Rabu, 19 September 2012

My 3rd semester-Sepenggal cerita 1

Yah maaf temen2 banyak urusan dan sedikit sibuk makanya lama saya tidak nulis blog. Namun beberapa kesibukan tersebutlah yang ingin saya bagikan ke teman2 mengingat blog ini merupakan sekumpulan pengalaman saya dalam menempuh jenjang pendidikan master (S2) saya di NTUST,Taipei-Taiwan. Ok saya mulai langsung aja cerita singkat (krn semester tiga ini blm selesai sewaktu saya menulis blog saya-dan beberapa part kejadian menarik dalam semester 3 ini akan saya ceritakan terpisah di part berikutnya. Semester tiga ini seperti biasa kembali ke kehidupan mahasiswa yang tiap hari membaca paper, ke perpus, ke lab utk melakukan research, makan, mandi, tidur, mainan, olahraga dan lain2. Namun sekembalinya dari singapore dan malaysia, aku membagikan banyak sekali buah tangan dari indo berupa kue2 kering, kopi bubuk dan kacang+minuman jahe mengingat semester 3 awal masih didalam lingkup musim dingin (hope they like it). Karena aku bisa menyelesaikan 24sks yang diwajibkan bagi master degree untuk lulus dalam 1th, jadi semester ketiga ini aku tidak ada tanggungan apa2 lagi dalam memenuhi syarat sks yang harus aku ambil. Tapi pikir2 bosen juga kalo hanya "nge-lab" jadi aku putuskan ambil 3sks "advanced foundation engineering" dan 3sks "chinesse class" (melanjutkan dari tiap semester yang aku ambil sebelumnya.
Mengingat aku dari penjurusan manajemen konstruksi, jujur rada takut juga seh mengambil mata kuliah geoteknik ini, tapi as time goes by, dengan belajar dan dikit nekat diriku lumayan memahami mata kuliah ini dan ternyata geoteknik sangat menariuk untuk dipelajari ahahahaha. Dimulai dari fondasi dangkal hingga fondasi dalam. Banyak sesuatu yang baru yang aku dapatkan disini, yang aku paling suka adalah mengenai wave theory, propagation dan pembahasan sekitarnya. Aku terlena bagaimana kita bisa menghitung force dalam pile yang di "driving", lokasi energy yang berjalan dalam pile, berapa tekanan dan kekuatan tanah termasuk pile yang harus di kontrol sehingga tidak terjadi failure yang tidak diinginkan semua pihak. masih banyak lagi yang aku ingin ceritakan tapi utk membahas geoteknik bukan porsi saya di halaman blog ini ^O^.
Selain mengenai hal2 perkuliahan dan dunia kampus, disemester tiga ini ternyata aku mendapatkan tawaran parttime di sebuah restoran "mie Italy" di daerah MRT-"Chiang Kai Shek Memorial Hall". Hari pertama cuman temenin aja temenku yang training, sekaligus aku coba2 untuk training walaupun tidak di gaji. Bosnya orang Macau, jadi untuk berkomunikasi dengan dia, kita harus bisa mandarin. Walaupun dia bisa bahasa inggris yang lumayan tapi mau tidak mau harus bisa membaca dan mengerti mandarin termasuk berkomunikasi. Bagaimana bisa bekerja di restorant kalau tidak bisa baca menu dalam mandarin?. Tapi jujur ketika aku menulis blog ini , aku sudah bekerja sekitar 3minggu, aku mengalami 2x terkena pisau-darah berceceran-berpanas2 di dapur, memotong2, mempersiapkan segala sesuatu yg BOS minta krn kokinya sendiri adalah BOSnya. Jadi bisa dikatakan posisi aku adalah chief assistance (kl di kampus graduate research assistance-wakakakaka).
Anda kira bekerja di dapur mudah?ooooh tidak anda salah, mulai dari mempersiapkan bumbu, mengukur tatanan mie sampai mencuci semua perlengkapan dapur membuat aku menyadari bahwa mencari uang itu tidak mudah, bekerja keras, kejujuran,optimisme dan kemauan belajar menjadi salah satu faktr penting dalam berkarir (karir yang aku maksud luas ya bukan hanya di lingkup parttime). Mulanya juga aku g bisa apa2, terlebih mandarin dan baca menu wakakak tapi nekat aja, as time goes by-dalam 1 minggu aku sudah lumayan bisa membaca dan mempersiapkan segala sesuatunya. Oh iya di tempat aku kerja juga nyaman+tiap jadwal makan mlm/siang dikasih sama BOS-nya, baik kok dan pengertian tapi dia disiplin banget dalam waktu hahahahaha....................
Semester 3 ini aku akan wisuda, tapi wisuda yang aku maksud adalah acara kelulusan saja bukan beneran lulus karena aku sendiri belum sidang dan juga di NTUST (dan pada umumnya) wisuda hanya sem=bagai formalitas dan pelengkap. Kita hanya datang, mendengarkan ceramah, foto2 lalu pulang deh alias keluarga yang datang untuk wisudaan menurutku memang tujuannya untuk jalan2 wakakakak karena wisuda sendiri hanya 1-2jam saja tidak lebih. Keluarga ku yang datang memang aku persiapkan utk trip dan travelling.
Mungkin cukup sekian part blog ini untuk menceritakan sekilas perjalanan semester 3 ku. Dipart selanjutkan aku akan menceritakan hal yang menarik sekaligus membuatku menangis dalam hati. Karena ada suatu titik dimana manusia tidak dapaet berbuat apa2 ketika hal yang ingin diubahnya ada didepan mata namun ternyata kita tidak dapat mengubahnya..............

Kamis, 17 Maret 2011

Spring Holiday (2011)-Rabbit Year Experience


Ok, kali ini aku akan sedikit bercerita mengenai pengalaman berlibur ke Singapore & Malaysia dalam rangka winter holiday 2011. Jadi sebagai catatan, sebelumnya memang aku tidak pernah berkunjung ke-2 negara ini. Jadi impianku sebelumnya memang sangat ingin sekali berkunjung (baca: berlibur) ke-2 negara ini. Akhirnya keturutan juga hehehe. So......aku pergi ke Singapore & Malaysia dengan temen deket aku di kampus (Saat aku berlibur ini aku sedang berada dalam proses jenjang pendidikan S2 di Taiwan-jadi di wall blog ini yang aku maksud kami adalah aku & felix-temen dekat aku di Taiwan). Awalnya susah payah juga mencari tiket pesawat murah & hampir saja kena permasalahan pembayaran dengan sistem online karena memang waktu itu kami berpengalaman dalam pemesanan tiket online(ada di cerita blog saya sebelumnya). Jadi beberapa bulan sebelum kami memulai perjalanan liburan kami ke Singapore & Malaysia, kami berdua sepakat untuk menghabiskan waktu selama 8-hari (kalau tidak salah, dengan hari ke-3 dan ke-4 akan kami selingi singgah ke Malaysia).

Sesampainya di Singapore, langkah pertama yang kami lakukan adalah mencari hostel murah, bersih dan tentunya dengan letak bangunan yang strategis. Sesuai rencana sebelumnya, akhirnya kami memutuskan untuk menyewa kamar di hostel "BackpackerInn" di daerah China Town. karena bertepatan dengan Chinesse New year waktu itu, jadi pilihan hostel ini kami rasa tepat (lokasi China Town lumayan lengkap), dengan fasilitas yang OK, bersih, harga juga tidak mahal dan untuk akses ke MRT tidak pula begitu jauh-cukup berjalan kaki , pasar malam dan pusat perbelanjaan juga lumayan dekat dari hostel kami. Setelah istirahat sebentar dan menata barang-barang bawaan dikamar. Karena jadwal kami mendarat di Singapore adalah siang hari, jadi plan kami adalah menjelajahi daerah-daerah China Town dan juga daerah lain yang memang kami rencanakan kunjungi sebelumnya (termasuk juga wisata kuliner). Saya kira China Town lumayan menarik dengan berbagai macam barang-barang dan lingkungannya yang ditawarkan serta tempat dimana banyak sekali turis yang menikmati santap malam didaerah pasar malam China Town sembari menikmati Live Band disana. Untuk saya pribadi memang saya suka dengan lingkungan dan situasi model pasar malam China Town ini, jadi it's OK buat saya untuk menghabiskan 1 malam di China Town dengan mencoba jajan pasar ala Singapore sekaligus berkeliling melihat-lihat barang-barang unik, lucu dan khas yang dijual.

Hari ke-2 kami di Singapore kami habiskan penuh di Sentosa Island. Pagi-pagi kami bangun, mandi dan bersiap diri untuk melakukan perjalanan sekaligus bermain di Sentosa Island (karena memang sudah kami sepakati bersama kami harus bermain didalam Universal Studio Singapore-USS-dan menyaksikan atraksi lampu laser berteknologi canggih dalam balutan khas drama berjudulkan Song of The Sea). Berangkat dari China Town menggunakan MRT dan Shuttle Train menuju Sentosa Island-akhirnya aku melihat dan merasakan bermain di Sentosa Island setelah selama ini bermimpi-mimpi untuk menuju ke Singapore-kami langsung membeli tiket untuk masuk ke USS. Karena masih bertepatan dengan perayaan Chinesse New Year 2011, tiket USS menjadi 1,5x lipat lebih mahal dari harga biasanya. Namun begitu karena kami sudah terlanjur sampai disana, akhirnya kami memutuskan tetap membeli tiket USS tersebut.

Didalam USS, kami sangat menikmati sekali suasana sekaligus wahana-wahana yang ditawarkan. Berfoto-foto dan mencobai wahana-wahana yang ada sungguh sangat menyenangkan-menyenangkan karena dapat melupakan kewajiban didunia yang sungguh membosankan-bermain berbagai wahana dari yang normal hingga yang hampir bikin jantung gw copot. Selain itu kami mencoba membeli makanan di dalam USS-lumayan mahal juga karena berlokasikan di dalam USS, tapi karena udara yang sangat panas dan udah kelaperan mau ga mau y udah beli deh wkwkwkwk. Selesai makan kami masih melanjutkan bermain berbagai macam wahana, ditengah-tengah bermain wahana ada 2 kejadian lucu. Yang pertama adalah sewaktu kami bermain arung jeram, kami duduk 1 kapal bersama dengan orang dari Indonesia (kalo dari logatnya mereka adalah orang surabaya), tapi kami iseng aja berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, dan lucunya mereka tidak mengetahui bahwa kami ini orang Indonesia juga. Sampai tengah-tengah perjalanan tak disangka ada ombak yang besar yang membuat baju kami basah, lucunya lagi tidak ada orang lain yang basah selain kami-mungkin hari itu kami sial wkwkwkw-mereka tertawa-tawa serambi dalam bahasa Indonesia mengatai kami. Padahal mereka tidak tahu bahwa kami ini juga orang Indonesia-kami hanya sempat tertawa-tawa sendiri dalam hati hahahaha.

Kejadian lucu ke-2 adalah saat kami bermain "The Mummy", kami kira mungkin hanya berupa permainan adu nyali berupa "goa hantu" konvensional. Setelah kami naik sistem wahanya di dalam lapangan permainan tersebut (indoor berupa goa-goa gelap sekali) berupa moda transportasi darat (bukan seperti roller coaster tapi lebih menyerupai mobil-kurang jelas juga karena tempat begitu gelap). Begitu permainan dimulai, berbagai macam sorot sinar,animasi dan macam lain teknologi mulai memainkan perannya masing-masing. Hingga akhirnya moda kami menemui jalan buntu dan animasi menggambarkan kami dikejar oleh beribu-ribu serangga maut, moda transportasi kami-yang detik itu baru kami sadari-ternyata adalah moda "roller coaster" dengan kecepatan yang luar biasa cepat dan rute train yang begitu dahsyat menakutkan dalam gelap. Apa yang kami lihat???Tidak ada selain kilatan-kilatan cahaya dalam gelap, terlebih hanya perasaan takut dan goncangan-goncangan kereta terhadap rute rel terlebih intuisi fisik untuk melawan gerakan anti gravitasi yang paling membuat jantung berdebar kencang. Sekeluarnya dari situ, aku mengumpat untuk terakhir kalinya adalah kejadian yang tidak akan terulang kembali hahaha..........

Selesainya kami bermain-main di USS, kami berjalan-jalan mengitari sekitar USS yang mana jalur tersebut memang merupakan jalur untuk menuju tempat dimana kami dapat melihat pantai dan menyaksikan pertunjukan Song of The Sea. Tapi karena waktu masih lumayan panjang, kami berjalan-jalan disekitar pantai dengan menyewa sepeda-jadi kami juga bersepeda sewaktu kami mengelilingi pantai dan beberapa spot unggulan di Sentosa Island (tidak lupa juga kami berfoto-foto ria wkwkwkw). Setelahnya kami kembali ke tempat untuk menyaksikan pertunjukan laser Song of The Sea-membeli tiket dan mengantri (untung waktu itu antrian belum panjang). Selama ini aku memimpikan ke Singapore dan tentunya menonton pertunjukan ini, akhirnya detik ini keturutan juga hahahah, sesaat sebelum dimulai pertunjukan tersebut aku menyiapkan kamera untuk aku rekam-sialnya lagi


Rabu, 16 Maret 2011

I had pass my 2nd semester

Heheheh akhirnya nulis lagi, lama ndak nulis karena berbagai kegiatan. Ok saya kali ini akan sedikit menceritakan perjalanan saya didalam menempuh semester 2 jenjang master degree saya di NTUST-Taipei, Taiwan. Semester 2 ini saya tetap sama mengambil 12 credit core course + 3 credit mandarin. Ya kali ini rada berat karena ada 1 pelajaran harus menggunakan programing untuk project UAS nya (basical statistic learning).

Namanya "basical statistic learning" tapi temen2 jgn dibayangkan statistik SMA, ato S1 ya. Pelajaran ini sudah "mbredel" akar2 statistik termasuk otak dari pada "machine learning", kaya SVM, ANN dan lain2. Dari pelajaran ini aku sadar akan bagaimana orang memprediksi mengenai cuaca termasuk suhu. Selain itu aku mengambil mata kuliah 'artificial intelligence" yg mana ada jembatan hubungan dengan statistik yg tadi aku sebutkan juga, disini kita mempelajari prediksi menggunakan tools2 tentunya utk kepentingan didalam konstruksi saja. Untuk final project aku memilih prediksi tekan kuat beton dari 1030 data yang telah terkumpul. Kelompok-ku kali ini ada dari indonesia dan philippine (filipina), senang sekali bekerja dgn mereka ^^

Selain itu aku mengambil risk management dengan final topik "jembatan selat sunda", krn keterbatasan data bbrp data kita (saya dan teman saya 1 kelompok-orang taiwan) asumsikan terlebih dahulu. Terakhir aku juga mengambil BPR (Bussiness Process Reengineering)-kita mempelajari bagaimana "boost" suatu kinerja dalam perusahaan yg mana outputnya adalah "meminimalisasikan segala sesuatu dengan pendapatan setinggi mungkin".

Semester ini jujur target GPAku rata2 adalah 90++ (sem 1 aku 89.5), krn udah ada pemikiran utk S3 di lain negara jadi aku harus boost up my mind lagi~! Namun semester ini aku sangat lengah dengan bermain mini online game+aku meremehkan pelajaran semester 2 ini. GPA rata2 ku untuk semester 2 ini terjun bebas dan aku sangat menyesal. But there's nothing I can do. Just pray and try to take 1 more course in my 3rd sem. Hope I can get better result for this course, btw do you know what kind of course I choose? I take "advance foundation engineering "hahahah just take it, face the risk and survive by solving all the problem that m occur within might be occured within my 3rd sem^^

Jadi total sem 3 ini aku hanya ambil mandarin+foundation itu tadi, krn sebenarnya aku sudah menyelesaikan kewajiban 24creditku^^, ya moga2 aku bisa lulus cepat dan bisa diterima universitas lain negara untuk jenjang S3ku, aku sudah plan semuanya^^.

Best regards
Citra Satria O
NTUST-Taipei, Taiwan.

Kamis, 18 November 2010

I had pass my 1st semester (vol2)

Untuk semester satu lalu aku benar2 bekerja keras, tiap hari aku ke-lab "PIM" (Project Intelligence and Management)-Lab. Tiap hari aku melakukan research aku di lingkup decision making support tools yg aku kombinasikan dengan study case renewable energy, sekaligus mengerjakan tugas2 kuliah lainnya. Hampir semua teman2 bilang aku ini workhard dan excelent student (termasuk temen2 vietnam) tapi aku tidak merasa begitu karena memang tugas dan pressure research dari prof lumayan besar, dan karena international student di lab ini hanya aku (tidak ada international student lainnya) jadi ya mau tidak mau aku harus do the best, even I cannot speak english well hahahha. Jadwal efektif S2 ini sebenarnya cuman 4bulan dan 2 bulan lainnya terkena weekend dan hari2 libur, jadi waktu liburan semester yagn panjang (hampir 3bulan) aku tidak pulang Indonesia tapi fokus di lab utk research yg di berikan prof dan sekaligus explore taiwan seperti pergi ke fuloong beach, mall2 taipei, pasar malam taipei, hsinchu, dan lain2. benar-benar pengalaman yang luar biasa.

Oh ya 1 hal yang mungkin masih lengket di hati ini adalah team barongsay dan naga yg aku ikutin di surabaya, yang mana teman2 masih sibuk dgn show dan berbagai tugss dari team ini (www.ksatria-lddt.blogspot.com), terkadang ada sedikit rasa gmn gitu krn tidak dapat ikut merasakan suka duka di dalam team ini lagi, banyak show yg team ini dapat ke luar provinsi dan lain2 terkadang membuat ku iri krn tidak bisa ikut hahaha.........

Tapi melewati semester satu ini pemikiranku semakin berubah dan semakin ada keinginan untu k melanjutkan ke jenjang S3 (Ph.D) sebagai mana prof ku sudah menawariku full scholarship, fund dan lain2. Tapi pemikiranku aku akan S3 di lain negara lain, sehingga pengetahuanku akan hidup akan semakin luas dengan hidup di negara lain lagi, bbrp universitas sudah aku masukan dalam list otak aku seperti University of Reno-Las Vegas, Hongkong University, Tokyo University dan lain-lain. Namun perjalanan S2 aku masih panjang, so..........think about it latter....

Senin, 19 Juli 2010

Next Path for our Team (wish)

Malam2 sewaktu mengutek-utek blog ini sambil melakukan ritual baca paper malam2, ya....sekitar jam 2 pagi, munculah kembali ide lama saya. Kalau sudah besar dan sukses (katakanlah begitu karena hal tersebut bersifat relativ), perlu adanya suatu evaluasi yang bersifat kontinyu, salah satunya dapat berbentuk pengimplementasian "corporate social responsibility". Saya bermimpi kedepan nanti Tim Ksatria akan dapat melakukan hal tersebut, bahkan (mungkin) dapat disebut "troupe social responsibility"/ apalah. Jadi tim ini tidak melupakan azas2 yang dulunya dibentuk sbg landasan sblm take off. Salah satu hal lain dari pada konsep ini antara lain, dapat berupa show di pantiasuhan, pantijompo, atau bahkan bakti sosial. Saya kira hal ini baru mengingat Tim Ksatria adalah tim independent dan saya kira hal tersebut merupakan "obligation" bagi kita untuk masyarakat luas. Menyeimbangkan pelestarian olahraga dan kebudayaan khas tiongkok dengan tetap melakukan kegiatan bersifat social kepada masyarakat luas menjadi salah satu hal terpenting dalam azas2 yang dulunya telah dibentuk. Comercial dan social harus seimbang dalam melakukannya, diiringi realisasi yg benar dalam tindakannya.

Best Regards
Citra Satria O, S.T.
Blog Administrator and Member of Ksatria Lion & Dragon Dance Troupe
National Taiwan University of Science and Technology
Taipei-Taiwan

Jumat, 02 Juli 2010

I had pass my 1st semester (vol1)

Hmph.....lama aku ndak nulis blog ini tapi tak terasa waktu begitu cepat, tanggal 17-11-2010 aku menulis blog ini sejak bulan februari 2010 diriku sampai di taipei-taiwan untuk melanjutkan jenjang pendidikan ku (S2-master degree). Kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalaman aku setelah melewati 1 semester di NTUST (National Taiwan Unversity of Science and Technology). Pada dasarnya untuk lulus dari S2 di NTUST jurusan construction eng (civil eng) diwajibkan menyelesaikan 24credit, maka dari itu aku sudah merencanakan dalam 1 tahun aku harus menyelesaikan 24 sks ini, jadi semester awal ini aku mengambil 12 sks yg terdiri dari 4 pelajaran (@3sks) yaitu:
- Deterioration Engineering Material: Fokus pada proses dan impacr korosi pada material
- Cost management: Dasar2 cost management, tools dan berbagai macam hal experts, hingga random variable (ahahaha g nyambung tapi beneran ini bermanfaat)
- Computational Intelligence: Evolutonary metaheuristic dan algorithm
- Seismic Design: Pembelajaran perilaku gempa, design utk seismic area dan prevention tools

Hehehehe semester ini aku lewati lumayan baik (tapi menurutku juga kurang) dengan berbekal kerja keras, nekat, doa dan bantuan teman2 serta time and self management yg benar dan baik alhasil bisa aku lewati. Uhm ada 3sks lagi tapi ini tidak termasuk persyaratan kuliah yaitu kelas mandarin (pembelajaran bahasa mandarin sehari2). Total GPA yang aku dapat sekitar 3.58 masih kurang menurutku. Tapi seperti biasa semester awal-awal ini aku begitu gugup karena belum mampu berkomunkasi secara benad dan baik menggunakan bahasa inggris, tapi as time goes by aku tetap bljr "learn by doing". 1 Hal yang cukup membuat mataku terbelalak ternyata di sini S2 dan S3 itu sangat umum, dan aku melihat bagaimana pendidikan dan universitas memegang peranan penting dalam pembangunan suatu negara yang mana para penggerak bukanlah hanya orang2 senior dan tua saja tapi profesor disini muda-muda dan bervisi jernih. Setelah tinggal beberapa lama disini aku jadi tertantang untuk mengambil jenjang doctoral (S3) dikemudian hari, namun itu masih mimpi di siang bolong. Hal lain yg tertarik untuk aku ceritakan adalah S2 disini diwajibkan untuk memilih prof untuk menjadi thesis advisor mereka, jadi kita2 mesti mencari prof yang mau menerima kita dan akan disediakan "lab" untuk tempat kita bekerja research, entah research itu dari project negara, project lain (real case), thesis biasa atau untuk educational area (publish paper,conference) dan hal tersebut tergantung prof, namun kita bisa memajukan topik kita sendiri namun hal tersebut berat mengingat prof telah memiliki targetnya sendiri.

Syukurlah aku diterima Prof.Jui-Sheng Chou, prof muda, antusias, berwibawa, mempunyai obsesi yang tinggi dan baru berkarir sekitar 3 tahun di NTUST jadi aku adalah generasai ke-2nya. Namun sungguh beruntung pada saat aku melamar pada prof ini, lab kerjanya tidak seberapa bagus alias aku kira butuh direnovasi, namun setelah aku diterima tak disangka prof mendapat project besar dari negara,segera pun lab disulap menjadi lab yang sangat cantik dan indah. Mungkin aku bisa bilang lab manajemen konstruksi ter-bagus di kelasnya. Kami sebut "Project Inteligence Management" Laboratory. Selain itu ternyata kita juga lumayan sering pergi dan jalan2 bareng lho entah itu makan-makan, keluar kota atau melakukan kegiatan spt conference. Ternyata disini bener2 luar biasa dan menyenangkan, disamping research pressure lumayan tinggi dari prof untuk aku, mengingat hanya aku seorang international student di lab ini (lainnya anak lokal). Selain itu ternyata tiap mingu kita akan rutin mengadakan "lab/group meeting" dimana masing2 kita harus mempresentasikan progress kita kepada prof dan teman2, mengingat lab kami merupakan lab "taipei disaster prevention" jadi lab meeting kami selalu memakan waktu yang tidak sebentar mengingat "researcher" tersebut juga akan mempresentasikan hasil kerjanya.

Melewati semester pertama aku tidak pulang ke indo melainkan keliling taipei dan sekitarnya bersama temen2 dekatku. Dan juga prof memberikan pressure kepadaku agar liburan ini aku mencoba untuk menulis manuscript untuk di publikasikan dan atau mengikuti conference. Jurusanku memang teknik sipil tapi entah manuscript dan research yg aku tulis membahas mengenai decision support tools combined by stochastic method alias mathematic applied science gitu, tapi aku jalani itu semua. Bermula dari ndak ngerti tapi kemudian menjadi ngerti hahahaha. Selain itu ternyata di lab aku di kaish fund perbulan atau kasarannya gaji gitu untuk penelitianku dan tiap semester aku jg apply beasiswa untuk menunjang hidupku disini, mengingat aku tidak mau orang tuaku mengirim duit untuk aku. Oh ya.............pny teman2 dari beberapa negara merupakan hal yang tak terlupakan, beda pandangan, beda bahasa, beda perilaku, beda culture, dll. Vietnam, taiwan, rusia, bolivia, paraguay, indonesia, dll. Hal penting lainnya yang aku lakukan adalah explorasi, mengingat aku di luar negeri kenapa tidak jalan2??hahah aku menghabiskan beberapa waktuku untuk jalan2 dan menikmati segalanya di taiwan, bersama teman, bersama prof, bersama teman lab dan lain2.

Jumat, 19 Maret 2010

Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Five

Check Out dari guest house (2-3-10), aku kembali ke dormitory untuk menata lagi barang-barang aku di kabinet yang sudah ditentukan untuk aku, setelahnya aku dan ayahku berjalan-jalan di sekeliling kampus untuk lebih mengenal lagi beberapa lingkungan sekitar sekaligus melihat tatakelola kehidupan masyarakat taiwan, sekaligus untuk mencoba lagi beberapa makanan khas taiwan. Kami lakukan dengan cepat karena pk.15.00 aku dan ayahku harus ke Tao yuan International Airport karena hari ini ayahku akan kembali ke Indonesia (Dengan maskapai EVA air dengan jam keberangkatan pk.17.27 dan seperti biasa 1-2jam sebelumnya kita harus sudah di aiport)setelah mengantarkanku selama 3 hari dan 2 mlm di Taiwan. Bagi saya pribadi hal tersebut cukup membuat nyali sedikit ciut karena setelah dari airport kembali ke NTUST tidaklah dekat dan harus menggunakan bis dan MRT dengan keseluruhan jalur yang aku sendiri masih buta. Tapi untuk mengantarkan ayah tercinta kembali ke tanah air tercinta pula aku mengambil risiko tersebut. Kami kembali ke guest house dan memanggil taxi (Biaya dari guest house ke airport mahal sekitar Rp.270.000,- karena jarak jauh dengan waktu tempuh sekitar 1-1,8jam). Sesampainya di airport kami langsung mengurus bagasi ayahku di counter Eva Air (Ternyata banyak juga orang Indonesia disini dan juga orang luar yang ingin berkunjung ke Indonesia, saya berharap Indonesia tetap mempertahankan eksistensinya dibidang kepariwisataan). Setelah urusan bagasi selesai kami berjalan2 mengitari airport tersebut untuk sekedar mengetahuinya+ke toilet karena panggilan alam (^O^). Setelah itu kami duduk di tempat yang disediakan,aku mencoba aplikasi WIFI yang disediakan untuk HP aku (Ternyata tidak bisa connect................). Kira-kami menunggu sekitar 1-2 jam untuk jadwal keberangkatan pesawat, sambil menunggu ayahku menyuruhku pulang dahulu ke dorm, aku bilang nanti saja sekalian mau mengantar hingga tuntas (Naik pesawat). Menunggu dan menunggu serta kegiatan kami cuma duduk,melihat-lihat dan makan camilan akhirnya sampailah kami pada inti obrolan (Wejangan dari ayahanda tercinta............ho4)
Sambil ngobrol seperti biasa aku bermain-main dengan HP-ku dan mencoba untuk Online (Tapi tetep g bisa..........). Akhirnya sekitar 1jam sebelum pesawat take off, percakapan inti dimulai, ayahanda memberikan wejangan-wejangan sakti mandraguna sampai menggoncangkan hati dan pikiran aku yang juga berdampak pada keadaan langit dan bumi wakakakakakakak......................Ayahanda cuman berpesan bahwasanya aku harus sukses karena sudah mengambil keputusan untuk S2 dan memilih di negara Taiwan (NTUST), dan di taiwan tidak kerja apa2 alias hanya sekolah, dan tidak usah menghawatirkan permasalahan ekonomi, keuangan naik dan turun (fluktuasi) itu wajar karena memang itulah dunia dagang, jangan berkumpul dengan teman yang aneh-aneh dan bener-bener harus jaga diri, lulus S2 harus sukses dan jadi orang yg berintegritas. Setelah percakapan itu aku sih seperti biasa cuek-cuek aja, namun beberapa detik setelah itu hatiku menggelegar, pintu perasaanku terbuka secara spontan, memberikan reaksi berantai yang tiba-tiba saja air mataku mulai menggenang di pelipis mata untuk volume yg mulai bertambah dan bertambah, namun aku seperti biasa berusaha kuat tidak menampilkan sisi lemah aku (Pada saat ini aku diambang-ambang menangis dan tidak karena aku paling benci hal-hal berbau melankolis, maklum lah saya kan koleris dan sanguin sejati wakakakakka, posisi mata udah merah dan mulai berair-air huh lebay...........).
Setelahnya akhirnya orang tuaku masuk ke waiting room dimana kondisi itu sudah untuk terakhir kalinya aku melihat ayahanda di Taiwan bersamaku alias aku akan mulai sendirian Taiwan untuk waktu yg relatif lama. Akhirnya cuma salam perpisahan biasa dan sekedar salam-salam perpisahan serta melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sementara waktu bagi kita(Aku menahan gengsi dan menolak untuk melakukan, salam dan berpelukan seraya berkata salam-salam perpisahan-perlu anda ketahui bahwa saya dan keluarga saya jarang sekali, bisa dibilang hampir tidak pernah melakukan hal spt ini jadi bagi saya ini adalah hak yang membuat saya menjadi canggung dan tampak bodoh). Namun setelah ayahanda tak terlihat (Karena kaca di blur-jadi tidak dapat melihat masuk ke ruang tunggu seperti di juanda) akhirnye perlahan-lahan tapi pasti dan tidak pasti aku menitihkan air mata...............setelah sekian laam aku tak menangis karena sesuatu kali ini aku mulai merakan kembali menangis karena di tinggal oleh orang tua yang jarang bagi aku untuk melakukan kontak dengan mereka (Karena saya tipe orang yang tidak suka di ceramahi oleh mereka dan mereka tipe orang tua yg protektif dengan anaknya, bukan hyperprotektif lho wahahahaha). Akhirnya aku menyerah dengan gengsi dan kekuatan kelelakian aku akhirnya aku menitihkan airmata berulang-ulang dan mulai tersedak-sedak, dan aku sangat, sangat dan sangat menyesal karena tidak dapat (tepatnya tidak mau) berpelukan,bersalaman dan salam perpisahan dengan ayahhanda tercinta seperti yg telah kulakukan dengan semua anggota keluarga sebelum berangkat dari surabaya. Aku menangis sambil berjalan kesana-kemari, melihat jam dan menunggu pesawat take off dan memastikan semuanya OK, sendirian di Tao Yuan International Airport dan dilihat oleh byk orang karena aku menangis sambil berjalan kesana kemari. Dalam hati aku hanya berkata "Im so sory......." karena gengsi dan ego aku tidak melakukannya............dan dalam hati aku berkata "Seandainya tuhan kasih aku sekali lagi kesempatan lihat ayahhanda, aku pasti akan memeluknya dan berkata salam perpisahan". Namun aku tahu hal tersebut hanya keinginan pribadi semata. Akhirnya aku ke toilet pipis dan menunggu di daerah waiting room yang dijaga oleh security, aku hanya berdiri disana sambil mereka melihati aku karena aku cowo dengan tinggi lumayan tapi menitihkana air mata dan berusaha menutupinya tapi aku cuek..........Aku berlagak cuek dan kuat.
Jalan dan berjalan kesana kemari sambil melihat-lihat serambi dalam keadaan yang amat sangat bersalah dan menyesal karena tidak mengucapkannya.........Tiba-tiba waktu aku kembali mengunjungi tempat baggage check in aku melihat ayahanda ku di sana lagi lagi kebingungan dengan stiker yang telah di tempetl ditas-nya, dia bingung dan setelah melihat aku dia memanggil aku (Waktu itu aku benar2 sudah dalam kondisi OK dan terlihat semua baik2 saja,jadi tidak ada yg harus aku permalukan di depan ayah aku, tapi perasaan masih bergoyang dan aku menahan-nahan air mata yg udah memberikan tekanan beribu-ribu Ton di pelipis mata aku wakakakaka), ayahku ternyata mempertanyakan stiker untuk mengambil bagasinya dan ternyata hanya terjadi miss kecil yang ternyata ayahku yang tidak tahu bahwa stiker sudah ada di tiketnya (Batin aku kali ini harus aku lakukan, karena mungkin ini hadiah tuhan supaya aku dapat melakukannya kali ini................).
Setelah miss diselesaikan, pada akhirnya ayahanda akan memasuki waiting dan check room yang sebelumnya di cek dulu oleh petugas setempat (Tempat aku berdiri dan menunggu seraya menitihkan air mata sambil diliati petugas ini, mereka 2 orang), setelah ayah aku di cek surat-suratnya seperti biasa sebelum memasuki waiting room aku langsung memanggil ayahku, dia berbalik dan aku langsung memeluknya, sangat erat (Perlu kalian tahu sewaktu aku memanggil ayahku dan melewati garis perbatasan antara penumpang dan pengantar, petugas sempat men-stop-aku dengan lampu merahnya, namun aku tidak mengindahkan dan langsung aku peluk ayahku di depan orang-orang), aku pelu erat selama beberapa detik, I said Thank You for everything, aku peluk dan tepuk bahunya, dari posisi kepala di kiri adan kanan akhirnya ayahanda membalas dengan perkataan "Hasilnya yang bagus yah"...............setelahnya aku melepa pelukan itu aku berbalik arah langsung dan seketika bendungan air mataku hancur berantakan alias aku menangis sejadi-jadinya dan tersedu-sedu tentunnya dengan aku tutup mukaku dan berjalan menjauh (Aku rasa ayahku hanya melihat 1/10 detik dan langsung memasuki waiting room), menangis dan menangis tersedu-sedu, aku melihat di pantulan cermin yang ada disana serasa aku kembali ke 10-20 tahun silam ketika aku masih bocah dan suka menangis tak disangka kali ini aku menangis lagi sungguh ironi dan lucu untuk diingat. Tapi airmata dan tersedu-sedu masih tersisa, aku tak dapat menolak yang aku lakukan hanya berdiri dan menangis sekitar 10menit dan akhirnya aku berhentikan secara paksa dan berkata "The journey begis.....", tetap dalam kondisi masih mata merah aku menunggu pesawat take off.
Jam jadwal menunjukan bahwa pesawat take off dan akhirnya aku pulang menuju dorm (Bingung dan nekat karena sendirian), aku hanya mengginakan ingatanku sewaktu aku di jemput pertama kali, rute dan cara membeli tiket serta jalur-jalur dan sistem MRT yang begitu besarnya, namun dengan bekal nekat, ingin tahu dan pantang menyerah, sampailah daku ke NTUST dan langsung datang ke lounge room untuk rapat ICE 2010. Sekian cerita pengalaman 3hari bersama ayahhanda dan perkenalan NTUST serta taiwan kepada teman-teman sekalian. Pengalaman ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi anda semua. Apabila ada yg kurang berkenan saya mohon maaf. Sukses selalu untuk kita.

Senin, 08 Maret 2010

Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Four

Jalan-jalan dan akhirnya melihat damper, melihat dan melihat sampe luas serta foto-foto naiklah kami ke lantai paling atas yang boleh dikunjungi yaitu lantai 91 (Lantai 88 sampai lantai 91 hanya dapat dijangkau melalui tangga). Sampai di lantai 91 ternyata outdoor dan disinilah kita benar-benar di ketinggian 580m++ kita dapat melihat segala penjuru kota Taipei, udara dingin dan banyak sekali turis disini menbuat perasaan semakin menggelora untuk berputar-putar dan mengambil foto di sekitar situ. Sekitar 30 menit kami berputar-putar dan mengambil foto sekaligus mengamati dan mempelajari pula masyarakat sekitar dan perilaku turis kami kembali ke lantai 89 untuk jalan-jalan lagi, dalam perjalanan kembali ke lantai 89 kami ke ruangan teather untuk melihat sekilas film yang menceritakan sejarah pembangunan Taipei 101 (Penjelasan dari film di theater mininya kebanyakan bercerita mengenai berbagai hal dari segi konstruksi dari Taipei 101 itu sendiri-jadi pas lah dengan bagianku wakakakaa) dan berisitirahat serambi mengamati masyarakat sekitar yang bagi kami mungkin masih asing. Sambil istirahat aku melihat berbagai gambar-gambar yang menerangkan berbagai macam keterangan mengenai sejarah, metode konstruksi,ketinggian dan berbagai hal lainnya. Lupa waktu ternyata kami sudah 1,5 jam didalam tower ini, takut di usir aku menanyakan mengenai batas waktu kepada salah satu security (Security yg aku tanya adalah cewe-jadi cukup grogi juga she soalnya security begituan cakep lho wakakakakaka). Ternyata bagi visitor tidak ada ketentuan batasan lama waktu untuk berada di dalam tower, as long as you want, you can stay in here. Cukup lama dan sudah puas serta sudah membayar untuk membeli foto aku bersama ayahku, kamipun turun, sewaktu turunpun kami masih harus mengantri lagi karena sama dengan para turis yang ingin ke lantai puncak, kondisi masih ramai sedangkan lift tercepat didunia hanya ada 2 unit dengan kapasitas yang terbatas juga. (Note: security cewe untuk urusan mengatur turis yang ramai juga cantik-cantik ^O^ dan tidak gaptek, mereka dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menunjang pelayanan kepada turis-turis asing, karena turis yang dating tidak 1-2 orang tapi terkadang dalam bentuk rombongan).
Sepulang dari Taipei 101 kita kembali ke guest house, merebah badan sebentar, mandi, dan akhirnya makan malam kami kembali ke distrik Gong Guan untuk mencoba kembali berbagai macam model makanan (Yang pasti sudah berpengalaman dan tidak akan tersesat lagi). Kali ini kami makan di bagian makanan model celup-celup dengan memilih menu sendiri, porsi besar dengan harga lumayan pantas dan kenyanglah kami. Setelahnya kami tidak membuang waktu lagi, kami melanjutkan lagi dengan jalan-jalan di distrik makanan dan membeli berbagai macam model makanan ringan dan berat sekedar memuaskan nafsu keingintahuan dan pemenuhan nafsu makan porsi lelaki serta jaga-jaga untuk malam hari agar tidak kelaparan, jalan dan jalan akhirnya kami melambatkan alur jalan kami di pusat teramai distrik makanan ini sambil melihat-lihat berbagai macam makanan yang dijual ada satu penjual ibu-ibu menyiapkan adonan makanan untuk dimasak, anehnya ibu ini berbicara sendiri, ayahku melihatnya dan beropini bahwa sang ibu penjual ini ada kelainan jiwa namun setelahnya aku tertawa terbahak-bahak sangat keras yang ternyata ibu itu memakai head set yang disambungkan dengan perangkat komunikasi yang ada dibelakangnya (Ayahku mengira ibu itu gila). Sebelum balik ke guest house NTU kita coba tahu bau alias chou do fu cumin 40NT$ untuk 2 orang, (You know, we had already full~). Setelah puas kami kembali ke guset house NTU untuk mempersiapkan bebagai macam barang yang akan dibawa pulang oleh ayahku dan berbagai macam keperluan lainnya yang harus di tata mlm hari karena besok nya (Selasa 2-3-10) ayahku akan pulang ke Indonesia lagi.
Pagi hari kami langsung balik ke kamar asrama aku untuk melakukan bersih-bersih kabinet sebelum aku gunakan selama 2 tahun, berbagai perlengkapan ini dan itu di tata sedemikian rupa agar rapi(Note: kami pagi sudah check out duluan sebelum ke NTUST dan tas kami titipkan front office).

Minggu, 07 Maret 2010

Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Three

Waktu terasa berjalan sangat cepat disini, minggu malamnya aku dan ayahku berjalan-jalan di distrik yang dinamakan Gong Guan. Wao pusat makanan yang berbasis entrepreneurship, banyak sekali stand-stand penjualan makanan dengan berbagai macam cirri khas tersendiri, juga ada yang berupa depot-depot kecil (Wilayah ini bersih lingkunganya dan orang-orangnya tidak grusa-grusu). Jalan-dan jalan aku dan ayahku mencoba makanan ini itu dan membungkus juga makanan ini itu untuk di hotel (Untuk di coba, padahal tidak lapar lho wakakakak). Makanan khas,enak-enak dan patut dicoba alias wisata kuliner neh wakakakkaka. Hari-hari pertama malam hari aku dan ayahku menghabiskan waktu di distrik Gong Guan hanya untuk window shopping dan mencoba makanan. (Malam pertama sempat nyasar dan g bias pulang, masyarakat di tanyai kampus juga bingung jadi sempat buta gitu, tapi akhirnya bias pulang kok)
Hari ke-2 (Senin 1-3-1987), aku memulai hari ini dengan mengurus administrasi study aku ya itu di kantor graduate office bersama mas Munif (Anak mantan ITS). Urus punya urus ternyata suratku ada yg bermasalah di bagian Financial Statement jadinya bbrp surat aku kirim lagi lewat kantor pos kampus dan di urus lagi di Jakarta (Untuk dan gara-gara urusan ini jadi berabe neh soalnya kaga bias urus-urus lainnya). Selesai urusan ini (Pending dulu) aku ama ayahku jalan-jalan ke tempat yang telah aku rencanakan sebelumnya yaitu: TAIPEI 101~!, inilah impianku agar ke negeri orang dan ke Icon Negara tersebut, berangkat kesana cumin nekat doank Tanya naik bus apa dan tanya-tanya ama sopir busnya, perjalanan dengan bus kode: 650 selama 20 menit dan tibalah kita di sisi samping TAIPEI 101. Eh, Ngomong-ngomong naik kendaraan umum, kl MRT cumin bayar 15-50NT$, kalo bus cumin 15NT$. Jadi cukup murah dan fasilitas OK kqk, udah cepat, tepat waktu, bersih dan yang pasti aman kok. Sampe di TAIPEI 101 kita ke lanti 5F dulu untuk membeli tiket 400NT$ per orang dan harus antri, soalnya banyak orang juga mau lihat ke atas. Setelah antri kita naik ke lantai 89 menggunakan lift tercepat di dunia dengan kecepatan 1010m/minute. Ada petugas cewe yg nerangin ini itu bahwa lift ini tercepat didunia bla2 tapi aku sibuk ngerekam dan ngliatin dia aja soalnya lumayan she tuch cewe wakakakakaka, setelah nyampe (Bbrp detik aja di dalam lift) ternyata aku dah di ketinggian 580m++ alias lantai 89, yeaaaaah lgs aja aku keliling disana dan foto2 wakakakakakak (Soale ndeso) dan tidak lupa mampir ke lantai 88 utk melihat Super Wind Damper (Impianku melihatnya soalnya dari dulu diajarin ini itu di teknik sipil tapi g pernah yg namanya penahan angin di Taipei 101 yg beratnya 800 ton), eh tidak lupa yah aku foto-foto ama ayahku ahahahaha, wew ada bbrp tempat souvenir ini itu yg jaga juga lumayan-lumayan lah wakakakaka. Eh ketinggalan sbebelum kita naik lift tercepat itu kita akan difoto dahulu oleh petugasnya dgn setting-an background gedung Taipei 101 yang mana nantinya di lantai 89 kita bisa memilih untuk membelinya atau tidak seharga 250NT$.

Jumat, 05 Maret 2010

Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Two

Eva Air-Waoo~ maskapai besar neh, aku naik dengan ayahku dan duduk di sampingnya (Seat number24G and 24F) lama perjalanan sebenarnya cumin 4,5 jam sampe 5 jam aja. Begitu duduk, ada cewe (Menurutku cantik dengan paras wajah cute, putih bersinar dan pendiam waktu di pesawat, wakakakak tapi aku tidak tahu dari mana ia berasal). Beruntung atau memang jodohnya ternyata dia kebagian duduk pas dikiriku (Wakakakakakak). 3 Jam perjalanan berlalu seperti biasa (Ada makan dan minuman yang ditawarkan pramugari) dan cewe dikiri aku diam saja. Sampai mendekati waktu pendaratan, cewe kiri aku mengajak aku ngobrol (WOW nice ternyata dia berangkat dengan temannya) ternyata dia orang Surabaya lho, mantan UK Petra juga angkatan 99-Jurusan Interior. Ngobrol dan ngobrol, ternyata dia sekolah di Taiwan mengambil jurusan bakery tapi cuman certificate aja 2th juga. Selesai mendarat kita berpisah dibandara Tao Yuan (Huhuhu sedih juga ditinggal cewe cantik wakakaka). Aku dan ayahku menunggu orang dari Indo yang udah janjian sama aku lewat internet untuk menjemput aku dan mengantarkan ke NTUST (National Taiwan University of Science and Technology), serta menguruskan segalanya hingga selesai. Lama aku dan ayahku menunggu (Sekitar 30menit, takut karena kita masih kurang paham dengan Taiwan), akhirnya aku melihat seseorang dengan paras wajah Indonesia, ternyata dia yang menjemput dan orang ini bernama Fajrin (Lain dengan orang yang janjian dengan aku sebelumnya untuk menjemput aku, karena ternyata dia harus kebagian menjemput di terminal 1 sedangkan aku dan ayahku di terminal 2-yeah not a big deal). Cuaca ternyata tidak sedingin yang di dengung-dengungkan karena ini waktu aku sampai ternyata udah transisi dari musim dingin ke musim rontok jadi cuman dingin seperti di Indonesia kurang lebih seperti di Bandung begitu. Naik bus ke pusat stasiun Taipei (Taipei Station, kurang lebih 1jam dari bandara) lalu naik MRT (WOW besar sekali neh Station, maklum krn inilah stasiun pusat Taipei, semua bus dan MRT disini “ngandok”-nya dan pertama kali pengalaman aku naik MRT neh jadi ya senang sekali wakakaka). Naik MRT sedikit bingung dan repot karene kita bawa tas besar-besar dan masih tidak familiar jadi ya sedikit kerja keras gitu. Akhirnya sampai juga di kampus NTU yang mana jika kita menyeberang udah NTUST (Asal tahu aja bahwa NTU adalah kampus terbesar, tertua dan nomor satu di Taiwan).
Sampainya di NTUST langsung aja aku mengurus dormitory aku. Dapatnya di Dorm-1 kamar nomor 114. Bersama 3 orang Indonesia (2 dari Surabaya lho wakakaka) dan 1 orang Paraguay. Setelahnya lgs mengurus penginapan ayahku dan dapatnya di NTU Guest House ya itu di seberang NTUST (Thx to Henky and his brother). Setelah dapat kamar kami istirahat sebentar untuk merebah badan dan melihat tv atau sekedar memakai fasilitas internet gratis NTU Guest House (Koneksi sangat cepat di banding dgn Indonesia). Setelahnya kami jalan-jalan untuk lebih mengenal kampus NTUST sekaligus makan siang di kantin NTUST (Bingung juga neh jalannya ke kantin soalnya ada 3 kantin tapi 1-2hari jalan-jalan udah bias hafal kok tempatnya soalnya NTUST kl aku bilang jg g seberapa besar). Makan dan setelahnya aku memandang bahwa Negara dan pola kehidupan disini beda sekali dengan lingkungan Negara dari mana aku berasal, disini semua orang sedikit cuek, maunya cepet-cepet dan yang pasti mereka bersih, tingkat percaya diri dan sadar diri yang tinggi. Bagaimana tidak di MRT dan Bus umum (Dan di tempat lain), apabila ada orang tua/ disable people/ ibu dengan bayi, masuk secara otomatis penumpang yang lebih muda langsung berdiri dan menawarkan kursinya untuk diduduki orang-orang dengan kriteria tersebut (Sungguh kesadaran tinggi dan etika yang baik)

Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part One

Pada kali ini aku akan bercerita mengenai awal perjalananku di Taiwan dalam meraih gelar M.Sc.Eng (Master of Science in Engineering). Sungguh merupakan sesuatu yang takkan pernah aku lupakan pada perjalanan hidupku kali ini dimana ternyata mimpi di siang bolong tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi kenyataan, memang benar kata orang “If there’s a will, there’s must be a hope. If there’s a hope, there’s must be a way and If there’s a way, there’s must be a SUCCESS”. Begitulah moto yang sampai detik ini bergaung di dalam diriku. Pertanyaannya sekarang, “Mengapa aku mengambil jenjang S2 di Taiwan?”, saya tidak akan membahasnya di blog paper saya kali ini, karena ceritanya panjang dan tidak sinkron untuk saya ceritakan disini.

Tanggal 27 Feb 2010 jam 23.30 aku berangkat dari Surabaya-IND menuju Tao Yuan International Airport-Taiwan dengan menggunakan maskapai penerbangan Eva Air (Flight Number BR-232). Sebelum pesawat Flight Off seperti biasa yang kita ketahui bahwa kita harus melakukan Check-In lalu mengurus Immigration & Boarding Pass (Saya tidak membayar biaya viskal seperti yang orang tua katakan bahwa kita harus bayar, ternyata tidak hahaha) dan lain-lain. Namun sungguh merupakan kenangan tersendiri yang takkan pernah aku lupakan bahwa setelah melakukan Check-In, banyak sekali yang datang ke Bandara Juanda hanya untuk mengantar aku (Selain keluarga), sekitar hampir 20 orang yaitu dari anggota Tim Leong & Samsi Ksatria-Surabaya.

Gila tak kunjung reda, bahwa mereka ke bandara juanda setelah melakukan pementasan di Penthouse Central Point. Sungguh kabahagiaan tersendiri bahwa teman2 aku dari grup tarian singa dan naga masih saja meluangkan waktu dan pengorbanan lainnya demi mengantar aku ke Luar Negeri. Bersenda gurau, foto-foto dan konsumsi dari pementasan sebelumnya di bawa ke Bandara demi makan bersama dengan aku. Satu lagi yang kelewatan, waktu foto-foto masih saja job-desk saya sebagai pemain ekor barongsay harus digunakan, yaitu mengangkat pasangan saya (Kurang lebih 5 tahun bersama dengan pasangan saya, sebenarnya berat juga meninggalkannya terlebih meninggalkan “Tim Gila” ini) dan beberapa pasangan lain juga berpose sama untuk mendapatkan gambar foto yang aneh ditempat umum, sungguh sesuatu hal yang gila namun menajdi kenangan tersendiri buat aku. Tak lupa juga banyak sekali dukungan dari teman-temanku melalui SMS, Pemberian buku, Jaket, Mouse, Perlengkapan computer dan masih banyak lagi hal-hal yang tak dapat saya ucapkan (Thanks a lot for you all, thanks for accompanied me before and thank you for your trust, henceforth I can be your “International Independent Watch” for Ksatria Lion & Dragon Dance Troupe).

Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membuat aku berat meninggalkan Indonesia, selain Negara yang Elok dan Damai, disitulah jg aku dilahirkan dan dibesarkan, selain itu banyak sekali cita-cita dan pengharapan dari orang tua, keluarga dan teman-teman yg membuat beban di-pundakku semakin berat dan berat saja. Namun kita tahu bahwa hidup adalah sandirawa dan pilihan, dari awal aku telah memilih untuk sekolah di LN (Kalau Tuhan mengijinkanku waktu itu, namun sekarang Dia memberi aku jalan), dan akhirnya tetap aku akan jalani perjalanan di lautan hidup penuh ombak cobaan ini. Berpelukan dengan keluarga dan melakukan TOS KSATRIA dengan teman-teman di Bandara sebelum masuk ke waiting room (Bandara Juanda dibikin heboh oleh kehadiran Tim Ksatria wakakakak I’d like it), yang pada akhirnya naik elevator dan dengan perasaan berat aku melihat semua orang terutama mata tiap orang, seolah2 waktu berjalan sangat cepat dan cepat sekali. Selesai-Itulah kata pertama yang aku dengungkan dihatiku dan setelahnya perjalananku ke Taiwan dimulai (Tentunya dengan ayahku berangkatnya, ia menginap sampai tanggal 2 March 2010 doank, coz he just want to make sure that everything will be all right in Taiwan)

Sabtu, 25 Juli 2009

Renungan Ekspedisi Tanah Papua

Renungan ini saya tulis sekitar 1-2bulan dikemudan waktu setelah saya selesai membaca "Ekspedisi Tanah Papua" terbitan Kompas, maklum saya rada disibukan dengan Thesis dan Intership saya ^O^. Renungan yang akan saya share kali ini berbeda dengan edisi ekspedisi yg seblumnya, karena pemaparan segala sesuatu kali ini (oleh kompas) juga berbeda adanya, namun pada dasarnya sama yaitu memaparkan mengenai aspek sosial, ekonomi, pendidikan, ekologi, politik dan budaya yang masih melekat sangat erat bagi masyarakat kita khususnya kali ini papua.

Miris, "nelongso".......itulah kata dari saya untuk pembukaan share cerita kali ini. Bagaimana tidak, berbagai masalah rumit saling bertautan dan menjadi mata rantai keterpurukan yang berhubungan satu dengan yang lain. Papua merupakan pulau sebagai penghasil SDA dgn komoditas emasnya dan termasuk dalam tambang emas terbesar di dunia. Dengan penghasil SDA emasnya, pulau tersebut merupakan pulau yang "sangat kaya" namun...........mengapa kemiskinan bertebaran dimana-mana, hampir seluruh rakyat masih bergumul dalam kemiskinan????

Blog masalah ini saya tulis sampai sini dahulu, semoga pembaca dapat mencari bukunya (terbitan: kompas) dan mengambil intisarinya.

Jumat, 22 Mei 2009

Renungan Ekspedisi Bengawan Solo-Kompas

Sekitar 1 minggu lalu (Dari waktu saya menulis blog ini), saya telah menyelesaikan membaca buku Ekspedisi Bengawan Solo terbitan Kompas. Dimana buku ini menceritakan mengenai ekspedisi Tim Kompas yang terdiri dari beberapa orang, ada personal yang dari angkatan laut, wartawan kompas, sampai para peminat dan pengamat lingkungan serta dosen dan para peneliti. Pada buku ini diceritakan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan sungai Bengawan Solo, dari sumber airnya pada bagian hulu yang mengalir ke hilir dengan jarak yang sangat jauh hingga membahas mengenai dampak politik, sosial, ekonomi dan ekologi kehidupan masyarakat yang dilalui oleh Sungai Bengawan Solo ini dari waktu ke waktu.
Dengan berbagai hal yang disuguhkan dan dengan berbagai pandangan serta penilaian dari berbagai ahli, saya rasa rantai mata hati kita akan benar-benar terbuka dan yang pasti akan membuat kita mengerti mengenai kisah panjang Sungai Bengawan Solo sepanjang umur, jalan dan jalur yang dilewatinya yang menjadikan Sungai Bengawan Solo sebagai saksi bisu terhadap keganasan manusia dalam mengeksplorasi alam demi menunjang kehidupan mereka yang tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut maka akan menghancurkan diri mereka (Manusia) sendiri kelak dikemudian hari.
Mulai dari intrusi, rob, keadaan sosial dari jaman dulu, pertumbuhan manusia secara sporadis, cagar budaya, peninggalan bersejarah, pemanfaatan lahan sekitar Bengawan Solo yang menghasilkan sesuatu bagi petani namun seiring berjalannya waktu juga akan menyebabkan rusaknya ekologi sungai tersebut sampai pencemaran banyak limbah industri disekitarnya yang tanpa disadari sungai tercemar parah tersebut menjadi sumber air untuk digunakan manusia.............sungguh ironi sekali
Akhir kata dari saya: Buku tersebut layak dan memang harus anda baca sebagai refrensi dari kehidupan kita yang terlihat indah namun ternyata tidak seindah yang kita bayangkan.
Citra Satria

Sabtu, 18 April 2009

Akomodasi risiko dalam proposal tender

Dalam pekerjaan sehari-hari, kita sering mendengar tentang tender. Perusahaan atau instansi yang membutuhkan jasa pihak lain, akan melakukan tender untuk mendapatkan penawaran yang kompetitif. Jenis pekerjaan yang ditenderkan bisa beragam, dari pengadaan barang, proyek bangunan, pekerjaan maintenance sampai pada penyediaan tenaga kerja. Bagi para engineer, tender yang paling sering ditemui tentunya tender pekerjaan engineering dan pekerjaan konstruksi. Tulisan ini akan membahas tentang pola kerja dan strategi kontraktor dalam menyusun proposal tender, terutama dalam mengantisipasi resiko pekerjaan.
Menyusun penawaran tender adalah bagian pekerjaan yang penting dan juga kritis bagi kontraktor. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, mereka harus me-review banyak hal dan mengambil berbagai keputusan beresiko untuk menentukan besarnya penawaran tender. Penawaran ini, bila menang, akan mengikat kontraktor untuk menyelesaikan lingkup pekerjaan sebagaimana dijabarkan dalam kontrak.
Sebagai gambaran, untuk menyusun proposal tender proyek konstruksi, kira – kira daftar pekerjaan kontraktor akan seperti ini :
- memahami scope of work dan kondisi kontrak
- membaca spesifikasi material / pekerjaan dari setiap bagian konstruksi
- melakukan site visit untuk memahami kondisi lokasi
- menghitung seluruh quantity pekerjaan dari gambar tender ( civil, steel structures, piping, mechanical, E/I, architectural, pipelines )
- meminta penawaran harga dari supplier / subkontraktor
- membuat review tentang metode konstruksi yang akan digunakan
- membuat review tentang resources yang diperlukan
- menganalisa harga satuan setiap pekerjaan
- menyusun schedule pekerjaan, untuk dibandingkan dengan jangka waktu penyelesaian proyek yang diminta oleh Client.
Dari kegiatan di atas akan didapat estimasi basic cost dan schedule dari proyek yang ditenderkan.
Pada saat yang bersamaan, kontraktor juga melakukan risk analysis :
- identifikasi resiko yang ada dalam draft terms & conditions of contract
- identifikasi resiko yang akan dihadapi selama pelaksanaan kerja
- menganalisa resiko yang bisa dihindari / ditransfer ke pihak lain.
- menganalisa resiko yang harus dikendalikan oleh kontraktor, bagaimana pengaruhnya terhadap schedule dan biaya proyek. Berapa besar contingency biaya / waktu yang harus ditambahkan ke basic cost / schedule untuk mengantisipasi resiko tersebut.
Bagi kontraktor yang telah menggunakan metode manajemen terkini, mereka menghitung contingency dengan bantuan program simulasi komputer - Monte Carlo. Menggunakan metode probabilitas yang ilmiah, simulasi ini akan mengolah berbagai variabel resiko
yang diberikan oleh tim ahli dari kontraktor. Sebagai hasilnya akan didapat grafik kurva S antara “% probabilitas vs biaya proyek” atau “% probabilitas vs waktu proyek”. Biaya proyek sebagai hasil dari simulasi Monte Carlo adalah perkiraan biaya yang sudah memperhitungkan input resiko pekerjaan.
Jika untuk penawaran tender, manajemen kontraktor ingin berpatokan pada biaya proyek dengan tingkat keyakinan / probabilitas sebesar 75% atau 80%, maka biaya yang dimaksud bisa di plot dari grafik. Perbedaan antara biaya proyek tersebut dengan basic cost, akan menjadi contingency biaya. Demikian juga untuk menghitung contingency waktu.
Kontraktor yang tidak menggunakan simulasi Monte Carlo, akan menentukan besaran contingency berdasarkan pengalaman di proyek – proyek sejenis yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.
Diluar analisa – analisa di atas, masih ada pertimbangan lain seperti : payment terms, perkiraan cash flow proyek, biaya bank / asuransi, fee kantor pusat di luar negeri, margin yang diharapkan, dst.
Setelah menganalisa semua masukan di atas, akhirnya manajemen kontraktor sampai pada satu keputusan krusial : “ajukan penawaran tender dengan nilai USD xxx juta, dengan kondisi bla bla bla”.
Dalam uraian dibawah ini, bahasan dibatasi pada langkah-langkah yang dilakukan oleh kontraktor untuk meng-antisipasi resiko pekerjaan.
Risk Response Strategy
Umumnya Kontraktor akan melakukan langkah berikut untuk mengantisipasi dan mengakomodasi resiko dalam proposal tender :
1. Identifikasi barricade risk
2. Identifikasi resiko yang dapat di-asuransi-kan
3. Identifikasi resiko yang dapat dialihkan ke pihak lain ( non insurance )
4. Identifikasi resiko yang akan ditanggung kontraktor
1. Identifikasi Barricade Risk
Yang dimaksud dengan barricade risk adalah resiko yang terlalu besar, bahkan bagi kontraktor berpengalaman sekalipun. Kontraktor perlu meneliti draft dokumen kontrak untuk melihat apakah ada contractual barricades di dalamnya.
Tergantung situasinya, terdapat berbagai barricade risks. Beberapa diantaranya adalah :
- unlimited liability
- full risk for unforeseen ground condition
- massive liquidated damages
1.1 Unlimited liability
Limit of Liability adalah klausul yang mengatur tentang besarnya tanggung jawab kontraktor terhadap hal-hal berikut :
- Jika ditemui defect terhadap lingkup pekerjaannya ( design, konstruksi, plant performance )
- Jika terjadi damage / loss terhadap existing plant ( bila ada )
- Jika terjadi damage / loss / injury terhadap pihak ketiga
Umumnya Client telah mengambil alih resiko tersebut di atas melalui mekanisme asuransi. Dengan adanya perlindungan asuransi ini, maka Kontraktor tidak akan dituntut untuk menanggung kerugian secara penuh.
Sebagai contoh, dengan konsep pengalokasian resiko seperti diatas, salah satu kontrak EPC menetapkan batasan tanggung jawab ( limit of liability ) kontraktor sebagai berikut :
- untuk pekerjaan design : tanggung jawab tidak terbatas / unlimited liability
- untuk works and installations : maksimum liability adalah 10% dari nilai kontrak
- overall limit of liability ditetapkan maksimum 15% dari nilai kontrak, batasan ini tidak berlaku untuk pekerjaan design.
Tentunya, besaran limit of liability akan berbeda dari satu kontrak dengan kontrak yang lain.
Seandainya klausul dalam draft kontrak menyatakan tanggung jawab kontraktor adalah tidak terbatas / unlimited liability, maka klausul ini tergolong barricade risk. Resikonya sangat besar, terutama bila proyek yang dikerjakan berupa perluasan dari fasilitas yang sudah beroperasi. Bayangkan bila terjadi accident fatal, yang merusak existing plant dan menyebabkan Client tidak bisa berproduksi. Bila tidak diberi batasan, nilai tuntutan ganti ruginya bisa lebih besar daripada nilai kontrak.
Bila menemui klausul seperti ini, biasanya para kontraktor peserta tender akan membuat “paduan suara” agar liability ini dibatasi. Bila Client tidak bersedia merubah kondisi ini, umumnya para kontraktor akan menyatakan mundur. Tapi kadang ada saja kontraktor yang tetap mengajukan penawaran. Bila menang tender, kontraktor tersebut harus siap menanggung resikonya bila something goes wrong.
1.2 Full Risk for Unforeseen Ground Condition
Dalam dokumen tender, biasanya Client melampirkan hasil penyelidikan tanah sebagai referensi bagi para kontraktor. Kontraktor biasanya juga diminta melakukan site visit untuk memahami kesulitan lokasi.
Jika draft kontrak mengatakan bahwa :
- Client menyediakan data tanah ; dan
- Kontraktor melakukan site survey
kemudian seluruh resiko berkenaan dengan pekerjaan tanah ditanggung oleh kontraktor, maka klausul seperti ini juga tergolong barricade risk.
Site survey mungkin hanya 3-4 hari, seberapa jauh investigasi yang bisa dilakukan oleh kontraktor dalam waktu sesingkat itu ?.
Kontraktor perlu bernegosiasi dengan Client agar contractual barricade ini dirubah. Misalnya, mengusulkan perubahan kondisi klausul yang kira-kira seperti ini : “Untuk keperluan pelaksanaan proyek, Kontraktor akan :
- memeriksa kondisi lokasi kerja dan lingkungannya
- sepenuhnya bersandar kepada akurasi data yang disediakan Client
- bertanggung jawab untuk meng-interpretasi dengan benar data yang diberikan oleh Client
- seandainya data yang disediakan Client tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan berdampak terhadap biaya / waktu pelaksanaan kerja, maka Kontraktor akan berhak untuk mengajukan variation works.”
Seberapa penting-kah proteksi terhadap unforeseen ground condition ini ?
Di salah satu proyek yang saya tahu, konsorsium kontraktor men-subkontrak pekerjaan shallow offshore pipelines, yang kebetulan porsinya kecil, kepada kontraktor spesialis. Nilai subkontrak adalah USD ( 100% ). Subkontraktor membuat method statement pekerjaan berdasarkan soil report yang disediakan Client, diantisipasi bahwa galian akan dilakukan dengan cutter suction dredger.
Dalam pelaksanaan kerja terjadi delay, karena ternyata mereka menemui hard soil. Berbeda dengan data kontrak, soil investigation baru yang dilakukan oleh pihak ketiga menunjukkan bahwa sebagian besar offshore pipeline trench berada di hard soil. Akibatnya Subkontraktor harus merubah metode kerja / peralatannya, floating backhoe dredger yang sedang beroperasi di negara lain mereka tarik untuk mengejar target waktu penyelesaian.
Sebagai akibat dari different site condition ini, biaya kerja subkontraktor berubah dari yang diantisipasi semula. Subkontraktor kemudian mengajukan claim sebesar USD (76%) dari nilai kontrak awal. Dalam usulan claim-nya, dijelaskan secara rinci mengenai kondisi kontrak, skenario awal, kondisi aktual yang ditemui, perubahan metode kerja, referensi klausul kontrak yang relevan, cost impact, dst.
Seandainya subkontraktor tidak melindungi dirinya dengan klausul different site condition, perbedaan data tanah ini bisa menjadi bencana catastrophic.
1.3 Massive Liquidated Damages
Liquidated Damages ( LD ) adalah denda yang harus dibayar oleh kontraktor jika mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pada waktunya.
Tergantung pada perjanjian kontraknya, umumnya besar LD dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai kontrak ( x % per week ) dan mempunyai batas maksimum ( y % dari nilai kontrak ). Besarnya denda keterlambatan ini sudah ditentukan sejak awal kontrak melalui klausul LD, sehingga nantinya Client tidak akan menuntut ganti rugi berdasar nilai aktual yang diderita. Dilihat dari sudut pandang ini, sebenarnya LD melindungi kontraktor dari resiko membayar ganti rugi yang terlalu besar.
Jika suatu kontrak menentukan LD sebesar 0.5% per minggu dengan batas maksimum 5% dari nilai kontrak, maka LD akan mencapai nilai maksimum setelah terjadi delay selama 10 minggu ( ~ 2.5 bulan ) atau lebih.
Batas LD maksimum 5% atau 10% dari nilai kontrak, sangat besar pengaruhnya bagi kontraktor. Biasanya kontraktor menambah persentase margin dalam penawaran tender sebagai proteksi terhadap resiko LD. Tapi seringkali dalam competitive bidding, kontraktor harus menekan rendah margin-nya agar tetap bisa bersaing.
Bagaimana jika draft kontrak menyebutkan nilai liquidated damages yang sangat besar ? Misalnya Client menghitung LD berdasar kehilangan potensi keuntungan produksi, sebesar USD 5 juta per hari, tanpa batas maksimum. Jika nilai kontraknya USD 300 juta dengan harapan margin proyek sebesar 10%, maka :
- dengan kelambatan 6 hari dari schedule, margin proyek akan habis untuk membayar LD ( kontraktor bekerja 2-3 tahun tanpa memperoleh laba ! ).
- dengan kelambatan 60 hari ( ~ 2 bulan ) dari schedule, kontraktor akan rugi besar karena income-nya habis untuk bayar LD.
Dalam pengaturan schedule, kadang ada kondisi dimana kontraktor akan tergantung pada pihak lain. Dalam proyek EPC misalnya, ada banyak equipment yang harus dipesan dari vendor . Kontraktor dapat mengendalikan sepenuhnya schedule dari pekerjaan Engineering - Procurement activities – Construction. Tapi untuk equipment delivery, kontraktor tidak mengendalikan secara langsung schedule kerja para vendor.
Massive liquidated damages adalah resiko yang terlalu besar.
2. Identifikasi Resiko yang Dapat Di-asuransi-kan
Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko kerugian, yang ditanggung oleh perusahaan asuransi berdasarkan kondisi dan fee tertentu. Dalam dunia konstruksi, asuransi merupakan metode risk transfer yang paling sering digunakan. Banyak yang menganggap bahwa manajemen resiko identik dengan manajemen asuransi.
Perusahaan asuransi sendiri bekerja dengan mengumpulkan resiko dari banyak pelanggan. Dari sekian banyak resiko yang ditanggung, berdasar teori probabilitas, diharapkan hanya sebagian kecil dari resiko yang menjadi kenyataan.
Dalam kontrak, biasanya sudah diatur dengan jelas alokasi tanggung jawab asuransi antara Client dan Kontraktor. Umumnya Client akan mengasuransikan existing plant,
mengasuransikan pekerjaan proyek dan resiko terhadap pihak ketiga. Sedangkan kontraktor bertanggung jawab untuk mengasuransikan pekerja, kendaraan / penumpang serta equipment-nya.
3. Identifikasi Resiko yang Dapat Dialihkan ke Pihak Lain ( Non Insurance )
3.1 Transfer resiko ke Subkontraktor
Jika kontraktor tidak punya inhouse capability untuk melaksanakan pekerjaan tertentu, misalnya kontraktor M&E/I harus melaksanakan pekerjaan sipil, maka kondisi ini akan mengarah kepada
- resiko produktivitas tenaga kerja
- resiko kualitas pekerjaan
- resiko waktu penyelesaian, dst.
yang akhirnya akan berpengaruh pada biaya proyek.
Jalan keluar yang banyak ditempuh adalah dengan mentransfer pekerjaan beresiko tersebut kepada ahlinya, para kontraktor sipil, melalui mekanisme subkontrak.
3.2 Klausul antisipasi dalam kontrak
Dalam kontrak, ada klausul yang dicantumkan sebagai antisipasi jika resiko-resiko tertentu menjadi kenyataan. Resiko ini, walaupun telah teridentifikasi pada saat melakukan risk analysis, tidak diperhitungkan dalam penawaran tender karena uncertainty-nya sangat besar atau karena dampaknya tidak dapat diperkirakan.
Sebagai perlindungan, dalam kontrak dicantumkan klausul-klausul antisipasi, seperti :
- Klausul unforeseen ground condition / different site condition, untuk mengantisipasi jika kondisi tanah tidak sesuai data kontrak
- Klausul changes in the works, untuk mengantisipasi resiko perubahan scope kerja
- Klausul change in law, untuk mengantisipasi resiko perubahan kebijaksanaan pemerintah setelah penandatanganan kontrak.
Kontraktor disarankan untuk memastikan bahwa klausul-klausul antisipasi ini dicantumkan secara tertulis dalam kontrak. Kelak klausul-klausul ini akan menjadi dasar bagi Kontraktor untuk mengajukan proposal variation atau claim, jika resiko tersebut menjadi kenyataan.
Klausul Change in law
Pekerjaan proyek mengenal 2 peraturan / hukum :
�� perjanjian kontrak itu sendiri, dan
�� hukum negara ( law of the land ).
Hukum negara akan mengintervensi proyek dalam keadaan berikut :
1. Bila terjadi pelanggaran terhadap kontrak
dalam hal ini hukum negara akan mengenali perjanjian kontrak sebagai suatu hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua pihak.
2. Dalam kasus tort / civil wrong doing
misalnya dalam kasus kecelakaan kerja atau kasus tuntutan dari pihak ketiga terhadap pelaksana proyek.
3. Jika negara atau badan negara yang berwenang, membuat keputusan / peraturan yang harus diterapkan ( dan mempengaruhi pelaksanaan proyek ).
Klausul kontrak mengenai perubahan kebijaksanaan pemerintah ( change in law ) mengacu pada kondisi item no. 3 di atas. Misalnya, setelah penandatanganan kontrak :
- Dept. PU mengeluarkan peraturan baru tentang tatacara perhitungan design konstruksi, dimana safety factor yang digunakan lebih tinggi dari yang berlaku sebelumnya. Sebagai akibatnya, profil konstruksi jadi lebih besar, biaya material, biaya fabrikasi dan biaya konstruksi bertambah, dsb.
- Pemerintah mencabut subsidi BBM, sehingga harga BBM naik drastis diluar estimasi kenaikan harga berdasar angka inflasi.
Berikut contoh typical klausul kontrak tentang perubahan kebijakan pemerintah :
“Any changes in the laws, rules and regulations introduced by the Goverment of xxx after the effective date of this contract shall, where applicable, be implemented by Contractor.
Should these changes affect the execution and / or cost of the works in any way, the affected party shall be entitled to initiate a Variation Order in accordance with provisions of article xxx ( Changes in the Works )”
4. Identifikasi Resiko yang Akan Ditanggung oleh Kontraktor
Setelah meng-identifikasi dan meng-alokasikan berbagai resiko ( risk avoidance & risk transfer ), maka kontraktor akan sampai pada resiko-resiko yang harus mereka tanggung selama pelaksanaan proyek.
Berdasarkan tingkat pengendaliannya, dikenal dua kategori resiko :
a. Resiko yang sepenuhnya dibawah kendali Kontraktor, contoh :
- estimasi quantity pekerjaan dan harga penawaran tender
- pekerjaan design
- produktivitas tenaga kerja
- pekerjaan konstruksi
- planning dan pelaksanaan kerja
- dst.
b. Resiko yang tidak sepenuhnya dibawah kendali Kontraktor, contoh :
- keterlambatan pengiriman equipment dari vendor
- kegagalan alat / sistem
- kelangkaan sumber daya ( material, tenaga kerja )
- masalah ekonomi ( inflasi, perubahan kurs mata uang asing, kenaikan harga )
- dst.
Berdasar keahlian dan pengalamannya, Kontraktor akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi & pengendalian agar dampak dari resiko-resiko tersebut dapat ditekan serendah mungkin. Penerapan dari rencana pengendalian ini akan menjadi tanggung jawab dari project management team selama pelaksanaan proyek.
Penutup
Dalam menyusun proposal tender, Kontraktor akan :
- membuat estimasi biaya / waktu pekerjaan berdasarkan pada scope of work, time schedule dan contract conditions sebagaimana diatur dalam dokumen tender.
- melakukan analisa resiko yang berkaitan dengan kondisi kontrak dan kegiatan proyek.
- memasukkan contingency biaya / waktu dalam penawaran tender, sebagai perlindungan terhadap resiko-resiko pekerjaan
- mempersiapkan rencana penanggulangan, monitoring dan kontrol untuk meminimalkan dampak dari resiko pekerjaan.
Uraian diatas memberi gambaran tentang pola kerja dan kehati-hatian kontraktor dalam menyusun proposal tender. Dengan pengaturan yang baik mengenai pembagian tanggung jawab, alokasi resiko dan alokasi asuransi antara Client - Kontraktor, diharapkan akan didapat kondisi kontrak yang fair bagi kedua pihak.

Reference :
- Project Management Institute : “Project Management Body of Knowledge - 2004 ; Chapter 11 - Project Risk Management”
- Mark Tiggeman : “Tender Preparation Strategies, The Contractor’s Perspective”
- Jamal F. Bahar : “EPC Contract Administration“
- Parsons E&C Group, “Presentation : Management of Thermoelectric Project, EPC-LSTK Risks”

Kamis, 09 April 2009

Refleksi (9-4-2009)

Pagi2 bangun dah langsung siap2 untuk nyontreng neh......seperti biasa stl nyontreng jari kelingking di kasih tinta sebagai penanda bahwa saya adalah warga yang telah mengikuti proses pemilihan calon legislatif. Pulang rumah leha-leha sebentar sambi membaca buku (Agar pikiran tidak kosong/menganggur......saya males kl menganggur). Siangnya saya beribadah dengan orang tua saya, mengucap syukur, berterima kasih dan mohon ampunan dosa-dosa saya seraya mengucapkan "wish".
Malamnya saya ke toko buku toga mas sekedar melihat-lihat buku dan mengantar adik saya yang memang ada keperluan mau membeli buku. Melihat-lihat akhirnya saya jadi membeli buku John C.Maxwell mengenai pengembangan diri. Nah pulang rumah saya melanjutkan membaca buku yang tadi siang (Buku berjudul pikiran yang terkorupsi by Kwik Kian Gie.........nilai 100 utk dia!!!Benar-benar membuka mata). Waktu saya membacanya saya melihat adik saya membuka bungkusan plastik buku baru tersebut, tiba-tiba pikiran saya nyeletuk begini "Nah kalau 1 orang membuang plastik tersebut sebagai pembungkus, bagaimana dengan ribuan pembungkus yang ada di toko buku tersebut setelah tidak digunakan?Dimana berakhirnya pembuangan tersebut?Apakah bisa didaur ulang? Seraya pikiran saya juga bergejolak "Y ampun hidup saya ini sudah enak!!!!, masih bisa makan dengan lauk yg lebih dari cukup, masih bisa jalan-jalan dan beli buku dan lain-lain, sedangkan masih banyak masyarakat yang tidak bisa seperti saya entah karena berbagai masalah yang ada............." Saya kira permasalahannya sangat rumit sekali dengan penyelesaian yang tidak mudah mengenai kemiskinan dan kurangnya pendidikan (Hal yang paling penting sebagai pondasi awal) di negara kita ini, padahal persentase APBN untuk pendidikan dinegara kita telah paling besar diantara yang lain yaitu 20% dari nominal total. Semoga perbaikan di berbagai sektor akan terwujud melalui pemilihan legislatif kali ini yang tentunya tidak akan mengecewakan rakyat yang mana telah banyak yang golput sebagai bentuk ketidakpercayaannya pada badan pemerintahan dan kekecewaannya...................................

Minggu, 05 April 2009

John Pantau Edisi tanggal 5-4-2009

Ha3 lucu sekali perilaku masyarakat kita ini emangnya......sewatu sore saya tayangan di Trans TV john pantau yang sedang membahas mengenai penyimpangan-penyimpangan perilaku masyarakat kita dalam menggunakan hak politiknya. Seperti yang telah diketahui bahwa masyarakat yang diperbolehkan ikut memilih dalam PEMILU (Legislatif maupun Presiden) adalah masyarakat yang telah berumur sekurang-kurangnya 17th. Namun edisi John Pantau kali ini menunjukan bahwa kurangnya pendidikan pada masyarakat kita mengenai etika berpolitik maupun kurangnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak politik dari dalam masing-masing pribadi. Dalam tulisan Blog saya kali ini saya akan menuangkan sedikit pandangan saya mengenai isi dari tayangan tersebut bagi kita semua.

Pertama: Dalam edisi tersebut ditayangkan segerombolan pemuda yang berumur sekitar 16th (Masih SMA) lebih memilih membolos sekolah dengan mengikuti kampanye salah satu partai dengan menggunakan atribut partai (Kaos, Bendera, Topi, Dll)tersebut.
Kedua: Para ibu-ibu mengikuti kampanye salah satu partai dengan menggunakan atribut-atribut partai tersebut serta membawa anak kecil.
Ketiga: Para simpatisan mengikuti kampanye karena dibayar dengan sejumlah uang, yang pada dasarnya mereka tidak mengerti/memahami alih-alih partai yang mereka elu-elukan.

Ok mari kita berbicara mengenai yang pertama. Segerombolan pemuda tersebut saya kira masihlah amat muda dengan rata-rata umur 15 tahun dimana mereka sedang mengikuti kampanye dengan menggunakan atribut yang ada pada diri mereka. Ketika di tanya mereka secara malu-malu dan mengaku bahwa mereka membolos sekolah untuk mengikuti kampanye partai tersebut, lucunya tiba-tiba salah satu anak yang di wawancara secara spontan nyletuk "kaosnya bagus mas warnanya ngejreng"...................
Yang kedua banyak ibu-ibu dengan dalih tidak ada yang merawat anaknya dirumah jadi dibawa mengikuti kampanye juga.

Saya kira dari ke3 cuplikan permasalah yang terjadi dapat bersama-sama kita simpulkan bahwa masih adanya partai poltik yg masih menggunakan kampanye dengan sistem money politic, kurangnya pendidikan pada warga negara kita, kurangnya kesadaran dalam berdemokrasi dalam ajang perpolitikan,kurangnya kesadaran bertaat hukum perpolitikan dari masing-masing partai, dan lain-lain.

Perlu diketahui bahwa dimasa depan partai politiklah yang akan berpengaruh besar terhadap negara kita ini yang mana seharusnya partai-partai tersebut menjadi "public figure" terhadap masyarakat luas. Yang mana sebagai "public figure" mereka dapat mentaati hukum, menjadi teladan dan contoh yang baik, dapat mendengar aspirasi dari masyarakat, dan merealisasikan janji-janji mereka bukan malah menggunakan segala tipu daya sebagai ajang komersial terhadap rakyat.

Akhir kata, bagaimana mau memimpin bangsa jikalau tidak dapat mempimpin sebagai pribadi yang unggul dan sebagai public figure yang mentaati hukum yang ada

Kamis, 26 Maret 2009

Pemanasan Global

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Lebih lengkap buka: http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global