God grant me the serenity to accept the things I cannot change; courage to change the things I can; and wisdom to know the difference.
Rabu, 19 September 2012
My 3rd semester-Sepenggal cerita 1
Kamis, 17 Maret 2011
Spring Holiday (2011)-Rabbit Year Experience
Ok, kali ini aku akan sedikit bercerita mengenai pengalaman berlibur ke Singapore & Malaysia dalam rangka winter holiday 2011. Jadi sebagai catatan, sebelumnya memang aku tidak pernah berkunjung ke-2 negara ini. Jadi impianku sebelumnya memang sangat ingin sekali berkunjung (baca: berlibur) ke-2 negara ini. Akhirnya keturutan juga hehehe. So......aku pergi ke Singapore & Malaysia dengan temen deket aku di kampus (Saat aku berlibur ini aku sedang berada dalam proses jenjang pendidikan S2 di Taiwan-jadi di wall blog ini yang aku maksud kami adalah aku & felix-temen dekat aku di Taiwan). Awalnya susah payah juga mencari tiket pesawat murah & hampir saja kena permasalahan pembayaran dengan sistem online karena memang waktu itu kami berpengalaman dalam pemesanan tiket online(ada di cerita blog saya sebelumnya). Jadi beberapa bulan sebelum kami memulai perjalanan liburan kami ke Singapore & Malaysia, kami berdua sepakat untuk menghabiskan waktu selama 8-hari (kalau tidak salah, dengan hari ke-3 dan ke-4 akan kami selingi singgah ke Malaysia).
Rabu, 16 Maret 2011
I had pass my 2nd semester
Kamis, 18 November 2010
I had pass my 1st semester (vol2)
Senin, 19 Juli 2010
Next Path for our Team (wish)
Best Regards
Citra Satria O, S.T.
Blog Administrator and Member of Ksatria Lion & Dragon Dance Troupe
National Taiwan University of Science and Technology
Taipei-Taiwan
Jumat, 02 Juli 2010
I had pass my 1st semester (vol1)
- Deterioration Engineering Material: Fokus pada proses dan impacr korosi pada material
Jumat, 19 Maret 2010
Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Five
Sambil ngobrol seperti biasa aku bermain-main dengan HP-ku dan mencoba untuk Online (Tapi tetep g bisa..........). Akhirnya sekitar 1jam sebelum pesawat take off, percakapan inti dimulai, ayahanda memberikan wejangan-wejangan sakti mandraguna sampai menggoncangkan hati dan pikiran aku yang juga berdampak pada keadaan langit dan bumi wakakakakakakak......................Ayahanda cuman berpesan bahwasanya aku harus sukses karena sudah mengambil keputusan untuk S2 dan memilih di negara Taiwan (NTUST), dan di taiwan tidak kerja apa2 alias hanya sekolah, dan tidak usah menghawatirkan permasalahan ekonomi, keuangan naik dan turun (fluktuasi) itu wajar karena memang itulah dunia dagang, jangan berkumpul dengan teman yang aneh-aneh dan bener-bener harus jaga diri, lulus S2 harus sukses dan jadi orang yg berintegritas. Setelah percakapan itu aku sih seperti biasa cuek-cuek aja, namun beberapa detik setelah itu hatiku menggelegar, pintu perasaanku terbuka secara spontan, memberikan reaksi berantai yang tiba-tiba saja air mataku mulai menggenang di pelipis mata untuk volume yg mulai bertambah dan bertambah, namun aku seperti biasa berusaha kuat tidak menampilkan sisi lemah aku (Pada saat ini aku diambang-ambang menangis dan tidak karena aku paling benci hal-hal berbau melankolis, maklum lah saya kan koleris dan sanguin sejati wakakakakka, posisi mata udah merah dan mulai berair-air huh lebay...........).
Setelahnya akhirnya orang tuaku masuk ke waiting room dimana kondisi itu sudah untuk terakhir kalinya aku melihat ayahanda di Taiwan bersamaku alias aku akan mulai sendirian Taiwan untuk waktu yg relatif lama. Akhirnya cuma salam perpisahan biasa dan sekedar salam-salam perpisahan serta melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan sementara waktu bagi kita(Aku menahan gengsi dan menolak untuk melakukan, salam dan berpelukan seraya berkata salam-salam perpisahan-perlu anda ketahui bahwa saya dan keluarga saya jarang sekali, bisa dibilang hampir tidak pernah melakukan hal spt ini jadi bagi saya ini adalah hak yang membuat saya menjadi canggung dan tampak bodoh). Namun setelah ayahanda tak terlihat (Karena kaca di blur-jadi tidak dapat melihat masuk ke ruang tunggu seperti di juanda) akhirnye perlahan-lahan tapi pasti dan tidak pasti aku menitihkan air mata...............setelah sekian laam aku tak menangis karena sesuatu kali ini aku mulai merakan kembali menangis karena di tinggal oleh orang tua yang jarang bagi aku untuk melakukan kontak dengan mereka (Karena saya tipe orang yang tidak suka di ceramahi oleh mereka dan mereka tipe orang tua yg protektif dengan anaknya, bukan hyperprotektif lho wahahahaha). Akhirnya aku menyerah dengan gengsi dan kekuatan kelelakian aku akhirnya aku menitihkan airmata berulang-ulang dan mulai tersedak-sedak, dan aku sangat, sangat dan sangat menyesal karena tidak dapat (tepatnya tidak mau) berpelukan,bersalaman dan salam perpisahan dengan ayahhanda tercinta seperti yg telah kulakukan dengan semua anggota keluarga sebelum berangkat dari surabaya. Aku menangis sambil berjalan kesana-kemari, melihat jam dan menunggu pesawat take off dan memastikan semuanya OK, sendirian di Tao Yuan International Airport dan dilihat oleh byk orang karena aku menangis sambil berjalan kesana kemari. Dalam hati aku hanya berkata "Im so sory......." karena gengsi dan ego aku tidak melakukannya............dan dalam hati aku berkata "Seandainya tuhan kasih aku sekali lagi kesempatan lihat ayahhanda, aku pasti akan memeluknya dan berkata salam perpisahan". Namun aku tahu hal tersebut hanya keinginan pribadi semata. Akhirnya aku ke toilet pipis dan menunggu di daerah waiting room yang dijaga oleh security, aku hanya berdiri disana sambil mereka melihati aku karena aku cowo dengan tinggi lumayan tapi menitihkana air mata dan berusaha menutupinya tapi aku cuek..........Aku berlagak cuek dan kuat.
Jalan dan berjalan kesana kemari sambil melihat-lihat serambi dalam keadaan yang amat sangat bersalah dan menyesal karena tidak mengucapkannya.........Tiba-tiba waktu aku kembali mengunjungi tempat baggage check in aku melihat ayahanda ku di sana lagi lagi kebingungan dengan stiker yang telah di tempetl ditas-nya, dia bingung dan setelah melihat aku dia memanggil aku (Waktu itu aku benar2 sudah dalam kondisi OK dan terlihat semua baik2 saja,jadi tidak ada yg harus aku permalukan di depan ayah aku, tapi perasaan masih bergoyang dan aku menahan-nahan air mata yg udah memberikan tekanan beribu-ribu Ton di pelipis mata aku wakakakaka), ayahku ternyata mempertanyakan stiker untuk mengambil bagasinya dan ternyata hanya terjadi miss kecil yang ternyata ayahku yang tidak tahu bahwa stiker sudah ada di tiketnya (Batin aku kali ini harus aku lakukan, karena mungkin ini hadiah tuhan supaya aku dapat melakukannya kali ini................).
Setelah miss diselesaikan, pada akhirnya ayahanda akan memasuki waiting dan check room yang sebelumnya di cek dulu oleh petugas setempat (Tempat aku berdiri dan menunggu seraya menitihkan air mata sambil diliati petugas ini, mereka 2 orang), setelah ayah aku di cek surat-suratnya seperti biasa sebelum memasuki waiting room aku langsung memanggil ayahku, dia berbalik dan aku langsung memeluknya, sangat erat (Perlu kalian tahu sewaktu aku memanggil ayahku dan melewati garis perbatasan antara penumpang dan pengantar, petugas sempat men-stop-aku dengan lampu merahnya, namun aku tidak mengindahkan dan langsung aku peluk ayahku di depan orang-orang), aku pelu erat selama beberapa detik, I said Thank You for everything, aku peluk dan tepuk bahunya, dari posisi kepala di kiri adan kanan akhirnya ayahanda membalas dengan perkataan "Hasilnya yang bagus yah"...............setelahnya aku melepa pelukan itu aku berbalik arah langsung dan seketika bendungan air mataku hancur berantakan alias aku menangis sejadi-jadinya dan tersedu-sedu tentunnya dengan aku tutup mukaku dan berjalan menjauh (Aku rasa ayahku hanya melihat 1/10 detik dan langsung memasuki waiting room), menangis dan menangis tersedu-sedu, aku melihat di pantulan cermin yang ada disana serasa aku kembali ke 10-20 tahun silam ketika aku masih bocah dan suka menangis tak disangka kali ini aku menangis lagi sungguh ironi dan lucu untuk diingat. Tapi airmata dan tersedu-sedu masih tersisa, aku tak dapat menolak yang aku lakukan hanya berdiri dan menangis sekitar 10menit dan akhirnya aku berhentikan secara paksa dan berkata "The journey begis.....", tetap dalam kondisi masih mata merah aku menunggu pesawat take off.
Jam jadwal menunjukan bahwa pesawat take off dan akhirnya aku pulang menuju dorm (Bingung dan nekat karena sendirian), aku hanya mengginakan ingatanku sewaktu aku di jemput pertama kali, rute dan cara membeli tiket serta jalur-jalur dan sistem MRT yang begitu besarnya, namun dengan bekal nekat, ingin tahu dan pantang menyerah, sampailah daku ke NTUST dan langsung datang ke lounge room untuk rapat ICE 2010. Sekian cerita pengalaman 3hari bersama ayahhanda dan perkenalan NTUST serta taiwan kepada teman-teman sekalian. Pengalaman ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi anda semua. Apabila ada yg kurang berkenan saya mohon maaf. Sukses selalu untuk kita.
Senin, 08 Maret 2010
Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Four
Sepulang dari Taipei 101 kita kembali ke guest house, merebah badan sebentar, mandi, dan akhirnya makan malam kami kembali ke distrik Gong Guan untuk mencoba kembali berbagai macam model makanan (Yang pasti sudah berpengalaman dan tidak akan tersesat lagi). Kali ini kami makan di bagian makanan model celup-celup dengan memilih menu sendiri, porsi besar dengan harga lumayan pantas dan kenyanglah kami. Setelahnya kami tidak membuang waktu lagi, kami melanjutkan lagi dengan jalan-jalan di distrik makanan dan membeli berbagai macam model makanan ringan dan berat sekedar memuaskan nafsu keingintahuan dan pemenuhan nafsu makan porsi lelaki serta jaga-jaga untuk malam hari agar tidak kelaparan, jalan dan jalan akhirnya kami melambatkan alur jalan kami di pusat teramai distrik makanan ini sambil melihat-lihat berbagai macam makanan yang dijual ada satu penjual ibu-ibu menyiapkan adonan makanan untuk dimasak, anehnya ibu ini berbicara sendiri, ayahku melihatnya dan beropini bahwa sang ibu penjual ini ada kelainan jiwa namun setelahnya aku tertawa terbahak-bahak sangat keras yang ternyata ibu itu memakai head set yang disambungkan dengan perangkat komunikasi yang ada dibelakangnya (Ayahku mengira ibu itu gila). Sebelum balik ke guest house NTU kita coba tahu bau alias chou do fu cumin 40NT$ untuk 2 orang, (You know, we had already full~). Setelah puas kami kembali ke guset house NTU untuk mempersiapkan bebagai macam barang yang akan dibawa pulang oleh ayahku dan berbagai macam keperluan lainnya yang harus di tata mlm hari karena besok nya (Selasa 2-3-10) ayahku akan pulang ke Indonesia lagi.
Pagi hari kami langsung balik ke kamar asrama aku untuk melakukan bersih-bersih kabinet sebelum aku gunakan selama 2 tahun, berbagai perlengkapan ini dan itu di tata sedemikian rupa agar rapi(Note: kami pagi sudah check out duluan sebelum ke NTUST dan tas kami titipkan front office).
Minggu, 07 Maret 2010
Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Three
Hari ke-2 (Senin 1-3-1987), aku memulai hari ini dengan mengurus administrasi study aku ya itu di kantor graduate office bersama mas Munif (Anak mantan ITS). Urus punya urus ternyata suratku ada yg bermasalah di bagian Financial Statement jadinya bbrp surat aku kirim lagi lewat kantor pos kampus dan di urus lagi di Jakarta (Untuk dan gara-gara urusan ini jadi berabe neh soalnya kaga bias urus-urus lainnya). Selesai urusan ini (Pending dulu) aku ama ayahku jalan-jalan ke tempat yang telah aku rencanakan sebelumnya yaitu: TAIPEI 101~!, inilah impianku agar ke negeri orang dan ke Icon Negara tersebut, berangkat kesana cumin nekat doank Tanya naik bus apa dan tanya-tanya ama sopir busnya, perjalanan dengan bus kode: 650 selama 20 menit dan tibalah kita di sisi samping TAIPEI 101. Eh, Ngomong-ngomong naik kendaraan umum, kl MRT cumin bayar 15-50NT$, kalo bus cumin 15NT$. Jadi cukup murah dan fasilitas OK kqk, udah cepat, tepat waktu, bersih dan yang pasti aman kok. Sampe di TAIPEI 101 kita ke lanti 5F dulu untuk membeli tiket 400NT$ per orang dan harus antri, soalnya banyak orang juga mau lihat ke atas. Setelah antri kita naik ke lantai 89 menggunakan lift tercepat di dunia dengan kecepatan 1010m/minute. Ada petugas cewe yg nerangin ini itu bahwa lift ini tercepat didunia bla2 tapi aku sibuk ngerekam dan ngliatin dia aja soalnya lumayan she tuch cewe wakakakakaka, setelah nyampe (Bbrp detik aja di dalam lift) ternyata aku dah di ketinggian 580m++ alias lantai 89, yeaaaaah lgs aja aku keliling disana dan foto2 wakakakakakak (Soale ndeso) dan tidak lupa mampir ke lantai 88 utk melihat Super Wind Damper (Impianku melihatnya soalnya dari dulu diajarin ini itu di teknik sipil tapi g pernah yg namanya penahan angin di Taipei 101 yg beratnya 800 ton), eh tidak lupa yah aku foto-foto ama ayahku ahahahaha, wew ada bbrp tempat souvenir ini itu yg jaga juga lumayan-lumayan lah wakakakaka. Eh ketinggalan sbebelum kita naik lift tercepat itu kita akan difoto dahulu oleh petugasnya dgn setting-an background gedung Taipei 101 yang mana nantinya di lantai 89 kita bisa memilih untuk membelinya atau tidak seharga 250NT$.
Jumat, 05 Maret 2010
Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part Two
Sampainya di NTUST langsung aja aku mengurus dormitory aku. Dapatnya di Dorm-1 kamar nomor 114. Bersama 3 orang Indonesia (2 dari Surabaya lho wakakaka) dan 1 orang Paraguay. Setelahnya lgs mengurus penginapan ayahku dan dapatnya di NTU Guest House ya itu di seberang NTUST (Thx to Henky and his brother). Setelah dapat kamar kami istirahat sebentar untuk merebah badan dan melihat tv atau sekedar memakai fasilitas internet gratis NTU Guest House (Koneksi sangat cepat di banding dgn Indonesia). Setelahnya kami jalan-jalan untuk lebih mengenal kampus NTUST sekaligus makan siang di kantin NTUST (Bingung juga neh jalannya ke kantin soalnya ada 3 kantin tapi 1-2hari jalan-jalan udah bias hafal kok tempatnya soalnya NTUST kl aku bilang jg g seberapa besar). Makan dan setelahnya aku memandang bahwa Negara dan pola kehidupan disini beda sekali dengan lingkungan Negara dari mana aku berasal, disini semua orang sedikit cuek, maunya cepet-cepet dan yang pasti mereka bersih, tingkat percaya diri dan sadar diri yang tinggi. Bagaimana tidak di MRT dan Bus umum (Dan di tempat lain), apabila ada orang tua/ disable people/ ibu dengan bayi, masuk secara otomatis penumpang yang lebih muda langsung berdiri dan menawarkan kursinya untuk diduduki orang-orang dengan kriteria tersebut (Sungguh kesadaran tinggi dan etika yang baik)
Awal Perjalanan-Ku di Taiwan (Master Degree Programme)-Part One
Pada kali ini aku akan bercerita mengenai awal perjalananku di Taiwan dalam meraih gelar M.Sc.Eng (Master of Science in Engineering). Sungguh merupakan sesuatu yang takkan pernah aku lupakan pada perjalanan hidupku kali ini dimana ternyata mimpi di siang bolong tahun-tahun sebelumnya dapat menjadi kenyataan, memang benar kata orang “If there’s a will, there’s must be a hope. If there’s a hope, there’s must be a way and If there’s a way, there’s must be a SUCCESS”. Begitulah moto yang sampai detik ini bergaung di dalam diriku. Pertanyaannya sekarang, “Mengapa aku mengambil jenjang S2 di Taiwan?”, saya tidak akan membahasnya di blog paper saya kali ini, karena ceritanya panjang dan tidak sinkron untuk saya ceritakan disini.
Tanggal 27 Feb 2010 jam 23.30 aku berangkat dari Surabaya-IND menuju Tao Yuan International Airport-Taiwan dengan menggunakan maskapai penerbangan Eva Air (Flight Number BR-232). Sebelum pesawat Flight Off seperti biasa yang kita ketahui bahwa kita harus melakukan Check-In lalu mengurus Immigration & Boarding Pass (Saya tidak membayar biaya viskal seperti yang orang tua katakan bahwa kita harus bayar, ternyata tidak hahaha) dan lain-lain. Namun sungguh merupakan kenangan tersendiri yang takkan pernah aku lupakan bahwa setelah melakukan Check-In, banyak sekali yang datang ke Bandara Juanda hanya untuk mengantar aku (Selain keluarga), sekitar hampir 20 orang yaitu dari anggota Tim Leong & Samsi Ksatria-Surabaya.
Gila tak kunjung reda, bahwa mereka ke bandara juanda setelah melakukan pementasan di Penthouse Central Point. Sungguh kabahagiaan tersendiri bahwa teman2 aku dari grup tarian singa dan naga masih saja meluangkan waktu dan pengorbanan lainnya demi mengantar aku ke Luar Negeri. Bersenda gurau, foto-foto dan konsumsi dari pementasan sebelumnya di bawa ke Bandara demi makan bersama dengan aku. Satu lagi yang kelewatan, waktu foto-foto masih saja job-desk saya sebagai pemain ekor barongsay harus digunakan, yaitu mengangkat pasangan saya (Kurang lebih 5 tahun bersama dengan pasangan saya, sebenarnya berat juga meninggalkannya terlebih meninggalkan “Tim Gila” ini) dan beberapa pasangan lain juga berpose sama untuk mendapatkan gambar foto yang aneh ditempat umum, sungguh sesuatu hal yang gila namun menajdi kenangan tersendiri buat aku. Tak lupa juga banyak sekali dukungan dari teman-temanku melalui SMS, Pemberian buku, Jaket, Mouse, Perlengkapan computer dan masih banyak lagi hal-hal yang tak dapat saya ucapkan (Thanks a lot for you all, thanks for accompanied me before and thank you for your trust, henceforth I can be your “International Independent Watch” for Ksatria Lion & Dragon Dance Troupe).
Sebenarnya masih banyak hal-hal yang membuat aku berat meninggalkan Indonesia, selain Negara yang Elok dan Damai, disitulah jg aku dilahirkan dan dibesarkan, selain itu banyak sekali cita-cita dan pengharapan dari orang tua, keluarga dan teman-teman yg membuat beban di-pundakku semakin berat dan berat saja. Namun kita tahu bahwa hidup adalah sandirawa dan pilihan, dari awal aku telah memilih untuk sekolah di LN (Kalau Tuhan mengijinkanku waktu itu, namun sekarang Dia memberi aku jalan), dan akhirnya tetap aku akan jalani perjalanan di lautan hidup penuh ombak cobaan ini. Berpelukan dengan keluarga dan melakukan TOS KSATRIA dengan teman-teman di Bandara sebelum masuk ke waiting room (Bandara Juanda dibikin heboh oleh kehadiran Tim Ksatria wakakakak I’d like it), yang pada akhirnya naik elevator dan dengan perasaan berat aku melihat semua orang terutama mata tiap orang, seolah2 waktu berjalan sangat cepat dan cepat sekali. Selesai-Itulah kata pertama yang aku dengungkan dihatiku dan setelahnya perjalananku ke Taiwan dimulai (Tentunya dengan ayahku berangkatnya, ia menginap sampai tanggal 2 March 2010 doank, coz he just want to make sure that everything will be all right in Taiwan)Sabtu, 25 Juli 2009
Renungan Ekspedisi Tanah Papua
Jumat, 22 Mei 2009
Renungan Ekspedisi Bengawan Solo-Kompas
Sabtu, 18 April 2009
Akomodasi risiko dalam proposal tender
Menyusun penawaran tender adalah bagian pekerjaan yang penting dan juga kritis bagi kontraktor. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, mereka harus me-review banyak hal dan mengambil berbagai keputusan beresiko untuk menentukan besarnya penawaran tender. Penawaran ini, bila menang, akan mengikat kontraktor untuk menyelesaikan lingkup pekerjaan sebagaimana dijabarkan dalam kontrak.
Sebagai gambaran, untuk menyusun proposal tender proyek konstruksi, kira – kira daftar pekerjaan kontraktor akan seperti ini :
- memahami scope of work dan kondisi kontrak
- membaca spesifikasi material / pekerjaan dari setiap bagian konstruksi
- melakukan site visit untuk memahami kondisi lokasi
- menghitung seluruh quantity pekerjaan dari gambar tender ( civil, steel structures, piping, mechanical, E/I, architectural, pipelines )
- meminta penawaran harga dari supplier / subkontraktor
- membuat review tentang metode konstruksi yang akan digunakan
- membuat review tentang resources yang diperlukan
- menganalisa harga satuan setiap pekerjaan
- menyusun schedule pekerjaan, untuk dibandingkan dengan jangka waktu penyelesaian proyek yang diminta oleh Client.
Dari kegiatan di atas akan didapat estimasi basic cost dan schedule dari proyek yang ditenderkan.
Pada saat yang bersamaan, kontraktor juga melakukan risk analysis :
- identifikasi resiko yang ada dalam draft terms & conditions of contract
- identifikasi resiko yang akan dihadapi selama pelaksanaan kerja
- menganalisa resiko yang bisa dihindari / ditransfer ke pihak lain.
- menganalisa resiko yang harus dikendalikan oleh kontraktor, bagaimana pengaruhnya terhadap schedule dan biaya proyek. Berapa besar contingency biaya / waktu yang harus ditambahkan ke basic cost / schedule untuk mengantisipasi resiko tersebut.
Bagi kontraktor yang telah menggunakan metode manajemen terkini, mereka menghitung contingency dengan bantuan program simulasi komputer - Monte Carlo. Menggunakan metode probabilitas yang ilmiah, simulasi ini akan mengolah berbagai variabel resiko
yang diberikan oleh tim ahli dari kontraktor. Sebagai hasilnya akan didapat grafik kurva S antara “% probabilitas vs biaya proyek” atau “% probabilitas vs waktu proyek”. Biaya proyek sebagai hasil dari simulasi Monte Carlo adalah perkiraan biaya yang sudah memperhitungkan input resiko pekerjaan.
Jika untuk penawaran tender, manajemen kontraktor ingin berpatokan pada biaya proyek dengan tingkat keyakinan / probabilitas sebesar 75% atau 80%, maka biaya yang dimaksud bisa di plot dari grafik. Perbedaan antara biaya proyek tersebut dengan basic cost, akan menjadi contingency biaya. Demikian juga untuk menghitung contingency waktu.
Kontraktor yang tidak menggunakan simulasi Monte Carlo, akan menentukan besaran contingency berdasarkan pengalaman di proyek – proyek sejenis yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.
Diluar analisa – analisa di atas, masih ada pertimbangan lain seperti : payment terms, perkiraan cash flow proyek, biaya bank / asuransi, fee kantor pusat di luar negeri, margin yang diharapkan, dst.
Setelah menganalisa semua masukan di atas, akhirnya manajemen kontraktor sampai pada satu keputusan krusial : “ajukan penawaran tender dengan nilai USD xxx juta, dengan kondisi bla bla bla”.
Dalam uraian dibawah ini, bahasan dibatasi pada langkah-langkah yang dilakukan oleh kontraktor untuk meng-antisipasi resiko pekerjaan.
Risk Response Strategy
Umumnya Kontraktor akan melakukan langkah berikut untuk mengantisipasi dan mengakomodasi resiko dalam proposal tender :
1. Identifikasi barricade risk
2. Identifikasi resiko yang dapat di-asuransi-kan
3. Identifikasi resiko yang dapat dialihkan ke pihak lain ( non insurance )
4. Identifikasi resiko yang akan ditanggung kontraktor
1. Identifikasi Barricade Risk
Yang dimaksud dengan barricade risk adalah resiko yang terlalu besar, bahkan bagi kontraktor berpengalaman sekalipun. Kontraktor perlu meneliti draft dokumen kontrak untuk melihat apakah ada contractual barricades di dalamnya.
Tergantung situasinya, terdapat berbagai barricade risks. Beberapa diantaranya adalah :
- unlimited liability
- full risk for unforeseen ground condition
- massive liquidated damages
1.1 Unlimited liability
Limit of Liability adalah klausul yang mengatur tentang besarnya tanggung jawab kontraktor terhadap hal-hal berikut :
- Jika ditemui defect terhadap lingkup pekerjaannya ( design, konstruksi, plant performance )
- Jika terjadi damage / loss terhadap existing plant ( bila ada )
- Jika terjadi damage / loss / injury terhadap pihak ketiga
Umumnya Client telah mengambil alih resiko tersebut di atas melalui mekanisme asuransi. Dengan adanya perlindungan asuransi ini, maka Kontraktor tidak akan dituntut untuk menanggung kerugian secara penuh.
Sebagai contoh, dengan konsep pengalokasian resiko seperti diatas, salah satu kontrak EPC menetapkan batasan tanggung jawab ( limit of liability ) kontraktor sebagai berikut :
- untuk pekerjaan design : tanggung jawab tidak terbatas / unlimited liability
- untuk works and installations : maksimum liability adalah 10% dari nilai kontrak
- overall limit of liability ditetapkan maksimum 15% dari nilai kontrak, batasan ini tidak berlaku untuk pekerjaan design.
Tentunya, besaran limit of liability akan berbeda dari satu kontrak dengan kontrak yang lain.
Seandainya klausul dalam draft kontrak menyatakan tanggung jawab kontraktor adalah tidak terbatas / unlimited liability, maka klausul ini tergolong barricade risk. Resikonya sangat besar, terutama bila proyek yang dikerjakan berupa perluasan dari fasilitas yang sudah beroperasi. Bayangkan bila terjadi accident fatal, yang merusak existing plant dan menyebabkan Client tidak bisa berproduksi. Bila tidak diberi batasan, nilai tuntutan ganti ruginya bisa lebih besar daripada nilai kontrak.
Bila menemui klausul seperti ini, biasanya para kontraktor peserta tender akan membuat “paduan suara” agar liability ini dibatasi. Bila Client tidak bersedia merubah kondisi ini, umumnya para kontraktor akan menyatakan mundur. Tapi kadang ada saja kontraktor yang tetap mengajukan penawaran. Bila menang tender, kontraktor tersebut harus siap menanggung resikonya bila something goes wrong.
1.2 Full Risk for Unforeseen Ground Condition
Dalam dokumen tender, biasanya Client melampirkan hasil penyelidikan tanah sebagai referensi bagi para kontraktor. Kontraktor biasanya juga diminta melakukan site visit untuk memahami kesulitan lokasi.
Jika draft kontrak mengatakan bahwa :
- Client menyediakan data tanah ; dan
- Kontraktor melakukan site survey
kemudian seluruh resiko berkenaan dengan pekerjaan tanah ditanggung oleh kontraktor, maka klausul seperti ini juga tergolong barricade risk.
Site survey mungkin hanya 3-4 hari, seberapa jauh investigasi yang bisa dilakukan oleh kontraktor dalam waktu sesingkat itu ?.
Kontraktor perlu bernegosiasi dengan Client agar contractual barricade ini dirubah. Misalnya, mengusulkan perubahan kondisi klausul yang kira-kira seperti ini : “Untuk keperluan pelaksanaan proyek, Kontraktor akan :
- memeriksa kondisi lokasi kerja dan lingkungannya
- sepenuhnya bersandar kepada akurasi data yang disediakan Client
- bertanggung jawab untuk meng-interpretasi dengan benar data yang diberikan oleh Client
- seandainya data yang disediakan Client tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan dan berdampak terhadap biaya / waktu pelaksanaan kerja, maka Kontraktor akan berhak untuk mengajukan variation works.”
Seberapa penting-kah proteksi terhadap unforeseen ground condition ini ?
Di salah satu proyek yang saya tahu, konsorsium kontraktor men-subkontrak pekerjaan shallow offshore pipelines, yang kebetulan porsinya kecil, kepada kontraktor spesialis. Nilai subkontrak adalah USD ( 100% ). Subkontraktor membuat method statement pekerjaan berdasarkan soil report yang disediakan Client, diantisipasi bahwa galian akan dilakukan dengan cutter suction dredger.
Dalam pelaksanaan kerja terjadi delay, karena ternyata mereka menemui hard soil. Berbeda dengan data kontrak, soil investigation baru yang dilakukan oleh pihak ketiga menunjukkan bahwa sebagian besar offshore pipeline trench berada di hard soil. Akibatnya Subkontraktor harus merubah metode kerja / peralatannya, floating backhoe dredger yang sedang beroperasi di negara lain mereka tarik untuk mengejar target waktu penyelesaian.
Sebagai akibat dari different site condition ini, biaya kerja subkontraktor berubah dari yang diantisipasi semula. Subkontraktor kemudian mengajukan claim sebesar USD (76%) dari nilai kontrak awal. Dalam usulan claim-nya, dijelaskan secara rinci mengenai kondisi kontrak, skenario awal, kondisi aktual yang ditemui, perubahan metode kerja, referensi klausul kontrak yang relevan, cost impact, dst.
Seandainya subkontraktor tidak melindungi dirinya dengan klausul different site condition, perbedaan data tanah ini bisa menjadi bencana catastrophic.
1.3 Massive Liquidated Damages
Liquidated Damages ( LD ) adalah denda yang harus dibayar oleh kontraktor jika mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pada waktunya.
Tergantung pada perjanjian kontraknya, umumnya besar LD dinyatakan dalam bentuk persentase dari nilai kontrak ( x % per week ) dan mempunyai batas maksimum ( y % dari nilai kontrak ). Besarnya denda keterlambatan ini sudah ditentukan sejak awal kontrak melalui klausul LD, sehingga nantinya Client tidak akan menuntut ganti rugi berdasar nilai aktual yang diderita. Dilihat dari sudut pandang ini, sebenarnya LD melindungi kontraktor dari resiko membayar ganti rugi yang terlalu besar.
Jika suatu kontrak menentukan LD sebesar 0.5% per minggu dengan batas maksimum 5% dari nilai kontrak, maka LD akan mencapai nilai maksimum setelah terjadi delay selama 10 minggu ( ~ 2.5 bulan ) atau lebih.
Batas LD maksimum 5% atau 10% dari nilai kontrak, sangat besar pengaruhnya bagi kontraktor. Biasanya kontraktor menambah persentase margin dalam penawaran tender sebagai proteksi terhadap resiko LD. Tapi seringkali dalam competitive bidding, kontraktor harus menekan rendah margin-nya agar tetap bisa bersaing.
Bagaimana jika draft kontrak menyebutkan nilai liquidated damages yang sangat besar ? Misalnya Client menghitung LD berdasar kehilangan potensi keuntungan produksi, sebesar USD 5 juta per hari, tanpa batas maksimum. Jika nilai kontraknya USD 300 juta dengan harapan margin proyek sebesar 10%, maka :
- dengan kelambatan 6 hari dari schedule, margin proyek akan habis untuk membayar LD ( kontraktor bekerja 2-3 tahun tanpa memperoleh laba ! ).
- dengan kelambatan 60 hari ( ~ 2 bulan ) dari schedule, kontraktor akan rugi besar karena income-nya habis untuk bayar LD.
Dalam pengaturan schedule, kadang ada kondisi dimana kontraktor akan tergantung pada pihak lain. Dalam proyek EPC misalnya, ada banyak equipment yang harus dipesan dari vendor . Kontraktor dapat mengendalikan sepenuhnya schedule dari pekerjaan Engineering - Procurement activities – Construction. Tapi untuk equipment delivery, kontraktor tidak mengendalikan secara langsung schedule kerja para vendor.
Massive liquidated damages adalah resiko yang terlalu besar.
2. Identifikasi Resiko yang Dapat Di-asuransi-kan
Asuransi adalah perlindungan terhadap resiko kerugian, yang ditanggung oleh perusahaan asuransi berdasarkan kondisi dan fee tertentu. Dalam dunia konstruksi, asuransi merupakan metode risk transfer yang paling sering digunakan. Banyak yang menganggap bahwa manajemen resiko identik dengan manajemen asuransi.
Perusahaan asuransi sendiri bekerja dengan mengumpulkan resiko dari banyak pelanggan. Dari sekian banyak resiko yang ditanggung, berdasar teori probabilitas, diharapkan hanya sebagian kecil dari resiko yang menjadi kenyataan.
Dalam kontrak, biasanya sudah diatur dengan jelas alokasi tanggung jawab asuransi antara Client dan Kontraktor. Umumnya Client akan mengasuransikan existing plant,
mengasuransikan pekerjaan proyek dan resiko terhadap pihak ketiga. Sedangkan kontraktor bertanggung jawab untuk mengasuransikan pekerja, kendaraan / penumpang serta equipment-nya.
3. Identifikasi Resiko yang Dapat Dialihkan ke Pihak Lain ( Non Insurance )
3.1 Transfer resiko ke Subkontraktor
Jika kontraktor tidak punya inhouse capability untuk melaksanakan pekerjaan tertentu, misalnya kontraktor M&E/I harus melaksanakan pekerjaan sipil, maka kondisi ini akan mengarah kepada
- resiko produktivitas tenaga kerja
- resiko kualitas pekerjaan
- resiko waktu penyelesaian, dst.
yang akhirnya akan berpengaruh pada biaya proyek.
Jalan keluar yang banyak ditempuh adalah dengan mentransfer pekerjaan beresiko tersebut kepada ahlinya, para kontraktor sipil, melalui mekanisme subkontrak.
3.2 Klausul antisipasi dalam kontrak
Dalam kontrak, ada klausul yang dicantumkan sebagai antisipasi jika resiko-resiko tertentu menjadi kenyataan. Resiko ini, walaupun telah teridentifikasi pada saat melakukan risk analysis, tidak diperhitungkan dalam penawaran tender karena uncertainty-nya sangat besar atau karena dampaknya tidak dapat diperkirakan.
Sebagai perlindungan, dalam kontrak dicantumkan klausul-klausul antisipasi, seperti :
- Klausul unforeseen ground condition / different site condition, untuk mengantisipasi jika kondisi tanah tidak sesuai data kontrak
- Klausul changes in the works, untuk mengantisipasi resiko perubahan scope kerja
- Klausul change in law, untuk mengantisipasi resiko perubahan kebijaksanaan pemerintah setelah penandatanganan kontrak.
Kontraktor disarankan untuk memastikan bahwa klausul-klausul antisipasi ini dicantumkan secara tertulis dalam kontrak. Kelak klausul-klausul ini akan menjadi dasar bagi Kontraktor untuk mengajukan proposal variation atau claim, jika resiko tersebut menjadi kenyataan.
Klausul Change in law
Pekerjaan proyek mengenal 2 peraturan / hukum :
�� perjanjian kontrak itu sendiri, dan
�� hukum negara ( law of the land ).
Hukum negara akan mengintervensi proyek dalam keadaan berikut :
1. Bila terjadi pelanggaran terhadap kontrak
dalam hal ini hukum negara akan mengenali perjanjian kontrak sebagai suatu hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua pihak.
2. Dalam kasus tort / civil wrong doing
misalnya dalam kasus kecelakaan kerja atau kasus tuntutan dari pihak ketiga terhadap pelaksana proyek.
3. Jika negara atau badan negara yang berwenang, membuat keputusan / peraturan yang harus diterapkan ( dan mempengaruhi pelaksanaan proyek ).
Klausul kontrak mengenai perubahan kebijaksanaan pemerintah ( change in law ) mengacu pada kondisi item no. 3 di atas. Misalnya, setelah penandatanganan kontrak :
- Dept. PU mengeluarkan peraturan baru tentang tatacara perhitungan design konstruksi, dimana safety factor yang digunakan lebih tinggi dari yang berlaku sebelumnya. Sebagai akibatnya, profil konstruksi jadi lebih besar, biaya material, biaya fabrikasi dan biaya konstruksi bertambah, dsb.
- Pemerintah mencabut subsidi BBM, sehingga harga BBM naik drastis diluar estimasi kenaikan harga berdasar angka inflasi.
Berikut contoh typical klausul kontrak tentang perubahan kebijakan pemerintah :
“Any changes in the laws, rules and regulations introduced by the Goverment of xxx after the effective date of this contract shall, where applicable, be implemented by Contractor.
Should these changes affect the execution and / or cost of the works in any way, the affected party shall be entitled to initiate a Variation Order in accordance with provisions of article xxx ( Changes in the Works )”
4. Identifikasi Resiko yang Akan Ditanggung oleh Kontraktor
Setelah meng-identifikasi dan meng-alokasikan berbagai resiko ( risk avoidance & risk transfer ), maka kontraktor akan sampai pada resiko-resiko yang harus mereka tanggung selama pelaksanaan proyek.
Berdasarkan tingkat pengendaliannya, dikenal dua kategori resiko :
a. Resiko yang sepenuhnya dibawah kendali Kontraktor, contoh :
- estimasi quantity pekerjaan dan harga penawaran tender
- pekerjaan design
- produktivitas tenaga kerja
- pekerjaan konstruksi
- planning dan pelaksanaan kerja
- dst.
b. Resiko yang tidak sepenuhnya dibawah kendali Kontraktor, contoh :
- keterlambatan pengiriman equipment dari vendor
- kegagalan alat / sistem
- kelangkaan sumber daya ( material, tenaga kerja )
- masalah ekonomi ( inflasi, perubahan kurs mata uang asing, kenaikan harga )
- dst.
Berdasar keahlian dan pengalamannya, Kontraktor akan menyiapkan langkah-langkah antisipasi & pengendalian agar dampak dari resiko-resiko tersebut dapat ditekan serendah mungkin. Penerapan dari rencana pengendalian ini akan menjadi tanggung jawab dari project management team selama pelaksanaan proyek.
Penutup
Dalam menyusun proposal tender, Kontraktor akan :
- membuat estimasi biaya / waktu pekerjaan berdasarkan pada scope of work, time schedule dan contract conditions sebagaimana diatur dalam dokumen tender.
- melakukan analisa resiko yang berkaitan dengan kondisi kontrak dan kegiatan proyek.
- memasukkan contingency biaya / waktu dalam penawaran tender, sebagai perlindungan terhadap resiko-resiko pekerjaan
- mempersiapkan rencana penanggulangan, monitoring dan kontrol untuk meminimalkan dampak dari resiko pekerjaan.
Uraian diatas memberi gambaran tentang pola kerja dan kehati-hatian kontraktor dalam menyusun proposal tender. Dengan pengaturan yang baik mengenai pembagian tanggung jawab, alokasi resiko dan alokasi asuransi antara Client - Kontraktor, diharapkan akan didapat kondisi kontrak yang fair bagi kedua pihak.
Reference :
- Project Management Institute : “Project Management Body of Knowledge - 2004 ; Chapter 11 - Project Risk Management”
- Mark Tiggeman : “Tender Preparation Strategies, The Contractor’s Perspective”
- Jamal F. Bahar : “EPC Contract Administration“
- Parsons E&C Group, “Presentation : Management of Thermoelectric Project, EPC-LSTK Risks”
Kamis, 09 April 2009
Refleksi (9-4-2009)
Malamnya saya ke toko buku toga mas sekedar melihat-lihat buku dan mengantar adik saya yang memang ada keperluan mau membeli buku. Melihat-lihat akhirnya saya jadi membeli buku John C.Maxwell mengenai pengembangan diri. Nah pulang rumah saya melanjutkan membaca buku yang tadi siang (Buku berjudul pikiran yang terkorupsi by Kwik Kian Gie.........nilai 100 utk dia!!!Benar-benar membuka mata). Waktu saya membacanya saya melihat adik saya membuka bungkusan plastik buku baru tersebut, tiba-tiba pikiran saya nyeletuk begini "Nah kalau 1 orang membuang plastik tersebut sebagai pembungkus, bagaimana dengan ribuan pembungkus yang ada di toko buku tersebut setelah tidak digunakan?Dimana berakhirnya pembuangan tersebut?Apakah bisa didaur ulang? Seraya pikiran saya juga bergejolak "Y ampun hidup saya ini sudah enak!!!!, masih bisa makan dengan lauk yg lebih dari cukup, masih bisa jalan-jalan dan beli buku dan lain-lain, sedangkan masih banyak masyarakat yang tidak bisa seperti saya entah karena berbagai masalah yang ada............." Saya kira permasalahannya sangat rumit sekali dengan penyelesaian yang tidak mudah mengenai kemiskinan dan kurangnya pendidikan (Hal yang paling penting sebagai pondasi awal) di negara kita ini, padahal persentase APBN untuk pendidikan dinegara kita telah paling besar diantara yang lain yaitu 20% dari nominal total. Semoga perbaikan di berbagai sektor akan terwujud melalui pemilihan legislatif kali ini yang tentunya tidak akan mengecewakan rakyat yang mana telah banyak yang golput sebagai bentuk ketidakpercayaannya pada badan pemerintahan dan kekecewaannya...................................
Minggu, 05 April 2009
John Pantau Edisi tanggal 5-4-2009
Pertama: Dalam edisi tersebut ditayangkan segerombolan pemuda yang berumur sekitar 16th (Masih SMA) lebih memilih membolos sekolah dengan mengikuti kampanye salah satu partai dengan menggunakan atribut partai (Kaos, Bendera, Topi, Dll)tersebut.
Kedua: Para ibu-ibu mengikuti kampanye salah satu partai dengan menggunakan atribut-atribut partai tersebut serta membawa anak kecil.
Ketiga: Para simpatisan mengikuti kampanye karena dibayar dengan sejumlah uang, yang pada dasarnya mereka tidak mengerti/memahami alih-alih partai yang mereka elu-elukan.
Ok mari kita berbicara mengenai yang pertama. Segerombolan pemuda tersebut saya kira masihlah amat muda dengan rata-rata umur 15 tahun dimana mereka sedang mengikuti kampanye dengan menggunakan atribut yang ada pada diri mereka. Ketika di tanya mereka secara malu-malu dan mengaku bahwa mereka membolos sekolah untuk mengikuti kampanye partai tersebut, lucunya tiba-tiba salah satu anak yang di wawancara secara spontan nyletuk "kaosnya bagus mas warnanya ngejreng"...................
Yang kedua banyak ibu-ibu dengan dalih tidak ada yang merawat anaknya dirumah jadi dibawa mengikuti kampanye juga.
Saya kira dari ke3 cuplikan permasalah yang terjadi dapat bersama-sama kita simpulkan bahwa masih adanya partai poltik yg masih menggunakan kampanye dengan sistem money politic, kurangnya pendidikan pada warga negara kita, kurangnya kesadaran dalam berdemokrasi dalam ajang perpolitikan,kurangnya kesadaran bertaat hukum perpolitikan dari masing-masing partai, dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa dimasa depan partai politiklah yang akan berpengaruh besar terhadap negara kita ini yang mana seharusnya partai-partai tersebut menjadi "public figure" terhadap masyarakat luas. Yang mana sebagai "public figure" mereka dapat mentaati hukum, menjadi teladan dan contoh yang baik, dapat mendengar aspirasi dari masyarakat, dan merealisasikan janji-janji mereka bukan malah menggunakan segala tipu daya sebagai ajang komersial terhadap rakyat.
Akhir kata, bagaimana mau memimpin bangsa jikalau tidak dapat mempimpin sebagai pribadi yang unggul dan sebagai public figure yang mentaati hukum yang ada
Kamis, 26 Maret 2009
Pemanasan Global
Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1] melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1] Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil.[1] Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim,[2] serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.
Lebih lengkap buka: http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global