equity instruments, foreign exchange, atau&lt;br /&gt;komoditas.&lt;br /&gt;4. Risiko Tingkat Bunga (Interest Rate Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh pergerakan tingkat bunga di&lt;br /&gt;pasar.&lt;br /&gt;5. Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh ketidakmampuan bank untuk&lt;br /&gt;mengakomodasi berkurangnya pasiva/liabilities atau untuk membiayai/mendanai&lt;br /&gt;peningkatan di sisi aktiva/assets.&lt;br /&gt;6. Risiko Operasional (Operational Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh pelanggaran atas ketentuanketentuan&lt;br /&gt;internal maupun atas kebijakan-kebijakan bank.&lt;br /&gt;7. Risiko Hukum (Legal Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh ketidakcukupan (inadequacy)&lt;br /&gt;atau kesalahan dalam pemberian pendapat hukum maupun dokumentasi hukum.&lt;br /&gt;8. Risiko Reputasi (Reputational Risk)&lt;br /&gt;Adalah risiko (munculnya kerugian) yang disebabkan oleh kegagalan di dalam operasional&lt;br /&gt;bank khususnya kegagalan dalam memenuhi ketentuan-ketentuan hukum atau peraturan&lt;br /&gt;yang dikenakan atas bank.&lt;br /&gt;Pengukuran Risiko&lt;br /&gt;Pengukuran Risiko dibutuhkan sebagai dasar (tolok ukur) untuk memahami signifikansi dari&lt;br /&gt;akibat (kerugian) yang akan ditimbulkan oleh terealisirnya suatu risiko, baik secara individual&lt;br /&gt;maupun portofolio, terhadap tingkat kesehatan dan kelangsungan usaha bank. Lebih lanjut&lt;br /&gt;pemahaman yang akurat tentang signifikansi tersebut akan menjadi dasar bagi pengelolaan risiko&lt;br /&gt;yang terarah dan berhasil guna.&lt;br /&gt;A. Dimensi Risiko&lt;br /&gt;Signifikansi suatu risiko maupun portofolio risiko dapat diketahui/disimpulkan dengan&lt;br /&gt;melakukan pengukuran terhadap 2 dimensi risiko yaitu :&lt;br /&gt;i. Kuantitas (quantity) risiko, yaitu jumlah kerugian yang mungkin muncul dari&lt;br /&gt;terjadinya/terealisirnya risiko. Dimensi kuantitas risiko dinyatakan dalam satuan mata uang.&lt;br /&gt;ii. Kualitas (quality) risiko, yaitu probabilitas (likelihood) dari terjadinya/terealisirnya&lt;br /&gt;risiko. Dimensi kualitas risiko dapat dinyatakan dalam bentuk : confidence level, matrix&lt;br /&gt;risiko (tinggi, sedang, rendah), dan lain-lain yang dapat menggambarkan kualitas risiko&lt;br /&gt;Dua dimensi ini harus muncul sebagai hasil dari proses pengukuran risiko.&lt;br /&gt;B. Alat Ukur Risiko&lt;br /&gt;Sebagai suatu konsep baru yang sedang terus dikembangkan, terdapat berbagai macam&lt;br /&gt;metode pengukuran risiko yang muncul dan diujicobakan oleh para pelaku pasar.&lt;br /&gt;i. Value At Risk&lt;br /&gt;Salah satu metode yang banyak diterima dan diaplikasikan saat ini adalah apa yang dikenal&lt;br /&gt;dengan metode Value At Risk (VAR). Value At Risk pada saat ini dapat dianggap sebagai&lt;br /&gt;metode standar di dalam mengukur Risiko Pasar (Market Risk), dan mulai banyak&lt;br /&gt;digunakan untuk mengukur Risiko (Portofolio) Kredit.&lt;br /&gt;Per definisi Value At Risk adalah : kerugian terbesar yang mungkin terjadi dalam rentang&lt;br /&gt;waktu/periode tertentu yang diprediksikan dengan tingkat kepercayaan tertentu (“predicted&lt;br /&gt;worst-case loss with a specific confidence level over a period of time”). Konsep VAR&lt;br /&gt;berdiri di atas dasar observasi statistik atas data-data historis dan relatif dapat dikatakan&lt;br /&gt;sebagai suatu konsep yang bersifat obyektif.&lt;br /&gt;Upaya untuk mengukur risiko telah dilakukan orang dengan berbagai cara. Berbagai&lt;br /&gt;indikator yang sering digunakan oleh bank dalam mengukur dan mengelola Risiko Kredit&lt;br /&gt;atas portofolio kreditnya misalnya : penetapan rating, pembatasan tenor, pembatasan sektor&lt;br /&gt;industri, penetapan watch list, dsb. Risiko Pasar misalnya : volatilitas, sensitivitas, dsb.&lt;br /&gt;Risiko Tingkat Bunga misalnya : Liquidity Gap, Interest Rate Gap, dsb. VAR, dapat&lt;br /&gt;dikatakan, merangkum seluruh substansi yang ingin ditangkap dari alat-alat atau metodemetode&lt;br /&gt;tradisional tersebut. VAR juga megakomodasi kebutuhan untuk mengetahui potensi&lt;br /&gt;kerugian atas exposure tertentu. VAR juga dapat diterapkan pada berbagai level transaksi,&lt;br /&gt;mulai dari individual exposure sampai pada portfolio exposures. Dua hal yang tidak dapat&lt;br /&gt;ditawarkan oleh alat metode tradisional seperti disebutkan di atas.&lt;br /&gt;Secara umum ada empat pertanyaan dasar yang akan dijawab dengan menggunakan konsep&lt;br /&gt;VAR yaitu :&lt;br /&gt;Ø Berapa banyak bank akan mengalami kerugian?&lt;br /&gt;Ø Apakah kerugian tersebut akan terkonsentrasi pada satu aspek tertentu (obligor,&lt;br /&gt;area, jenis risiko)?&lt;br /&gt;Ø Exposure mana yang akan meminimalkan risiko dari exposure yang lain?&lt;br /&gt;Ø Berapa banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan mengambil risiko tersebut?&lt;br /&gt;ii. Stress Testing&lt;br /&gt;Salah satu keterbatasan konsep VAR adalah bahwa VAR hanya efektif diterapkan dalam&lt;br /&gt;kondisi pasar yang normal. Konsep VAR tidak dirancang untuk memprediksikan terjadinya&lt;br /&gt;suatu kejadian yang akan menyebabkan runtuhnya pasar (unexpected event) seperti perang,&lt;br /&gt;bencana alam, perubahan drastis di bidang politik, dll.&lt;br /&gt;Konsep Stress Testing memberikan jawaban untuk masalah tersebut. Konsep Stress Testing&lt;br /&gt;dirancang sebagai suatu pendekatan subyektif terhadap risiko yang bagian terbesarnya&lt;br /&gt;tergantung pada human judgement. Konsep ini adalah sebuah rangkaian proses eksplorasi,&lt;br /&gt;mempertanyakan, dan berpikir tentang kemungkinan-kemungkinan (khususnya terkait&lt;br /&gt;dengan risiko) pada saat terjadinya sesuatu yang dianggap “tidak mungkin” (very unlikely)&lt;br /&gt;terjadi.&lt;br /&gt;Di dalam konsep Stress Testing dilakukan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ø Menyusun beberapa skenario (terjadinya unexpected event)&lt;br /&gt;Ø Melakukan revaluasi (risiko) atas portofolio&lt;br /&gt;Ø Menyusun kesimpulan atas skenario-skenario tersebut&lt;br /&gt;Stress Testing harus dilaksanakan secara periodik dengan melibatkan Senior Management.&lt;br /&gt;iii. Back Testing&lt;br /&gt;Suatu model hanya berguna jika model tersebut dapat menerangkan realitas yang terjadi.&lt;br /&gt;Demikian pula dengan model pengukuran risiko. Untuk menjaga reliability dari model,&lt;br /&gt;maka secara periodik suatu model pengukuran harus diuji dengan menggunakan suatu&lt;br /&gt;konsep yang dikenal dengan Back Testing.&lt;br /&gt;C. Risiko vis a vis Pricing dan Modal&lt;br /&gt;Hasil yang diperoleh dari proses pengukuran risiko menggambarkan potensi kerugian yang&lt;br /&gt;akan muncul dalam hal risiko terealisir. Dalam konsep Risk Management kerugian tersebut&lt;br /&gt;harus diantisipasi dengan cara menyisihkan sejumlah modal sebagai cushion/buffer yang akan&lt;br /&gt;melindungi (kemampuan keuangan) perusahaan. Semakin tinggi risiko yang diambil, semakin&lt;br /&gt;besar pula modal yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;Penyisihan sejumlah modal (di luar PPAP) tersebut tentunya akan mengakibatkan&lt;br /&gt;munculnya opportunity loss bagi perusahaan/bank. Sebagai konsekuensi maka Risk&lt;br /&gt;Management mengenal apa yang disebut sebagai RAROC atau Risk Adjusted Return On&lt;br /&gt;Capital. Konsep pricing yang menggunakan RAROC akan secara jelas memperlihatkan&lt;br /&gt;seberapa tinggi risiko dari satu counterpart di mata bank/perusahaan yang melakukan evaluasi&lt;br /&gt;risiko.&lt;br /&gt;Pengelolaan Risiko&lt;br /&gt;Jika risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan telah diidentifikasi dan diukur maka pertanyaan&lt;br /&gt;selanjutnya adalah : “Profil/Struktur Risiko yang bagaimana yang terbaik bagi perusahaan?”&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut mengarah kepada upaya untuk :&lt;br /&gt;1. Meningkatkan kualitas dan prediktabilitas dari pendapatan perusahaan (earning)&lt;br /&gt;untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham (shareholder value)&lt;br /&gt;2. Mengurangi kemungkinan munculnya tekanan pada kemampuan keuangan&lt;br /&gt;(financial distress)&lt;br /&gt;3. Mempertahankan marjin operasi (operating margin)&lt;br /&gt;Konsep Pengelolaan Risiko berbicara seputar alternatif cara untuk mencapai tujuan-tujuan di atas.&lt;br /&gt;Pada dasarnya mekanisme Pengelolaan Risiko dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Membatasi Risiko (Mitigating Risk)&lt;br /&gt;Membatasi Risiko dilakukan dengan menetapkan limit risiko, baik untuk individual&lt;br /&gt;exposure maupun portfolio exposure, yang dapat diterima oleh perusahaan.&lt;br /&gt;Penetapan Limit Risiko yang dapat diterima oleh perusahaan tidak semata-mata dilakukan&lt;br /&gt;untuk membatasi risiko yang diserap oleh perusahaan, melainkan juga harus diarahkan&lt;br /&gt;kepada upaya untuk mengoptimalkan nilai bagi pemegang saham. Pendekatan tersebut&lt;br /&gt;terkait dengan konsekuensi (Modal/Capital) yang muncul dari angka-angka risiko yang&lt;br /&gt;dihasilkan dari proses pengukuran risiko. Artinya penetapan batas risiko dengan berbagai&lt;br /&gt;konsekuensi (finansial) yang muncul kemudian harus menghasilkan struktur neraca&lt;br /&gt;maupun rugi laba yang optimal bagi para pemegang saham.&lt;br /&gt;2. Mengelola Risiko (Managing Risk)&lt;br /&gt;Sebagaimana kita ketahui, nilai exposure yang dimiliki oleh perusahaan dapat bergerak&lt;br /&gt;setiap saat sebagai akibat pergerakan di berbagai faktor yang menentukan di pasar. Dalam&lt;br /&gt;kondisi demikian, maka angka yang dihasilkan dari proses pengukuran risiko di awal&lt;br /&gt;(munculnya exposure) akan berkurang validitasnya. Artinya bisa jadi profile risiko akan&lt;br /&gt;berubah sehingga tidak lagi dapat memberikan hasil yang optimal bagi pemegang saham.&lt;br /&gt;Untuk itu maka dibutuhkan suatu proses untuk mengembalikan profil risiko kembali&lt;br /&gt;kepada profil yang memberikan hasil optimal bagi pemegang saham. Proses dimaksud&lt;br /&gt;dilakukan melalui berbagai jenis transaksi yang pada dasarnya merupakan upaya untuk :&lt;br /&gt;a. Menyediakan cushion/buffer untuk mengantisipasi kerugian yang mungkin&lt;br /&gt;muncul dalam hal risiko yang diambil terealisir.&lt;br /&gt;b. Mengurangi/menghindarkan perusahaan dari kerugian total (total loss) yang&lt;br /&gt;mucul dalam hal risiko terealisir&lt;br /&gt;c. Mengalihkan risiko kepada pihak lain&lt;br /&gt;3. Memantau Risiko (Monitoring Risk)&lt;br /&gt;Pemantauan risiko pada dasarnya adalah mekanisme yang ditujukan untuk dapat&lt;br /&gt;memperoleh informasi terkini (updated) dari profile risiko perusahaan.&lt;br /&gt;Sekali lagi, Risk Management tetaplah hanya alat bantu bagi manajemen dalam proses&lt;br /&gt;pengambilan keputusan. Wujud penerapan terbaik Risk Management merupakan suatu proses&lt;br /&gt;membangun kesadaran tentang risiko di seluruh komponen organisasi perusahaan, suatu proses&lt;br /&gt;pendidikan bagaimana menggunakan alat dan teknik yang disediakan oleh Risk Management&lt;br /&gt;tanpa harus dikendalikan olehnya, dan mengembangkan naluri pengambilan keputusan yang kuat&lt;br /&gt;terhadap risiko.&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1. Bessis, Joel (1998) Risk Management in Banking, John Wiley &amp;amp; Sons Ltd., West Sussex,&lt;br /&gt;England&lt;br /&gt;2. The RiskMetrics Group n(1998), Exploring Risk and Managing Risk&lt;br /&gt;3. Compendium of documents produced by the Basel Committee on Banking Supervision,&lt;br /&gt;February 2000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;http://www.bexi.co.id/images/_res/perbankan-Kerangka%20Kerja%20Risk%20Management.pdf&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-791147461439944188?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/791147461439944188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=791147461439944188' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/791147461439944188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/791147461439944188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2009/02/kerangka-kerja-risk-management.html' title='Kerangka Kerja Risk Management'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-8783169742168323576</id><published>2008-05-16T23:47:00.001-07:00</published><updated>2008-05-16T23:48:40.256-07:00</updated><title type='text'>7 Habits of Highly Effective Adeniumania</title><content type='html'>Artikel menarik ini telah dipublish pada milis Adeniumania dan ditulis oleh moderatornya sendiri Argy. Seperti halnya Covey yang banyak mengajarkan pikiran dan ide-ide yang sangat universal, diharapkan tulisan ini dapat memberi insprisasi betapa pentingnya kegiatan eksplorasi dan terobosan-terobosan baru dalam pemuliaan adenium.   Salam Adeniumania, Berbagai permasalahan dan pengalaman sudah begitu banyak di-share di milis ini (juga di milis tetangga tentunya). Mungkin tidak semua bisa terjawab dengan memuaskan karena begitu banyak perspektif yang harus ditinjau. Karena pengalaman harus diuji secara empiris, dikaji nggak hanya tekstual (teoritis) tapi kontekstual (praktis). Tidak ada jawaban yg 100% tepat, karena resep' yg tepat dan 'super-jitu' belum tentu sesuai dengan kondisi yg ada. Dalam minggu di awal bulan Mei ini saya akan posting beberapa topik bertajuk '7 Kebiasaan Adeniumania yang Sangat Efektif' (7 Habits of Highly Effective Adeniumania) poin demi poin. Saya sengaja menggunakan bahasa yg tidak terlalu 'botanist' atau 'agriculturist', karena selain karena saya tidak kompeten dibidang itu, juga saya yakin, dimilis ini lebih banyak orang awam (termasuk saya) dari pada yg sudah pakar. Harapan saya Adeniumania, terutama yg pemula bisa terinspirasi oleh tulisan ini. Kritik, saran dan tanggapan sangat dihargai. Maju terus adeniumania! Argy. Adeniumania-Indonesia. It is about doing, not about trying.. First Habit 1. Understanding the adenium character, needs, threats and the way it live. Before you intend to cultivate adenium, seek information and understanding about adenum charracteristics including their needs, threats (pest and diseases) and the way it live in its habitat. You have to know exactly everything about the plant you'll cultivate. 1. Memahami karakter, kebutuhan, ancaman dan cara hidup adenium. Sebelum anda berniat untuk membudidayakan adenium, carilah informasi dan pemahaman yang benar tentang berbagai hal menyangkut tanaman ini seperti kebutuhannya, ancaman (hama dan penyakit) dan cara hidup di habitatnya. Anda harus mangetahui dengan benar apa yg akan anda budidayakan. 2nd Habit: Seek for high quality hybrids only according to your appetite. There are thousands adenium hybrids. You do not have to have all kind of adenium hybrids brought into your back yard garden. Choose only high quality that suitable with your appetite and your financial condition. Do not push your self too much. Be cost effective! Carilah bibit yang berkualitas sesuai dengan selera anda. Ada banyak ribuan jenis adenium. Anda tidak perlu punya semua untuk ditanam di halaman anda. Pilihlah hanya yg berkualitas yg paling cocok dengan selera anda dan juga isi kocek anda tentunya. Jangan memaksakan diri dan jadilah orang yg cost effective (bijak dalam menangani biaya). 3rd Habit: Pay careful attention to growth media. Root is the vital part of a plant. Like pets, treat it with good and sufficient feeding, your plant will enjoy to be around with you. Perhatikan media tumbuh dengan seksama. Akar adalah bagian penting dari tanaman. Seperti hewan piaraan, berikan padanya makanan dan nutrisi yg baik dan cukup, maka dia akan tetap senang bersama anda. 4th Habit: Prune and shape as necessary. It is good to be natural, but with a little hand work and aestetics, your plant will look more natural in appearance. Pangkas dan bentuklah jika perlu. Memang baik jika terlihat alami, tapi dengan sedikit sentuhan estetika dan seni, tanaman anda akan terlihat jauh lebih alami. The 5th Habit: Know how to propagate and hybridize and do practices! This part could be the most interesting part of this hobby. You will explore and discover the amazing things in propagation. Beside, you will get more plants! More plants more funs! When you success in hybridization, you achieve your excellence. Cari tahu cara memperbanyak dan cara penyilangan dan praktekan! Mungkin dibagian ini adalah yg paling menarik dari hobi ini. Anda akan berekplorasi dan menemukan hal-hal yg mengagumkan pada proses perbanyakan tanaman ini. Lagipula, semakin banyak tanaman anda, semakin menyenangkan!. Kalau anda sudah menguasai dan berhasil dalam melakukan penyilangan berarti anda sudah mencapai keunggulan anda di hobi ini. Here's the 6th Monitor the growth development periodically. Take your time to watch your adenium grow. While you enjoy the beauty of adenium, you should oversee what happen to the plants. Your plant will not always free of any threats, at all the time. When you discover threats, resolve it immediately. Pantau perkembangan tanaman anda secara berkala. Sempatkan untuk memantau perkembangan adenium anda. Sambil anda menikmati indahnya adenium, anda juga harus memperhatikan adakah gejala2 yg menuntut perhatian dan tindakan anda. Tanaman anda tidak selalu bebas dari berbagai ancaman sepanjang waktu. Begitu anda melihat adanya ancaman, lakukan pencegahan dan penanganan sesegera mungkin. Last but not least...the 7th Habit: Learn from experiences continuously. Experience is the best teacher. You can learn more effectively from yours and/or others experinces. Text book or tips and tricks articles may help, although sometime it found confusing, but experince (especially yours) give you more real, accurate and timely feedback according to your condition and problems. A lot of big hobbysts even big hybridizers had made several trial and error, but ended with satisfactorily results. Belajarlah dari pengalaman. Pengalaman adalah guru yg terbaik. Anda bisa belajar dari pengalaman anda sendiri atau mengambil hikmah dari pengalaman orang lain. Tips-tips dari buku atau artikel memang membantu, walaupun kadang justru membingungkan, tapi pengalaman (terutama pengalaman pribadi) dapat memberikan contoh yg nyata, akurat dan umpan balik yg seketika berdasarkan keadaan dan permasalahan anda. Banyak hobbyst besar bahkan pemulia adenium yg melakukan 'trial and error' yg berakhir pada hasil yg memuaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-8783169742168323576?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/8783169742168323576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=8783169742168323576' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8783169742168323576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/8783169742168323576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2008/05/7-habits-of-highly-effective.html' title='7 Habits of Highly Effective Adeniumania'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-4913351022480608954</id><published>2008-05-16T23:40:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T23:47:18.219-07:00</updated><title type='text'>Mengenal: ADENIUM MULTIFLORUM</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/SC5-mc7PmUI/AAAAAAAAAF8/nNDeaW7gN0E/s1600-h/215.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201233818724309314" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/SC5-mc7PmUI/AAAAAAAAAF8/nNDeaW7gN0E/s320/215.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/SC5-RM7PmTI/AAAAAAAAAF0/e3bbIlrgRUU/s1600-h/209.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5201233453652089138" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/SC5-RM7PmTI/AAAAAAAAAF0/e3bbIlrgRUU/s320/209.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Famili: Apocynaceae Nama Umum: impala lily (Ing.); impalalelie (Afr.). Adenium multiflorum adalah jenis adenium yang dikenal luas di Afrika Selatan. Ia berbunga di musim dingin, di saat hampir semua vegetasi cenderung ‘merehatkan diri’, A. Multiflorum justru tampil brilian dengan warna-warna putih, pink, crimson, merah, dan dwiwarna yang memenuhi seluruh tajuknya saat sedang bermekaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genus Adenium terdiri dari lima spesies sukulen dari daerah tropis Afrika, Arabia, dan Socotra. Formasinya yang menakjubkan sekaligus bunga indahnya yang kompak dan serempak serta mampu bertahan lama membuat genus ini dikenal sebagai tanaman hias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi Adenium multiflorum berprofil semak atau pohon kecil setinggi 0.5-3m, bentuknya seperti miniatur baobab. Percabangan rimbun mencuat sejak dari bonggol yang berukuran besar dan tersembunyi di bawah tanah. Warna batang utama dan percabangannya kelabu terang hingga coklat, dengan getah lengket dan mengandung zat racun. Sepanjang tahun tanaman ini tidak banyak berbunga ataupun berdaun lebat. Panjang daun mencapai 100 mm, hijau cerah di bagian atas dan memudar di bagian bawah, biasanya ke arah ujung daun lebih melebar, dan berkelompok di ujung tunas-tunas pada percabangannya. Daun akan rontok pada saat akan berbunga. Bunga tumbuh dan mekar dalam kelompok-kelompok dompolan, tiap bunga berdiameter 50-70mm. Warnanya amat cantik, biasanya berpetal lancip warna putih dan tepi merah bergelombang, serta pola garis merah pada leher terompet. Kadang dijumpai bunga adenium multiflorum berwarna putih polos. Bunganya mengeluarkan aroma halus. Musim bunga berkisar pada bulan Mei hingga September. Buah normal berupa sepasang tanduk sepanjang kurang lebih 240 mm. Biji berwarna coklat dengan bulu halus di kedua ujung biji. Dalam daftar yang disebut Red Data di Swaziland, Zambia, dan Zimbabwe, Adenium (impala lily) dinyatakan sebagai keragaman hayati yang dilindungi. Penyebarannya sebagian besar terjadi pada musim gugur di Afrika Selatan di kawasan Taman Nasional Kruger. Perlindungan diberikan kepada adenium multiflorum karena pemanfaatannya sebagai tanaman koleksi, bahan obat-obatan, pembudidayaan, dan menjadi pakan hewan liar seperti misalnya baboon yang menyukai bagian akar. Distributsi dan Habitat Distribusi alami Adenium multiflorum meliputi Zambia tenggara, berlanjut ke Malawi, Zimbabwe dan Mozambique, Limpopo, Mpumalanga dan ke utara di KwaZulu-Natal di Afrika Selatan, serta Swaziland. Habitatnya meliputi wilayah tanah berpasir atau kawasan alluvium berbatu cadas, padang tandus terbuka ataupun padang rumput. Dijumpai terutama di dataran rendah dengan sedikit hujan dan di bagian timur Afrika Selatan, di selatan Sungai Zambezi, dengan ketinggian 1-200 m dpl. Adenium multiflorum tumbuh hanya di wilayah tandus Afrika Selatan, dengan penyebaran luas di Afrika bagian tengah dan Timur. Penamaan dan aspek historis J.J. Roemer dan J.A. Schultes memberi nama genus Adenium pada tahun 1819; hingga kini telah ada 12 spesies yang masuk ke dalam genus ini. Pada revisi terbaru oleh Plazier, hanya ada lima spesies yang dikenal di kawasan Afrika bagian selatan. Nama genus ini diambil dari dialek yang dikenal oleh penduduk setempat untuk Adenium obesum, yakni Oddaeyn, atau dari Aden, di mana A. obesum pertama kali ditemukan. J.F. Klotzsch memberi nama A. multiflorum pada tahun 1861 dari berbagai material yang dikumpulkannya di Mozambique. Arti dari bahasa Latinnya merujuk banyaknya jumlah dan serempaknya bunga yang mekar berbarengan pada tanaman ini. Pada revisi sebelumnya, L.E. Codd menganggap A. multiflorum sebagai suatu varietas dan G.D. Rowley menganggapnya sebagai subspesies dari spesies di utara, yakni A. obesum. Pada revisi paling akhir, A. multiflorum kembali menempati posisi sebagai spesies. Tiga spesies Adenium lain di Afrika bagian selatan adalah A. boehmianum, A. oleifolium dan A. swazicum. A. boehmianum terdapat di bagian utara Namibia. A swazicum, berprofil lebih kecil dan berbunga di musim panas dengan warna bunga pink, dijumpai di Mpumalanga dan Swaziland. A. oleifolium tumbuh di Limpopo, Northern Cape, Namibia dan Botswana. Hingga tingkat tertentu ketiganya pun telah dibudidayakan. Ekologi Tanaman ini ditemukan di berbagai habitat. Dalam kelompok besar cenderung tumbuh kecil dan menyemak. Di kawasan yang dilindungi, tanaman ini bisa tumbuh menjadi pohon yang gagah. Tanaman ini memiliki batang utama yang tebal dan berumbi di dalam tanah, yang berfungsi sebagai cadangan makanan di saat kemarau panjang. Secara alami berbiak dari biji, yang beradaptasi untuk penyebaran melalui angin dengan memiliki bulu-bulu halus dan ringan. Manfaat Di Afrika dan Afrika bagian selatan dimanfaatkan untuk meracun ikan atau dioleskan ke ujung tajam anak panah. Racun ini berasal dari getah dan bagian batangnya, tapi akan berfungsi dengan kombinasi dengan bahan racun lain. Daun dan bunganya beracun bagi kambing dan lembu, tapi menjadi pakan bagi hewan lain dan racunnya dianggap tidak terlalu kuat. Terlepas dari kadar racunnya, tanaman ini berguna pula sebagai obat. Dari aspek hortikultura, bunganya cukup bernilai. Ukuran yang besar dengan bunga mekar penuh dan serempak menjadi pemandangan indah tersendiri di antara genus sukulen, dan sangat dikagumi di kebun-kebun alam terbuka beriklim yang cocok. Adenium multiflorum dikembangkan secara luas di pondok peristirahatan di dalam Kruger National Park, misalnya. Menanam Adenium multiflorum Adenium multiflorum tumbuh baik di iklim hangat dengan drainase yang berpasir dan porous. Tumbuh kurang baik di iklim dingin. Sangat ideal di wilayah kering berbatu untuk menghasilkan bunga yang semarak menyambut musim dingin. Sebagai tanaman pot dapat disimpan di tempat lebih sejuk, tapi dengan penyiraman yang jarang atau dihentikan di masa dormant. Selain perbanyakan melalui grafting, tanaman ini tumbuh amat vigor jika dikembangkan dari biji, tapi amat jarang berbunga hingga mencapai usia 4-5 tahun. Takson ini akan terlihat dalam kultivasi, tapi ketersediaannya tidak seperti A. obesum, disebabkan pertumbuhannya yang cenderung lambat dan musim berbunga yang pendek. Di Shingwedzi Camp di Kruger National park terdapat beberapa spesimen tumbuh amat mengagumkan. Siram dengan baik selama cuaca panas. Jaga media tetap basah pada suhu sekitar 30º C, cuaca panas sebaiknya diimbangi dengan kelembaban sedang hingga tinggi. Respon tanaman ini amat baik terhadap pemupukan imbang dan teratur. Tambahkan pupuk slow-release dan mikronutrien pada media tanam. Kekurangan air dan makanan akan menghambat pertumbuhan. Adenium sebaiknya ditanam dalam pot pada daerah beriklim dingin atau basah. Dormansi dapat diketahui saat konsumsi air menurun atau daun menguning: penyiraman secara drastis dikurangi dan hentikan pada saat tanaman dalam dormansi penuh. Munculnya daun-daun baru dan tunas-tunas baru menandakan berakhirnya masa dormant dan penyhiraman bisa ditingkatkan. Tanaman memerlukan ruang perakaran yang leluasa agar tumbuh cepat, dengan demikian diperlukan repotting untuk menyesuaikan perbesaran akar. Kelebihan air dan pupuk dibarengi kekurangan cahaya dan buruknya sirkulasi udara menyebabkan tanaman melemah dan pertumbuhannya melambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2840569797020536397-4913351022480608954?l=csatria.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://csatria.blogspot.com/feeds/4913351022480608954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2840569797020536397&amp;postID=4913351022480608954' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4913351022480608954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2840569797020536397/posts/default/4913351022480608954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://csatria.blogspot.com/2008/05/mengenal-adenium-multiflorum.html' title='Mengenal: ADENIUM MULTIFLORUM'/><author><name>Citra Satria O, S.T., M.Sc.Eng.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13052802469740713355</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/-Rlq2s4y-jFo/TwH2NwYrVrI/AAAAAAAAAXM/6CyVoH7lcJQ/s220/IMG_8058.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SaVMtRQ-WMs/SC5-mc7PmUI/AAAAAAAAAF8/nNDeaW7gN0E/s72-c/215.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2840569797020536397.post-2515673539156750235</id><published>2008-05-16T23:38:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T23:39:47.011-07:00</updated><title type='text'>Bolpho Pyllom: Sanseviera Langka 30 Jutaan</title><content type='html'>Sanseviera atau biasa disebut lidah mertua ini bagi penggemar tanaman hias masih diminati. Wajar, karena bentuknya yang sensual dan khas. Belum lagi khasiatnya yang baik untuk kese&amp;shy;hatan, yaitu sebagai penyerap antioksidan. &lt;br /&gt;Sebagai tanaman gurun, sansevieria memiliki bentuk yang terbilang mini&amp;shy;malis. Tanpa banyak variasi, tanpa batang, dengan daun berstruktur keras. Karena bentuk yang tak biasa inilah, hati kolektor biasanya mulai kesengsem dengan tanaman yang sering digunakan anak kecil untuk mainan 'pedang-pedangan' ini.&lt;br /&gt;Bentuknya yang unik, serta khasiatnya yang baik untuk menyerap radikal bebas. sanse&amp;shy;vieria juga dikenal memiliki serat yang kuat. Beberapa negara sudah mengembangkan industri tekstilnya dengan berbahan dasar tanaman ini.&lt;br /&gt;Selain sebagai bahan dasar produk tekstil, di Amerika, sansevieria akrab dengan tentara. Serat sansevieria yang kuat sering dimanfaatkan oleh tentara untuk menarik tank yang terjebak di lautan pasir. Menurut literatur yang pemah saya baca, tanaman ini sering dirangkai dan menjadi tali. Rangkaian sansevieria ini konon sangat kuat, bahkan bila dibandingkan dengan tali tambang sekalipun, kata Syaichul Anam, Kolektor yang juga pemilik Gallery Black Gold Sansevieria Collection di Sidoarjo, Jatim. Sebagai distributor sekaligus kolektor tana&amp;shy;man hias, Syaichul juga memiliki jenis san&amp;shy;sevieria andalan. Sansevieria andalan itu dari jenis Bolpho Pyllom asal Amerika. Jenis ini adalah salah satu jenis sansevieria silin&amp;shy;dris langka yang biasa hidup di gurun pasir. la mendapatkan sansevieria langka ini dari teman sesama kolektor sekitar tahun 2006 lalu. Begitu melihatnya, Syaichul langsung tertarik dengan tanaman ini. Meski tak mau menyebut berapa harga yang dikeluarkan pada saat itu, pria kelahiran Surabaya, 6 Oktober 1963, ini mengaku kagum dengan tanaman ini, karena bentuknya yang sudah bercabang tiga. Tak sia-sia, salah satu koleksi sansevieria langka yang kini berusia 10 tahun ini pun pernah juga dikagumi oleh kolektor yang lain. Pada setiap pameran saya selalu membawa tanaman ini. Dan sesekali orang bertanya untuk dapat membe&amp;shy;linya. Sampai sekarang, nilai yang per&amp;shy;nah diajukan pernah mencapai sekitar Rp 30 juta, terang Syaichul. Mengingat langka dan keunikan Bolpho Pyllom miliknya, Syaichul pun berusaha untuk memperbanyak dan membudi&amp;shy;dayakan koleksinya ini. Berbagai cara pun ia lakukan demi mendapat bibit tanaman ini. Antisipasi Hama dan Penyakit Pada dasarnya tidak terlalu banyak hama dan penyakit yang menyerang sansevieria. Namun demikian beberapa hama dan patogen penyebab penyakit sering mengganggu pertumbuhan tanaman
